Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 137


__ADS_3

Intip ig ku ya ada visual Ranty dan Ferrell disana yang pastinya bisa bikin tambah baper dan halu megarisma_89 mampir ya


Happy reading ๐Ÿค—


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Prita ada apa nak Ranty sakit apa?" cecar nyonya Winda yang semakin khawatir.


"Tante ternyata Ranty ..."


Nyonya Winda begitu khawatir, belum usai kesedihannya melihat putranya yang kini masih belum jelas keadaannya. Sekarang harus di tambah dengan kenyataan yang akan ia dengar prihal kondisi kesehatan menantunya.


"Hiks ... hiks ... hiks ... Prita Tante harus bagaimana, mengapa Tuhan memberikan cobaan bertubi-tubi seperti ini Tante nggak sanggup Prita," isak nyonya Winda yang membuat Prita menjadi bingung.


"Tantโ€”" ucap Prita terhenti kala Fany memanggil sang mommy mertua Fany yang datang bersama Viona terkejut melihat mertuanya yang tengah terisak.


"Mommy ... mommy kenapa Mom? Ada apa Mom?Apa yang terjadi pada Ranty?" Fany terus bertanya akan tetapi nyonya Winda hanya terisak tak menjawab. Nyonya Winda seakan tak mampu lagi melakuakan apapun termasuk mengeluarkan suaranya.


Ia hanya terisak dan menyenderkan kepalanya ke pundak Fany. Fany yang bingung hanya mengelus pundak nyonya Winda berusaha menguatkan. Kini Fany beralih menatap Prita mencoba bertanya apa yang sudah terjadi pada Ranty.


"Prita apa yang terjadi pada Ranty?" Fany akhirnya bertanya pada dokter Prita.


"Em ... begini kak Fany ... Ranty, em ... Ranty sedang mengandung sekarang dan perkiraan usia kandungan nya baru menginjak enam Minggu," ucap dokter Prita memberi tahu kondisi Ranty yang ternyata sedang hamil.


Isak tangis Nyonya Winda seketika terhenti ia mendongak dengan wajah yang langsung berbinar cerah. "Apa maksud nya Prita, Ranty hamil hah ... menantuku hamil Fany kamu dengar itu nak Ranty hamil lagi" nyonya Winda berucap girang.


"Mom, tapi itu ...." mengambang Fany tak berani meneruskan kata-katanya. Fany berfikir bagaimana bisa Ranty hamil bukankah hubungannya dengan Ferrell sedang tidak baik-baik saja.


Apakah itu anak pria lain, Fany menggeleng keras rasanya tak mungkin jika Ranty melakukan hal yang rendah. Mengingat Ranty adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya.


"Sayang kamu ingat waktu Ranty menemani Ferrell selama satu bulan penuh dalam acara tour konser Ferrell, saat Ferrell demam hem," ucap nyonya Winda seraya menajamkan tatapan matanya pada Fany.


"Iya Mom, tapi apa hubungannya dengan Ranty yang sekarang hamil mom," jawab Fany masih tak mengerti.

__ADS_1


"Saat kamu mengabari mommy tentang Ferrell yang sedang mengalami demam tinggi, pagi harinya mommy langsung menelpon Ranty saat itu mommy melakukan panggilan video call dan kamu tahu apa yang Mommy lihat, mommy melihat jika Ferrell dan Ranty tidur dalam satu ranjang dan tanpaโ€”" nyonya Winda menaik turunkan alisnya memberi kode pada Fany.


"Itu artinya ... Mom ini kabar baik mom ..." Fany yang sudah mengerti pun akhirnya ikut tersenyum sumringah.


"Selamat ya Tante," ucap tulus dari Viona, yang sedari tadi menyimak pembicaraan antara Fany dan nyonya Winda.


"Iya Vi, terimakasih dan terimakasih juga telah menolong Ferrell dan Ranty Tante berhutang banyak padamu Nak" balas nyonya Winda seraya tersenyum dan memeluk Viona.


"Ti-dak tan-te apa yang aku lakukan itu adalah penebus dosa ku Tan ..." Viona tergagap bergetar tangisnya pecah mengingat jika ia juga turut andil atas kejadian tiga tahun lalu yang membuat Ferrell dan Ranty berpisah.


"Iya sayang lupakan Nak sudah ..." nyonya Winda mengusap punggung Viona memberi ketenangan. Baik Nyonya Winda atau Tuan Nugraha sudah memaafkan Viona.


Tanpa terasa setetes air mata jatuh membasahi wajahnya Arkha. Saat mengetahui jika ternyata Safira kini sedang mengandung. Hati Arkha bagai di hujam ribuan pisau tepat di hatinya begitu perih dan sakit. 'Mungkin kamu Memnag bukan untuk ku Safira' gumam Arkha lirih dengan nada pilu.


"Mencintai berarti mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia, sakit memang tapi lebih menyakitkan jika melihat orang yang kita cintai ternyata tidak bahagia bersama kita," ucap tulus Laura yang tak sengaja melihat Arkha yang berdiri di balik pilar.Sedari tadi pria itu rupanya sudah mengintip dan menguping pembicaraan antara Fany dan Nyonya Winda.


Sementara di ruang rawat. Ranty meleguh ia mulai membuka kelopak matanya. Dokter Prita langusng bergegas keluar memanggil Nyonya Winda.


"Tante Ranty sudah sadar Tan ... " perkataan dokter Prita memecah moment haru yang sedang terjadi.


Nyonya Winda masuk keruangan rawat Ranty. Terlihat Ranty yang sudah bangun dengan posisi duduk menyandar pada Hospital bed.


"Mommy Mas Ferrell Mom, aku harus ke sana sekarang mom, mas Ferrell pasti membutuhkan ku," Ranty memohon untuk bertemu Ferrell.


"Sayang jangan sekarang ya nak, kamu harus istirahat dulu sudah ada Daddy, kak Rian dan Kak Tomi disana yang menunggu Ferrell.


"Tapi Mom, aku mau bertemu mas Ferrell mom, aku mohon Mommy," isak tangis Ranty penuh permohonan.


"Sayang dengerin Mommy Nak, kamu harus menjaga dirimu nak, karena ada kehidupan lain di dalam sini sekarang," ucap lembut nyonya Winda memberi tahu prihal kehamilan Ranty.


Ranty terdiam mencerna kata-kata Nyonya Winda. "Maksud mommy Aku?" tanya Ranty tak percaya.


"Iya sayang, kamu hamil nak usia kandungan mu sudah enam Minggu," Ujar nyonya Winda penuh keyakinan.

__ADS_1


"Mommy ... hiks, hiks, hiks," Ranty kembali terisak entah ia harus bahagia atau sedih saat ini. Berita bahagia di tengah kesedihan yang sedang ia alami membuatnya merasa semakin sesak.


Pikiran-pikiran buruk kian merasuk dalam benaknya. Akan kah anaknya terlahir tanpa melihat sang Daddy. Ranty berusaha menampik pikiran-pikiran buruknya ia harus berpositif Ting king saat ini. Berdoa semoga sang suami bisa bertahan.


"Momm ... aku mohon aku ingin bertemu mas Ferrell Mom," Ranty semakin terisak dan kembali memohon.


Akhirnya nyonya Winda mengangguk pasrah. Ia meminta ijin pada Prita untuk membawa Ranty menemui Ferrell. Dokter Prita menyarankan Ranty untuk menggunakan korsi roda karena kondisi Ranty yang lemah saat ini.


Sementara Tuan Nugraha baru saja datang dari ruang dokter. Tuan Nugraha telah berdiskusi membicarakan prihal operasi Ferrell yang akan dilakukan sore nanti. Namun, sayang nya Tuan Nugraha tidak bisa menandatangani Presumed Consent, yaitu persetujuan tindakan medik. Karena masih ada istri pasien yaitu Ranty yang lebih berhak.


"Dad ...," panggil nyonya Winda pada Tuan Nugraha.


"Iya Mom ...," jawab tuan Nugraha.


"Dad kita harus bicara sekarang ..." ajak nyonya Winda seraya menuntun tangan tuan Nugraha.


"Sayang Mommy tinggal sebentar ada yang ingin mommy bicarakan dengan Daddy. pamit nyonya Winda pada Ranty.


Ranty hanya mengangguk mengiyakan ia tak memalingkan wajahnya pada kaca kecil yang terdapat pada pintu ruang ICU tempat Ferrell dirawat. Memandang tubuh Ferrell yang terbaring lemah dengan bebrapa alat yang terpasang di beberapa bagian tubuhnya.


"Dad ada kabar baik, Ranty hamil Dad usia kandungannya enam Minggu mommy harap kehamilan Ranty bisa menjadi penyemangat hidup untuk Ferrell Dad," ucap sendu nyonya Winda.


"Alhamdulillah Mom, Daddy yakin Ferrell kuat mom, putra kita akan pulih ia mampu bertahan." harap tuan Nugraha penuh keyakinan.


๐ŸŒผ BERSAMBUNG .... ๐ŸŒผ


Terimakasih banyak aku ucapkan untuk kalian semua yang sudah Sudi mampir di karyaku ... tetap like, comen, hadiah dan vote nya ya ๐Ÿ™


Oh iya sambil nunggu kelanjutan kisah Ferrell dan Ranty, aku mau kasih rekomendasi novel dari Kak : Hilmiath yang pastinya seru, bikin baper dan ....


Pokoknya untuk kalian wajib banget mampir ya ni aku kasih juga cuplikan bab nya cekidot ๐Ÿ‘‡


__ADS_1


Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit. Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda. Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu. Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?


Penasaran kan, yuk buruan mampir ๐Ÿค—


__ADS_2