
" Akhhhhh ...!" teriak Ranty yang terbangun dari pingsannya. Keringat dingin mengucur deras membasahi wajahnya. Nafasnya memburu seperti sedang dikejar oleh harimau.
" Sayang ..."
" Mommy ..."
Panggil Amayra dan Ferrell yang sedari tadi setia menunggu Ranty. " Mas ... orang itu mau membunuh ku, orang itu akan melenyapkan aku dan Amayra." ucap Ranty panik. " Auwww ... setttt" Ranty mengaduh ketika tersadar saat ini kakinya sedang terkilir.
" Aku tidak melihat siapapun tadi sayang, aku hanya melihatmu sudah terbaring pingsan, dan melihat Amayra berada di pinggir jalan Amayra juga menceritakan hal yang sama" ujar Ferrell menjelaskan saat ia sampai di ujung jalan dan mendapati Amayra berteriak minta tolong. Saat itulah ia dan Tomi langsung berlari menuju rumah. Namun, orang yang Amayra ceritakan sudah tak ada lagi disana dan hanya Ranty terlihat yang tergeletak pingsan.
" Ini ... apa ini sakit? maaf lagi-lagi aku terlambat datang" ucap Ferrell menyentuh lembut leher Ranty yang memar akibat cekikan orang misterius.
" Tidak Mas, tidak sesakit yang disini!" jawab Ranty menunjuk hatinya dan itu sukses membuat Ferrell tertohok.
" Sayang kamu baik-baik saja kan nak?" kini Ranty beralih menanyakan kabar sang putri.
" Iya Mommy aku baik-baik saja" jawab Amayra seraya memeluk Ranty.
Brakkkk ...
" Safira ... sayang kau tak papa? bagaimana bisa sampai seperti ini?" Arkha tiba-tiba saja datang setelah ia mengetahui keberadaan Ranty lewat orang suruhannya. Arkha langsung menerobos masuk dan langsung menghampiri Ranty.
Ia sempat tak percaya jika Safira alias Ranty bisa sampai terluka. Pasalnya Ranty yang sekarang sangat jago taekwondo. Jadi sangat tidak mungkin jika Ranty sampai kalah dan terluka.
" Abang ... kenapa kesini? aku nggak papa Bang, aku hanya terkilir sebenarnya aku ingin mengamankan Amyara terlebih dahulu tapi sayangnya aku terjatuh dan kakiku terkilir itu sebabnya aku tidak bisa melawan" jelas Ranty pada Arkha.
" Dasar ceroboh kenapa meninggalkan ini hem ..." Arkha kembali berucap seraya menyodorkan sebuah pistol milik Ranty yang selalu ia bawa. Sejak ia kembali ke mansion keluarga Nugraha, Ranty melupakan kebiasaannya yang selalu membawa pistolnya.
Ferrell hanya mengamati interaksi antara Ranty dan Arkha. Meski merasa sesak di dadanya Ferrell mencoba menahannya. Ia tak ingin Ranty semakin membencinya. Sama halnya dengan Ferrell Ranty pun sempat melirik Ferrell lewat ekor matanya mengamati raut wajah Ferrell.
" Uncle Arkha, sepertinya Mommy ku ingin beristirahat, Mommy kita tidur ya Mom aku ngantuk Mom" rengek Amayra yang sudah ingin beristirahat.
__ADS_1
" Baiklah, Amayra Uncle akan keluar jaga dirimu, aku akan tidur diruang tamu jika butuh sesuatu panggil Ak---" ucap Arkha tertahan saat Amayra menyela perkataannya.
" Ada Daddy di sini Uncle, Daddy yang akan menjaga dan melindungi Mommy, iya kan Daddy" Amayra mengerlingkan matanya menatap Ferrell.
" Iya sayang Daddy juga akan berjaga diluar sekarang Amayra tidur ya"
" No Daddy! Daddy tidur disini bersama aku dan Mommy, please" pinta Amayra seraya mengatupkan kedua telapak tangannya memohon.
Ranty dan Arkha tercengang, mendengar permintaan Amayra. Lain halnya dengan Ferrell yang tersenyum tipis. " Rell ... gue sama anak buah Om udah periksa sekitar rumah. Ternyata mereka menggunakan gas monoksida dan untung saja gas monoksida yang mereka hirup tidak terlalu banyak. Namun, tetap saja mereka harus mendapatkan perawatan medis. Aku sudah mengirim mereka ke rumah sakit terdekat dan sekarang mereka sedang dalam perawatan"
Tomi menjabarkan tentang kondisi yang ia ketahui tentang apa penyebab anak buah Tuan Nugraha tidak datang menyelamatkan Ranty dan Amayra tadi.
" Ok acara menjelaskannya sudah selesai Uncle? karena sekarang aku Mommy dan Daddy akan beristirahat Jadi uncle Arkha dan Uncle Tomi keluar ok" Ucap Amayra sambil mendorong tubuh Arkha dan Tomi keluar dari kamar. Amayra kemudian mengunci pintu kamar mereka.
" Daddy ayo sini ..." Amayra melambaikan tangannya memanggil Ferrell untuk ikut tidur di ranjang yang sama dengannya dan Ranty.
" Em ... i-iya sayang" jawab Ferrell terbata, ia takut jika Ranty akan keberatan.
Ranty menampakan senyum terpaksa nya. Ia kemudian mengangguk kecil tanda jika ia menyetujui permintaan Amayra. " Yeyyyy... sini Daddy " sorak Amayra senang.
" Mommy aku akan mengambil foto kita bertiga ya" Amayra mengambil ponselnya dan berfoto selfi bersama Mommy dan Daddy nya. Amayra berfoto dengan kedua orang tuanya, dengan posisi Amayra yang berada ditengah di apit oleh Ranty dan Ferrell.
" Ganti gaya ya Mom, Dadd" pinta Amayra yang langsung menggeser tubuhnya dan mengarahkan Ranty untuk bersandar di dada Ferrell. Meski dengan terpaksa Ranty pun mengikuti permintaan sang putri. Entahlah ada rasa tak tega melihat wajah riang Amayra, jika harus ia kecewakan dengan penolakan.
Ranty kini menyandarkan tubuhnya di dada Ferrell. Ranty mendongak saat ia mendengar detak jantung Ferrell yang begitu kencang. " Maaf aku gugup" jawab Ferrell seolah tahu arti tatapan Ranty.
Ranty tak menjawab ia kembali melihat kearah Amayra. " Nah sekarang aku peluk Daddy" Mereka berfoto dengan berbagai pose. Dengan bahagia Amayra meng-upload foto-fotonya kesemua media sosialnya dengan berbagai kata-kata dan caption.
Yeyyyy foto bareng Mommy dan Daddy, love you Mom, love you Dadd ❤️ 🥰
Itulah salah satu Kata-kata yang Amayra sematkan pada salah satu postingannya. Amayra yang notabene adalah anak dari Ferrell Nugraha membuatnya memiliki banyak followers. followers Amayra yang juga merupakan fans Ferrell, membuat postingan Amyara dibanjiri komentar dari para fans Ferrell.
__ADS_1
Amayra kini tertidur pulas setelah lelah melakukan kegiatan selfienya bersama kedua orang tuanya. Sementara Ferrell dan Ranty masih terjaga mereka berbaring dengan posisi Amayra yang berada ditengah mereka.
" Tuhan ... terimakasih untuk hari ini, karena sudah membuat Amayra berkumpul bersama Mommy dan Daddy" Amayra mengigau lirih dengan kata-kata yang sukses membuat Ranty dan Ferrell terdiam terpaku menatap Amayra. Detik berikutnya mereka saling memandang.
Ranty memutus pandangannya dan meraih ponsel Amayra yang masih dalam genggaman. Ranty membuka sosial media Amyra, melihat foto-foto kebersamaan mereka yang Amayra posting. Seketika hati Ranty bergetar, melihat begitu bahagianya sang putri.
Mom and Dad are my life. I can't lose any of them, and may God always unite us 😘🥰❤️
Tulis Amayra disalah satu postingannya, dan di Aamiin kan oleh banyak orang. Hari ini Amayra membagikan semua foto-foto yang ia ambil bersama Daddy dan mommy nya. Seketika hati Ranty kembali ngilu, disisi lain hatinya tak ingin mengecewakan Amayra namun, sisi lain hatinya masih belum bisa menerima Ferrell kembali.
Sementara Ferrell, bergegas mematikan lampu kamar menyisakan cahaya remang dari lampu tidur. Ferrell kemudian merebahkan dirinya disamping Amayra. Ferrell mengecup kening Amayra penuh sayang.
Setetes air mata Ferrell jatuh ia merasa sangat bersalah saat ini. Karena kesalahannya di masa lalu, telah menyakiti hati dua wanita yang sangat ia cintai. Dalam hatinya Ferrell berharap masih ada kesempatan untuknya memperbaiki rumah tangganya.
Hingga sebuah notifikasi pesan yang sama-sama mereka terima. Pesan yang berisi tentang jadwal sidang pertama perceraian mereka yang akan di gelar besok jam satu siang. Membuat mereka kembali saling menatap dalam diam.
" Besok sidang pertama perceraian kita. Kita berangkat sama-sama" Ferrell menatap lekat wajah Ranty dalam cahaya remang. Ferrell kembali meneteskan air matanya, untungnya Ranty tidak melihat itu.
" Hemm ..." Ranty hanya menjawab dengan bergumam.
" Apa tidak ada lagi pertimbangan dalam hatimu sayang ..." Ferrell kembali mencoba bernegosiasi.
" Mas aku ngantuk sebaiknya kita bicarakan saja besok dipersidangan" ucap Ranty cepat seraya membaringkan tubuhnya menarik selimut kemudian memejamkan matanya.
🌼 BERSAMBUNG ...🌼
Terimakasih tak hentinya aku ucapkan pada kalian semua yang sudah Sudi mampir dan meninggalkan jejak. tetep ya dukung aku dengan cara like, komen, hadiah dan votenya🤗
Daddy dan Mommy jangan sedih lagi ya Amayra ingin Mommy dan Daddy tetap bersama selamanya ...
__ADS_1
Love you all my renders ❤️🥰