Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 147


__ADS_3

Persyaratan dari Tuan Prabu yang di tujukan untuk Ferrell ternyata telah di rencanakan sejak hari terakhir tujuh hari pengajian Arkha. Entah suatu kebetulan seperti apa, ternyata Laura sahabat Ranty sekaligus orang yang telah menyelamatkan Ranty dan Ferrell dalam penyekapan ternyata ia juga adalah keponakan dari Tuan Prabu.


Mamah Laura ternyata adalah adik dari Tuan Prabu sedangkan Papah Laura adalah adik dari Mamahnya Cecil. Laura juga telah menceritakan segalanya pada Tuan Prabu tentang hubungannya dengan Ranty. Termasuk perasaannya yang mengagumi Ferrell.


Ditambah lagi dengan adanya kasus perceraian Ferrell dan Ranty yang sudah masuk ke pengadilan Agama. Membuat Tuan Prabu merencanakan ini semua. Meski Tuan Prabu tidak yakin jika Ferrell akan menyetujuinya atau tidak.


Karena biar bagaimana pun Ferrell adalah seorang superstar yang pastinya. Jika ia mengikuti rencana Tuan Prabu. Pasti akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, tekad Tuan Prabu sudah bulat ia hanya ingin melihat Ranty bahagia.


Ia hanya ingin melihat putri angkatnya bahagia. Mengabulkan segala keinginannya karena Tuan Prabu hanya memiliki Ranty saat ini. Bahkan sebelum membicarakan ini semua dengan Ranty dan Ferrell, Tuan Prabu dan Laura bahkan sudah mempersiapkan segalanya.


Masih di kediaman keluarga Tuan Prabu, Ferrell, Ranty dan Amayra masih menunggu syarat apa sebenarnya yang Tuan Prabu ajukan untuk Ferrell. Sementara Nyonya Anjani ia sudah mengetahui rencana apa yang sedang suaminya jalan kan bersama keponakannya Laura.


"Pah Mamah rasa tidak perlu melakukan itu Pah, Mereka kan sudah bersatu lagi jadi Mamah rasa jika kita melakukan ini, em ... ini hanya akan men—" ucap Nyonya Anjani terpotong kala melihat tangan suaminya terangkat mengisyaratkan Nyonya Anjani untuk berhenti bicara.


"Ferrell sudah mengiyakan jadi tidak ada lagi yang boleh mundur," ucapnya tegas penuh penekanan.


"Pah, tapi apa yang sebenarnya Papah rencanakan?" tanya Ranty dengan raut wajah yang mulai terlihat cemas.


"Baik tapi sebelum Papah bicara kita akan hubungi Mommy dan Daddy serta Rian dan Fany, karena biar bagaimana pun apa yang akan Papah sampaikan, adalah suatu hal yang besar dan menyangkut kedua keluarga." kembali Tuan Prabu berbicara dengan nada tegas.


Ia lalu mengambil handphone dan menelpon Tuan Nugraha, menyuruh mereka semua untuk datang ke kediamannya.


"Hallo Assalammualaikum ..." sapa Tuan Prabu begitu telponnya telah tersambung.


"Hallo Waalaikumsalam, apa kabar Tuan Prabu?" jawab Tuan Nugraha kemudain menanyakan kabar Tuan Prabu.


"Baik, em ... begini Pak Nugraha di rumah saya sudah ada Ferrell, Ranty dan Amayra, saya sedang membicarakan sesuatu yang penting dengan mereka, bisakah Pak Nugraha dan keluarga datang ke rumah saya sekarang, karena ini menyangkut kedua keluarga besar kita Pak." pinta Tuan Prabu pada Tuan Nugraha.


Sementara Tuan Nugraha menyerengit heran, rencana apa yang sedang Tuan prabu rencanakan.

__ADS_1


"Baik kami akan ke sana sekarang Pak," ucap Tuan Nugraha menyanggupi permintaan Tuan Prabu. Karena Tuan Nugraha juga merasa penasaran hal apa yang sedang direncanakan oleh Tuan Prabu.


"Baik Pak saya akan tunggu kehadiran kalian, Assalammualaikum."


"Iya Pak Waalaikumsalam."


Ferrell sedari tadi hanya diam, ia mencoba menebak syarat apa yang akan diajukan oleh Tuan Prabu. Namun, nihil otaknya tak dapat berfikir dan menemukan petunjuk tentang syarat yang Tuan Prabu inginkan.


"Kita akan menunggu keluarga mu dulu baru kita akan membicarakannya lagi." ucap Tuan Prabu masih dengan nada dingin. Setelah beberapa saat saling terdiam denah aura dingin yang menyeruak di ruang keluarga kediaman keluarga Tuan Prabu. Tiba-tiba saja terdengar seseorang yang datang dan mengucapkan salam.


"Assalammualaikum ... " sapa seorang wanita yang tiba-tiba muncul


"Waalaikumsalam ...." jawab serempak Tuan Prabu, Nyonya Anjani, Ferrell, Ranty dan Amayra.


"Kau sudah datang sayang," ucap Tuan Prabu seraya berdiri menghampiri wanita yang baru saja datang.


"Datang dong Om" jawab Laura dengan senyum terkembang.


"Kakak Laura," ucap Amayra senang melihat kejadian Laura guru tari sekaligus orang yang juga telah menyelamatkan nya.


"Hai, Amayra, hai Ranty hai Pak Ferrell ..." sapa Laura mendekati mereka.


"Tante ...," sapa Laura pada Nyonya Anjani. Namun, reaksi nyonya Anjani seperti tidak bersahabat dengan Laura. Kerena sedari tadi ia hanya diam tanpa kata. Sementara Laura ia hanya tersenyum menanggapi sikap dingin sang Tante. Laura yakin jika sikap Tante nya ini ada kaitannya dengan rencana yang sedang ia dan Om nya jalankan. Laura tak perduli dalam benaknya yang terpenting niat dan tujuannya tercapai.


Kembali suasana hening melanda sampai akhirnya nyonya Anjani tak Kaut menahan diri dan membuka suara.


"Pah Mamah rasa ini semua tidak perlu Pah!" ucap Nyonya Anjani dengan nada kesal. Melihat suaminya yang benar-benar keras kepala.


"Mah Papah sudah bilang dari tadi kan toh Ferrell juga sudah menyetujui apapun persyaratan yang akan Papah ajukan, dan sekarang Laura sudah datang kita hanya tinggal menunggu keluarga Ferrell datang!" kembali Tuan Prabu berucap tak terbantahkan.

__ADS_1


Sampai akhirnya keluarga Nugraha pun jika telah sampai ke kediaman keluarga Tuan Prabu.


"Assalammualaikum ..." ucap kompak keluarga Nugraha memberi salam.


"Waalaikumsalam ..." jawab serempak semua orang yang berada di ruang keluarga Tuan Prabu.


"Mari Pak Nugraha, Ibu Winda, hei Rian mari-mari duduk ..." ajak Tuan Prabu mempersilahkan keluarga Nugraha untuk duduk.


"Dadd, Mom ..." ucap Ferrell kepada kedua orang tuannya.


"Em ada apa sebenarnya Pak Prabu?" tanya Tuan Nugraha tak sabar sedari tadi ia sudah sangat penasaran hal apa yang ingin di bicarakan oleh tuan Prabu.


"Baik lah karena kedua keluarga telah berkumpul maka saya akan langsung sampaikan rencana yang sudah saya buat untuk Ferrell, dan Ferrell saya harap kamu pegang kata-kata mu tadi yang akan menyanggupi semua persyaratan yang akan saya ajukan," tuan Prabu kembali berucap dengan nada dingin.


"Ferrell MENIKAHLAH LAGI ... " ucap Tuan Prabu mengagetkan semua orang yang ada di sana kecuali nyonya Anjani dan Laura. Nyonya Anjani memalingkan wajahnya geram. Sementara reaksi Laura justru tersenyum sumringah sedangkan semua keluarga Nugraha tercengang mendengar penuturan Tuan Prabu. Apalagi Ranty dan Amayra mereka berdua sama kagetnya dan langsung meneteskan air mata.


Deg .... Ferrell terdiam tak kalah syok


🌼 BERSAMBUNG .... 🌼


Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku dan meninggalkan jejak. Karena komen kalian sangat lah berarti untuk ku. Dan jika kalian ingin melihat visual Ferrell dan Ranty silakan mampir ke IG ku ya megarisama_89, dan tetap ya aku minta like, comen, hadiah dan vote nya ya 🤗


love you all my renders ❤️🥰 And happy reading 🤗


Oh iya baca juga nih novel aku yang baru masih di aplikasi noveltoon ya yang berjudul


🌻Menggapai Cinta Istriku ...


🌻My Fake Husband ..

__ADS_1


🌻My Daddy Is My Idol ...


Mampir ya kakak-kakak tercinta 🤗


__ADS_2