
Ranty tiba di lantai lima, pandangannya la edarkan mencari dimana unit kamar no 89, setelah la menemukan unit no 89, Ranty kemudian menekan password, pintu terbuka, Ranty melangkah masuk, meski kakinya saat ini gemetar, namun la tidak akan mundur.
Sayup-sayup terdengar dari arah sebuah kamar. Ranty mengintip dan kebetulan pintu kamar sedikit terbuka.
Ranty membekap mulutnya dengan mata yang kembali basah, la melihat suaminya sedang berpelukan mesra bersama Viona.
" Kita beritahu saja Ranty Rell, bagaimana pun la harus tahu tentang pernikahan kita, apalagi aku sedang mengandung buah cinta kita, bagaimana pun anak ini anak mu juga dan Ranty harus terima!! "
" Kamu jangan gila ini nggak mungkin, anak ini bukan anak ku !"
" Seberapa kerasnya kamu menyangkal itu tidak akan merubah apapun Rell."
" Licik kamu Vi "
" Aku licik? kita sama-sama melakukannya, kita sama- sama menikmati malam itu Rell."
" Tapi Vi malam it--"
" Apa?, malam itu apa hah,! kau mau bilang kalau kau tidak mencintaiku, lalu apa artinya kehadiranmu ke Paris, dan menemui ku,"
" Itu karna--"
Brakkk
Ranty menggebrak, pintu mengejutkan dua manusia yang sedang berdebat. Ferrell sontak menghampiri Ranty yang sudah terlihat kacau.
" Sayang aku..." perkataan Ferrell terhenti seiring tangan Ranty yang terangkat, mengisyaratkan agar Ferrell diam.
" Apa benar kalian sudah menikah? apa benar kalian sudah menghabiskan malam bersama? dan apa benar kini Viona tengah mengandung ?
Jawabbbb!!!! Ranty berteriak dan terisak suaranya bergetar menahan rasa sesak dalam dadanya, sakit seperti dihujam ribuan pisau, laki-laki yang amat la cintai sudah meghianati nya.
" Benar Ran...kami sudah menikah satu tahun lalu, dan kini aku tengah mengandung anak Ferrell buah cinta kami." Viona membuka suara, sementara Ferrell melotot tajam pada Viona.
Ranty kembali tercengang, selama satu tahun la telah dibohongi, di khianati begitu rupa oleh orang yang sangat la sanjung.
Prok...prok...prok....
Ranty bertepuk tangan kemudian tertawa disela tangisannya.
" Jadi ini kesalahan yang mas lakukan, yang kemarin mas tangisi iya hah jawabbb mas !!! jawab !!!." emosi Ranty sungguh telah sampai pada ambang batasnya Ranty menarik kerah kemeja Ferrell, meluapkan emosinya.
" Jawab mas...aku butuh jawaban !!! teriaknya lagi di depan jawah Ferrell.
" Aku memang menikah dengan Viona satu tahun lalu tapi--"
" Stop...aku sudah mendengar jawabanmu, dan maaf aku harus pergi.... aku mau kita CERAI !!"
__ADS_1
Ranty berlari keluar dari tempat terkutuk itu, sementara Ferrell seperti, dihantam batu besar, Ferrell terdiam linglung, mendengar kata-kata Kramat yang sangat la takuti, kini telah terucap lantang dari mulut Ranty.
Setelah beberapa menit, terdiam, kini Ferrell tersadar dan langsung mengejar Ranty.
" Ayo sus ..." dengan air mata yang semakin deras,Ranty langsung menyeret suster yang sedang menggendong Amayra yang masih terlelap, begitu la sampai di loby ruang tunggu, dengan terponggoh, suster Amayra mengikuti Ranty.
" Mang Diman mana kunci ! " bentak Ranty meminta kunci dari supirnya tersebut.
Ranty seperti bukan Ranty yang mang Diman kenal, Ranty saat ini begitu kasar, dengan kaget mang Diman menyerahkan kunci mobil.
Ranty masih menyeret suster dan Amayra yang masih dalam gendongan nya.menuju parkiran, Ranty duduk di bangku kemudi sementara susuter memangku Amayra duduk di bangku depan, di samping Ranty, Ranty, langsung melajukan mobilnya meniggalkan apartemen.
Ferrell mengejar mobil Ranty, yang sudah lumayan jauh Namun masih dapat dijangkau oleh penglihatan nya.
Ranty melajukan mobil Alphardnya dengan kecepatan 100km/j , suster yang berada disamping, begiding ngeri melihat Ranty yang saat ini seperti sedang kesetanan.
Ferrell sudah menelfon Tomi dan kak Rian menceritakan kejadian yang baru saja la alami.
" IBUUUU awasss ....!!" suster Anna berteriak kala Ranty hampir saja menabrak truk yang ada didepannya.
Ranty sontak banting setir, untungnya tidak terjadi kecelakaan. Ferrell yang melihat dari jauh sontak terkejut dan gemetar, hampir saja mobil Ranty mengalami kecelakaan.
Ferrell masih menghubungi no Ranty, namun nihil Ranty tetap tidak mau mengangkat telfon dari Ferrell. Ferrell tak hilang arah la menelfon suster Anna.
pada panggilan ke dualah suster Anna mengangkat, telfon dari sang majikan.
" Suruh ibu, menghentikan mobilnya !"
" Bu disuruh berhenti kata bapak "
Ranty menulikan telinganya, tak ingin lagi menuruti apapun perintah Ferrell.
" Sayang ...tolong jangan seperti ini aku mohon " meski Ferrell terus memohon, Ranty tetap tak menghiraukan nya.
Ferrell baru mengetahui sifat Ranty yang ternyata begitu menakutkan ketika marah.
" Sus Ana tetap pada panggilan jangan dimatikan" instruksi Ferrell pada, sang suster.
" Hah An...ini kenapa gini "
" Kenapa Bu...? ada apa?"
" Mobilnya An Kenapa tidak bisa di rem...An pegang Amayra yang kenceng An..."
" Bu....gimana ini..."
" Ada apa Ana? apa yang terjadi? panik Ferrell yang mendengar perkataan Ranty apada Ana.
__ADS_1
" Ini pak mobil ibu nggak bisa di rem pak."
" Apa !!! " Ferrell kalut dan langusng menambah kecepatan mobilnya mengejar dan mencoba mensejajari, mobil Ranty, la juga menelfon Tomi untuk menyiapkan matras, guna mengalasi tubuh Ranty dan suster ana. karna jalan satu-satunya ialah, mereka harus melompat.
" Suster Anna gendong Amyra dan didepan sana Tomi sudah menyiapkan matras sekitar 500 meter melompat lah bersama Amayra, dan berikan ponselmu ke ibu."
"mommy...Daddy....huaaaaa" tangis ketakutan Amayra terdenagar sangat nyaring.
Setelah mobil Ferrell berhasil mensejajari mobil Ranty, Ferrell langsung mengintruksikan suster Anna, untuk melompat, kearah, matras yang berada 500 meter dari jaraknya sekarang.
" Ana titip Amayra ya, kamu harus berani An aku hanya mengandalkan mu sekarang, tolong kau dan Amayra harus melompat dan selamat." ucap Ranty menyakinkan Ana.
" Ana berikan ponselmu ke ibu " ana menyerahkan ponselnya kemudian memposisikan diri untuk melompat.
" Ana sekarang....!!! " teriak Ferrell memerintahkan suster Anna untuk melompat sekarang.
Bukhhh....
Suster Anna dan Amayra berhasil melompat dan selamat, meski dengan perasaan syok.
Ranty dan Ferrell bernafas lega, setelah melihat Ana dan Amayra mendarat dengan selamat.
Matras kedua telah disiapkan Tomi di 1 kilometer berikutnya karna tak mungkin jika keduanya keluar secara bersamaan.
" Ran...aku mohon sayang aku mencintaimu ... kau juga harus melompat sayang di satu kilometer berikutnya akan ada matras tolong sayang jangan seperti ini".
" Aku juga sangat mencintaimu mas, sangat tapi aku tetap harus pergi, aku tidak mauagi bertahan dengan cinta palsumu mas...tidak lagi..." Isak Ranty kembali terdengar begitu menyedihkan.
Citttt.....brakkkkk.....
aaaaaaaa .....aaaaa....
Brakkkk..... byurrrrr....
Naas belum sempat Ranty melompat ternyata di persimpangan ada truk dari arah berlawanan, Ranty membanting stir berniat, menghindari mobil truk tersebut, sayang nya mobil Ranty yang hilang kendali menabrak pembatas jalan dan tercebur kesungi yang sedang dalam keadaan banjir.
" Rantyyyyyyyy tidakkkkkkk.....!!
Ferrell melihat bagaimana mobil Ranty menabrak pembatas jalan dan tercebur kesungai.
" Rantyyyy..... tolonggggg......akhhhhh " teriak Ferrell histeris di pinggir jembatan menatap mobil Ranty yang sudah berada, di dalam arus sungai.
\# Bersambung ....\#
Tetep pantengin terus ya dan Jangan berspekulasi terlalu dini....karna author sudah menyiapkan, sekenario pembalasan,🤗🥰🥰
__ADS_1
like, comen, hadiah dan vote nya jangan lupa ya Love you all my renders ❤️❤️