
Ferrell terdiam merasakan panas di pipinya akibat tamparan keras yang dilayangkan oleh Daddy nya.
" Katakan apa maksud semua ini Ferrell !!! tuan Nugraha kembali membentak dan melempar beberapa foto Ferrell yang sedang bersama Viona.
" Dadd ... i-ini aku bisa jelasin Dadd." Ferrell terperangah melihat foto-foto dirinya dan Viona, sungguh la sudah lupa jika sang Daddy adalah orang yang bisa mengetahui segalanya dengan kekuasaan yang dimiliknya.
" Ya jelaskan dan Daddy harap penjelasan mu jujur dan tidak mengecewakan." tegas tuan Nugraha memberi kesempatan putranya untuk menjelaskan.
" Dad...aku bertemu Viona satu setengah bulan yang lalu dan dia dalam keadaan tidak baik-baik saja Dad...mamahnya sudah meninggal dunia setahun setelah kematian papahnya, dan ternyata mamah Viona adalah anak tiri dari nenek Viona jadi setelah kepergian sang mamah Viona dibuang Dad, kemudian dia terlunta-lunta di LA dia menjadi pelayan pelayan restoran karna dia hanya tamatan SMA. kuliahnya putus ditengah jalan, dan dia hampir dijual oleh seorang Dad, kemudian dia bertemu dengan seorang dan orang itu menawarkan bantuan untuk Viona, sehingga Viona bisa pulang ke Indonesia, aku bertemu dengannya di kafe Enjoy Dad dia bekerja menjadi waitress disana." jelas Ferrell panjang lebar menceritakan bagaimana la dan Viona bisa bertemu.
" Lalu? " tuan Nugraha masih menunggu kelanjutan cerita Ferrell.
" Lalu aku menawarkan pekerjaan menjadi model di team FN Dad, aku juga mengijinkan Viona menempati apartemen ku, ini semua aku lakukan hanya karna balas budi Dadd bukankah kita akan merasa bersalah, Dad bagaimana pun la kehilangan papahnya karna menyelamatkan Daddy ?" Ferrell tertunduk ada sedikit rasa bersalah pada Ranty karna selama ini la sedikit banyak mengabaikan istrinya hanya karna,rasa bersalah dan balas budi.
" Tapi harusnya tidak seperti ini Rell ,harusnya kamu bicara pada seluruh keluarga dan tidak menemuinya secara diam-diam, dua jam kamu di apartemen, untuk apa kamu berlama-lama disana dan mengabaikan Ranty yang jelas-jelas sedang membutuhkan kehadiranmu !! atau kamu memang masih mencintai Viona !! tuan Nugraha sangat menyayangkan sikap Ferrell yang tidak mau terbuka.
"Dan jika benar kamu masih mencintai Viona, CERAIKAN Ranty !!!" ucap tuan Nugraha tegas la tak ingin Ferrell menyakiti Ranty terlalu jauh.
"Nggak Dad...aku nggak akan mungkin bisa pisah sama Ranty nggak, nggak akan Dadd." Ferrell menggeleng keras, tak ada dibenaknya untuk berpisah dari Ranty, sekalipun dalam mimpi.
" Aku janji Dadd aku akan menjaga jarak dengannya aku hanya akan membantunya tidak lebih Dad" Ferrell bersujud menyakinkan sang Daddy. Ferrell tahu betul bagaimana Daddy dan mommy nya jika sudah mengambil keputusan.
"Apa kamu tidak merasa, jika satu setengah bulan terakhir ini kau mengabaikan Ranty, sampai Ranty harus memeriksakan kandungannya sendiri, sampai-sampai tidak ada yang tahu jika ternyata posisi bayi kalian sungsang, dan mau tak mau Ranty harus melahirkan dengan operasi Caesar." suara tuan Nugraha sudah melemah berganti dengan nada sendu membayangkan Ranty yang selama ini terabaikan.
Ferrell yang masih dalam posisi duduk dan berlutut, mendongak menatap sang Daddy, Ferrell seperti dihantam batu besar saat tersadar, la akui jika selama satu setengah bulan fokusnya menang membantu Viona.
Namun ternyata ada seorang istri yang sedang mengandung yang la abaikan setetes cairan bening pun keluar dari sudut mata Ferrell, merasa betapa la sudah lalai menjadi seorang suami dan ayah.
Mau tak mau tuan Nugraha pun menyetujui keputusan Ferrell, biar bagaimanapun keluarga Nugraha memang harus membantu Viona, jika saja Viona melanjutkan kuliahnya mungkin akan lebih baik jika Viona bekerja di perusahaan tuan Nugraha.
Namun karna la hanya memiliki ijasah SMA, maka tidak ada posisi yang bisa ditempati di perusahaan tuan Nugraha selain Office grill dan tidak mungkin tuan Nugraha menempatkan Viona di posisi itu mengingat jasa papah Viona pada keluarganya begitu besar.
Ferrell berjalan gontai menuju kamarnya, pembicaraannya dengan sang Daddy menuai kesepakatan jika Ferrell diijinkan membantu Viona, namun tetap dalam pengawasan tuan Nugraha.
__ADS_1
Ferrell merebahkan dirinya di ranjang memejamkan matanya sejenak, rencananya, pagi nanti la akan kembali kerumah sakit, pikirannya menerawang betapa Ranty selama ini sangat menderita tanpanya apalagi sikap Ranty tak sedikitpun menunjukan rasa kecewanya karna ketidakhadiran Ferrell saat persalinan, Ranty tidak terlihat marah, membuat Ferrell semakin merasa bersalah.
" Maafin Daddy sayang, Daddy janji akan belajar menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian." Ferrell bermonolog, menatap langit-langit kamarnya sesak kembali la rasakan.
🌻
🌻
🌻
🌻
Cecil tertawa puas kala mendengar dari orang suruhannya jika kini Ferrell sudah mulai masuk dalam permainannya.
Flash back on
Cecil dan Lucy tiba di LA dan langsung melacak keberadaan Viona, sempat terkejut dengan informasi yang didapat dari anak buahnya tentang keberadaan Viona, Cecil yang sempat tak percaya akan keberadaan Viona akhirnya menyambangi kediaman keluarga Viona, guna menanyakan langsung keberadaan Viona.
Viona berada disalah satu rumah bordil yang beroperasi di Mound hause Nevada, mamah Viona mengatakan bahwa Viona, terjerat pergaulan bebas, saat berkuliah keterbatasan biaya serta kebiasaan Viona yang biasa hidup mewah menjeruskan nya ke lembah hitam, tak dapat lagi di kendalikan oleh keluarga sehingga keluarga pasrah dan membiarkan Viona menempuh jalan hidupnya sendiri, hanya untuk memenuhi gaya hidup yang serba mewah Viona rela menjual dirinya.
Cecil menyuruh Lucy untuk untuk menemui Viona dan mengajaknya bekerja sama namun, dengan siasat yang sangat apik sehingga Viona sendiri tidak mengetahui jika dirinya dimanfaatkan oleh Cecil.
" Hai... " Lucy tersenyum menyapa Viona namun hanya di tanggapi senyum sinis dari Viona. Lucy sebenarnya sempat merasa kesal atas sikap sombong Viona namun la tahan dan kembali fokus akan tujuannya.
" Gue Lucy dari Indonesia, Lo kenal Ferrell ?" melihat sikap sombong Viona membuat Lucy geram la tak ingin lagi berbasa-basi.
" Hah...apa? kau mengenal Ferrell ? " Viona yang terkejut mendengar seseorang menyebutkan nama pria yang selama ini la rindukan,teman masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya membuat perhatiannya langsung tertuju pada Lucy.
" Of course..." Lucy tersenyum licik kala melihat reaksi dari Viona.
" Lalu apa maksudmu menemui ku ?" Viona kembali kedalam mode dinginnya menunggu apa maksud dari wanita yang menemuinya dan menyebutkan nama laki-laki yang selama ini di cintainya.
" Apa kamu tak ingin kembali ke Indonesia dan menemui cinta masa kecilmu?" Lucy mulai memprovokasi.
__ADS_1
" Jelaskan apa mau mu !" tegas Viona.
" Ok aku tahu hubungan mu dan Ferrell, dulu kalian sama-sama saling mencintai namun sayang cinta kalian terpisah jarak, kau tahu Ferrell juga mencintaimu waktu itu."
" Apa !! " Viona seakan tak percaya dengan apa yang la dengar.
" Iya dia saat itu juga mencintaimu, dan sekarang dia sudah menikah, tapi sayangnya pernikahannya itu karna perjodohan, Ferrell tidak benar-benar mencintai istrinya." Lucy mulai mengembangkan senyumnya melihat raut wajah Viona yang membeku, saat mendengar cerita karangannya.
" Dan kau tahu harusnya yang dijodohkan dengan Ferrell itu dirimu karna sebenarnya kamu lah yang lebih berhak bersamanya, ya karna kalian saling mencintai." Lucy terus saja memprovokasi.
" Nggak , nggak aku sudah kotor aku ngak pantes buat Ferrell."Viona menggeleng merasa la sudah tak layak untuk Ferrell.
" Come on Vi...kamu kayak gini juga karna keluarga Nugraha kan, jika saja tuan Nugraha menanggung kehidupan kalian , setelah kematian papah mu yang waktu itu menyelamatkan tuan Nugraha, mungkin kamu nggak akan hidup susah dan berakhir di sini. harusnya tuan Nugraha mencegah kalian pergi dan menanggung hidup kalian karna bagaimana pun tuan Nugraha masih hidup hingga saat ini itu karna jasa dari papah mu Viona."
Viona mencerna kata-kata Lucy, ya ada benarnya juga apa yang dikatakan Lucy toh selama ini la selalu membayangkan wajah Ferrell saat berci*ta dengan pelanggannya.
" Lalu aku harus bagaimana." ucap Viona kemudian.
" Rebut kembali cinta mu ,rebut kembali hak mu Viona, aku yakin jika Ferrell masih mencintaimu kau tahukan cinta pertama sangat sulit untuk dilupakan."
" Jika dia sudah tidak mencintaiku?"
" Aku pastikan dia masih mencintaimu, kita buktikan saja, jika kehadiranmu nanti tidak dianggap oleh Ferrell ya berarti dia memang sudah tidak mencintaimu , tapi jika nanti dia masih memberikan perhatiannya untuk mu itu artinya dia msih mencintaimu dan kamu harus memperjuangkan cinta kalian Vi."
" Apa yang harus aku lakukan, aku sudah kotor ."
" Tak perlu melakukan apapun, jangan ceritakan hal ini padanya, untuk mendapatkan simpatinya kau bilang saja jika mamah mu sudah meninggal dan kau dibuang oleh keluarga mu karna seratus mamah mu yang ternyata hanya anak tiri, dan kita buat seolah-olah kau begitu menderita disini bagaimana?"
Viona mengangguk mantap seolah mendapat angin segar, la akan bertemu lagi dengan cinta pertamanya pria yang sampai saat ini berada di lubuk hatinya.
sementara Lucy memberi tatapan dan senyum smirk pada Cecil dari kejauhan seolah mengisyaratkan bahwa semua berjalan sesuai rencana.
Cecil kembali terlebih dahulu ke Indonesia, la menyusun rencana pertemuan Ferrell dan Viona. agar terkesan alami la memperkerjakan Viona di kafe Enjoy, salah satu kafe langganan Ferrell, tentunya dengan bantuan temannya Mario yang merupakan manajer di kafe Enjoy.
__ADS_1
Flash back off.