Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 89


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 11:00 WIB, itu artinya, jam pulang sekolah telah tiba seperti biasa Ferrell akan menjemput putri cantiknya itu. meski bisa saja Ferrell menyewa supir untuk Amayra, namun rupanya Ferrell tak ingin ada pria asing, dekat dengan putrinya.


Ferrell begitu posesif, pada sang putri, la tak ingin kehilangan Amayra, karena hanya putrinya lah yang la miliki Sekarang, Amayra bagaikan berlian yang harus dijaga begitu rupa.


Senyum manis yang merekah dibibir bocah berusia enam tahun itu langsung pudar kala la melihat jika yang menjemputnya bukanlah sang Daddy, melainkan Uncle Tomi, asisten sekaligus sahabat sang Daddy.


" Hi girls...." sapa Tomi pada Amayra.


" Hi Uncle...." balas Amayra dengan memanyunkan bibirnya.


" Hey kenapa wajahmu seperti itu sayang?"


" Ayolah Uncle, Uncle pasti tahu kenapa wajahku menjadi seperti ini.


" Oh, ok... Daddy sedang kedatangan tamu sayang, jadi la tidak bisa menjemputmu.


" Apakah orang itu sangat penting sampai Daddy tidak bisa meninggalkannya dan menjemput ku?


" calm dear ... ya mungkin saja "


Amayra yang tadi membuang muka kini sontak menatap lekat pada Uncle Tomi.


" Apakah tamu Daddy itu wanita? atau laki-laki Uncle? tanya Amayra dengan nada menggebu-gebu.


" Emm... Very beautiful woman " Tomi menjawab dengan senyum smirk.


Sontak saja Amaya semakin melotot kaget, sama halnya dengan, Ferrell yang selalu bersikap positif pada sang putri, Amayra pun bersikap sama pada Daddy nya.


Tomi yang tahu betul, tentang sikap posesif Amayra pun sengaja menggoda gadis kecil itu.


Dan sesuai prediksinya reaksi bocah enam tahun itu sudah dapat Tomi tebak, kesal dan marah. dan jika sudah seperti ini, Amayra pasti akan merengek minta diantarkan ke kantor FN.


" Uncle...antar, aku ke--"


" Ke kantor Daddy, iya kan...hemm."


" Yes of course...!!" jawab gadis itu masih dengan nada kesal.


" let's go..." Tomi tersenyum penuh arti, sebentar lagi pasti, akan ada drama di kantor FN.


πŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌπŸ’žπŸŒΌ


Empat puluh lima menit, akhirnya mereka sampai di kantor FN. Amyra keluar dari mobil dengan tidak sabar.


la meninggalkan Tomi yang berusaha mengejarnya dari belakang.


" Ya ampun ngak bapaknya nggak anaknya, gede ambek semua, heh...heh...heh...cepet juga itu bocah larinya." Tomi terengah-engah, mengejar Amayra yang sudah lebih dulu masuk kedalam lift.


" Hai Aunty Yani ...apa Daddy ada didalam?" sapa Amayra pada sekertaris Daddy nya.

__ADS_1


" Hai cantik... ada sayang tapi sepertinya, pak Ferrell sedang ada tamu, penting, Amayra bisa tunggu disini sebentar ya."


" No Aunty, aku mau bertemu Daddy sekarang !"


" Eh...tapi...." Yani kecolongan anak bos nya itu sudah lebih dulu berlari dan masuk keruangan Ferrell.


" Yan mana Amayra...heh...heh...heh..." ucap Tomi terengah-engah.


" Ngapain Lo ngos-ngosan gitu?"


" Ngejar Amayra, haduh bocah itu larinya kenceng banget."


" Alahh alesan aja bilang aja emang udah umur, yang semakin TUA, jadi stamina udah ikut menua." Yani tergelak menertawakan Tomi, asisten pribadi Ferrell sekaligus sepupunya itu.


" Berisik Lo, udah kerja aja ntar giliran laki Lo jemput aja kerjaan belom selesai !"


" Ish bawel ...."


" Bocah itu udah masuk Yan?"


" Iya tuh padahal masih ada tamu pak Ferrell loh di larang susah banget, mau gue kejar udah keburu masuk."


" Aduh mati gue...."


" Emang kenapa?


" Gue bilang kalo, Daddy nya lagi ada tamu perempuan cantik Yan " Tomi menepuk jidatnya, merasa salah langkah.


Sedangkan di ruangan Ferrell...


Brakkkk....


" Daddy... mengapa Daddy tidak menjemput ku? dan siapa perempuan ini Daddy? apa Tante ini lebih penting dari ku !


Ferrell terlonjak kaget begitu pun dengan wanita yang berada di dalam ruangannya melihat Amayra, yang tiba-tiba datang, dengan begitu emosi. pasalnya Ferrell berfikir jika putrinya pasti sudah pulang dan berada di rumah.


" hi...What is it, honey ? calm down "


" Daddy tidak menjemput ku dan sekarang Daddy memilih menemani Tante ini." hiks... hiks... hiks, Amayra mulai menangis dan jika sudah seperti ini maka, apapun yang sedang la kerjakan pasti akan langsung la tinggalkan, guna memenangkan putri semata wayangnya itu.


" Maaf pak Ferrell, ada apa ini?" tanya seorang laki-laki yang baru saja keluar dari toilet yang berada di ruang pribadi Ferrell.


" Oh... maaf pak Arkha, em... ini perkenalkan putri saya Amayra princess Nugraha." ucap Ferrell pada rekan bisnisnya yang bernama Arkha Prabu Wijaya.


" Hai cantik ..."sapa Arkha pada Amayra.


" Hai Un-cle "jawab Amayra terisak.


" Kenapa menangis sayang?"

__ADS_1


" Da-ddy, jahat tidak menjemput ku, dan Daddy malah memilih bersama Tante ini " hiks...hiks...hiks...


" Owh...maafkan Uncle sayang Daddy sebenarnya, bersama Uncle nak, dan itu adalah sekertaris Uncle, namanya Tante Monica."


" Jadi Daddy tidak bersamanya?


" Yeah baby come on don't be jealous anymore ok " ucap Ferrell seraya mengendong Amayra kemudian mendudukan dirinya di sofa dengan Amayra yang berada di pangkuannya.


" Maafkan putri saya pak Arkha, nona Monica, putri saya, dia begitu posesif, tak ingin ada wanita yang menggantikan posisi mommy nya, sebenarnya tanpa la larang pun saya juga tidak berniat mencari pengganti almarhum istri saya karna saya pastikan tidak ada satu wanita pun yang bisa menggantikan nya."


Ferrell berucap sambil melirik tajam pada Monica sekertaris Arkha, yang sempat dengan terang-terangan, mencari perhatiannya.


Monica menelan ludahnya kasar, la merasa jika pernyataan Ferrell adalah ultimatum, yang menegaskan jika duda satu anak itu, tak ingin wanita manapun masuk dalam kehidupannya.


" Iya pak tidak apa-apa Amayra masih kecil dan saya faham jika la tak ingin kasih sayang anda terbagi." ucap Arkha pengertian.


" Emm... maaf ya Amayra Tante hanya membicarakan masalah pekerjaan sayang." ucap Monik kikuk.


" Ok pak Ferrell sepertinya, kita sudah menemukan kesepakatan, saya akan mengontrak beberapa model di agensi anda untuk menjadi bintang iklan prodak yang akan saya luncurkan."


" Baik pak Arkha, senang bekerja sama dengan anda, pertemuan kita lanjut besok, dan kira-kira jam berapa pak Arkha akan datang."


" Emm...kalau besok sepertinya saya tidak bisa pak Ferrell, saya harus menjemput, adik saya di bandara, la kembali setelah tiga tahun menetap dan menempuh pendidikan di New York," Arkha, berucap sambil tersenyum membayangkan wajah adik angkatnya.


" Sepertinya bukan adik pada umumnya?"


" Emm sebenarnya, dia adalah adik angkat saya, dan keluarga sepakat akan menjodohkan kami, dan ya aku juga em.. mencintainya" Arkha berbisik malu.


" Oh...ok pak Arkha semoga hubungan pak Arkha langgeng, dan bahagia."


" Baik saya pamit pak Ferrell, dah...cantik, sampai bertemu lagi "


" Dah... Uncle..."


Sepeninggal Arkha, Ferrell langsung mengintrogasi, Amayra mengapa putrinya ini datang secara tiba-tiba, dan langsung histeris dari mana dia tahu jika saat ini la sedang bersama wanita?


" Ok baby siapa yang telah memprovokasi mu ? hemm."


" Uncle Tomi Daddy, kata Uncle Daddy sedang ada tamu penting sehingga tidak bisa menjemput ku, dan saat aku bertanya siapa tamu penting Daddy apakah wanita atau laki-laki, Uncle menjawab jika tamu penting Daddy, adalah seorang wanita cantik."


Tomi tercekat menahan nafas ketika la masuk keruangan Ferrell dan mendapati Amayra sedang mengadu.


" Sudah Daddy duga, Uncle Tomi rupanya, terlalu banyak menerima gaji, jadi mungkin Uncle ingin mengurangi uang gajinya." Ferrell berkata sambil mengarahkan tatapan tajam pada Tomi yang baru saja masuk ke ruangannya.


Sementara Tomi menatap protes ucapan Ferrell.


\# ***Bersambung***...\#


***Jangan lupa tetep dukung aku ya renders tercinta, like, comen, hadiah, dan vote nya πŸ€—

__ADS_1


Love you all my renders ❀️πŸ₯°***


__ADS_2