
Ranty meremas ponselnya, emosinya membuncah setelah ia mendapat kiriman foto dari nomer tak dikenal. Dimana dalam foto tersebut terlihat Ferrell sang suami tertidur dengan posisi telentang, dengan selimut yang hanya sebatas perut tanpa mengenakan pakaian. Memperlihatkan dada dan perutnya yang terbuka bersebelahan dengan seorang wanita dengan keadaan yang sama dengan selimut yang menutupi hingga bagian dadanya menampakan punggung mulus sang wanita, karena posisi si wanita yang membelakangi Ferrell.
Ranty tahu betul siapa wanita itu. Meski terlihat dari samping Ranty yakin jika wanita itu adalah Viona. Sahabat masa kecil Ferrell, sekaligus wanita yang pernah Ferrell nikahi secara siri empat tahun lalu.
Hati Ranty remuk redam meski saat ini ia dan Ferrell sedang dalam proses perceraian. Namun, tak dapat dipungkiri jika hatinya masih memendam rasa cemburu dan sakit ketika melihat sang suami bersama wanita lain. Ini lah kenyataan yang selama empat tahun terpendam. "Aaaahhhhhhh ... Ranty meraung mengeluarkan sesak di dadanya.
Sementara, Ferrell dan Amayra yang baru saja sampai dihalaman rumah orang tua Ranty, tercengang saat mendengar teriakan Ranty. Mereka berlari bergegas menuju rumah yang sedang Ranty tempati. Brak ... brakk ... brak ...
" Mommyyyyy ... buka pintu Mom ..."
" Sayang kamu kenapa? buka ini aku dan Amayra, buka sayang " panggil Ferrell dan Amayra dengan menggedor pintu. " Ada apa ? Ranty kenapa?" tanya Tomi yang baru saja datang. Ia ikut bersama Ferrell dan Amayra dengan menumpangi mobilnya sendiri. "Entahlah tadi Ranty berteriak dan menangis." ujar Ferrell menceritakan tentang keadaan Ranty.
" Mundur sayang Daddy dan Uncle akan mendobrak pintunya." perintah Ferrell yang di angguki oleh Amayra . Ferrell tak memiliki pilihan lain ia harus mendobrak pintu karena Ranty tak kunjung membuka pintunya. Hanya suara Isak tangis Ranty yang terdenagar membuat Ferrell, Amayra dan Tomi semakin dilanda rasa khawatir.
Brakkkk ... hanya dengan dua kali dorongan pintu sudah terbuka. Ferrell, Amayra dan Tomi langsung bergegas mencari keberadaan Ranty. Tak sulit menemukan dimana Ranty karena mereka dapat mencari dengan mengikuti suara tangis Ranty. " Sayang ... Mommy ..." panggil Amayra dan Ferrell kompak saat setelah menemukan Ranty dalam keadaan terduduk di lantai sebuah kamar dengan keadaan nya begitu kacau. Ranty langsung terdiam, mendongak dan langusng mengarahkan tatapan tajam nya pada Ferrell.
Ferrell tercekat nafasnya seperti tiba-tiba berhenti kala mendapat tatapan tajam dengan aura kemarahan yang begitu terlihat di wajah Ranty. Tomi yang merasakan aura kemarahan mendekat pada Amayra. "Sayang sepertinya Mommy dan Daddy butuh waktu berdua pasti ada banyak hal yang ingin mereka bicarakan, em bagaimana kalau kita beli beberapa makanan untuk Mommy dan Daddy" Tomi mencoba membujuk Amayra untuk mau ikut dengannya.
" Tapi Uncle aku--"
" Amayra ikut dengan Uncle !" ucap Ferrell tegas tanpa mengalihkan tatapannya pada Ranty yang juga sedang menatapnya tajam.
" Baik Dad ..." ucap Amayra pada akhirnya, mau tidak mau ia memang harus patuh kali ini.
Selepas kepergian Tomi dan Amayra kini, Ranty dan Ferrell hanya berdua saja. " Ada apa? apa yang membuatmu seperti ini sayang? apa ada yang menyakitimu?" tanya Ferrell bertubi-tubi.
" Iya ! memang ada seseorang yang menyakiti ku dan kamulah orangnya Ferrell Nugraha !!" ucap Ranty terisak seraya menunjuk dan memukul dada bidang Ferrell, seolah meluapkan segara rasa sakit di hatinya.
__ADS_1
Ferrell tak membalas ia hanya menerima setiap pukulan yang Ranty berikan. " Kamu jahat Mas, kamu jahat aku benar-benar benci sama kamu Mas, kamu dengar aku benci kamu dan aku ingin secepatnya berpisah dari kamu Ferrell Nugraha !!!"Ranty kembali berteriak kini tubuhnya luluh terduduk dilantai seolah sudah tak memiliki lagi tenaga.
" Sayang kamu boleh benci aku, kamu boleh sakiti aku, pukul aku sebanyak yang kamu mau lampiaskan segalanya tapi jangan pernah meminta untuk aku melepaskan mu, karena itu tidak akan pernah bisa ku kabulkan." Ferrell berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Ranty.
" Untuk apa ! untuk apa kamu terus mempertahankan aku, untuk selalu kamu sakiti hah ! pergi jauh-jauh dari ku ! pergi dan jalani hidupmu bersama Viona !" ucap Ranty seraya menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan foto-foto Ferrell bersama Viona.
Ferrell tercengang tangannya gemetar melihat foto-foto dirinya yang nampak tidak pantas bersama Viona. Entah dengan apa kali ini Ferrell memberikan penjelasan kepada Ranty. Dengan adanya foto-foto dirinya dan Viona membuat perjuangannya semakin berat menyakinkan Ranty untuk kembali padanya.
" Sayang ...ini, aku bis--" ucap Ferrell terhenti saat Ranty mengangkat telapak tangannya mengisyaratkan Ferrell untuk berhenti berbicara.
" Aku tidak ingin lagi mendengar apapun, sudah cukup dan lebih baik jika sekarang mas pergi dari sini aku mohon ! Ranty berkata dengan nada dingin seraya menunjuk pintu. Ranty menghapus air matanya kasar, ia tak ingin lagi terlihat lemah dihadapan Ferrell.
Justru dengan adanya foto-foto Ferrell dan Viona bisa menjadi barang bukti dan mempermudah proses perceraian nya dengan Ferrell. Ferrell tertunduk lesu ia ingin sekali menjelaskan dan membuat Ranty kembali mempercayai nya. Namun, jika ia tetap disini, itu hanya akan membuat Ranty semakin membencinya.
Ferrell melangkah gontai meninggalkan Ranty. " Tunggu biarkan Amayra tetap disini, malam ini aku akan memberinya pengertian. Besok pagi kau bisa menyuruh supir untuk menjemputnya." langkah Ferrell terhenti sejenak ia sempat tersenyum mengira jika Ranty menghentikan langkahnya karena masih ingin ia tetap di sini.
" Terimakasih ..." Ranty melengos melangkah menuju kamar mandi meninggalkan Ferrell yang masih berada diambang pintu. " Hiks ... hiks ...hiks ..." Tubuh Ranty kembali merosot dibalik pintu kamar mandi, ia kembali terisak sesak.
Selang tiga puluh menit, kini Amayra dan Tomi telah kembali. Dengan membawa beberapa kantong paper bag berlogo nama sebuah restoran. Ferrell langsung menghampiri Amayra dan Tomi.
" Sayang ternyata ada pekerjaan yang harus Daddy urus sekarang juga, jadi Daddy dan Uncle akan kembali ke Jakarta." ucap Ferrell pada Amayra.
" Tapi Daddy aku masih ingin disini aku ingin tidur bersama Mommy ..." rengek Amayra yang masih ingin bersama Mommy nya.
" Iya sayang kamu akan tetap disini sampai hari Minggu nak dan Minggu sore Daddy akan menjemputmu " Ferrell berucap seraya mengelus lembut rambut Amayra.
" Daddy, padahal aku juga ingin tidur bersama Daddy dan Mommy." Amayra masih mencoba bernegosiasi, ia sangat ingin menghabiskan waktu bersama Mommy dan Daddy nya seperti teman-temannya yang selalu menceritakan kebersamaan diakhir pekan bersama orang tua mereka.
__ADS_1
Amayra berharap hari Senin besok ia akan menunjukan foto-foto kebersamaannya dengan Daddy dan Mommy nya menunjukan pada teman-teman nya jika ia juga memiliki keluarga yang sempurna.
" Sayang ... Daddy sungguh ingin tapi Daddy benar-benar ada urusan yang harus Daddy selesaikan bersabar ya sayang." rayu Ferrell pada sang putri tercinta.
Dengan berat hati Amayra mengangguk patuh. Sementara Tomi menatap heran pada Ferrell. Karena setahu Tomi Ferrell tidak memiliki pekerjaan yang mendesak.
Ferrell yang melihat tatapan Tomi memberi isyarat lewat anggukan. Tomi seketika mengerti jika telah terjadi sesuatu saat dirinya dan Amayra pergi.
" Sayang sini sama Mommy ... kita akan bercerita sepanjang malam dan menghabiskan akhir pekan kita dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan ok" Ranty keluar setelah mencuci muka menghilangkan jejak kesedihannya.
" Mommy tadi kenapa ? Mommy baik-baik saja kan?" tanya Amayra menatap lekat wajah Ranty yang masih terlihat gurat kesedihan disana.
" Mommy baik-baik saja sayang, tadi Mommy hanya sedang sangat merindukan kakek dan nenek, em ... besok Amayra mau kan temenin Mommy ke makam Nenek dan Kakek." ucap Ranty berbohong.
" Iya Mom ... tapi Mommy janji ya jangan sedih lagi dan janji kita akan menjadi keluarga yang bahagia. Kita bertiga Aku, Daddy, dan Mommy. Eh tunggu kita berempat Mom, Amayra ingin punya adik kecil ya ... Mom, Dad" ucap Amayra penuh keceriaan seraya membawa Ranty dan Ferrell kedalam pelukannya.
Ranty membuang wajahnya tak ingin menatap Ferrell. Melihat Ferrell hanya akan membuatnya semakin sesak dan sakit.
"Baiklah sayang Daddy pergi sekarang, putri Daddy baik-baik ya, dan jangan merepotkan Mommy ya sayang " cup ... Ferrell mengecup kening Amayra seraya berpamitan.
" Aku pergi sekarang dan aku harap nanti kita bisa berbicara dengan kepala dingin " Kini Ferrell berpamitan dengan Ranty, ia ingin mencium kening Ranty namun, secepat kilat Ranty menghindar.
" Ayo sayang kita ke kamar." Ranty mengajak Amayra menuju kamar meninggalkan Ferrell dan Tomi yang masih merasa berat meninggalkan kediaman orang tua Ranty.
🌼 BERSAMBUNG ...🌼
***Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku dan meninggalkan jejak. Karena komen kalian sangat lah berarti untuk ku. Dan jika kalian ingin melihat visual Ferrell dan Ranty silakan mampir ke IG ku ya megarisama_89, dan tetap ya aku minta like, comen, hadiah dan vote nya ya 🤗
__ADS_1
love you all my renders ❤️🥰 And happy reading 🤗***