Istri Dibalik Layar

Istri Dibalik Layar
Bab 136


__ADS_3

***Intip ig ku ya ada visual Ranty dan Ferrell disana yang pastinya bisa bikin tambah baper dan halu 🤗 megarisma_89 mampir ya


Happy reading*** ...


"Dokter ... dok ... tolong dokter " teriak Ranty panik .


Dokter mendekat dan memberikan pertolongan pada Ferrell. "Nona maaf sepertinya ..." Ucap sang Dokter tak sanggup melanjutkan kata-katanya ia hanya bisa menunduk pasrah.


"Tidakkkk!! Mas!!!


Ranty berteriak histeris saat mendapati Ferrell tak lagi bergerak. "Haaaaa Mas bangun, aku mohon jangan seperti ini, Doker cepat periksa kembali suami saya dok," ucap Ranty penuh permohonan.


"Ranty ada apa nak?" ucap Tuan Nugraha yang ikut masuk setelah mendengar teriak histeris Ranty.


"Daddy haaaaahhaaa ... Mas Ferrell Dadd," isak Ranty tak dapat berkata-kata.


"Maaf Tuan, Nona sebaik nya kalian keluar dulu kami akan menangani pasien semaksimal mungkin," ucap sopan seorang suster yang menghibau Ranty dan Tuan Nugraha agar keluar dari ruang tindakan.


" Baik sus ... Nak kita keluar dulu ya biarkan Dokter menangani Ferrell." Tuan Nugraha memapah Ranty yang sudah lemas seperti sudah tak memiliki tenaga.


"Dok saya mohon selamatkan suami saya Dok ...." Isak Ranty masih terus memohon.


Tak sanggup rasanya jika harus kehilangan Ferrell. Ranty kini menyadari posisi yang pernah Ferrell alami. Dimana dulu Viona menggoda Ferrell dan iya tak ada satu seorang manusia biasa yang bisa menahan godaan. Nafsu memang selalu ada akan tetapi ternyata Ferrell bisa menghindari nya meski sempat tergoda.


Ranty pun sama seperti Ferrell dulu ia juga sempat merasakan hasratnya terpancing saat Andi menjamah tubuhnya. Namun, apa yang Ferrell lakukan ia sama sekali tidak merasa jijik. Ferrell nya masih menerima nya Ferrell nya masih mencintainya. Bahkan memeluknya menyakinkan nya bahwa tak ada yang berubah.


Dokter masih berusaha memberi pertolongan dengan melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan tangan. Karena kondisi Ferrell yang sudah kehilangan kesadaran dengan nafas yang semakin melemah.


Ranty masih saja terisak bahkan kini ia sudah luluh lantak terduduk dilantai. Di ruang tunggu IGD. Ranty kembali membayangkan saat-saat kebersamaan nya dengan Ferrell. Teringat semua janji yang telah mereka buat, tentang sifat Ferrell yang selalu mesum. Serta sikap posesif nya Ferrell. Ranty hanya bisa terisak dan terus terisak pilu menyesali keras kepalanya yang terus saja meminta berpisah dari Ferrell.


Sesaat kemudian Nyonya Winda, Fany, Amayra dan keluarga Tuan Prabu telah tiba di rumah sakit HARAPAN KASIH. Nyonya Winda berjalan cepat dengan wajah yang di penuhi air mata dan gurat kesedihan.

__ADS_1


Viona dan Laura juga sudah sampai di rumah sakit HARAPAN KASIH sesaat setelah kedatangan nyonya Winda. Nyonya Winda menatap lekat pada Viona banyak hal yang ingin ia tanyakan akan tetapi waktu sepertinya tidak memungkinkan.


"Sayang ...." panggil nyonya Winda mendekat pada Ranty yang terduduk dengan tubuh yang di penuhi noda darah.


"Mommy ...." jawab Ranty tetap pada posisinya terduduk di lantai. Raganya seperti tak lagi bertulang dan bertenaga untuk bangkit.


"Sayang ... Ferrell pasti kuat putra mommy itu laki-laki yang kuat Dia tidak akan semudah itu menyerah," ucap nyonya Winda terisak terduduk dihadapan Ranty seraya memeluk.


"Dia harus kuat momm dia tidak boleh pergi Dia-di-a harus kem-bali Mom ..." isak Ranty dengan suara tersendat dengan mata yang mulai terpejam.


Isak kesedihan Ranty menjadi pemandangan yang begitu memilukan. Nyonya Anjani mendekap tuan prabu menangis sesenggukan melihat kehancuran Ranty yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.


Begitupun dengan Viona ia hanya bisa meneteskan air mata seraya berdoa dalam hatinya agar Ferrell baik-baik saja dan kembali berkumpul bersama Ranty.


"Sayang ... bangun sayang ... Ranty nak, bangun nak ..." nyonya Winda tersentak saat sadar jika ternyata Ranty sudah tak sadarkan diri.


Nyonya Winda pun kembali histeris dan panik. mendapati Ranty yang pingsan di pelukannya.


"Ran ... Ranty ..." panggil Fany seraya menepuk-nepuk pipi Ranty.


Arkha mengangkat tubuh Ranty yang sudah lemas menuju ruang IGD. Sementara dokter Samuel dokter yang menangani Ferrell keluar dari ruang IGD.


"Mom ... mommy di sini ya tunggu Ranty Daddy akan kembali untuk menunggu Ferrell," ucap tuan Nugraha pada nyonya Winda dan hanya di jawab anggukan oleh nyonya Winda.


"Kabari mommy secepatnya dad jika sudah ada kabar tentang Ferrell," ujar nyonya Winda kemudian.


Tuan Nugraha mengangguk mengiyakan permintaan nyonya Winda.


Dokter Samuel keluar dari ruang tindakan, dengan wajah lelahnya. Sementara, tuan Nugraha yang baru saja sampai setelah mengantar Ranty langsung menghampiri dokter Samuel. "Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya tuan Nugraha dengan raut wajah khawatirnya.


"Begini Tuan Rencananya, setelah pendarahan tertangani, kami akan segera melakukan operasi "debridement" atau pembersihan kontaminasi dan pengangkatan material asing di bagian tubuh yang terkena peluru, saya minta pada keluarga untuk terus mendoakan pasien, karena kemungkinannya hanya tiga puluh persen operasi akan berhasil mengingat jika tempat bersarangnya peluru ada di bagian yang cukup vital kemunginan peluru bersarang di bagian tulang iga pasien, itulah mengapa pendarahan terus saja terjadi." jelas dokter Samuel panjang lembar.embuat Tuan Nugraha lemas seketika.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik dok saya percayakan semuanya pada dokter," ujar Tuan Nugraha pasrah karena memang inilah langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan Ferrell. Meski pun kemungkinannya juga hanya tiga puluh persen.


"Baik Tuan Nugraha kita akan lakukan prosedur operasi sekarang," ucap dokter Samuel seraya melangkah meninggalkan tuan Nugraha guna mempersiapkan operasi Ferrell.


Semetara diruang rawat dimana Ranty terbaring, dokter Prita yang juga berada disana memeriksa kondisi Ranty.


Dokter Prita tercengang dengan hasil pemeriksaan Ranty. Ia melangkah ragu kearah nyonya Winda. Sementara nyonya Winda nampak khawatir melihat raut wajah dokter Prita.


"Prita apa yang terjadi Ranty baik-baik saja?Ranty sakit apa Prita?"


"Tante, maaf a-aku bingung Tan harus menyampaikan ini tapi ..." ujar dokter Prita tergagap bingung.


"Prita ada apa nak Ranty sakit apa?" cecar nyonya Winda yang semakin khawatir.


"Tante ternyata Ranty ..."


🌼 BERSAMBUNG 🌼


Terimakasih untuk semua yang sudah Sudi mampir ke novel ku, jangan lupa untuk tinggalkan jejak komentar kalian ya karena komentar kalian sangat berarti buat ku 🤗 ikutin terus alurnya ya...


Jangan lupa dukung aku, like, comen, hadiah dan vote nya ya. 🙏 Happy reading and l love you all my renders ❤️🥰


Nah sambil nunggu kelanjutan kisah Ferrell dan Ranty nah aku punya nih cerita lain yang nggak kalah serunya. Novel karya teman ku, kak : Unopp cekidot 👇



Tiga orang gadis yang dulunya tinggal di sebuah panti asuhan yang sama. Entah kebetulan atau tidak ketiga gadis tersebut mempunyai inisal nama yang sama yaitu Kania, Keysa dan Kirana. Mereka sering disebut TRIPLE'K.


Namun setelah beranjak dewasa ketiganya memutuskan untuk menjalankan hidupnya lebih mandiri, dengan hanya tinggal di kontrakan kecil mereka menjalaninya dengan suka cita.


Namun pada suatu kejadian mereka bertemu dengan pria kaya, mereka terjebak dalam suatu perjanjian.

__ADS_1


Bagaimana nasib mereka kedepannya?


Langsung mampir ya kak 🤗 jangan lupa


__ADS_2