
Setelah drama yg dibuat nyonya Winda ,yg telah menyisakan keterkejutan dan juga rasa malu bagi kedua insan yg saat ini sama -sama terdiam dengan sejuta pemikiran .
"khemmm, Ran...jangan di dengerin ya kata - kata mommy tadi "
Ferrell berdehem ,menyadarkan Ranty ... seketika rasa canggung menyeruak dalam diri Ranty, mendapati kini dirinya yg hanya berdua bersama Ferrell laki-laki asing yang ternyata sekarang menjadi suaminya.
"Ehhh i-iya."
jawaban singkat dari Ranty ,karna memang la tak tau harus berucap apa.
"Emmm....Ran..bisa kita bicara serius."
Ferrell mendudukan dirinya di ujung ranjang ,dan dengan gerakan tangan mengintruksikan ,Ranty untuk ikut duduk di sebelah nya.
"Iya ... tentu kak ...."
Ranty mengikuti Ferrell dan ikut duduk di tepi ranjang bersebelahan dengan Ferrell .
"Ran ... pernikahan kita memang tanpa cinta dan aku juga tidak bisa menjanjikan kata itu untuk mu ,aku hanya ingin kita menjalani nya sebagai mana mestinya ,aku tidak ingin memaksa kan perasaan ku dan aku harap kau juga begitu, tak perlu memaksa untuk jatuh cinta."
Ferrell menghentikan sejenak mengatur nafas nya sebelum kembali berucap
"Hehhh ... dan jika di kemudian hari aku sibuk dan mungkin tidak memberikan perhatian pada mu seperti selayaknya suami, aku minta maaf, dan tolong jangan berharap banyak pada ku aku tidak ingin menyakiti mu."
Ferrell berbicara panjang lebar pada Ranty.
"Ya ... tentu kak ...aku tidak akan meminta apapun ,aku akan selalu ingat batasan ku."
Ranty berbicara sambil menundukkan kepala meski belum ada cinta atau mungkin memang tak akan pernah ada kata itu di antara Ferrell dan Ranty. Namun, hati Ranty begitu Sakit, ya belum apa-apa laki-laki itu sudah membuat benteng pertahanan yg kuat untuk menjaga jarak dari nya.
"Ok ... dan soal tidur ... emmm apa kamu keberatan kalo harus satu ranjang dengan ku ,klo iya biar aku tidur di bawah ada bedcover ... itu bisa aku pakai untuk alas," Kembali Ferrell berucap canggung.
"Ohhh ... tidak perlu sampai begitu kak ,kita bisa berbagi ranjang dan tidur bersebelahan,aku tidak keberatan."
Ya Ranty merasa jika la juga tidak perlu bersikap lebay ,dengan membiarkan Ferrell tidur ,di lantai ,Ranty sudah memantapkan k hatinya untuk bersikap sebisa mungkin untuk menjaga hatinya, agar tidak bersinggungan dengan kata-kata cinta nantinya.
"Owhhh ... o-ok baik aku akan mengatur guling untuk pembatas" Ferrell Ter gagap mendapati jawaban Ranty yg tak terduga , tak menyangka jika Ranty akan mengajaknya tidur di ranjang yang sama.
'Huhh ... aku pikir dia akan menolak' Ferrell membatin tak habis fikir dengan sikap Ranty.
"Ya sudah kak ... aku tidur dulu ya besok aku harus ke kampus dan kerumah sakit jenguk bunda."
Ranty berkata sambil memposisikan dirinya dan berbaring bersiap untuk tidur.
"Ya ... aku akan keluar dulu ada sedikit pekerjaan yang harus aku kerjakan."
Ferrell berucap sambil berlalu pergi meninggalkan Ranty ke ruang kerjanya. Karena memang ada sedikit pekerjaan yang tertunda.
Sementara, di kamar nyonya Winda Tuan Nugraha menyerengit heran melihat Istri tercinta yang masuk sambil tersenyum - senyum dan sesekali terkikik.
"Moms ... dari mana dan apa gerangan yang membuat moms jadi seperti ini."
__ADS_1
Taun Nugraha yang penasaran langsung memberi pertanyaan pada sang istri yang mungkin saat ini terlihat seperti orang setengah tidak waras.
"Ehhhh itu loh dad ... moms habis dari kamar Ranty dan Ferrell."
kembali nyonya Winda berbicara sambil kembali terkikik mendudukkan dirinya di sebelah sang suami .
"Untuk apa ke kamar pengantin baru moms? Menganggu mereka saja."
Tuan Nugraha tak habis fikir dengan apa yg istrinya lakukan.
"Moms hanya menjalankan tugas moms ... Dad, moms mengeluarkan benda keramat yg akan menjadi penghalang untuk mereka tidur berdua "
Nyonya Winda menjawab sambil kembali mengulas senyum geli di wajah nya
"Benda keramat ? Benda apa moms ."
Tuan Nugraha begitu penasaran apa sebenarnya ,benda keramat yg di maksud oleh sang istri.
"Single sofa dad...itu benda keramat yg akan memisahkan Ferrell dan Ranty ,kalo ada itu pasti si Ferrell akan memilih tidur di sofa."
Nyonya Winda kembali terkikik teringat reaksi kedua pengantin baru itu memasang wajah kagetnya,
"Oh ... ya ampun istriku sampai mengerti hal sekecil itu," entah itu kata pujian atau malah ledekan yang tuan Nugraha berikan pada sang istri Tuan Nugraha pun sebenarnya masih terheran kenapa begitu detil itu pemikiran sang istri .
"Tentu Dad ... tidak sia-sia moms menonton drama Korea." nyonya winda membanggakan dirinya seolah la sudah melakukan hal yg paling hebat dengan, memberi antisipasi dini pada anak dan menantunya agar tidak terjadi pisah ranjang, gak lucu kan baru mantenan dah pisah ranjang 🤭 kini Tuan Nugraha terlihat tercengang dengan jawaban sang istri,
"Sudah jangan di fikirkan sebaiknya kita tidur." Nyonya Winda berbicara sambil menarik suaminya untuk berbaring mengajak Tuan Nugraha untuk tidur. Tuan Nugraha yang tadinya tercengang pun mengikuti sang istri yang sudah terlebih dahulu berbaring.
💮💮💮💮💮💮💮💮
"Pagi moms ...,"
Ranty menyapa nyonya Winda yang sedang sibuk berkutat dengan di temani beberapa pelayan menyiapkan sarapan pagi .
"Eh ... mantu cantiknya mommy sudah bangun sayang, gimana tidurnya."
nyonya Winda bertanya seraya melempar tatapan menggoda pada Ranty .
"Ehmmmm ... nyenyak moms," Ranty hanya menjawab pertanyaan nyonya Winda dengan singkat. Merasa jika mertuanya itu sedang menggodanya. Ranty buru-buru mengambil alih pekerjaan salah satu pelayan yang sedang memotong berapa sayuran.
"Iya ... iya moms mengerti pelan- pelan saja ya sayang moms yakin Ferrell dan kamu nantinya akan menjadi keluarga yang bahagia.
Nyonya Winda yang tau kalo menantunya itu sedang merasa canggung nyonya Winda berkata menyakinkan masa depan hubungan mereka kelak.
Selesai membuat sarapan Ranty kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap pergi ke kampus sesampainya di kamar Ranty tak lagi mendapati ferrell. Ranty mengedarkan pandangan nya mencari sosok ferrell .
Ferrell yang keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya memperlihatkan dada bidang dan perut sixpack nya. Sontak membuat Ranty terkaget dan langsung keluar membanting pintu.
" Huhhh sepertinya hal ini akan sering terjadi" Ranty menyandarkan tubuh nya di balik pintu sambil mengelus dadanya yang terasa berdebar kencang.
Ferrell yang mendengar suara pintu di tutup sangat kencang mengerti kalo itu pasti Ranty yang sedang terkaget melihat keadaan dirinya saat ini. "Heh ... lagi"
__ADS_1
Ferrell bergumam pelan. Merutuki kejadian yang sama seperti semalam hanya saja berbeda posisi .
Ferrell yang telah berpakaian berjalan menuju pintu kamar dan langsung membukanya. Ranty terkaget karena memang sedari tadi ia berdiri menyandarkan punggung nya di pintu kamar. Sontak membuat nya hampir saja terjengkang beruntung ferrell langsung menangkap tubuh Ranty. Alhasil tatapan keduanya kini beradu. Ferrell yang menangkap dan mengapit erat pinggang Ranty dengan leluasa memandangi wajah Ranty.
Ranty tersadar dan langsung berdiri salah tingkah. Membuat Ferrell juga tersadar dari kekaguman nya pada Ranty. Ferrell tak kalah salah tingkah mendapati dirinya sendiri yang sejenak begitu terpesona pada Ranty.
"Masuk lah aku sudah selesai dan ya kamu jadi ke kampus kan jadi bersiap lah ini sudah siang"
"Iya kak ..."
Ranty berlalu sambil berlari masuk dan langsung ke kamar mandi. Ferrell hanya menggeleng melihat tingkah Ranty yang makin hari makin terlihat sedikit pecicilan Ferrell tak menyangka bawa laporan yang di bawa Tomi waktu itu ternyata ada benar nya juga.
Selesai dengan ritualnya kini Ranti sudah bersiap untuk pergi ke kampus
Ranty ,menuruni anak tangga menuju meja makan ,disana sudah ada tuan dan nyonya Nugraha serta Ferrell yg telah menunggunya ,untuk sarapan.
di meja makan terasa hangat karna kini Ranty dan Ferrell sudah mulai mengakrabkan diri ,
" Sayang nanti di kampus kamu di antar Ferrell ya "
nyonya Winda memulai percakapan .sedangkan Ranty hanya mendongak kan kepala tanpa menjawab .
" Momm ....tp Ferrell harus ke kantor agensi dulu ada dokumen yang harus Ferrell tanda tangani dan itu harus segera,apa Ranty tidak akan terlambat kalo ikut ferrell dulu."
Ferrell berbicara ,memberi tahu sang mommy bahwa la harus segera ke kantor agensi nya.
" Memang Ranty jam brapa nak masuk kuliah nya"
kini tuan Nugraha yg bertanya pada Ranty.
" Eeumm...sekitar jam setengah sebelas dad."
Ranty menjawab tuan Nugraha .
" Bararti msih keburu dong ya"
kembali nyonya Winda menimpali ucapan Ranty.
" Kalo Ranty tidak keberatan ikut aku ,Gak papa ...iya kan Ran."
Ranty hanya mengangguk memberi jawaban pada Ferrell .
Setelah sarapan pagi,tuan Nugraha Ferrell,dan juga Ranty berpamitan pada nyonya Winda ,dan saat tuan Nugraha berpamitan,nyonya Winda yg mencium punggung tangan suaminya dan di susul tuan Nugraha yg mengecup mesra kening sang istri sontak adegan mesra tersebut membuat pengantin baru tersebut menjadi tersipu .
Kini Ranty dan juga ferrell sudah ada di dalam
Wrangler Sahara berwarna hitam ,mobil melesat meninggal kan mension keluarga Nugraha.
Terimakasih yg sudah mau mampir 🙏...dukung author amatir ini ya mohon like,komen dan vote nya
__ADS_1
Bambang Ferrell yg mau ke kantor + nganterin Eneng Ranty ke kampus