
Alea pikir, mas Arsen tak benar-benar serius saat mengatakan ingin mengajaknya berlibur ke Bali. Tapi nyatanya tebakannya salah, tepat setelah ujian semester berakhir Mas Arsen kembali mengajaknya ke Bali dan Alea boleh juga membawa ke dua sahabatnya. Jelas dengan berkedok Diwa yang ulang tahun dan ingin merayakannya di Bali bersama teman-temannya. Diwa yang membayar semua akomodasinya padahal sudah jelas uangnya keluar dari kantong mas Arsen.
Bukan hanya Keke dan Gita saja yang ikut, Saga yang akhir-akhir ini dekat dengan Diwa karena kejadian adu jotos di lapangan waktu itu, juga diajak.
Satu yang membuat tanda tanya besar di kepala Alea. Jika mereka pergi dengan niat awal bulan madu, lalu kenapa mas Arsen setuju saja saat Alea bilang ingin mengajak ke dua temannya?. Pasti ada alasan lain dibalik tindakan mas Arsen yang akhir-akhir ini nampak begitu baik dengannya.
Dan di sinilah mereka sekarang. Berdiri tak jauh dari mas Arsen yang tengah bicara dengan staf penginapan di salah satu resort yang ada di Bali. Saga sudah tahu mas Arsen sepupu Diwa, namun tidak dengan Gita dan Keke yang kali ini terus terusan melirik ke arah mas Arsen tak percaya. Mungkin di otak mereka masih mencerna dengan begitu lambat informasi yang baru saja Diwa katakan.
"I..itu pak Arsen yang ganteng itu beneran? Dan di sepupu lo Wa?" tanya Gita.
Sudah berulang kali menjelaskan pada mereka karena perintah dari mas Arsen, Diwa berdecak sebal mendengar pertanyaan yang sama berulang kali. "Lo nanya lagi, gue suruh balik ke Jakarta nih Git. Nanya mulu!!"
Alea yang sejak tadi mengontrol detak jantungnya agar kembali normal hanya diam tak bicara apapun. Serius, dia takut ketahuan sekarang. Apalagi Saga yang beberapa kali bersitatap dengannya menunjukan tatapan yang sedikit curiga.
"Ayo masuk" ajak mas Arsen begitu selesai bicara dengan staf penginapan.
Menarik kopernya, Alea sebisa mungkin memberi jarak agar tak terlalu dekat dengan mas Arsen. Padahal serius, hari ini mas Arsen benar-benar tampan dengan baju santai dan kaca mata yang berada di atas kepalanya. Image om-om 28 tahun, berubah menjadi mas-mas 25 tahun. Gita dan Keke bahkan tak henti-hentinya takjub dengan kegantengan suami orang.
Penginapan kali ini bisa dibilang cukup besar dengan dua lantai. Setiap lantai berisi 3 kamar, dan itu berarti mereka bisa-bisa memiliki kamar masing-masing. Di sebelah penginapan ada kolam renang super besar dengan pemandangan pantai luas. Pemadangan sore hari dimana matahari terbenam pasti akan terlihat begitu cantik dari sini.
Dihalaman depan terdapat tenda dengan alat-alat barbeque serta meja panjang dengan beberapa kursi disetiap sisi. Nanti malam mereka akan barbeque di sana.
__ADS_1
"Kamar aku, kamu dan Diwa di atas" bisik mas Arsen saat melewati Alea.
Benar. Lebih baik kamar dirinya, Diwa dan mas Arsen berada di satu lantai. Setidaknya itu bisa mengurangi kemungkinan Gita dan Keke melihat mas Arsen bicara santai dengannya.
Menarik kerah Diwa, Alea menunjuk lantai 2 "Kamar atas di isi sama Gue, Diwa dan pak Arsen. Lo Git, Ke, Ga. Isi kamar bawah ya"
Gita menggelengkan kepala "Idih nggak seru banget liburan begini pisah kamar. Kita bertiga aja ya, jadi malam-malam bisa gosip" usul Gita. Keke menganggukkan kepalanya setuju dengan usul Gita.
Dengan ekor matanya, Alea tahu bukan hanya Gita dan Keke yang menunggu jawaban miliknya, melainkan mas Arsen juga sepertinya tengah menatap ke arahnya lekat. Semenjak ada bunda di rumah, mereka tidur di satu kamar yang sama, jadi nggak mungkinkan mas Arsen sekarang mengharapkan hal yang sama juga?.
Kalau memang iya. Seharusnya mereka pergi berdua saja. Kenapa juga harus memberikan usulan yang membolehkan mengajak teman-teman Alea?.
"Oke. Gue setuju" ucap Alea kemudian langsung menarik ke dua sahabatnya masuk ke salah satu kamar di lantai bawah, meninggalkan Saga yang kini langsung naik ke lantai atas sedangkan Dia berjalan ke kakak sepupunya itu.
"Jangan nyesel ya bang, ngajakin gue kesini. Mana seketika gue jadi dermawan karena ngajakin temen liburan" Diwa menepuk pundak Arsen sebelum akhirnya mengekor Saga yang naik ke lantai dua.
"Sempurna. Cowok-cowok diatasi" pekik Diwa sengaja menggoda Arsen.
***
"Altta Diwa Yudhsitira , Arsenio yudhistira" Gita menepuk jidatnya sendiri "Kenapa gue baru sadar kalau nama belakang mereka sama ya" lanjutnya.
__ADS_1
Alea hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Gita. Percayalah, malam nanti keduanya pasti akan membahas tentang Arsen semalaman.
Keke yang baru saja keluar dari kamar mandi, ikut duduk di samping Alea "Tapi ada yang aneh nggak sih? Bukannya pak Arsen udah punya istri ya? Lah ini liburan sama kita, tapi istrinya nggak di ajak"
Jedarrrr.
Layaknya ada bom atom yang menghujam kepala Alea. Dirinya benar-benar lupa mengenai status mas Arsen yang sudah menikah yang membuat seisi kampus patah hati serentak. Otaknya mendadak ngebleng untuk memberikan alasan yang masuk akal kepada kedua temannya ini. Dari banyaknya hal yang ia prediksi sebelum berangkat, Alea lupa untuk mencari jawaban yang masuk akal akan pertanyaan ini.
"Oh iya bener. Jangan-jangan...."
Tatapan Gita dan Keke tertuju pada Alea.
"Jangan-jangan apa?" tanya Alea panik. Tidak mungkin kan kalau mereka berpikir dirinya istri mas Arsen?.
...****************...
Berhubung nulisnya pas jam istirahat, dan baru kelar segini. jadi up segini dulu ya teman-teman.
ig : wattpadghasani
tiktok : wattpadghassaniku
__ADS_1