Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 25 : Arsen vs Saga


__ADS_3

Begitu menjauh dari Dira yang memutuskan untuk kembali ke penginapan, satu bogeman dari Diwa melayang begitu mulus di pipi Arsen hingga membuat laki-laki itu tersungkur ke tanah. Bukan hanya sekali, namun satu bogeman lagi kembali mendarat ke pipinya, Arsen pasarah begitu saja, karena dari banyaknya sepupu yang ia miliki, Diwa yang paling tahu bagaimana hubungan Arsen dan Dira selama itu.


"Lo gila ya bang!!"


Benar. Arsen mungkin sudah berada di tahap gila karena perasaan yang ia timbun sebaik itu dengan sebuah kebencian, kini malah kembali muncul ke permukaan. Pertunangan itu bukan hanya menghancurkan hubungan dirinya dan Wira, melainkan pula membuat hubungan keluarga Arsen dan Wira sempat kacau awalnya. Keluarga kembali bersatu namun tidak dengan hubungannya antara dirinya dan Wira. Dan Diwa yang dulu paling kesusahan untuk membuat kedua sepupunya itu saling bertegur sapa.


"Lo udah tahu kalau mbak Dira ada di Bali bang? Makanya lo ngajakin kita semua ke sini?!!"


Arsen menggeleng. Jika tahu Dira ada di sini, dirinya juga tak akan mengusulkan untuk liburan ke Bali, untuk apa jika niat untuk membuat Alea tak mencari tahu tentang Dira, kini malah ada kemungkinan mempertemukan keduanya.


"Gue nggak tahu kalau dia di sini Wa"


"Lo nggak bohongkan bang?" tatapan Diwa memicing curiga ke arahnya.


"Nggak. Buat apa gue nemuin mereka berdua?"


Diwa nampak menghembuskan napasnya kesal. Mau bagaimana pun, laki-laki itu yang sejatinya sahabat baik Alea, kini malah ikut terjun membohongi wanita itu.


Arsen mengubah posisinya menjadi berdiri, ia menatap nyalang ke arah adik sepupunya itu "Udah selesai kan lo gebukin abang lo sendiri?! Minggir kalau gitu" mendorong Diwa yang menghalangi jalannya. Arsen kembali melanjutkan jalannya. Kemanapun, asalkan tak kembali ke penginapan untuk sekarang.


Karena nyatanya, meski sebesar kekecewaan yang ia rasakan pada Dira. Nyatanya perasaannya selalu kembali pada wanita itu. Seharusnya, ia memikirkan bagaimana caranya untuk menghadapi Alea ke depannya dan menjelaskannya pada istrinya itu, tapi nyatanya yang ada di kepalannya sekarang adalah sosok Dira. Alih-alih kembali ke Alea, perasaan untuk kembali ke Dira dan merengkuh wanita itu dalam dekapannya amatlah besar.


***


Bukan Alea namanya jika hal seperti masalah kecil yang datang namun dibuat heboh hingga sakit kepala. Atau tiba-tiba badmood yang membuat orang-orang tahu tentang masalah apa yang terjadi. Jika bersama orang lain maka Alea akan kembali menjadi sosoknya seperti biasa tanpa beban sama sekali.


Dengan tawa yang membahana, Alea menyipratkan air ke arah Gita yang tengah berenang. Alhasil gadis itu mengomel panjang lebar yang membuat Alea dan Keke tertawa terbahak-bahak. Masalahnya jika sudah mengomel, maka bukan hanya bahasa Indonesia saja yang keluar, melainkan bahasa Inggris dan Mandarin dengan logat jawa gadis itu yang keluar. Gita blasteran Inggris dan China yang semasa kecil tinggal di Jogja, maka logat jawa kental gadis itu terkadang keluar.


Suara tawa mereka mereda saat Saga ikut bergabung duduk di bangku yang berada di pinggir kolam renang.


"Al, jalan yuk. Berdua aja tapi" ajak Saga.


Gita dan Keke langsung bersorak girang sambil menatap menggoda pada Alea. Gita bahkan bertepuk tangan senang karena Saga yang dulu terlihat pasrah karena ditolak kini menunjukkan semangat api membara dalam menggapai cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.


"Udah sana Al. Lagi pula kita mulai ngebolangnya juga besok kan. Udah sana JJM" ucap Gita.

__ADS_1


"Jalan-jalan malam" jelas Keke.


Jika saja dirinya punya sifat pendendam. Alea mungkin akan menyutujui ajakan Saga, balas dendam untuk mas Arsen yang kini belum juga kembali ke penginapan meski jam sudah menunjukkan angka 19.30. Mas Arsen keluar dari siang tadi, seharusnya sudah kembali sekarang. Nggak mungkin kan dia ngelilingi Kuta sampai nggak pulang pulang?. Macam bang Toyib saja.


"Udah malam Ga. Daerah orang juga" tolak Alea sopan.


"Ini Bali Al bukan pedalaman yang udah sepi jam segini. Masih ramai juga jalan. Yuk" ajak Saga lagi.


Alea terdiam sesaat. Percayalah ia juga penasaran apa yang membuat mas Arsen begitu lama di luar. Keduanya tak ada lagi di taman, dan Alea pikir mungkin alih-alih dengan Diwa, mas Arsen malah lihat-lihat sekeliling dengan mbak Dira. Entah darimana asal perasaan ini di mulai, Alea menyadari jika dirinya tengah cemburu sekarang.


Melirik ke arah Gita dan Keke yang menganggukkan kepalanya seolah mempersilahkan Alea untuk ikut dengan Saga, Alea akhirnya mengangguk menyetujui ajakan laki-laki itu, barangkali di jalan, ia akan melihat mas Arsen dan apa yang tengah suaminya itu lakukan.


Bersama dengan Saga, Alea keluar dari penginapan mereka. Suara tawa beberapa orang dengan obrolan yang menggunakan bahasa Inggris menyapa mereka begitu melewati batas pagar. Penginapan sebelah, tengah mengadakan pesta di halaman dengan aroma daging dan wine bersamaan.


Dari banyaknya orang yang ada di sana. Padangan Alea bersitatap sejenak dengan mbak Dira yang menatap ke arahnya. Bahkan ada sebuah senyuman manis yang terlihat di wajah cantik wanita itu. Mau tak mau Alea ikut tersenyum lalu kembali berjalan bersisian dengan Saga menjauhi area penginapan.


Jika mbak Dira ada di penginapan, lalu, dimana mas Arsen sekarang?.


"Dari pada sama sepupu Diwa. Kenapa nggak sama gue aja Al"


Alea menoleh ke arah Saga yang baru saja bicara. Langkah mereka masih menyusuri area taman, namun pertanyaan yang sarat akan sesuatu itu membuat langkah Alea terhenti seketika.


Menyusul Saga yang berjalan di depannya, Alea berusaha menyamakan langkah mereka guna melihat ekspresi Saga sekarang. Kenapa tiba-tiba Saga bicara seperti itu?.


"Dari dia yang ngasih pembalut ke lo. Dan dia yang bisikin sesuatu sama lo tadi siang di penginapan, gue rasa lo punya hubungan sesuatu sama dia" lanjut Saga lagi.


Beginilah awal dari kebohongannya yang ketahuan?. Alea memasukan kedua tangannya yang gemetar ke saku jaket yang ia kenakan, lalu tertawa sambil menggelengkan kepalanya "Lo tuh ngomong apa sih Ga. Gue nggak ngerti. Lagi pula pak Arsen udah punya istri. Ya kali gue punya hubungan sama dia"


Kali ini gantian Saga yang menghentikan langkahnya "Jadi, gue salah paham sekarang?"


Alea menganggukkan kepalannya.


Wajah Saga yang sebelumnya sendu, kini berubah sedikit berbinar, dan Alea sepertinya bisa menghela napasnya lega sekarang. Masih belum ada awal dari rahasianya yang terbongkar.


"Lo nggak suka sama pak Arsen?" tanya Saga.

__ADS_1


"Kagak. Lagian lo aneh - an—" ucapan Alea terhenti saat matanya menatap sosok Arsen yang duduk di pinggir pantai tak jauh dari tempatnya berdiri.


Sejujurnya Alea tak berniat untuk mendekat sama sekali. Namun saat matanya menangkap kulit wajah suaminya yang agak sedikit berbeda meski hanya dalam penerangan minim lampu-lampu di tenda-tenda yang berada di pinggir pantai, seolah melupakan keberadaan Saga dan melupakan soal pertemuan suaminya ini dan mbak Dira, Alea langsung berjalan mendekat ke arah Arsen.


Semakin dekat, maka Alea tahu disekitar mata dan pelipis laki-laki itu dan di ujung bibirnya nampak bengkak seperti orang yang baru saja kena pukul. Dan benar saja, begitu sampai di dekat suaminya yang juga menoleh kearahnya, Alea bisa melihat dengan jelas luka di wajah yang biasanya selalu terlihat tampan itu.


"Mas. Kamu nggak kenapa-kenapa? Ini kenapa memar begini?" tanya Alea panik sendiri. Di sentuhnya wajah Arsen yang membuat laki-laki itu sontak meringis kesakitan.


Saat tangan Alea hendak menyentuh sudut bibir Arsen, tangannya langsung di cekal oleh Saga yang sudah berdiri di dekat mereka.


"Kamu balik ke penginapan aja ya Al" ucap Saga.


Alea menggeleng "Aku ke apotik terdekat sebentar"


"Untuk apa? Di penginapan ada" ucap Saga lagi.


"Terlalu jauh ke penginapan Ga. Di depan sana ada apotik"


"Biar aku saja. Kamu pulang ke penginapan dulu"


Alea menggeleng tegas "Aku aja. Kamu temenin mas Arsen di sini ya"


"Kembali ke penginapan Alea!!" bentak Saga. Panggilan Area kepada Arsen yang sejak tadi menggunakan kata 'mas' alih-alih 'pak' seperti biasa nya, membuat emosi Saga naik tiba-tiba.


Bentakan itu nyatanya membuat Arsen yang sejak tadi hanya mendengarkan keduanya, berdiri seketika. Tangan Alea yang di cekal oleh Saga, Arsen lepas paksa, kemudian menarik Alea agar berada di belakang tubuhnya.


"Lebih baik. Kamu saja yang balik ke penginapan Saga. Biar Alea dengan saya di sini" sergah Arsen tak kalah dinginnya.


Saga menggeleng, ia berusaha menggapai tangan Alea, namun gagal karena selalu di tepis oleh Arsen "Maaf pak. Sudah malam, jadi lebih baik Alea pulang ke penginapan. Tak baik jika mondar-mandir dan berada di tepi pantai dengan suami orang"


"Suami orang? Tapi kenyataannya, sah secara agama dan negara, saya suami Alea dan Alea istri saya, kamu bisa apa?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JEDEEEEERRRRREE. ada bom meledak woy 💥💥💥💥💥💥

__ADS_1


ayok tinggalkan komentar kalian di sini ya..


wah si Arsen ngaku ke Saga. bisa pingsan si Alea.


__ADS_2