Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 49 : Teka Teki


__ADS_3

Semuanya terasa ada yang janggal. Semakin ia mencari tahu maka semakin pula ia menemukan hal-hal yang tak masuk akal.


Sudah 5 hari berlalu tanpa ada kontak dengan Alea, Arsen nampak seperti seseorang yang kehilangan jati dirinya. Penampilannya yang terlihat sedikit berantakan dengan rambut-rambut halus yang tumbuh didagu, seolah menunjukkan selama 5 hari kebelakang laki-laki itu tak lagi memperhatikan penampilannya. Jangankan bercukur, Arsen bahkan tak pulang sama sekali ke rumah dan menjadi penghuni kantor dengan segala usaha untuk mencari informasi lebih mengenai kecelakaan itu.


Syukur, Kenzo tak punya pacar apalagi istri. Laki-laki itu bisa ikut mendekam di kantor sambil mengontrol pergerakan Marinka. Sesungguhnya kabar mengenai Marinka yang mendatangi Alea, Kenzo sudah mengetahuinya. Hanya saja belum ia laporkan ke Arsen karena ia belum tahu obrolan apa yang dilakukan kedua wanita itu.


Arsen tahu jika Wira begitu mencintai mobil sejak usia mereka 10 tahun. Berbagai miniatur mobil dikoleksi oleh sepupunya itu, namun Arsen tidak tahu jika Wira bisa mengendarai mobil diusia 13 tahun. Postur tubuh Wira yang tinggi, memungkinkan laki-laki itu bisa mengendarainya.


Seperti yang bisa Arsen duga sejak awal tentang kekuasaan keluarga Yudhistira terlebih kekuasaan sang kakek, tak ada berita apapun di media sosial waktu itu, seolah tak ada kecelakaan yang terjadi dimalam itu. Bahkan Arsen ingat, esok harinya ulang tahun dirinya masih juga diselenggarakan dan itu menjadi ulang tahun pertama tanpa kehadiran Wira.


"Sial!!" umpatnya lagi.


Kenzo yang duduk disampingnya mengusap telinganya sendiri berulang kali saat mendengar umpatan kembali terlontar dari mulut sang bos.


"Bagaimana dengan pergerakan Marinka? Aku yakin dia tahu sesuatu" jika tahu ini adalah alasan Marinka tiba-tiba menghilang, Arsen mungkin akan menolak saat dirinya dijodohkan dengan Alea. Benarkah bunda meminta Alea untuk menikah dengannya hanya karena hutang? Atau sebenarnya bunda tahu siapa Alea?.


"Dia menginap di salah satu apartemen yang ada di Sudirman bos. Hanya saja–"


Arsen memicing curiga sambil menatap ke arah Kenzo yang kini menyerahkan ponsel laki-laki itu. Sebuah foto kedua orang tua Marinka yang berada di bandara. "Marinka?"


"Sampai detik ini masih ada di apartemen" jawab Kenzo sesuai dengan laporan orang kepercayaannya yang ada di lapangan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Alea? Kamu sudah cari tahu keberadaannya?"


Kenzo tak langsung menjawab, laki-laki itu diam saja yang membuat Arsen semakin dibuat curiga. Berdiri dari tempat duduknya, Arsen berjalan mengitari meja hingga dirinya sampai di depan Kenzo.


"Lo tahu gue percaya sama lo kan Ken? Gue percaya lo bakal ngelaporin apapun info yang lo dapat di luar sana."


Kenzo menganggukkan kepalanya "Marinka sudah bertemu dengan Alea, Sen"


Arsen mundur dua langkah mendengar ucapan Kenzo. Sebenarnya dirinya sudah sempat curiga karena tak mungkin Marinka tak mencari keberadaan Alea. Dan rasanya setelah mendengar itu Arsen merasa jarak untuk kembali menggapai Alea terasa bertambah jauhnya. Dua kali dibohongin, jika menjadi Alea, Arsen juga akan menghindar untuk selamanya.


"Saya belum tahu apa yang mereka bicarakan. Dan Alea juga tampak biasa saja, seperti tak ada hal yang mengejutkan yang dia dengar dari Marinka"


"Kapan?" tanya Arsen panik.


5 hari yang lalu, itu berarti saat mereka bertengkar hebat di mobil, hari dimana Alea benar-benar pergi meninggalkannya. Arsen mengepalkan tangannya, sudah tak ada lagi waktu yang ia buang percuma hanya untuk mencari laporan kecelakaan malam itu, Arsen harus menanyakannya langsung pada orang tuanya, tidak, lebih tepatnya pada kakeknya yang jelas bertanggung jawab menyembunyikan ini semua.


Menghiraukan panggilan Kenzo, Arsen langsung menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar dari gedung perusahaan. Kabar drai Diwa, anggota keluarga sedang berkumpul di rumah kakek guna mempersiapkan pernikahan Wira dan Dira yang akan dilangsungkan 2 hari lagi secara tertutup, hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan beberapa sahabat dari Wira maupun Dira.


Beginilah keluarga Yudhistira, akan melakukan apapun secepat mungkin untuk tetap menjaga nama baik keluarga. Mungkin jika Arsen memberitahu jika Alea sudah pergi selama 5 hari, juga tak akan ada yang berubah. Pernikahan ini akan tetap dilangsungkan.


Begitu mobil yang ia kendarai terparkir di halaman rumah yang kini tengah di dekor menjadi ruang pesta. Arsen langsung berjalan masuk ke dalam. Sapaan beberapa sepupunya yak terkecuali Diwa yang langsung menanyakan apa yang terjadi karena Alea tak bisa dihubungi sama sekali, tak Arsen gubris sama sekali. Langkahnya langsung menuju kamar utama di rumah ini, kamar sang kakek yang berada di lantai dua.

__ADS_1


"Bicara sama bunda dulu mas"


Langkah Arsen berhenti saat bunda tiba-tiba menghadangnya. Dilihat dari raut wajah wanita ini, Arsen bisa menebak jika Kenzo pasti melaporkan semuanya pada sang bunda.


Mencium dahi bunda Amel, Arsen menggeser tubuh bundanya dan kembali berjalan menuju kamar kakek. Namun, baru juga berniat untuk mengetuk pintu, tangannya ditahan oleh ayah Bagas, dan langsung ditarik ke lantai atas. Banyak orang di rumah ini, dirinya tak boleh membuat keributan. Perintah itu yang tersirat dari wajah bunda yang mengekor anak dan suaminya.


Sampai di kamar yang biasanya ia gunakan setiap kali mengunjungi kakek, Arsen diminta untuk duduk di salah satu sofa yang ada di kamar. Tidak, bukan ini yang ia inginkan sekarang. Arsen tak bisa lagi mengulur waktu jika tak ingin Alea semakin membenci. Arsen rasa 5 hari ini hidupnya benar-benar berantakan. Tidur dan makan semuanya tak teratur sama sekali.


"A..Alea pergi dari rumah mas?" tanya bunda terbata, air mata sudah menggenang di kedua pelupuk mata itu.


Arsen tak menjawab. Ia menatap ke langit-langit kamar menghalau air matanya yang ingin keluar. Cukup ia menangis selama 2 hari setelah Alea pergi, ia tak boleh lemah jika tak ingin Alea benar-benar pergi dari hidupnya selamanya. Tak akan ada surat cerai, Arsen akan menjamin itu.


"Sejak kapan mas?" sebisa mungkin Amel menahan air matanya. Melihat penampilan anaknya yang begitu kacau, Amel tahu Arsen juga terpukul atas kepergian Alea. Mengambil satu tangan putranya untuk digenggam, Amel duduk di samping Arsen.


"Sudah 5 hari bun. Dan mas akan membuat Alea kembali lagi. Dia nggak akan lama-lama pergi dari Arsen. Dia akan tetap berada di pengamatan Arsen. Karena itu aku per—"


"Kamu mencari tahu tentang kecelakaan Wira?" kali ini ayah yang bicara. Bagas merasa semua rencanannya selama ini gagal sudah. Ia tak bisa menepati janjinya dulu.


Arsen menganggukkan kepalanya. Ini lah tujuan kenapa ia datang ke rumah ini. Bertemu dengan kakek yang jelas menjadi kunci semua yang terjadi waktu itu hingga kasus ini tak tercium oleh media sama sekali.


"Berhenti, dan tak usah cari tahu lagi Mas. Lepaskan Alea jika memang tak bisa digenggam"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Bagas langsung menggandeng Amel keluar dari kamar, meninggalkan Arsen yang kini hanya bisa diam karena terkejut dengan ucapan ayahnya. Melepaskan Alea? Bagaimana bisa?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2