Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 47 : Alasan Marinka


__ADS_3

Seakan ada sebuah petir yang menyambar, Arsen sama sekali tak bergerak guna mencerna kalimat Alea barusan. Kalimat yang akhir-akhir ini sangat ia takutkan keluar dari bibir istrinya. Rasa sesak perlahan merambat hingga memenuhi semua rongga dada. Arsen yakin ia pasti salah dengar barusan. Mungkin, sesungguhnya tubuhnya belum terlalu sehat hingga halusinasi itu datang. Atau mungkin karena pertengkaran di ruang inap tadi membuat telingannya sedikit tersumbat.


Katakan pada Arsen jika dia memang salah mendengarnya. Alea tak akan pergi di saat kondisnya seperti ini. Alea akan bersedia memberikan waktu untuknya. Alea akan bersedia memberikan kesempatan padannya sekali lagi. Alea akan tetap berada disisinya dan Arsen akan berusaha untuk mencintai wanita itu. Melupakan Dira sepenuhnya dan kembali sutuhnya pada sang istri. Bukan hanya raga saja, Arsen yakin hatinya juga akan ia serahkan pada Alea jika wanita itu bersedia memberikan kesempatan.


Bukan, bukan bersedia. Namun ini adalah paksaan. Paksaan dari Arsen agar Alea tetap berada di sisinya.


"Aku ingin kita pisah mas."


Kalimat itu kembali ia dengar. Arsen merubah posisinya menghadap ke depan sedangkan kepalanya menoleh ke kaca samping. Menatap ke arah taman yang kini menunjukkan seorang istri dengan setia menemani suaminya yang duduk di kursi roda sambil mengitari taman rumah sakit.


Tak bisakah Arsen mengharapkan hal itu juga? Beraharap dikala dirinya terpuruk baik itu dengan ujian hidup maupun sakit, Alea masih setia disampingnya? Tak bisakan harapan itu menjadi kenyataan sekarang? Izinkan dirinya untuk hidup bahagia sekali saja.


Menyebalkan?


Ya. Arsen bahkan kesal dengan dirinya sendiri, mengumpati dirinya sendiri karena baru sadar jika sosok Alea begitu berarti baginya. Jika tanpa Alea hidupnya akan kembali menjadi kepingan bangunan yang tak utuh lagi.


"Aku ingin pulang ke rumah tante dan om, mas"


Arsen menggeleng tegas "Mas, akan menganggap tak pernah dengar ucapan kamu barusan dan yang sebelumnya. Ayo kita pulang, ke rumah kita. RUMAH KITA" Tekan Arsen.


"Aku ingin kita pisah mas. Aku udah nggak sanggup lagi untuk bertahan"


"Mas nggak terima kalimat itu Al"


Saam seperti mas Arsen yang teguh dengan pendiriannya dengan tetap mencintai Dira selama ini. Alea juga akan teguh dengan pendiriannya untuk berpisah dengan laki-laki itu. Menyerah, Alea benar-benar menyerah untuk mempertahankan hubungan ini.

__ADS_1


"Kalau kamu nggak mau antar. Aku bisa pulang sendiri"


Sudah bersiap untuk membuka pintu mobil, gerakan Alea terhenti saat mas Arsen maraih satu tangannya sambil menunduk dalam. Suara isakan terdengar dari sana membuat Alea memejamkan matanya.


"Mas minta maaf dek. Mas benar-benat minta maaf. Bantu mas untuk mencintai kamu, bantu mas untuk melupakan Dira"


Tak ingin kembali luluh, Alea meloloskan tangannya dari genggaman Arsen kemudia langsung keluar dari mobil. Pikirannya benar-benar kacau sekarang. Kemunculan mbak Marinka juga membuat keadaan semakin kacau.


Mengusap jejak air mata di pipi. Alea masuk kedalam taxi yang membawannya pergi dari rumah sakit. Diambilnya gawai dari dalam tas, Alea langsung menghubungi nomor mbak Marinka yang telah ia simpan. Dirinya harus tahu alasan kenapa mbak Marinka kabur dan membuat ia terjebak dalam pernikahan seperti ini.


"Halo, mbak Marinka?"


"Datang ke kafe Elizabeth, mbak duduk dilantai dua"


Sambungan langsung terputus sepihak. Dari nada bicara mbak Marinka yang biasanya tenang dan kini terkesan terburu-buru, membuat dahi Alea berkerut dalam. Nada suaranya seolah mbak Marinka menjadi seorang buronan yang tengah dicari-cari oleh orang lain.


Saat mendapat panggilan dari Arsen. Alea langsung mematikan gawainya dan memasukannya ke dalam tas. Biarkan dirinya fokus pada mbak Marinka terlebih dahulu, meski setelahnya Alea yakin dirinya akan menangis sesenggukkan karena pilihan yang baru ia ambil barusan.


Berpisah dengan mas Arsen?. Entah itu pilihan yang benar atau salah, hanya saja Alea merasa dirinya akan menyesal setelah ini.


Begitu taxi sampai di depan kafe berlantai dia dengan tanda nama Elizabeth yang digantung di bagian atas, Alea langsung keluar dan masuk ke dalam kafe. Tak mengedarkan pandangannya lagi, Alea langsung naik ke lantai dua dan menemukan sosok wanita berkaca mata dengan topi besar yang nyaris menutupi wajah bagian atasnya tengah duduk di sudut ruangan. Gerakan tangannya yang mengetuk-ngetuk meja gugup, membuat Alea langsung yakin jika itu adalah mbak Marinka.


Alea langsung mengambil posisi duduk di depan mbak Marinka. Wajah didepannya mendongak dan Alea bisa melihat dengan jelas sorot mata penuh rasa bersalah terlihat di sana. Meski perlakukan tante dan om terkesan kejam kepada Alea, mbak Marinka berbeda dengan keduanya. Dia adalah sosok satu-satunya yang menyayangi Alea kecil di rumah itu. Namun semua itu terasa runtuh saat mbak Marinka kabur dihari pernikahanya hingga membuat Alea terjebak di sana.


"Hai dek. Gimana kabar kamu?"

__ADS_1


"Aku nggak ingin basa-basi lagi mbak. Kasih alasan kenapa mbak kabur dihari pernikahan mbak Marinka!" sebutir air mata kembali lolos. Melihat mbak Marinka membuat ketegaran sosok Alea selama ini runtuh seketika. Ia ingin menangis, berbagi kisah bagaimana hidupnya yang sulit setelah menikah dengan mas Arsen, menceritakan semuanya kepada mbak Marinka seperti dulu. Hanya saja yang membuat hidupnya seperti ini tidak lebih dan tidak bukan juga karena mbak Marinka.


"Maaf dek. Mbak nggak tahu kalau kamu yang malah harus terjebak dengan keluarga Yudhistira. Kalau mbak tahu, mbak juga nggak akan kabur. Kamu, baik-baik aja kan Al?"


Tangis Alea runtuh seketika. Syukur, Keadaan kafe yang lumayan kosong, jadi tangis Alea tak menarik perhatian banyak orang. "Aku capek mbak. Aku sakit hati, aku ingin bebas. Aku menikah dengan orang yang ngebohongin aku dari awal. Dia.. Dia masih menyukai wanita lain mbak"


Lihat? Semuanya Alea keluarkan dalam sekejab. Belum tentu ia bisa seterbuka ini pada orang lain, bahkan Alea masih menyembunyikan masalah ini dari kedua sahabatnya.


"Kenapa mbak? Kenapa mbak kabur dan buat aku terjebak di neraka dunia?!!" pekik Alea.


Marinka berpindah posisi duduk disamping Alea dan memeluk adik sepupunya itu erat. Sekertaris Arsen dan anak buah laki-laki itu masih terus mencari keberadaannya. Bisa kembali ke Indonesia tanpa ditangkap pun susahnya mati-matian. Marinka tak boleh tertangkap sebelum mengatakan semua hal pada Alea.


"Dengarkan Mbak Al" Marinka melerai pelukan mereka kemudia menangkup ke dua pipi adiknya dengan tangan. "Ada alasan kenapa mbak kabur, dan itu berhubungan sama kamu. Jadi dengarkan mbak baik-baik sekarang yang Al"


Saat melihat Alea mengangguk, Marinka menghembuskan napasnya pelan. Satu bulan sebelum sang ayah berkata akan menikahkannya dengan salah satu anggota keluarga Yudhistita, Marinka mencari tahu terlebih dahulu bagaiman keluarga itu.


Kaya? Tentu. Marinka juga sempat tak keberatan asalah dia dinikahi oleh laki-laki kaya, terlebih sosok Arsen yang tampan dan pintar, Marinka jelas tak keberatan sama sekali. Hanya saja, saat tahu jika mereka dinikahkan untuk membayar utang, Marinka mulai merasa ada yang salah dengan kekuarga itu.


Ia mulai mencari tahu bahkan sampai menanyakan pada orang-orang yang mengenal keluarga itu. Dan fakta jika pernikahan Arsen batal karena sang calon mempelai wanita memiliki hubungan dengan anggota lain dari keluarga Yudhistira membuat Marinka semakin penasaran.


Hingga akhirnya saat mencari tahu lebih dalam, Marinka menemukan fakta salah satu anggota keluarga itu pernah terlibat dalam sebuah kecelakaan 15 tahun yang lalu, kecelakaan dimana hanya menyisahkan satu nyawa gadis kecil yang selamat, sedangkan dua sisanya meninggal setelah 3 bulan dirawat di rumah sakit, memang keluarga Yudhistira bertanggung jawab dengan biaya pengobatan, hanya saja nyawa tetap melayang akibat kecelakaan itu. Marinka tengah menyelidikinya lebih lanjut, namun sialnya keberadaan Kenzo membuat semuanya menjadi berantakan.


"Keluarga Yudhistira yang membuat kamu menjadi yatim piatu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



Maaf kalau ada typo ya, karena belum aku edit lagi.


__ADS_2