Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
S2 : Terjebak Diingatan Malam Itu


__ADS_3

Aku baru sadar bab kemarin nama Arsen berubah jadi Aska. Bab ini juga hampir kaya gitu. Udah kelar ngetik baru sadar. Wkwkw maaf kan hayati ya. Nanti aku revisi bab kemarin.


Selamat membaca.


°°°


Tak ada yang bisa ia pikirkan selain ucapan Bima barusan. Semuanya seolah tak nyata hingga Arsen tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang ada ditangan. Ini yang ia harapkan, namun entah kenapa semuanya malah terkesan salah. Ia berharap sesuatu yang bahkan akan berdampak buruk bagi Alea.


Kecelakaan itu terjadi dua bulan yang lalu. Itu yang Bima katakan. Saga meninggal dalam kecelakaan itu sedangkan Alea koma dan dirawat di rumah sakit. Mungkin ini mimpi, ia belum bangun sepenuhnya, maka dari itu Arsen berbalik badan lalu langsung berlari ke ruang rapat. Kalian pasti pernah merasakan mimpi di dalam mimpi, jika Kenzo mengatakan hal persis seperti kemarin, maka Arsen harus bangun sekarang. Sudahi semua mimpi ini dan bangun sekarang juga.


"Alea baik-baik aja Ken?" pertanyaan itu terlontar begitu Arsen saat melihat Kenzo tengah duduk di ruang rapat dengan beberapa karyawan lain.


Tak peduli jika bukan hanya mereka berdua saja yang ada di sini. Arsen mendekat ke arah Kenzo lalu langsung mencengkram kerah baju laki-laki itu. Rasa nyeri pada jarinya saat tak sengaja terbentur oleh kaki meja, menandakan jika semua ini memang bukanlah mimpi semata.


"Dimana dia?!! Dimana Alea??!!" pekikan itu menggema seketika. Beberapa staf memilih untuk keluar dari ruang rapat saat melihat sang bos kembali meracau menyebut nama mantan istrinya. Bukan hal pertama kali yang mereka lihat. Arsen memang sering kali meracau tentang Alea setelah minum. Dan itu hal yang ditebak oleh para staf lain. Bosnya baru saja minum dan kembali meracau nama istrinya.


"Dia baik-baik aja?" tanya Arsen lagi. Kenzo yang tak menebak pertanyaan ini sebelumnya tampak terkejut. Selama apapun disembunyikan, Kenzo tahu Arsen pasti akan mengetahuinya.


"Mimpi gue jadi kenyataan?"


Melepas kasar tangan Arsen yang mencengkram bajunya. Kenzo menghela napasnya kasar. Meski ini adalah hal normal yang diharapkan bagi orang yang tak bisa move on, tapi menurut Kenzo masih tetap tak bisa dibenarkan.


"Mimpi itu, lo cuman cerita sama gue kan Sen?"


"Jadi, semuanya bener? Semua yang gue denger dari Bimo bener?"

__ADS_1


Arsen maraup wajahnya sendiri kasar. Hal yang sepenting ini, bisa-bisanya Kenzo menyembunyikan semuanya begitu rapat.


"Terus undangan yang gue liat tadi pagi?"


Hembusan napas kasar kembali keluar dari Kenzo. "Lo nggak liat tanggalnya dengan teliti. Itu undangan dua bulan yang lalu Sen"


"Terus dimana Alea?"


Memegang kedua pundak Arsen, Kenzo memaksa laki-laki itu untuk duduk terlebih dahulu. Semuanya tak semudah yang dibayangkan. Gita dan Keke bahkan berpikir berulang kali untuk merasa yakin melibatkan Arsen lagi di dalamnya.


"Mereka kecelakaan dua bulan yang lalu. Saga meninggal ditempat sedangkan Alea koma selama dua bulan"


Meski ini adalah sesuatu yang Arsen harapkan, namun semuanya masih tak bisa dicerna baik oleh otaknya. Semuanya masih tak masuk akal seolah dirinya tengah berakting dengan alur cerita pasaran. Bercerai, mantan istri menikah tapi suaminya meninggal, lalu mereka kembali rujuk. Semuanya masih tampak tak nyata sebelum ucapan Kenzo selanjutnya menyentil kesadaran Arsen sepenuhnya.


"Alea sadar 1 minggu yang lalu dan dia nyariin lo" lanjut Kenzo.


°°°


Sepanjang perjalanan Arsen hanya diam sambil mendengarkan semua penjelasan Kenzo mengenai keadaan Alea. Mimpinya memang seolah menjadi nyata. Saga meninggal, dan Alea menjadi sosok lain. Hanya saja bukan sosok wanita yang melupakan dirinya sepenuhnya. Ingatan Alea terjebak di pertengkaran mereka malam itu saat Alea menemukan undangan pernikahan Arsen dan Dira.


Dengan tangan yang saling menaut satu sama lain. Langkah Arsen mengekor Kenzo yang kini berjalan di depannya menuju kamar inap dimana Alea berada.


Entah ia harus bersyukur atau tidak karena ingatan Alea berakhir di pertengkaran malam itu, bukan diakhir cerita mereka setelah bercerai. Arsen hanya merasa lega karena Alea mengingatnya, mencarinya begitu sadar, dan itu berarti ada satu kesempatan lagi yang Arsen miliki.


Begitu pintu terbuka, suara tawa dari arah dalam terhenti seketika. Membeku seperti Arsen yang kini hanya berdiri di depan pintu dengan degup jantung yang begitu cepat.

__ADS_1


Pandangan mereka bertemu, pandangan dirinya dan Alea bertemu membuat rasa sesak karena rindu itu menjalar dan berakhir mencekat tenggorokannya. Bolehkan ia bersyukur karena melihat Alea baik-baik saja sekarang? Duduk bersandar di bangkar rumah sakit dengan selang infus yang ada di tangan.


Tanpa sadar air mata Arsen menetes. Rasa bahagianya membuncah mengalahkan rasa bersalahnya pada Saga. Biarkan ia menjadi egois sekali lagi kali ini.


Tepukan Kenzo di bahu diikuti dengan pria itu yang keluar dari ruangan bersama dengan Gita dan Keke, Arsen menutup pintu dengan tubuh bergetar. Memunggungi Alea dengan air mata yang kini mengalir deras.


Kenzo meminta bantuan agar Arsen bersikap seperti dulu lagi, dingin dan hanya memperdulikan Dira agar ingatan Alea bisa kembali. Tapi sepertinya Arsen tak sanggup untuk melakukan hal itu, dulu ia tak sadar akan perasaan nya, tapi sekarang semuanya jelas berbeda.


"Sesuka itu kamu sama mbak Dira mas, sampai nggak ngunjungi aku bahkan setelah aku sadar. Aku yakin Mas Kenzo pasti ngasih tahu kamu kalau aku sudah sadar"


Ucapan lirih penuh sindiran itu mengiris hati Arsen. Diiris perlahan-lahan hingga goresannya terasa begitu menyakitkan. Mengusap air matanya, Arsen membalikan badan dan mendapati Alea juga tengah menyeka air matanya sendiri.


"Secinta itu kamu sama mbak Dira mas?"


"Dek"


"Aku cari kamu mas!!!. Aku cari kamu satu minggu ini mas!!!!"


"Maaf"


"Kamu brengsek Mas, aku sampai berpikir kalau kamu udah nggak peduli sama aku, kalau kamu—"


Tak membiarkan Alea melanjutkan kalimatnya. Arsen mendekat lalu menarik Alea ke dalam dekapannya.


°°°

__ADS_1


Sedih amat ini cerita jadinya ya. wkwkw ayo nikmatin hukuman kamu Arsen


__ADS_2