
Jakarta.
Suara musik khas Jawa mengalun indah bersamaan dengan kakinya yang turun dari taxi bersama dengan Saga. Alea memang sengaja datang saat hari dimana akad dilaksanakan. Karena jika ia datang sebelumnya, ada kemungkinan mas Arsen akan berusaha untuk bertemu dengannya.
Dengan Saga yang berdiri di sampingnya. Alea tersenyum dengan mata berkaca-kaca melihat pantulan Gita yang menggunakan dress berwarna putih di kamar wanita itu. Tangis Gita pecah saat Alea memeluk wanita itu dari belakang.
"Cantik. Jangan nangis, nanti make up nya luntur" menghadapkan tubuh Gita agar berhadapan dengannya, Alea mengusap air mata sahabatnya ini.
"Gue nikah sama mas Kenzo Al. Tajir. Jadi ini waterproof"
Alea tertawa, dipeluknya tubuh Gita selang beberapa detik sebelum Keke muncul dan memekik panik hingga gedang telinga Alea dan Gita terasa sakit.
"Yakk udah rapih. Hancur nanti riasannya" Keke menarik Alea paksa agar terlepas dari pelukan Gita, sebelum akhirnya dipeluknya erat tubuh Alea dihadiahi tangisan yang sama pilunya.
Alea tersenyum ke arah Diwa yang datang bersama dengan Keke. Laki-laki itu balik senyum dan menyalami Saga yang berdiri tak jauh dari mereka.
Kehidupan Alea memang sepertinya akan terus berputar disekitar mas Arsen. Gita yang menikah dengan Mas Kenzo dan Keke yang berpacaran dengan Diwa yang mungkin akan lanjut ke pelaminan. Hidup Alea memang sepertinya sudah ditakdirkan berada di orbit yang sama dengan keluarga Yudhistira.
"Gimana kabarnya Al?" tanya Keke sambil mengusap air matanya sendiri.
"Baik. Udah cantik-cantik begini, nggak boleh nangis ah" Alea mencolek dagu Keke dan Gita bergantian yang membuat senyuman terbit di wajah keduanya "Lo pada sehat juga kan? Semoga kamu sama mas Kenzo langgeng ya Git. Dan Wa, jangan digantungi doang sahabat gue ya. Diajakin serius"
Acungan jempol yang diberikan oleh Diwa seketika membuat ruangan yang sebelumnya terasa pilu kini kembali ceria dengan tawa yang menggema.
"Nak, ayo turun. Akadnya sudah mau dimulai" suara mamah Sinta—ibu dari Gita yang berdiri diambang pintu mendapat anggukan dari sang mempelai wanita.
Dengan Alea dan Keke yang berdiri di sisi Gita. Mereka keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tengah dimana acara akad akan dimulai. Sama seperti Gita yang mungkin gugup karena sebentar lagi akan menyandang status sebagai istri. Alea sama gugupnya karena kemungkinan ini akan menjadi pertemuan pertama dirinya dan mas Arsen. Info dari Diwa jika Arsen juga sudah datang dan duduk tak jauh dibelakang Kenzo.
Dan benar saja, rasanya degupan hati Alea berdetak begitu kencang saat matanya tak sengaja bersitatap dengan mata mas Arsen yang juga menatapnya terkejut. Alea sebaik mungkin menahan ekspresinya agar terlihat normal seperti biasa. Setelah mengantar Gita duduk di samping Mas Kenzo, Alea memilih untuk duduk cukup jauh dari mas Arsen, meski Alea tahu tatapan laki-laki itu padannya tak akan pernah terputus.
"Lo harus ingat, sekarang hanya ada gue Al. Nggak ada dia lagi" Saga yang duduk disebelahnya, mengambil tangan Alea dan menggenggamnya dengan erat.
Entah apa yang merasuki dirinya sekarang, Alea membiarkan hal itu karena nyatanya genggaman Saga pada tangannya terasa sedikit menenangkan degupan hatinya. Atensi Alea pada mas Arsen sebelumnya kini malah beralih pada Saga yang duduk disampingnya sambil sesekali tersenyum menenangkan.
"Buat gue jatuh cinta sama lo Ga. Buat gue jatuh cinta sama lo sampai gue bisa lupain mas Arsen. Saat itu tiba, lo akan di posisi mas Kenzo dan gue bakal ada di posisi Gita yang duduk disamping lo"
Ada ekspresi terkejut sejenak yang ditunjukkan oleh Saga. Sebelum akhirnya senyuman lebar mengembang bersamaan dengan genggaman tangan laki-laki itu yang semakin erat.
Mas. Aku ingin jatuh cinta pada sosok lain. Jadi aku rasa kisah kita memang sudah berakhir 5 tahun yang lalu.
__ADS_1
...°°°...
"Bisa bicara berdua sebentar Al?"
Alea yang kala itu tengah menikmati es krim coklat menoleh ke sumber suara. Saga tengah izin pulang sebentar untuk mengunjungi keluarganya dan berjanji akan kembali untuk menjemput Alea.
Mas Arsen berdiri dengan tatapan penuh harap ke arah Keke. Seolah dengan tatapan itu meminta Keke untuk meninggalkan mereka berdua sejenak.
Mendapat anggukkan kepala dari Alea, Keke undur diri. Arsen mengambil posisi duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Keke.
"Gimana kabarnya Al?" buka Mas Arsen, ada nada getir yang Alea dengar di suara itu.
"Baik. Mas gimana kabarnya?" Alea bukanlah gadis berumur 19 tahun lagi yang labil hingga enggan untuk bicara dengan mantan, mantan kekasih apalagi mantan suami. Usianya cukup dewasa sekarang untuk membuatnya juga bersikap dewasa.
"Tidak terlalu baik"
Dahi Alea berkerut. Sudah jelas ada maksud dibalik jawabannya itu.
"Mas denger dari Gita, tahun lalu kamu wisuda ya dek?"
'Dek' sepertinya panggilan itu sudah tidak seharusnya digunakan.
"Nggak mau balik dan kerja di Indo?"
Alea menggelengkan kepalanya. Negera ini terlalu menyimpan banyak luka untuknya. Alea sudah cukup bahagia di sana bersama Saga yang mungkin setelah ini akan terus ada bersamanya.
Karena detik ini, Alea sadar. Degupan jantung yang cepat tadi hanya efek dari Alea yang sudah lama tak melihat mas Arsen, karena nyatanya sekarang, saat mereka bertegur sapa getaran itu menghilang. Rasanya Alea seperti sedang bertegur sapa dengan orang asing. Tak ada rasa dan tak ada antusias untuk terus melanjutkan pembicaraan. Lalu Alea ingat, akhir kisah mereka kala itu tidak ditutup dengan baik. Dirinya menghilang begitu saja tanpa ada kabar sama sekali. Maka dari itu, Alea ingin kisahnya yang menurut orang sad ending ini harus ditutup dengan cara yang baik pula.
"Betah tinggal di sana ya Al?"
"Betah mas. Lingkungan yang baru dengan orang yang baru juga"
"Kerjaan kamu lancar?"
Alea bisa melihat bagaimana dua tangan laki-laki itu terlihat saling bertaut mengurangi rasa gugup.
"Lancar mas."
"Maaf dek. Mas ingin minta maaf secara tulus sama kamu"
__ADS_1
Alea tersenyum tulus "Jika mas minta maaf karena apa yang terjadi di rumah tangga kita dulu, Aku sudah maafin mas. Aku juga sempat ngucapin selamat ke mbak Dira di akun ig dia saat melahirkan. Tapi kalau minta maaf karena kejadian bertahun-tahun yang lalu yang menyangkut kakek dan orang tua aku. Semuanya biarin berjalan seperti biasa aja ya mas. Karena aku nggak bisa menerima maaf itu walau aku tahu kamu nggak terlibat dan ini juga atas permintaan ayah. Tapi aku masih belum bisa mas"
Arsen tampak menganggukkan kepalanya. Hubungan mereka sudah berkahir 5 tahun yang lalu, tak seharusnya dirinya masih berharap hubungan mereka kembali membaik "Memang butuh waktu ya Al. Mas akan nunggu sampai kamu bisa maafin mas"
"Akan datang waktu itu mas. Tapi nggak akan pernah datang waktu dimana kita rujuk kembali. Aku denger dari Diwa, jadi lupain aku mas. Bangun hidup mas yang baru sama wanita lain. Karena aku, juga akan membangun itu perlahan dengan sosok lain" Alea mengatakannya sambil menatap ke arah Saga yang baru saja turun dari mobil dan berjalan cepat ke arahnya seperti kebakaran jenggot.
"Sama Saga?" tanya Arsen pelan.
Alea menganggukkan kepalanya.
"Dia pria baik Al, mas yang laki-laki saja bisa merasakan kalau dia pria baik-baik. Jadi berbahagialah sama dia ya Al. Mungkin memang begini akhir cerita kita"
Alea mengangguk kembali. Sebelum Saga mendekat dan membuat kekacauan karena tampak seperti ingin meninju Arsen, Alea langsung berdiri dan mengulurkan tangannya yang langsung dijabat oleh mas Arsen.
"Alea juga berharap mas akan bahagia suatu saat nanti"
Setelah mengatakan itu, jabatan tangan mereka terlepas. Alea tampak lega karena semuanya berkahir baik-baik, berbanding terbalik dengan Arsen yang tampak terlihat pilu. Mungkin ini adalah hukuman yang pantas ia dapatkan seumur hidup.
Alea langsung berjalan menuju Saga dan mengalungkan tangannya di lengan laki-laki itu. "Nggak usah marah-marah" bisiknya sambil menuntun Saga menuju tempat dimana teman-teman mereka berada "Kayanya bocah-bocah sengklek Itu bakal heboh kalau tahu kita pacaran Ga"
Langkah Saga berhenti seketika "Al?"
"Iya. Ajakan kamu nggak expired kan? Ayo kita kencan. Tapi jangan lama-lama, 2 bulan mungkin cukup. Karena aku ingin nikah muda"
"Kamu? Aku? nggak lagi gue, lo?" Saga mengulum senyumnya malu-malu "Kamu yakin kan Al? Karena setelah detik ini aku nggak akan ngelepasin kamu lagi"
Alea menganggukkan kepalanya "Aku cukup dewasa untuk sadar perasaan apa yang aku punya buat kamu. Cuman telat aja sadarnya"
Saga tersenyum lebar lalu menarik Alea dalam pelukannya. Arsen yang melihat itu dari kejauhan juga tampak tersenyum. Entah tersenyum jenis apa yang tengah Arsen tunjukkan sekarang.
...°°°...
oke. ini benar-benar tamat ya. karena kisah mereka nggak bisa dilanjutin lagi. so, ayo move on, pindah ke lapak DeaAlaska ya.
atau ke Ocha juga bisa.
__ADS_1