
5 tahun kemudian.
Arsen duduk sambil menatap sepasang anak kecil yang berlarian di halam rumah dengan air hujan yang mengguyur keduanya. Tawa riang Ranti dan Geo membuat sebuah senyuman juga terukir di bibir Arsen sekarang.
Saat keduanya menggerakkan tangan meminta dirinya untuk ikut bergabung, Arsen menggelengkan kepalanya pelan. Alea tak suka hujan, dia bisa mengomel panjang lebar jika melihatnya basah kuyup.
Dengan secangkir kopi ditangannya, Arsen menyesapnya sebentar kemudian melirik ponselnya yang berada di atas meja.
"Abang, Adek, mandi hujannya tinggal 15 menit lagi ya. Setelah itu mandi sebelum dijemput"
Keduanya kompak menganggukkan kepala, lalu kembali kejar-kejaran dengan tawa yang menggema. Masa anak-anak itu benar-benar masa yang paling menyenangkan, tak ada beban pikiran dan bebas melakukan apapun.
Satu notifikasi yang masuk ke ponsel membuat tawa Arsen kembali terdengar. Pesan dari Gita yang curhat panjang lebar mengenai Kenzo yang begitu menyebalkan di toko baju pengantin yang mereka sewa.
Menekan tombol video call. Tak butuh waktu lama untuk wajah Gita yang cemberut muncul di layar ponsel.
"Tahu nggak mas. Aku kaya mau nikah sama kedebok pisang"
"Kedebog?" tanya Arsen bingung. Benar kata Alea, Gita itu sangat suka mencampurkan antara bahasa indonesia dan bahasa jawa.
"Batang pisang mas. Tahu kan? Lurus, ngejejeg nggak jelas. Udah sana ah mas, mas kan pernah nikah, coba dinasehati sahabatnya itu"
__ADS_1
Arsen tertawa lagi saat melihat ekspresi wajah Kenzo yang berusaha menjunjung tinggi kesabarannya. Kata Kenzo, 'untung sayang banget nyaris bucin sama itu anak, kalau nggak gue udah angkat tangan'.
"Emang sesusah ini ya Sen ngadepin cewek yang lagi PMS?"
"Masih banyak kejutan yang bakal nyapa lo setelah nikah, jadi nggak usah kaget begitu" Arsen melirik ke arah Ranti dan Geo. Jangan sampai keduanya keluar dari gerbang.
"Kalau Alea dulu pas PMS, lo gimana?"
"Gue?, gue pernah beliin pembalut buat dia di kampus. Gue juga pernah kena ambekkan pas dia nggak bisa ngerjain tugas sendiri"
"Kudu sabar emang berarti ya"
Arsen menganggukkan kepalanya. "Nikmatin Ken. Karena nyatanya sekarang gue rindu masa-masa begitu"
Meletakan ponselnya kembali, Arsen menggerakkan tangannya meminta Ranti dan Geo untuk mendekat. "Abang, adek, udah selesai. Waktunya sudah habis, ayo mandi"
Tak ada drama ngambek atau yang lainnya, Ranti dan Geo langsung mengangguk dan mengekor Arsen ke kamar mandi.
"Habis hujan-hujanan mandi air hangat mas, biar suhu badan normal lagi"
Arsen mengangguk mengikuti saran Alea. Hanya butuh waktu kurang dari 1 jam, keduanya sudah rapih dan harum. Saat tengah menyantap roti bakar buatannya, Kais dan Dira datang dengan sekantong buah kesukaan Arsen, oh tidak lebih tepatnya kesukaan Alea yang 5 tahun belakangan menjadi kesukaan Arsen yang dimakan ketika merindukan wanita itu.
__ADS_1
"Mamih, seru banget hujan-hujananya tadi" seru Ranti yang mendapat senyuman dari Dira.
"Wah, seru banget yah. Sayang mamih nggak bisa main hujan-hujanan sama kalian tadi" ucap Dira "Makasih ya mas, udah mau dititipin anak-anak"
Arsen menganggukkan kepalanya. Kehadiran anak-anak membuat rumah yang ditinggalkan Alea 5 tahun yang lalu terasa sedikit terisi. Biasnya semuanya terasa begitu hampa dan kosong. Karena kenyataannya perceraian mereka 5 tahun yang lalu membuat dunia Arsen terasa begitu hancur. Hanya Ranti dan Geo yang kadang membuat hidup Arsen sedikit bernyawa.
Sumpah demi apapun Arsen merindukan kehadiran mantan istrinya, merindukan kehadiran Alea yang langsung terbang meninggalkan negri ini begitu mereka sah bercerai secara hukum. Hal yang membuat Arsen semakin tersiksa adalah dirinya tak tahu di negara apa Alea melanjutkan studinya. Arsen hanya tahu secuil tentang Alea dari Gita. Calon istri sahabatnya itu juga tutup mulut jika dirinya menanyakan keberadaan wanita itu.
Mungkin ini memang akhir kisah mereka. Hukuman setimpal yang memang pantas untuk Arsen dapatkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan ini akhir dari kisah Alea dan Arsen. nggak semuanya harus happy ending ***kan? karena di dunia nyata pun banyak yang tak berkahir bahagia.
Pertama, aku mau TERIMA KASIH BANYAK kepada kalian semua yang baca cerita ini sampai tamat. terhitung kurang lebih 4 bulannan kayanya ya.
Kedua. Terima kasih karena sudah sabar dalam menunggu bab yang di up. Penulisnya mageran soalnya 🤭
dan yang Ketiga, aku bawa cerita baru ya. ada Woro-woronya juga di sana, biar jangan terlalu berharap dalam up cepat. karena aku pengin nulis kaya dulu, satu bab bisa sampai 3000 kata lebih, nggak berpatok ke 1000 kata dalam sehari.
pokoknya love yang banyak buat kalian semua 😘😘😍😍🥰🥰🥰***
__ADS_1