Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 51 : Kisah Yang Sebenarnya 2


__ADS_3

"Mas baru sadar kalau mas sayang sama Alea bun. Mas sudah melukai dia dengan nggak jujur tentang Dira, jadi mas nggak mau melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Apapun konsekuensi yang akan mas terima. Mas siap asal Alea kembali ke mas"


Tangis Amel semakin menjadi. Semuanya memang harus dijelaskan sekarang juga. Mengusap air matanya, Amel mencoba untuk kuat dan tak peduli dengan tatapan sang suami.


"Pak Ridwan sempat sadar saat dibawa ke rumah sakit mas. 2 hari setelahnya dia sadar dan dihari itu juga kami buat perjanjian. Bukan, bukan perjanjian. Lebih tepatnya mendengarkan permintaan pak Ridwan kala itu. Dia meminta kami untuk menjaga Alea


"Bunda nggak tahu alasan pastinya, karena pak Ridwan hanya berkata kasus itu tak akan dibawa ke jalur hukum asalkan keluarga kita menjamin hidup Alea hingga lulus kuliah"


Arsen memejamkan matanya mendengar semua penjelasan bunda.


"Setelah dicari tahu, bisnis mereka bangkrut mas. Dan satu-satunya cara agar Alea hidupnya terjamin adalah tidak membawa kasus ini ke jalur hukum. Dan ternyata keputusan mereka benar adanya, karena—" Amel menatap ke arah suaminya sekilas.


"Setelah kami menyutujuinya, Ridwan dan istrinya koma. Selain memantau Area, kami tak pernah datang lagi ke rumah sakit karena takut ada media yang melihat. Kami hanya membayar biaya perawatan dan berhenti saat mendengar kabar keduanya meninggal dunia. Orang yang ditemui terakhir kali adalah adiknya. Bunda hanya tahu sampai sana mas, dan selama 6 bulan kakek kamu merasa seperti pembunuh" lanjut Amel.


"Menikahkan mas dengan Alea juga termasuk rencana bunda dan ayah?" tanya Arsen.


Amel menganggukkan kepalanya "Kami tahu Alea tinggal bersama saudara jauhnya, Jordy. Tapi Jordy tidak tahu menahu siapa kita sebenarnya."


Dahi Arsen berkerut dalam. Jika Jordy menemui Ridwan untuk terakhir kalinya, bukankah seharusnya dia mencari tahu penyebab kakaknya koma di rumah sakit?.


"Bunda mencari tahu tentang Jordy, dan mereka adalah pasangan yang gila dengan uang. Kemungkinan yang terjadi adalah demi asuransi kesehatan orang tua Alea, mereka yang melakukannya."

__ADS_1


"Itu hanya tebakan kita. Karena kita tak pernah mencari tahu lagi setelah itu. Jangan menggali sesuatu yang sudah susah payah dikubur mas" Bagas berucap lalu berjalan pergi meninggalkan anak dan istrinya.


Amel mengusap wajah putranya penuh dengan kelembutan "Bunda tahu apa yang Jordy lakukan pada Alea, maka dari itu saat kamu gagal nikah dengan Dira, bunda berkeinginan untuk menikahkan mu dengan Alea. Bunda tahu Marinka adalah gadis yang suka dengan kebebasan, karena itu bunda percaya dia akan kabur dan Alea yang akan menjadi penggantinya."


"Kenapa harus dengan menagih hutang bun? Kita bisa meminta Alea dengan baik-baik"


"19 tahun mas. Alea baru berusia 19 tahun. Dan jika kita tiba-tiba datang, keluarga Yudhistira tiba-tiba meminta Alea menjadi menantu di keluarga kita, maka—"


"Jordy akan mencari tahu alasannya. Dan kasus itu akan kembali terangkat" tebak Arsen yang membuat hatinya begitu sesak saat bunda mengangguk lemah.


Semuanya kembali ke tujuan awal. Tak boleh ada kesalahan kecilpun yang merusak pandangan orang terhadap keluarga Yudhistira yang adi daya.


***


Melangkah menuju ruang tengah, dirinya terduduk di atas karpet dengan sesak dihati yang kian bertambah. Ingin rasanya Alea mengakhiri hidupnya dan ikut bergabung dengan kedua orang tuanya di sana.


Tangis yang 5 hari ini berusaha ia bendung, pecah seketika. Rada sesak merambat naik hingga tenggorokannya mulai terasa sakit. Melepas rada sesak yang ada suara sesenggukkan disertai teriakan mulai menggema di rumah ini. Hanya ada dirinya disini, tak ada siapapun, Alea bisa melepaskan semua kesedihan yang perlahan menumpuk sejak ucapan mbak Marinka 5 hari yang lalu.


Alea tak percaya-bukan-dirinya mencoba untuk tak percaya dengan ucapan Marinka. 4 hari Alea menginap di rumah bi Ina yang setuju untuk tak memberitahu keberadaannya pada mas Arsen. Dan hari ini Alea kembali ke rumahnya sendiri saat melihat pesan foto yang dikirimkan oleh Marinka jika om dan tante berada di bandara untuk terbang menuju salah satu negara di Eropa.


"Keluarga Yudhistira yang buat kamu jadi yatim piatu"

__ADS_1


Kalimat Marinka kembali berputar di kepalanya. Segala cerita wanita itu yang perlahan tampak masuk akal membuat Alea tak bisa lagi menebak jika itu adalah ucapan jujur atau bohong. Alea merasa dirinya seolah tenggelam seketika. Tenggelam di lautan rasa bersalah jika apa yang dikatakan oleh Marinka sesuai dengan apa yang terjadi.


Sialnya, tak ada satupun berita mengenai kecelakaan di jalan tol dihari dan tahun itu. Seolah memang tak terjadi apapun meski dua nyawa terenggut 3 bulan setelahnya. Meski gadis kecil terbaring lemah tanpa tahu jika kedua orang tuanya telah tiada. Seseorang menutupnya dengan rapat agar tak tercium media manapun. Dan seadidaya keluarga suaminya jelas mampu untuk menyembunyikan semua hal itu.


Mas Wira?


Alea menampar wajahnya sendiri berulang kali tatkala ingat jika wajah ini pernah tersenyum kepada laki-laki itu.


Dari pipi, tangannya turun memukul dadanya sendiri karena tak seharusnya ia mencintai suaminya, mencintai laki-laki yang berasal dari keluarga Yudhistira.


Lagi-lagi hujan kembali turun diluar sana. Seolah ingin menghukum Alea agar mengingat kembali kejadian malam itu. Agar rasa bersalahnya karena pernah-dan saat ini masih menjadi menantu keluarga Yudhistira semakin memupuk.


Bagaimana ia akan menghadapi kedua orang tuanya di atas sana?.


Apalagi jatuh cinta pada salah satu anggota keluarga Yudhistira yang jelas menjadi penyebab kematian kedua orang tuanya.


Alea menampar pipinya kembali. Hujan diluar membuat napasnya terasa semakin sulit. Sudah dibilang, Alea takut dengan hujan, takut dengan suara gemuruh jutaan air yang jatuh dari langit itu, karena mengingatkan tentang hal yang amat mengerikan bagi Alea.


"Akhhh" teriak Alea keras. Pintu depan yang dibuka, membuat suara hujan terdengar begitu menakutkan bagi Alea. Napasnya terasa begitu sesak, dan mungkin Alea akan jatuh pingsan sebentar lagi.


Saat tubuhnya yang mulai terasa begitu lemas dan lunglai dengan mata yang nyaris tertutup, Alea merasa tubuhnya ditarik dan berakhir didekap sangat erat. Tak ada lagi tenaga untuk melihat siapa yang memeluknya sekarang, namun aroma parfum yang tercium dari sosok yang tengah memeluknya erat, Alea tahu siapa yang memeluknya sekarang.

__ADS_1


Arsenio Yudhistira.


__ADS_2