
ini akan double up ya.
...***...
"Hai"
Sapaan yang terdengar lembut dari suara yang tak asing itu membuat Alea yang tengah bermain ponsel sambil menunggu kembalinya Arsen, mendongak perlahan. Mata cantiknya membulat sempurna diikuti oleh sebuah senyuman yang mengembang seketika.
Sejak dirinya sadar dari koma. Tak ada kenalan² lain yang ia temui kecuali orang-orang yang mengenal Arsen dan sejak ia sadar memang sudah ada disisinya, baru kali ini Alea bertemu dengan kenalannya yang lain.
Sejujurnya untuk mengingat semuanya perlahan, Alea bisa mengajukan pertanyaan² yang berkecamuk di kepalanya pada Arsen ataupun sahabat² nya. Hanya saja, Alea ragu untuk melakukannya karena kebohongan Arsen akan Dira kala itu membuat Alea sulit untuk percaya pada orang-orang disekitarnya. Terlebih, saat Keke yang memanggil mas Arsen di rumah sakit kemarin untuk bicara di luar, sejujurnya Alea mendengar panggilan itu.
Sejak saat itu, Alea sengaja tak menanyakan apapun pada mas Arsen karena berharap laki-laki itu akan jujur semuanya. Dan Alea merasa pilihannya tepat karena pada akhirnya Arsen mengatakan jika mereka pernah bercerai sebelumnya. Setidaknya, tahap awal kejujuran itu muncul pada Arsen.
"Hai"
"Hai mas" sapa Alea balik. Mempersilahkan Azri untuk duduk di depannya.
Bukan, bukan berarti Alea juga akan melemparkan banyak pertanyaan pad amas Azri, mereka tak sedekat itu hingga Alea pun yakin Azri tak tahu apapun. Jangankan apa yang terjadi sebenarnya, mas Azri bahkan tak tahu jika dulu dia pernah menikah dengan mas Arsen.
"Gimana kabarnya? Baik?"
__ADS_1
Alea mengangguk semangat "Baik mas. Mas gimana kabarnya?"
"Baik. Kayanya lagi nggak sendiri ya Al?"
"Iya mas, berdua. Orangnya lagi ke toilet"
"Oh, sama suami kamu pasti ya?"
Alea mengangguk pelan. Ya. Suami yang pernah menjadi manta suami dan akan menjadi suami sahnya kembali.
"Kata Gita, kamu tinggal di Praha?"
Dahi Alea berkerut dalam. Baru kali ini ia mendengar ada orang yang membahas Praha di depannya. Praha? Tinggal di Parah?.
Azri menganggukkan kepalanya "Iya. Setelah kalian menikah, kamu sama Saga milih untuk menetap di sana"
Tangan Alea yang berada di bawah meja, mengepal erat. Saga. Benar, laki-laki itu tak muncul sama sekali semenjak ia sadar. Tapi? Menikah? Dengan Saga?.
Mencoba untuk mengingat semuanya, membuat kepala Alea terasa sakit tiba-tiba, telinganya terasa berdengung keras, dan tangan yang hendak untuk mengambil obat di tas kini hanya mengepal lemas diatas meja.
"Jadi, kamu benar-benar hilang ingatan?"
__ADS_1
Dengan sisa-sisa tenaganya, Alea mencoba untuk menatap mas Azri lagi. Laki-laki itu, membantu mendekatkan gelas Alea.
"Di mana obat kamu? Di dalam tas?"
Alea mengangguk lemas. Kepalanya benar-benar terasa sakit sekarang, bayangan-bayangan kecil akan wajah Saga terus terlintas di kepala. Alea tahu, Saga memang jatuh cinta padanya, hanya saja Alea tak paham kenapa dirinya bisa menikah dengan Saga. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, setelah menenggak obat, Alea kembali menatap ke arah Azri.
"Aku, ni.. Nikah sama Saga?"
Kali ini Azri yang mengangguk. Sejak pertama kali ia melihat Alea dikafe waktu itu dan sangat yakin jika tak salah orang, Azri mulai mencari tahu semuanya. Awalnya ia menghubungi Gita, dan sempat percaya saat Gita bicara jika ia mungkin salah orang karena Alea tinggal di Praha dengan Saga sekarang, namun saat Azri mencari alamat rumah Saga di Indonesia, kabar meninggalnya Saga 2 bulan sebelum pernikahan membuat Azri semakin dibuat curiga.
Mencari keberadaan Alea tak kunjung ketemu, Azri ingat laki-laki yang kala itu bersama Alea adalah salah satu CEO dari perusahaan IT besar, Azri pernah melihat wajah itu beberapa kali di koran bisnis yang ia baca. Dan semuanya terbongkar, tak ada satupun rahasia yang disimpan Arsen kepada Alea yang tak Azri ketahui.
"Ayo ke rumah sakit dulu Al. Mas antar" ajak Azri.
"Jawab mas. A.. Aku, nikah sama Saga?"
"Mas bisa jelasin nanti, sekarang kita—"
"Jawab mas!!!"
Pekikan Alea membuat tangan Azri yang hendak membantu Alea berdiri terhenti seketika. Azri tahu alasan dibalik Gita menyembunyikan semuanya karena membuat Alea mengingat secara langsung akan berakibat seperti ini, hanya saja setelah Azri mengetahui semuanya jika Alea pernah menikah dengan Arsen dan keluarga itu yang memberikan rasa sakit bertubi-tubi, Azri tak rela membiarkan Alea dibohongi untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Mas yang akan jawab semuanya. Ayo kita ke rumah sakit dulu" bukan Azri yang menjawab, melainkan Arsen yang kini sudah berdiri disamping Alea, mendorong Azri kasar, Arsen langsung menggendong tubuh Alea dan keluar dari restoran, meninggalkan Azri yang hanya bisa berdiri diam tanpa melakukan hal apapun. Satu yang sudah terbukti dimata Azri adalah, jika Alea memang mencintai Arsen. Tak seperti saat dirinya yang menawarkan untuk diantar ke rumah sakit dan langsung ditolak, Alea membiarkan Arsen menggendong tubuhnya bahkan kedua tangan Alea melingkar erat leher Arsen. Seolah bukan Arsen yang memang sengaja untuk membohongi nya, namun Alea yang bersedia untuk diberitahu kenyataannya secara bertahap.
***