Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 26 : Dira Siapa Kamu Mas?


__ADS_3

Apa yang dirinya katakan pada Saga beberapa menit yang lalu, jelas sesuatu yang ia katakan secara spontan dan berakhir dengan Alea yang diam tak bicara apapun. Saga sudah pergi, meninggalkan dirinya yang duduk sambil menatap deburan ombak di tepi pantai diselimuti oleh gelapnya langit malam, segelap dengan hatinya yang berada di ambang kebimbangan.


Arsen tak tahu jalan apa yang akan ia ambil kedepannya, jika masih berharap dengan Dira, seharusnya ia tak mengatakan hubungan dirinya dan Alea pada Saga tadi. Namun mendengar bagaimana Saga membentak wanita, membuat emosinya naik seketika. Ini rasa cinta atau hanya sebatas dirinya yang amat menghargai bundanya yang juga seorang wanita? Semasa hidup Arsen tak pernah bicara dengan nada tinggi pada bundanya, maka dari itu semua wanita juga berhak mendapatkan dan diperlakukan yang sama.


Arsen menatap lurus ke arah Alea yang kini duduk di depannya dengan satu kantong plastik yang bersisi kapas dan salep. Tanpa ditanya pun, Arsen tahu istri kecilnya ini baru saja menangis karena kedua matanya yang memerah, bekas-bekas tangisan tampak dari wajah wanita itu. Dengan diam dan tak bicara apapun, Alea mengulurkan tangannya dan mengoleskan salep di sudut bibir, untuk sesaat Arsen meringis sebelum akhirnya kembali diam saat sorot mata tajam Alea seakan menusuk ke bola matannya. Dari bibir, tangan Alea beralih mengusapkan salep di sudut mata Arsen, sesekali wanita itu menatap ke langit-langit seolah tengah menahan agar tak ada lagi air mata yang meluncur, membuat tangan Arsen mengepal erat dan tak bisa lagi hanya diam tanpa mengatakan apapun.


"Menangisi untuk hal apa Dek? Luka di wajah mas, atau kamu ketahuan sudah bersuami di depan Saga"


Tangan Alea yang tengah mengolesi salep disudut mata Arsen berhenti seketika. Ditariknya perlahan bersamaan dengan wajahnya yang mendongak ke atas menghalau air mata yang meluncur. Dari banyaknya keadaan, ternyata suaminya ini malah berpikir jika dirinya menangisi karena terbongkarnya rahasia? Lalu, lebih sakit mana saat tahu suaminya membawanya ke Bali hanya untuk bertemu dengan mantannya?.


"Segitunya kamu nggak mau ketahuan? Kebohongan apa lagi yang ingin kamu lakukan Al? Kita sudah hampir 5 bulan menikah, dan status kamu masih seolah single di depan teman-teman kamu?. Bahkan sekarang hanya karena ucapan mas barusan, kamu sampai nangis?"


Sederet ucapan Arsen barusan, membuat air mata Alea lolos seketika. Tanpa bicara apapun, Alea langsung berdiri dan berniat untuk kembali ke penginapan. Namun langkahnya terhenti tangannya ditahan oleh Arsen.


"Lalu, bagaimana dengan mas? Kebohongan seperti apa lagi yang ingin mas lakukan ke aku?. Bahkan ngajak aku ke Bali aja, bukan hanya untuk liburan, tapi mas punya maksud lainnya" ucap Alea sebelum Arsen bicara.

__ADS_1


"Maksud lain seperti apa yang kamu maksud? Membongkar kalau kamu sebenarnya istri mas?"


Alea tertawa sarkas mendengar hal itu. Baru kali ini selama hidupnya, ada rasa sakit yang ia rasakan amat menyakitkan setelah kehilangan kedua orang tuannya dulu. Dan sikap mas Arsen yang terus berpura-pura lah yang menjadi penyebabnya.


Tak ada Gita dan Keke, Alea tak pergi lagi menyembunyikan beban yang berada di kepalanya semenjak mengunjungi rumah Kakek. Mari lepaskan semuanya, dan melihat reaksi seperti apa yang akan ditunjukkan suaminya itu sekarang.


"Mbak Dira. Dia ada di sini kan mas?" Lihat, ekspresi Arsen berubah seketika. Keterkejutan laki-laki itu memberi jawaban sendiri bagi Alea jika Arsen memang berniat untuk menyembunyikan Dira selama hidupnya.


"Dek"


Tubuh Arsen membeku seketika. Tak menjawab apapun, dirinya hanya menarik tangan Alea dan membawa istrinya itu ke dalam dekapannya.


Pelukan suaminya jelas tak membuat pertanyaannya barusan terjawab, maka dari itu, Alea mendorong tubuh Arsen hingga akhirnya terlepas. Ada sebuah tawa sarkas yang keluar dari Alea. Bukankah jika dengan tenaganya yang kalah telak dengan Arsen saja bisa meloloskan diri, itu berarti tak sebesar itu keinginan suaminya ini untuk memeluknya?.


Tak kembali mengajukan pertanyaan, Alea langsung membalikan badannya dan berjalan menuju penginapan mereka. Meninggalkan suaminya yang hanya diam tanpa ada pergerakan sedikitpun untuk mengejarnya.

__ADS_1


***


"Lo serius mau tidur di kamar sebelah sendirian?" tanya Gita yang tampak takjub saat Alea menawarkan diri untuk beda kamar karena ukuran kasur yang tak muat untuk bertiga.


Alea menganggukkan kepalanya. Tak ingin dicurigai dengan berbagai pertanyaan kedua sahabatnya, dengan ponsel yanga ada ditangan, Alea langsung keluar dan masuk ke kamar yang bersisian dengan kamar Gita dan Keke.


Alasan terbesar untuk pindah kamar, jelas karena Alea ingin menangis sendiri. Meluapkan beban dihatinya tanpa ada yang tahu.


Begitu merebahkan diri di kasur dengan bantal yang menutupi wajah, tangis Alea pecah seketika. Tanpa disadari ternyata sudah tumbuh sebesar itu perasaan hatinya pada Arsen. Tangis dalam diam itu berlanjut cukup lama hingga akhirnya rasa lelah yang bergantian datang dan membuat dirinya mulai terlelap.


"Maaf dek. Maafin mas"


Menahan diri agar tidak kaget apalagi ketakutan, Alea merasakan tangan yang melingkari pinggangnya sebelum akhirnya ditarik dan tubuhnya di peluk dari belakang. Dari aroma Tubuh nya, Alea tahu jika yang memeluknya sekarang adalah Arsenio Yudhistira.


***

__ADS_1


Ditunggu komentarnya ya teman-teman 😊


__ADS_2