
"Aku mau ke rumah Keke"
Alea menoleh ke arah mas Arsen yang baru saja keluar dari kamar mandi. Sejak pertengkaran kemarin yang berakhir dengan dirinya yang tidur, tak ada lagi yang Alea katakan sejak itu. Baik semalam maupun tadi pagi, Alea sama sekali tak keluar dari kamar dan tak menyahut saat Arsen mengajaknya bicara. Dan ajaibnya, mas Arsen yang biasanya irit bicara, terus saja bicara meski Alea tak menjawabinnya. Katanya anggap aja dia sedang bermonolog seorang diri.
Dilihatnya mas Arsen yang kini berjalan menuju ruang ganti. Alea yang juga berada di sana mendongak menatap ke arah suaminya. Alea berniat untuk menginap di rumah Keke dua hari, dirinya butuh keluar sebentar dari rumah ini untuk menenangkan diri. Alea belum siap untuk menatap para penghuni rumah yang pasti akan menatapnya penuh rasa bersalah. Alea benci dikasihani oleh orang lain.
"Mas nggak ke kantor hari ini Al. Mas pengin di rumah aja sama kamu"
Alea memutar malas bola matanya lalu kembali memasukan beberapa baju ganti ke dalam koper. Untuk sekarang Alea tak ingin mendengar penjelasan apapun dari orang yang ada di bawah, yang sudah pasti tengah menunggu dirinya turun dari kamar. "Aku mau ke rumah Keke mas. Mau nginep di sana juga bareng Gita"
"Nggak bisa di rumah aja? Kamu boleh manggil Keke dan Gita ke rumah. Setidaknya jangan pergi dari pandangan mas untuk sementara"
Alea tertawa sarkas mendengar ucapan suaminya barusan. Meski kemarin berakhir dengan dirinya yang tidur semalaman dalam dekapan mas Arsen, jangan pikir Alea sudah tak marah lagi. Dirinya tak segampang itu "Jangan pikir cuman karena aku mau mas peluk semalaman, emosi aku mereda ya mas. Aku masih marah sama mas!!"
Saat ada helaan napas pasrah terdengar, Alea menoleh ke arah Mas Arsen yang kini ternyata sudah berjongkok tepat di sampingnya. Diam saja saat tangan laki-laki itu mengelus puncak kepalanya. Lebih tepatnya membeku karena perlakuan mas Arsen sekarang. Mana wajah tampannya naik berkali-kali lipat dengan rambut yang basah dan bathrobe yang masih melekat di tubuh suaminya.
"Mas antar kalau gitu"
Rasa gugup dan degup degup tak karuan itu buyar seketika. Alea menyingkirkan tangan mas Arsen paksa, lalu segera berdiri. Mundur beberapa langkah memberikan jarak dengan mas Arsen. Mata Alea melotot ke arah mas Arsen "Nggak ada. Nggak ada acara mas nganter aku. Aku bisa sendiri. Aku bisa naik taxi"
"Mas antar kamu. Jangan naik taxi"
"Nggak mau. Tenang aja, aku nggak bakal minta uang ke mas buat bayar taxi. Aku punya uang. Jadi aku bisa pergi sendiri"
"Nggak usah pergi kalau nggak mau diantar"
nada bicara mas Arsen yang terlampau santai itu membuat Alea ingin sekali menempeleng kepala suaminya Itu. Bagaimana bisa Arsen memaksa untuk mengantar di dalam keadaan Gita dan Keke belum mengetahui hubungan mereka?. Bisa heboh keduanya kalau begitu.
"Aku bisa sendiri mas. Nggak mau pokoknya!"
Langkah Alea kembali mundur beberapa langkah saat Arsen tiba-tiba berbalik badan dan berjalan ke arahnya. Tatapan super serius dan penuh amarah tercetak begitu jelas diwajah tampan suaminya. Hei! Suami ganteng. Kenapa jadi situ ya marah?.
"Pilih antara diantar? Atau nggak usah pergi sekalian!"
__ADS_1
Alea menahan napasnya sesaat. Jarak mereka begitu dekat hingga Alea merinding sendiri melihat ekspresi suaminya sekarang. Selain serius dan penuh amarah, Alea juga bisa melihat wajah lelah seolah menunjukkan banyak yang dipikirkan oleh laki-laki itu. "Oke. Diantar" Alea menyerah.
"Oke. Bagus" Arsen kembali mengusap lembut puncak kepala Alea.
"Tapi aku masih marah sama kamu mas! Ingat itu!!"
"Oke nggak masalah, cantik" jawab Arsen kemudian langsung melenggang masuk ke ruang kerja laki-laki itu.
Cantik?
Emang ya, mulut laki-laki itu benar-benar buaya cap kadal.
***
"Jadi, bagaimana?" Arsen mendengarkan dengan serius penjelasan Kenzo dari sebrang telfon.
"Marinka ada di Belanda bos. Sekarang kami sedang mencari posisinya ada dimana. Jika sudah ketemu, akan saya perintahkan bawa langsung kembali ke Indonesia."
"Bagus. Tolong bawa dia ke hadapan saya segera. Jangan sampai dia bertemu dengan Alea. Apapun yang terjadi, dia harus bertemu dengan saya terlebih dahulu"
Arsen terdiam sesaat. Pencarian terhadap Marinka akhirnya menunjukkan titik terang juga. Satu yang Arsen harapkan, wanita itu tidak menghubungi Alea apalagi bertemu dengan istrinya itu sebelum bertemu dengan dirinya. Ada banyak yang harus Arsen bahas dan buat perjanjian dengan wanita itu.
"Ada lagi yang ingin anda tanyakan bos?"
Arsen menarik napasnya dalam kemudian menghembuskannya perlahan. "Dira. Kemarin dia datang ke kantor Ken?" tanya Arsen dengan suara yang sedikit berbisik, takut Alea bisa mendengarnya. Jika Dira berkunjung ke kantornya padahal seharusnya wanita itu kembali ke Singapura, maka ada yang perlu Arsen waspadai sekarang. Tidak mungkinkan jika Dira di mutasi ke perusahaan yang ada di Jakarta?.
"Iya bos. Mbak Dira datang ke kantor kemarin, dan dia nitipkan bekal, cuman saya buang"
"Oke. Cari tahu juga tetang Dira ya Ken. Kenapa masih ada di Indonesia padahal harusnya sudah kembali ke Singapura, dan—"
Ucapan Arsen terhenti saat pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan Alea yang berdiri sambil melipat tangannya di depan dada.
"Jadi nganter nggak nih?"
__ADS_1
"Baik bos. Akan saya cari tahu" sekretarisnya itu memang benar-benar peka. Mendengar suara Alea, Kenzo langsung menyanggupi perintahnya lalu memutus sambungan.
Bersama dengan Alea yang membawa satu koper pakaian seakan-akan ingin kabur dari rumah, Arsen berjalan beriringan dengan istrinya itu menuruni anak tangga. Bunda, ayah dan Diwa yang ada di ruang tengah langsung berdiri saat mendengar derap langkah yang menuruni anak tangga.
Arsen pikir Alea mungkin akan marah-marah atau memasang wajah jutek kepada keluarganya. Nyatanya dugaannya salah, meski tak seceria biasanya, Alea bicara dengan nada sopan meminta izin untuk menginap di rumah temannya pada bunda dan ayah. Namun satu hal yang berbeda yang sukses membuat raut wajah pias tercetak jelas di wajah Diwa, Alea pura-pura tak melihat keberadaan sahabatnya itu.
"Alea mau nginep di rumah Keke malam ini ya bun. Soalnya kakak Keke mau dinas ke luar kota, jadi rumahnya sepi"
Meski tak rela membiarkan menantunya itu pergi tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu atas insiden kemarin, Amel menganggukkan kepalanya. Ia menarik Alea lalu memeluknya sebentar. Bergantian dengan Bagas yang kini mengusap puncak kepala Alea pelan dan penuh sayang.
"Tenangan diri kamu dulu ya Al. Cuman ayah mau ngasih tahu ke kamu, kalau kita semua sayang ke kamu" ucap Bagas lembut.
"Al, ak—"
"Alea pamit ya bun, yah" potong Alea cepat saat Diwa hendak bicara. Untuk saat ini dirinya benar-benar tak ingin bicara dengan Diwa. Sahabat yang semenjak dirinya masuk ke keluarga ini menjadi tempat bagi Alea bersandar dan mencari tahu, ternyata malah membohonginya seperti itu.
Arsen menepuk pundak adik sepupunya itu dua kali sebelum akhirnya mengekor Alea yang sudah lebih dahulu keluar dari rumah.
***
"Al—" Gita yang tadi berlari keluar dari rumah sambil memekik senang, langsung membeku seketika saat melihat bukan Alea saja yang keluar dari mobil yang terparkir di halaman rumah. Melainkan sosok pria yang Gita gadang-gadang bisa menjadi penyejuk hati juga keluar dari sana dengan senyuman mempesona. Bukan hanya Gita saja yang terkejut, melainkan Keke juga sama terkejutnya.
"Kita ketemu di halte tadi, Jadi gue sekalian nebeng ke sini. Lumayan irit ongkos" bohong Alea. "Kalian tahu kan, di bis desek-desekan, naik taxi malah ongkosnya makanya pas—"
Tubuh Alea membeku seketika saat tubuhnya tiba-tiba ditarik dan di dekap erat oleh mas Arsen. Bukan hanya Itu saja, Setelah pelukan itu terlerai, Alea malah merasakan dahinya di cium begitu dalam oleh mas Arsen. Keke dan Gita yang melihat hal itu juga sontak menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang.
Dan seolah mas Arsen memang ingin membuat dunia Alea jungkir balik sepenuhnya, kalimat yang terlontar dari bibir suaminya membuat Alea seakan berbaring di trampolin super besar dengan puluhan atlit sumo yang melompat bersamaan.
"Gita, Keke, saya titip istri saya yah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.Wah si pak Arsen nggak tahu diri amat ya.
__ADS_1
jangan lupa Vote dan Komentar kalian ya teman-teman 🥰😘