Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Bab 37 : Mas Azri


__ADS_3

"Gita, Keke, saya titip istri saya yah"


Alea langsung menoleh ke arah kedua sahabatnya guna melihat reaksi mereka. Tatapan terkejut dengan dahi berkerut dalam lah yang Alea lihat sekarang. Gita bahkan nampak memegang pinggiran pintu saking kagetnya mendengar ucapan Arsen. Jelas tidak masuk akan untuk keduanya.


Dari Gita, padangan Alea beralih ke arah mas Arsen. Matanya melotot sempurna yang malah dibalas dengan senyuman pria itu yang kembali mengelus puncak kepalanya sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Keke.


Alea membeku di tempat berdirinya sekarang. Ada sumpah serapah yang keluar bersamaan dengan wujud mobil mas Arsen yang sudah menghilang dari balik pagar. Sungguh, kenapa mas Arsen mengatakan hal itu sekarang? Jika saja ada batu, Alea mungkin sudah menimpuk kepala mas Arsen tadi.


"Gue nggak salah denger kan Kek?" tanya Gita pada Keke. Wanita yang juga sama terkejutnya itu menganggukkan kepala.


Sambil menunduk, Alea berjalan mendekati ke dua sahabatnya itu. Lalu mempersilahkan masuk layaknya tuan rumah agar mencairkan suasana yang canggung sekarang. Habis sudah riwayatnya.


"Ayo silahkan masuk. Anggap aja rumah sendiri ya" gurau Alea dengan senyuman yang jelas ditarik paksa. Perubahan ekspresi masih belum tampak pada raut wajah kedua sahabatnya.


"Kayanya gue yang rada nggak waras deh Git. Setelah denger pak Arsen nyebut Alea istrinya. Gue juga malah liat tuh bocah sok-sok an jadi tuan rumah" gumam Keke sambil menepuk kedua pipinya sendiri.


"Atau jangan-jangan yang kita lihat tadi bukan Alea ya. Kita pasti halusinasi. Nggak lucu banget dia tiba-tiba udah berubah jadi istri orang. Istri pak Arsen lagi" ucap Gita.


"Iyalah nggak mungkin. Kan kita ke Bali kemarin bareng-bareng. Kalau mereka udah nikah, berarti kita ke Bali buat jalan-jalan, lah dia buat honeymoon?"


Alea hanya menghela napasnya mendengar kedua sahabatnya itu saling bicara satu sama lain. Bahkan keduanya berbicara dengan berhadapan seolah dirinya adalah makhluk ghaib yang tak kasat mata.


"Bener nggak mungkin. Lah Alea kan sekamar sama kita. Tadi pasti kita salah denger"


Keke menganggukkan kepalanya mencoba untuk setuju "Tapi Git. Lo ingat nggak, kalau malamnya si Alea pindah ke kamar sebelah? Jangan-jangan...."


Alea langsung menggelengkan kepalanya saat kedua sahabatnya itu menoleh ke arahnya bersamaan. Hanya sejenak saja, sebelum mereka kembali berhadapan dan malah berakhir dengan berpelukan.


"Gue masih lihat Alea berdiri di sono" ucap Gita sambil menunjuk ke arah dirinya "Atau jangan-jangan dia ketabrak pas lagi di jalan ya Kek. Terus dia dateng ke sini buat pamitan sama kita."

__ADS_1


Alea memutar bola matanya jengah. Ia memilih duduk di sofa sambil menatap serentetan scene yang tengah diperankan oleh ke dua sahabatnya itu.


"Oke kita makin ngawur" Keke melerai pelukan Gita lalu langsung mengambil posisi duduk di samping Alea.


Tatapan tajam itu membuat Alea menahan napasnya sejenak. Daripada Gita yang tingkahnya luar biasa, kemarahan sosok pendiam seperti Keke jauh lebih menakutkan.


Gita ikut duduk di sisi kiri Alea. Meski begitu ekspresi takut seolah dirinya adalah hantu masih tergambar di wajah cantik itu.


"Gue dan Gita salah denger tadi kan Al? Lo siapanya pak Arsen?" tanya Keke. Kerutan dalam di dahinya sukses membuat Alea gugup setengah mati.


"Lo nikah sama pak Arsen?" tanya Keke lagi.


"Kapan?"


"Kok lo nggak ngomong sama kita?"


"Sebelum kita ke Bali atau setelah kita ke Bali?"


"Nggak lucu kan kalau kita tiba-tiba denger lo mau cerai karena ribut padahal kita aja nggak denger kapan lo nikah?!!"


"Lo beneran udah nikah Al?"


"Dia ngelakuin KDRT ke lo? Atau dia selingkuh?"


Awalanya Alea ingin menjawab sederet pertanyaan Keke, menjelaskan segala hal yang terjadi hingga alasan kenapa dirinya menikah dengan mas Arsen. Namun saat mendengar pertanyaan terakhir Keke tadi, tangis Alea pecah seketika.


Bukannya menjawab, Alea menangis sesenggukan hingga membuat Keke melirik bingung ke arah Gita, sebelum akhirnya menarik Alea ke dalam pelukannya.


"Maaf kalau gue nanyanya kebanyakan ya. Udah jangan nangis Al. Gue ngerasa bersalah nih" Keke menepuk punggung Alea pelan berusaha untuk menenangkannya.

__ADS_1


Bukannya membaik, Alea malah semakin menangis. Pertanyaan Keke apakah mas Arsen selingkuh atau tidak membuat Alea kembali mengingat Dira. Hanya ke dua sahabatnya satu-satunya tempat bagi Alea untuk meluapkan rasa sesak di dadanya sekarang.


***


"Jadi, lo dinikahi buat bayar hutang paman lo?" Gita yang sudah bisa menerima jika Alea menikah, mengajukan pertanyaan. Awalanya baik Gita dan Keke jelas ingin marah-marah karena Alea menyembunyikan hal itu, hanya saja melihat mata sembab Alea ditambah temannya itu yang menangis sesenggukan tadi membuat Gita dan Keke memilih untuk mendengarkan penjelasan Alea.


Alea menganggukkan kepalanya. Ingin sekali ia bercerita mengenai Dira, hanya saja Alea tak bisa menceritakannya sebelum semuanya jelas.


"Kenapa lo nggak cerita sama kita Al?" kali ini Keke yang bicara.


"Gue malu Kek. Gue nikah cuman sebagai alat untuk bayar hutang"


"Nggak masalah Al. Daripada buat kita jantungnya kaya gini" Gita dengan kesabarannya yang setipis tisue.


"Maaf ya" ucap Alea.


Keke mengambil satu tangan Alea untuk digenggam "Terus kenapa mata lo dari datang udah bengkak begitu?"


Alea terdiam sesaat. Tak ingin menjawab atau menceritakan mengenai Dira lebih awal, Alea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menjawabi pertanyaan Keke barusan.


"Jangan bo—"


"Mas Azri?!" pekik Alea saat matanya menangkap dua sosok pria yang berjalan masuk ke dalam rumah. Salah satu diantaranya bernama Randi—kakak kandung Keke— dan satunya lagi bernama Azri. Alea mengenal laki-laki itu karena dia adalah salah satu teman mbak Marinka.


Dengan senyuman yang lebar, Alea berdiri yang langsung disambut dengan uluran tangan mas Randi ke arahnya, kakak kandung Keke yang baru saja memiliki seorang putri itu memang selalu minta di salim setiap kali Gita dan Alea datang ke rumah.


Menampik tangan mas Randi, Alea tersenyum lebar ke arah Azri yang juga tersenyum balik ke arahnya. Sebelum mengenal Keke, Alea mengenal Azri terlebih dahulu.


Azri berteman dengannya mas Randi, dan begitulah awal Alea bisa mengenal Keke.

__ADS_1


"Alea? Wih, makin cantik aja. Mas sampai nggak ngenalin kamu tadi" canda Azri sambil mengacak rambut Alea gemas.


__ADS_2