Istri Kecil Arsen

Istri Kecil Arsen
Extra Part 1


__ADS_3

Niat mau buat extra part, eh pas buat nggak sadar sampai 2000 kata lebih. jadi mari kita buat 2 bab teman-teman. up semua hari ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


...°°°...


Dari banyaknya orang yang pernah Alea temui selama kuliah hingga lulus dan bekerja, semua orang berharap jika waktu bisa diputar mundur ke tempat yang mereka sukai. Berputar mundur untuk menikmati masa-masa terakhir dengan keluarga, berputar mundur untuk memperbaiki keadaan dan menghindari kata putus dalam hubungan, berputar mundur untuk belajar dengan giat agar pekerjaan pada masa ini bisa berubah menjadi lebih layak, ada juga yang berharap waktu berputar mundur agar bisa menekatkan diri untuk bunuh diri sehingga kemalangan hari ini tak dirasakan. Namun, ada juga orang yang berharap jika waktu jangan sampai mundur karena mereka tak ingin apa yang digenggam sekarang kembali hilang layaknya buih di pantai.


Semuanya hanya berpusat pada keegoisan diri sendiri. Mementingkan apa yang mereka inginkan ketimbang apa yang bisa membuat dunia menjadi lebih baik. Namun hukum alam sudah bertindak sejak dulu, bahwa waktu tak akan bisa berputar mundur, apa yang kau tanam hari ini maka akan kau tuai dikemudian hari. Sama seperti Alea yang berharap ia memiliki lorong waktu yang bisa membawanya ke masa saat dirinya usia 5 tahun, Alea tak akan mengikuti lomba itu dan mobil yang ditumpangi oleh keluarganya tidak akan melewati tol itu. Lalu dengan hal itu pula Alea tak akan pernah mengenal sosok Arsenio Yudhistira. Seseorang yang ia cintai namun ia benci secara bersamaan.


Ah, mengenai cinta, Alea menghindari itu semua sejak tiba di Amerika waktu itu. Bukan menghindari dengan artian ia langsung menolak mentah-mentah ajakan kencan teman kampusnya. Namun Alea mengatakan yang sebenarnya untuk membuat para laki-laki itu enyah dari kehidupannya dengan sendirinya. Bahwa dirinya adalah seorang janda yang naasnya belum bisa move on dari mantan suami. Terlihat menyedihkan memang.


Alea akui jika cintanya pada Arsen 5 tahun yang lalu masih begitu besar, bahkan rasa rindu yang ia rasakan mampu membuat rasa benci itu tenggelam sesaat. Lalu, Alea akan mengobrak-abrik semua barang yang ia bawa dari tanah air. Foto kedua orang tuanya, ponsel lamanya yang masih menyimpan chat dari mas Arsen serta keluarga laki-laki itu dan terakhir Alea akan membaca surat dari ayah yang membuat rasa benci itu kembali muncul.


Praha. Tempat ini, wilayah yang menjadi ibu kota Republik Ceko adalah negara terakhir yang akan menjadi destinasi yang ia kunjungi sebelum kembali ke Indonesia. Menghadiri upacara pernikahan Gita yang ternyata menikah dengan mas Kenzo, dan itu berarti akan ada mas Arsen di sana.


Menatap jam Astronomi yang letaknya tak jauh dari Old Town Square yang baru saja ia kunjungi. Rasanya Alea seakan bisa menggapainya dan memutarnya balik, namun akan melelahkan karena itu puluhan tahun yang lalu, entah berapa banyak jarum pendek itu akan berputar ke belakang. Pemikiran konyol dirinya yang nyatanya cukup untuk menciptakan gelak tawa dari seorang pria yang berdiri di sampingnya sambil mendongak ke atas.


"Itu tinggi loh Al. Dan lo bisa mati membeku di sana sebelum ganti musim"


Alea tertawa. Ah benar juga, musim dingin kali ini lebih dingin dari biasannya namun juga terkadang terasa lebih hangat dari musim dingin sebelumnya. Entahlah mungkin terasa lebih hangat karena dua hari lagi dirinya akan bertemu secara langsung dengan Keke dan Gita, dan terasa lebih dingin karena kemungkinan dirinya juga akan bertemu dengan mas Arsen.


"Hehe bener. Cuman 3 hari aja gue udah mati kayanya" Alea menggelengkan kepalanya "Oh nggak mati, baru manjat gue udah ditarik sama polisi lokal"

__ADS_1


Pria yang berdiri di sampingnya kini ikut tertawa. Mengambil satu botol berisi kopi panas yang ia beli di kafe tadi, lalu diberikan kepada Alea yang langsung menerimanya dengan ucapan terimakasih. Terimakasih yang nyatanya masih terdengar sedikit luka bahkan setelah 5 tahun berlalu.


"Masih belum sembuh juga Al?"


Ah, Alea tahu dengan jelas maksud dari sahabatnya ini. Tak bisa dipungkiri jika ucapannya seratus persen sempurna dan sesuai dengan kenyataan. Luka yang Arsen tinggalkan masih ada. Mulai dari awal pernikahannya, bagaimana laki-laki itu mencintai mbak Dira, bagaimana kedua mertuanya menjadikannya sebagai pengganti, bagaimana mas Arsen menutupi kisah cinta pertamanya, bagaimana Alea tahu hal itu lewat undangan, dan bagaimana akhir dari kisah mereka yang ditutup dengan perjanjian kakek dan ayah. Semuanya masih terasa menyakitkan bahkan hingga 5 tahun sudah berlalu.


"Masih, cuman nggak terlalu. hidup itu memang berputar ya Ga. Mau sekuat tenaga berusaha memutar waktu, nggak akan bisa"


Saga menatap sisi kanan wajah Alea. Memang ada sedikit perubahan dimana wajahnya kali ini terlihat lebih cerah ketimbang 5 tahun yang lalu, namun menurut Saga itu juga belum cukup baginya. Dirinya yang memutuskan untuk ikut pindah universitas kala itu dengan harapan bisa menemani Alea di negara asing ini, sepertinya hanya secuil saja menemukan titik terang. Kehadirannya masih belum cukup untuk mengobati luka gadis ini.


"Kalau gue dianggap egois kali ini, gue nggak masalah. Karena gue berharap waktu nggak akan berputar kembali. Karena yang gue mau, nggak ada tembok besar yang ngehalangi gue buat melangkah deketin lo. Seperti sekarang"


Alea mengangguk. Semua orang memiliki pilihannya masing-masing. Tak bisa disamakan dan tak bisa juga dipaksa untuk sama.


Alea menerima jaket milik Saga yang diselampirkan dipundaknya. Berjalan menyusuri kota Praha hari ini benar-benar menyenangkan. Ada tawa canda dan ada juga cara berpikir yang saling dibagi bersama Saga. Mungkin, jika dulu laki-laki ini tak tiba-tiba muncul di kampus barunya, Alea merasa bahwa hidupnya akan monoton begitu saja. Mungkin akan berakhir dengan menyiksa diri.


Nyaman dengan Saga? Jawabannya iya. Karena di Negara yang baru ia singgahi hanya ada Saga yang ia kenal dan tempat satu-satunya bergantung. Tapi kalau jatuh cinta? Jawabannya tidak untuk sekarang. Luka Alea masih cukup lebar dan dirinya tak ingin menarik orang lain untuk merasakan luka yang sama.


"Ayo kita nikah Al"


Alea hanya melirik sekilas dengan sambil terus berjalan bersisian dengan Saga. Ini bukan pertama kalinya laki-laki ini mengajaknya menikah. Semenjak pindah ke luar negeri, Saga tak mengajaknya untuk berkencan seperti sebelumnya, tapi dia langsung mengajak untuk menikah. Mungkin ini adalah ajakan kesekian kalinya hingga tak bisa dihitung dengan jari.

__ADS_1


"Lo nggak bosen ngajakin gue nikah mulu?. Banyak temen gue di sini yang terang-terangan suka sama lo. Lo nggak sadar atau nggak peka?"


"Sadar. Dan gue harap lo juga sadar kalau gue sukanya sama lo dari dulu"


"Dan lo sadar kan kalau perasaan gue sama mas Arsen belum sepenuhnya hilang? Gue bakal sama kaya dia kalau gue setuju nikah sama lo"


"Oke. Tapi asal lo tahu ajakan gue nggak ada expired nya yaa"


Alea tertawa. Membiarkan Saga merangkul bahunya dan kembali berjalan menuju tempat tinggalnya.


...****************...


Ayok ayok siapa yang belum nengok ke kisah Dea Alasaka, sudah bab 5 loh.



**dan yang kangen Ocha. bab di sana juga terus berjalan loh..



__ADS_1



**


__ADS_2