
Sore menjelang malam hari ini terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Arsen tak lagi duduk termenung di teras rumah dengan pandangan kosong, atau menikmati sore harinya dengan terjebak di tengah-tengah kemacetan sambil mendengarkan lagu kesukaan Alea.
Sore ini Arsen terduduk disamping bangkar istrinya dengan tangan yang menggenggam erat tangan Alea yang tengah tertidur pulas. Genggaman erat pada tangannya membuat dunia Arsen benar-benar berubah sepenuhnya. Meski ingatan Alea terjebak dimalam saat pertengkaran hebat itu terjadi, Arsen berjanji akan mulai memperbaiki semuanya sekarang.
Mereka akan hidup bahagia selamanya. Karena nyatanya tak ada niatan Arsen untuk membuat Alea kembali mengingat semuanya. Setidaknya ia ingin menciptakan hal-hal yang indah sebelum ingatan itu datang dengan sendirinya.
"Bisa kita bicara sebentar mas?"
Kepala Arsen menoleh ke sumber suara. Keke tampak berdiri diambang pintu lalu berjalan menuju kafe rumah sakit terdekat saat Arsen mengangguk dan mengekor dibelakangnya.
Semuanya memang harus dibicarakan sekarang. Arsen bahkan merasa marah saat mengingat Kenzo menyembunyikan semua ini selama 1 minggu, meski Arsen yakin Kenzo memiliki alasan dibalik keputusannya tapi Arsen masih tak terima telah dibohongi 2 bulan lamanya.
Jika, jika Kenzo mengatakannya lebih awal. Arsen bisa menjaga Alea selama wanita itu koma. Bisa menjadi orang pertama yang Alea lihat saat wanita itu sadar. Dan bisa juga memperbaiki keadaan lebih cepat dari sekarang.
Duduk di salah satu kursi yang ada di kafetaria rumah sakit. Arsen menatap ke arah Kenzo yang tampak mengelus punggung Gita berulang kali. Wanita dengan perut besarnya itu menyeka air matanya sendiri lalu menatap marah ke arah Arsen.
Arsen tahu pandangan itu, tatapan penuh kemarahan yang pernah ia lihat 5 tahun yang lalu dari sahabat-sahabat Alea. Tapi, bukankah sekarang dirinya yang harus marah karena mereka bersekongkol menyembunyikan hal ini selama 2 bulan.
"Sampai kapan kalian berniat untuk sembunyiin Alea dari saya?" bukan Arsen. Tangannya mengepal dibawah meja.
"Kalau dia nggak nyari mas. Aku bahkan nggak ada niatan sama sekaki buat nemuin mas sama Alea" itu Gita yang berbicara. Sesungguhnya ide untuk tak mengatakan apapun pada Arsen 2 bulan yang lalu adalah permintaan Gita. Rasa sakit yang Alea rasakan sudah cukup, Gita tak ingin menambahnya lagi.
Namun sialnya, saat terbangun dari koma, bukan nama Saga yang disebut malah nama Arsen yang diucapkan oleh Alea. Mencari keberadaan laki-laki tersebut 1 minggu ini, hingga akhirnya Gita menyerah dan mulai merencanakan semuanya.
"Kenapa? Karena kamu takut mas akan menyakiti dia lagi?" itu sudah jelas alasannya. Arsen hanya ingin mendengar hal itu keluar dari mulut istri sekretarisnya itu.
"Bantu Alea untuk kembali ingat semuanya" kali ini Keke yang bicara.
__ADS_1
Arsen tersenyum tipis, menyesap sedikit kopi yang baru saja disajikan oleh pelayan. "Kalau mas nggak bersedia?"
Suara gebrakan meja kini terdengar bersamaan dengan Gita yang berdiri. Ibu hamil itu menyingkirkan tangan suaminya yang memintanya untuk kembali duduk "Kalau mas nggak bersedia maka jangan pernah datang lagi ke sini. Aku yakin kami bisa membuat ingatan Alea kembali"
"Kamu yakin, kamu nggak ingin Alea terluka? Bukan sebaliknya"
"Arsen!" tegur Kenzo.
Kali ini Arsen ikut berdiri. Sudah dibilang ia akan melakukan sebaliknya. Ia akan menciptakan kenangan indah terlebih dahulu sebelum ingatan Alea kembali "Dia akan semakin terluka kalau tahu semuanya sekarang. Bagian mana yang kamu ingin mas lakukan? Menyakiti Alea sekali lagi? Selingkuh dengan Dira? Atau, ngasih tahu kalau kami dinikahkan karena rasa bersalah dengan tabrakan belasan tahun yang lalu?"
Saat tak kunjung mendapat perlawanan lagi dari Gita. Arsen meninggalkan mereka semua. Entah masalah apa yang akan datang kedepannya, Arsen hanya ingin menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.
Pembicaraan dengan sahabat Alea selesai. Arsen hanya perlu bicara dengan kedua orang tuanya karena akan tiba saatnya Alea keluar dari rumah sakit dan itu berarti mereka akan tinggal bersama.
"Kalian udah cerai mas!"
Arsen diam sejenak sebelum akhirnya membalikan badan "Kami akan menikah kembali. Aku akan menikahi Alea lagi" ucapnya, lalu langsung berjalan meninggalkan mereka bertiga.
***
"Kamu udah bangun?" membantu Alea untuk duduk, Arsen mengambil posisi duduk di bibir ranjang lalu menggenggam kedua tangan Alea.
Siapa yang menyangka jika Arsen bisa kembali melihat wajah cantik yang ia rindukan 5 tahun belakangan dalam jarak sedekat ini. Tanpa sadar tangan Arsen bahkan bergerak untuk menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya Alea.
"Kepala kamu pusing?" tanya Arsen lagi dan mendapat gelengan lemas dari istrinya.
"Kenapa kamu baru datang mas? 1 minggu aku cariin kamu"
__ADS_1
Pertanyaan itu kembali Arsen dengar, dengan tangan yang mengusap.lembut pipi tirus Alea, Arsen tersenyum tipis "Maaf yah. Maaf juga karena pertengkaran kita buat kamu seperti ini"
"Mbak Dira. Kamu masih cinta sama dia mas?"
Dulu, mungkin saat pertanyaan ini Arsen terdengar, hanya ada jawaban ragu antara iya atau tidak di kepala Arsen. Namun sekarang, Arsen hanya memiliki satu jawaban. TIDAK.
"Tidak dek. Jangan berpikir macam-macam agar kondisi kamu kembali pulih"
"Berapa bulan aku di rumah sakit mas?"
Kali ini Arsen terdiam sejenak. Ia juga ragu untuk menjawabnya. Bagaimana jika Alea ingat kapan pertengkaran itu terjadi, hari, bulan bahkan tahunnya. Arsen juga tak mungkin berbohong jika tahun ini adalah 5 tahun setelah pertengkaran mereka terjadi.
"2 bulan" jawab Arsen akhirnya. "Kamu kamo selama 2 bulan"
"Gita udah nikah sama mas Kenzo dan sebentar lagi bahkan punya anak. tapi, aku nggak ingat kapan mereka nikah"
Sebuah senyuman kini Arsen tarik paksa. "Nggak usah dipikirkan hal itu. Karena kamu datang ke nikahan Gita bareng aku. Aku ingat. Jadi, kamu hanya perlu fokus sama kondisi kamu. Oke?"
Alea mengangguk, tak ada yang ia ingat untuk sekarang. Ingatannya berakhir dimalam pertengkaran mereka saat itu.
"Mas"
Tangan Arsen yang tengah mengupas buah apel terhenti. Kepalanya mendongak dengan perasaan was-was akan pertanyaan apa lagi yang akan ia dengar sebentar lagi.
"Aku, udah lulus kuliah?"
Arsen mengangguk "Sudah 3 tahun yang lalu. Dan selama 2 tahun belakangan kita tinggal di Praha" bohong Arsen lagi. Ia ingat saat pernikahan Gita, Alea sempat berkata jika setelah perceraian dia pindah ke sana dan bahkan bekerja di sana. Arsen tahu, lambat laun kebohongan ini akan terbongkar.
__ADS_1