
Note : SPG ( SEKUMPULAN PRIA GILA) 😂😂
Nama geng Rafa, Davin, Alex dan Felix namanya sekawan / 4 SPG 😂😂🤣
Di Mansion Rafa
Rafa menerima telepon dari sahabatnya Felix setelah selesai dia segera menyimpan kembali ponselnya dalam saku.
"Honey, Felix dan Alex mengajak ketemuan nih di Cafe. " ucap Rafa.
"Sekarang! "
"Iya Mereka sudah otw ke Cafe Dahlia
katanya. " seru Rafa.
"Sudah pergi sana dan ajak juga si Davin. " ujar Mentari.
Rafa mengecup sekilas bibir gadisnya begitu juga Davin melakukan hal yang sama setelah itu kedua pria pergi meninggalkan para gadis mereka.
Tak lama Bibi Anna datang membawakan camilan dan jus untuk kedua nona mudanya dan Reina.
"Terimakasih ya Bi. " ucap Tari sambil tersenyum manis.
"Iya Nona Tari. " bibi berlalu pergi meninggalkan keduanya.
Tari menyandarkan tubuhnya lalu melirik kearah sahabatnya meminta penjelasan.Reina membuang nafas pelan dan menjelaskan semua rencanannya dengan Davin.
"Ya aku harap Davin memang pria yang tepat untuk kamu Reina begitu juga denganku dan Rafa. " cetus Tari menyuarakan pendapatnya.
"Kamu sangat benar Tari. " sambungnya menyetujui ucapan sang sahabat.
Di Cafe Dahlia
Keseruan terjadi saat empat pria tampan yang merupakan casanova yang banyak digilai para wanita.Kini mereka berempat berkumpul membahas Mentari dan Reina.
Para pengunjung tak hentinya menatap kearah mereka berempat namun mereka bersikap acuh dan tidak peduli.
"Raf, kamu bisa bisanya jatuh cinta sama gadis bar bar dan ceplas ceplos kayak Mentari. " celetuk Felix.
"Karena Mentari sikapnya natural tanpa dibuat buat Felix makanya aku tergila gila padanya. " balas Rafa sambil tersenyum sendiri.
Alex berdecak tak percaya melihat sahabatnya sangat bucin pada Mentari.Sontak hal itu membuatnya tersenyum geli dengan perubahan sikap Rafa yang 360° yang sangat berbeda dari pertama dia mengenalnya.
"The power of love. " gumam Felix sambil terkekeh.
"Oh ya namamu Davindra 'kan. " tebak Felix.
"Ya aku Davin. " sahut Davin singkat.
__ADS_1
Mereka saling memperkenalkan diri pada Davindra dan kini mereka menjadi akrab dan memutuskan membuat geng pria tampan. Tawa renyah terdengar dari suara mereka membuat para pengunjung wanita memperhatikan kearah mereka berempat.
"Oh ya Rafa lalu bagaimana kalau si Monica hadir dalam hidupmu lagi setelah dia sembuh dari penyakitnya. " timpal Alex.
Rafa terdiam mendengar pertanyaan yang tidak ingin didengarnya.Sejak lama nama itu sudah dia lupakan dan kini perasaannya sudah berubah dan diisi oleh Mentari.Melihat sikap diam sahabatnya, Alexpun mengerti srti dari sikapnya.
"Oke sorry telah mengingatkanmu tentang wanita itu Raf. " sesal Alex.
"Jangan sampai kamu mengecewakan Mentari hanya karena mantanmu itu Raf jika itu terjadi maka siap siap saja rudalmu akan dipotong habis oleh wanitamu. " sambar Davin sambil terkekeh.
Rafa bergidik ngeri membayangkan jika hal itu sampai terjadi memgingat sikap bar bar Mentari.Felix tertawa melihat wajah pucat dari sahabatnya tersebut.
"Cinta membuat orang jadi bodoh dan itu sungguh menggelikan. " cibir Felix.
"Cih awas saja Felix kamu akan mengalami hal yang sama sepertiku dan aku orang pertama yang akan menertawakan nasibmu. " geram Rafa dengan wajah jengkelnya.
"Tidak akan! elaknya.
ohooo tidak semudah itu fergusoo 😏😏
nasib Felix ada di tangan author hahaha 😂😂😝
Rafa berdecih lalu menyesap kopinya secara perlahan lalu mengedarkan pandangannya. Tatapannya menyipit melihat seorang wanita yang dikenalnya.Dia taruh cangkirnya di atas meja setelah itu melirik kearah Felix sambil tersenyum miring.
"Lix lihatlah ke sana bukankah itu gadis cupu yang satu minggu lalu menyatakan cintanya padamu. " seru Rafa.
Felix langsung mengikuti arah pandang yang ditujukan Rafa lalu berdecih melihat seorang gadis culun bersama teman laki lakinya.
"Sepertinya gadis itu sudah move on darimu makanya dia bersama pria lain. " celetuk Alex menyampaikan pendapatnya.
"Aku tidak peduli. " ucapnya acuh.
Rafa, Davin dan Alex saling melirik satu sama lain setelah itu senyum terbit di bibir masing masing setelah itu kembali menatap Felix.
Merasa diperhatikan Felix langsung menatap ketiganya dengan raut bingung.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu! "
"Sebelum mendapat karma sebaiknya kamu minta maaflah pada gadis itu Felix agar percintaanmu bisa semulus paha Mentari eh jalan tol. " ralat Rafa pada ucapannya sendiri.
"Cih ogah. "
"Ayolah Lix apa kamu mau kisah cintamu yang tragis dulu terulang lagi di mana kamu diputuskan wanitamu karena kamu di kira gay karena tidak mau diajak berc****a. " desak Rafandra.
Felix terdiam mencerna nasehat dari sahabatnya barusan dan tak lama kemudian mengangguk kecil.Tanpa banyak kata, Felix beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri gadis culun yang ada dipojokan.
"Felix kami pergi dulu. " ucap Davin.
Felix mengacungkan jempolnya dari kejauhan. Rafa, Davin dan Alex beranjak dari meja mereka dan ke luar dari Cafe setelah membayarnya.
__ADS_1
Di depan meja no 24
"Ehem. " deham Felix pura pura batuk.
Seorang gadis berkaca mata mendongak dan menatap datar kearah Felix.Felix menarik kursi lalu duduk di dekat Bayu.
"Soal tempo hari aku mau minta maaf Vio. " ucap Felix dengan tulus.
"Aku sudah memaafkan Tuan. " balas Vio dengan nada sinisnya.
Violetta langsung bangkit dari duduknya lalu mengajak Bayu keluar dari Cafe.Felix melongo menatap kepergian Vio yang mengacuhkannya.
Diapun bangkit dan berlari kecil menyusul Vio ke luar.Grep Felix menahan lengan Vio membuat Vio menghentikan langkahnya.Vio membalikkan badanya dan langsung menepis tangan Felix.
"Kita sudah tak ada urusan jadi saya mohon jaga sikap anda. " tegur Violeta.
"Maafkan aku Vio. " sesal Felix melepaskan cengkeramannya.
Vio langsung masuk ke dalam mobil dan mobilnya melesat meninggalkan Felix sendiri. Felix berdecak kesal dan melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya.Dia lajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke mansionnya.
❇❇❇
Mansion Rafa
Setelah kepulangan Reina, Mentari kini menyandarkan kepalanya di bahu lebar sang kekasih.Dia mengerutkan dahinya melihat kekasihnya yang terdiam membuatnya sedikit heran.
"Darling. " pekik Mentari dengan menaikan suaranya.
"Eh iya sayang maaf aku melamun! Rafa nyengir sambil mengusap rambut gadisnya.
"Kamu kenapa kok melamun apa jangan jangan ketemu setan atau malah merindukan
mantan. " tebak Mentari dengan asal asalan.
Deg Rafa terhenyak mendengar tebakan gadisnya yang tak sepenuhnya salah.Dia menoleh membuat Mentari mengangkat wajahnya lalu menatap lekat wajah pria yang dicintainya.
"Kalau kamu kedapatan memikirkan mantan lebih baik aku cari pria cadangan untuk berjaga jaga. " celetuknya santai.
"Tari. " desis Rafa dengan raut wajah mengeras menahan emosi.
"Untuk jaga jaga siapa tahu kamu reunian dengan mantan terindahmu lalu clbk setelah itu balikan lagi deh terus happy ending. " ujarnya panjang lebar.
Rafapun gemas dan langsung mengigit hidung Mentari setelah itu memagut bibir gadisnya sekilas.
"Kamu cemburu 'kan honey hayo ngaku. " ledek Rafa.
"Huft iyalah aku cemburu. " jawab Tari dengan bibir cemberut.
"Percayalah hatiku hanya milikmu sayang jadi jangan ragukan aku!
__ADS_1
Mentari mengangguk lalu mengecup sekilas pipi pria pujaannya dengan lembut.Setelah itu mereka kembali berpelukan lagi.
TBC