
SIBUK KERJA DI REAL LIFE HINGGA LUPA NULIS WKWK 🙃🙃😳
***
Sore hari kediaman Romanov tengah ramai saat ini. Keluarga Dirga mengadakan pesta kecil kecilan, menyambut kepulangan Dirga dan Lila. Lila kini memilih duduk di sofa di dekat pohon, memandang kearah orang tua dan kedua mertuanya.
Setelah itu kembali mengusap perut ratanya dengan lembut sambil berkata. "Opa dan oma kamu antusias sayang, menyambut kamu dalam rahim mami, sehat sehat di perut mami ya sayang! Dirga datang, membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua lalu duduk di sebelah sang istri. " Sini aku suapi kamu sayang. " tawar Dirga dengan nada lembut.
"Enggak usah sayang, aku bisa sendiri!
" Jangan nolak sayang, aku ingin memanjakan kamu dan calon anak kita! Dirgapun menyuapi makanan pada istrinya, Lila nampak sangat lahap makannya. Selesai makan, Lila memeguk air putih yang dibawakan oleh sang suami.
Seusai makan, tanpa merasa malu Dirga membawa Lila keatas pangkuannya. Lila memekik kaget dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami. "Bubu ish malu tahu banyak orang sayang!
Dirga menanggapinya dengan kekehan, tak peduli dengan omelan sang istri. Dia pandangi wajah cantik Lila dengan lekat, wanita dan calon ibu dari anak anak mereka. Entah siapa yang memulai namun ke dua bibir itu telah menyatu dengan lembut, Lila membalas pagutan suaminya. Selesai berciuman Lila menyembunyikan wajahnya yang merona hal itu membuat Dirga tersenyum geli.
Salah satu tangannya menyentuh perut rata Lila kemudian mengusapnya lembut. " Terimakasih sayang, kamu menerima pria sepertiku ini yang memiliki masalalu buruk dan juga mau mengandung calon anak kita. "
"Ini tugasku sebagai seorang istri, mengandung benih suaminya dan lagian setiap orang memiliki masa lalu masing masing yang lebih dari yang kamu miliki. " Lila mengecup lembut rahang suaminya, dia tak pernah menyesal menikah dengan pria casanova seperti Dirga.
Dirga mencium kening istrinya cukup lama kemudian melepaskannya. Dia benar benar beruntung memiliki istri sebaik Lila, sahabat saat mereka masih kecil. "Oh iya sayang, kisah kita kalau di jadiin film seru kali ya judulnya Anak Pembantu itu istriku hehehe. " ujar Lila dengan nada bercanda.
"No sayang, apapun status kita dulu tak berarti apa apa bagiku. Sekarang kamu Delilah Dirgantara Romanov, istri dan ibu dari anak anakku sayang!
" Sayang aku 'kan cuma bercanda tadi, kamu serius banget nanggepinnya. " Lila mencubit pelan hidung mancung sang suami. Dirga hanya membalasnya dengan senyuman, dia segera membawa Lila kedalam pelukannya mengabaikan beberapa pasang mata melirik kearah mereka.
***
"Oh so sweet banget sih, jadi iri 'kan aku lihat kemesraan kakak dan ipar. " gumam Bianca. Grep tangan kekar Rezvan memeluk erat pinggang rampingnya, Rezvan mencium pucuk kepala Bianca.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah siap 'kan kita punya
anak. "
Bianca menoleh dan menatap suaminya kemudian mengangguk sambil tersenyum manis. "Iya Mas aku siap, asalkan kita tak melupakan pangeran kecil kita Rio. " ucapnya dengan lembut.
Rezvan mencium singkat kening istrinya setelah itu mengajaknya pergi dari sana. Sedangkan Lila kini mengobrol bersama dengan Zivana adiknya, Dirga bergabung bersama dengan para daddynya.
"Zi, pria mana yang kamu sukai? " tanya Lila dengan tiba tiba.
"Enggak ada kak, aku saat ini belum tertarik untuk pacaran. " balas Zivana dengan singkat. Lila mengulas senyumnya, mengacak acak rambut adiknya hingga Zivana merasa kesal padanya. Zivana menghela nafas panjang, kembali melirik kearah sang kakak tercinta.
"Tante tante pirang itu sepertinya tak akan tinggal diam, mengingat wanita itu terobsesi pada kak Dirga dan menginginkan kembali Rio, puteranya. " batin Zivana.
Drt drt drt
Zivana mengeluarkan ponselnya, lalu menekan tombol hijaunya langsung.
Tut Zivana mengakhiri obrolannya, diapun bangkit dan mencium pipi sang kakak sekilas setelah itu berlalu pergi. Lila menatap kepergian adiknya dengan tanda tanya di benaknya.
"Ada apa dengan Zivana, kenapa dia pergi tiba tiba? "
***
Di luar mansion, Zivana menatap tajam kearah Sabrina yang memaksa masuk ke dalam namun bodyguard menghalangi jalannya. Diapun berkacak pinggang menatap malas kearah wanita tak tahu malu di hadapannya saat ini. "Untuk apa kamu datang ke sini lagi? " ketus Zivana.
"Aku mau masuk dan bertemu dengan puteraku Rio. " geram Sabrina.
"Cih putera, kamu enggak sadar bertahun tahun ninggalin Rio hanya demi obsesimu pada kak Dirga, apa pantas kamu di panggil mama sama Rio heh!
__ADS_1
" Lagian Rio sudah punya Bianca, ibunya dan Rezvan sudah cukup jadi enggak butuh kamu lagi tante! Sabrina mengepalkan tangannya, dia tidak terima di banding bandingkan dengan Bianca.
"Carilah kebahagiaanmu sendiri, jangan usik kebahagiaan orang lain jika kamu tidak ingin merasakan akibatnya. " Zivana memberi kode pada bodyguard untuk tidak membiarkan Sabrina masuk, Zivana berbalik dan melangkah masuk ke dalam di susul Kenzo.
***
Lila bergegas menghampiri adiknya yang telah kembali. "Zi kamu dari mana, kok tadi tiba tiba pergi begitu saja. " cecar Lila. Zivana mendesah pelan, dia mencari alasan agar kakaknya itu tak stress memikirkan Sabrina.
"Tadi temanku ada yang sakit kak makanya aku langsung pergi begitu saja! dusta Zivana. Lila mengangguk, percaya begitu saja dengan adiknya itu. Lila berlalu dari hadapan sang adik, Zivana bernafas lega dan terpaksa berbohong.
"Tak akan kubiarkan wanita sialan itu menganggu rumah tangga kak Lila dan kak Bianca. " batin Zivana dengan tegas.
****
Lila bergabung bersama keluarga kecil Bianca, dia tertawa mendengar celotehan Rio, bocah kecil yang sangat menggemaskan. Dia sangat senang melihat adiknya bahagia bersama Rezvan dan putera kecil mereka.
"Onty ayo main sama Lio di lumah Lio. " ajak Rio pada Lila.
"Ya besok onty dan uncle pasti datang ke rumah Rio kok. " Rio tersenyum lebar mendengar ucapan Lila. Bianca mengusap kepala puteranya dengan lembut sesekali mencium keningnya.
Rezvan merangkul pinggul Bianca dan membisikkan sesuatu di telinga sang istri. "Mas juga mau di cium dong sayang, tapi di bibir. " bisik Rezvan dengan nakal.
"Ish mas Rezvan malu dilihat kak Lila. " gumam Bianca dengan pipi memerahnya. Dirga datang dan duduk di sebelah Lila, memperhatikan adik dan iparnya secara bergantian.
"Kalian masuk ke kamar saja, biar kami yang jaga Rio. " ledek Dirga dengan senyuman tengilnya. Dirga bangkit dan mengambil alih Rio dari pangkuan Bianca, Rezvan segera bangkit dan berbisik pada puteranya setelah itu mengajak Bianca pergi dari sana.
Lila meggeleng, melihat kelakuan adik iparnya itu dan dikompori oleh Dirga, suaminya. Dia bersandar di bahu Dirga, mengusap kepala Rio dengan lembut. "Sayang kok kamu jahil banget sih sama Rezvan dan Bianca. "
"Biarkan Yank, lagian si mantan duda butuh belaian itu. " ujarnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Lila memutar matanya jengah, Dirga yang melihatnya hanya bisa tertawa kecil tanpa dosa.
bersambung