
Story dari Zivana, adiknya Lila dan Bianca.
ADA YANG NUNGGUIN KISAH ZIVANA ENGGAK, AKU JAMIN KONFLIKNYA LEBIH BANYAK WKWKWK???
Kisahnya Othor gabung di sini ya
** HAPPY READING **
Terik matahari menyengat kulit halusnya namun dia abaikan. Gadis cantik dengan mata sipit dengan rambut panjang berjalan cepat sambil menyeret kopernya. Sang sopir mengambil kopernya setelah itu memasukan ke bagasi. Lalu sopir melajukan mobilnya kencang meninggalkan bandara. Ya gadis itu adalah Zivana Luisa Quinn, dia baru pulang dari Tokyo.
"Kak Lila ngomel mulu ck dasar emak emak. " gerutu Zivana.
Ckiit Sopir menekan remnya mendadak, membuat Zivana terkejut. "Ada apa pak kenapa mengerem mendadak? "
"Em maaf nona, di depan ada kecelakaan? "
Tok tok tok
Zivana segera membuka kaca mobilnya, terlihat seorang pria paruh baya memanggilnya. "Iya ada apa pak. "
"Em bisakah nona membawa korban itu ke rumah sakit. " Zivana melirik jam tangannya, lalu mengangguk. Dia segera membuka pintu mobilnya dan warga menaruh seorang pria yang bersimbah darah di dekatnya. Zivana segera menutup pintunya dengan pelan.
"Pak, kita ke rumah sakit sekarang!
" Tapi Nona.. "
"Enggak usah membantah pak! sopir pun langsung mengangguk, melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke rumah sakit.
Skip
Zivana menunggu di luar, pria yang menjadi korban kecelakaan tengah di tangani dokter dan suster. Dua jam kemudian lampu berubah merah, lalu dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaan pria itu dokter? " tanya Zivana penasaran.
__ADS_1
"Tadi sempat kritis nona, tapi sekarang sudah membaik, lebih baik nona hubungi keluarganya sekarang, Saya akan memindahkan pasien ke ruang VIP! Dokter berlalu pergi, Zivana segera menuju ke ruangan pria itu. Gadis cantik itu masuk ke dalam ruangan pria yang menjadi korban kecelakaan.
" Sebenarnya siapa dirimu tuan, bagaimana bisa kamu mengalami kecelakaan ini. " gumam Zivana dengan nada bingungnya.
Drt drt drt
Zivana mengeluarkan ponselnya, dia berdecak sebal membaca pesan dari kakaknya itu.Diapun keluar dari ruangan pria itu setelah menyimpan ponselnya, dia berjalan cepat ke mobilnya, mengingat kakaknya terus saja mengomel.
**
Pria yang menjadi korban kecelakaan itupun membuka matanya, dia menatap sekelilingnya kemudian bangun dengan hati hati. Seorang suster menghampirinya dan mulai memeriksanya. "Akhirnya Tuan sadar juga, saya tidak bisa menghubungi keluarga anda Tuan!
"Siapa yang membawaku ke mari suster!
" Seorang gadis tuan tapi saya tak tahu namanya, kalau begitu saya permisi dan ini ponsel milik tuan. " Setelah itu suster pun pergi meninggalkannya. Pria itu adalah Christian Alarik Dimitry, pewaris utama kekayaan keluarga Dimitry.
Chris segera menghubungi Ares, asistennya. Setelah selesai dia menaruh ponselnya di sebelahnya, diam diam dia mengepalkan tangannya. Chris tahu, sangat tahu jika ada yang berniat membunuhnya, menyingkirkannya dari daftar pewaris kekayaan utama keluarga Dimitry.
Cklek masuklah Ares dan bergegas menghampiri sang Tuan mudanya, diapun langsung menyerahkan satu set pakaian. "Apa sebaiknya Tuan tidak beristirahat dulu, agar kondisi Tuan cepat pulih. "
"Tidak Ares, aku tidak bisa diam saja saat orang orang yang berniat membunuhku berkeliaran dengan bebas. "
Chris pun mengangguk mengerti, kini dia memiliki sebuah ide, dia melirik kearah Ares dengan senyuman miringnya. "Kalau begitu kamu periksa CCTV rumah sakit ini, lalu cari tahu siapa gadis yang telah menolongku!
"Baik Tuan Muda saya mengerti. " Ares berbalik dan melangkah keluar dari ruang rawat Chris.
Chris bersandar di kepala ranjang rumah sakit, dia melipat tangannya di dada. Kini dia tengah memikirkan cara untuk memberi pelajaran pada orang orang yang menginginkan tahtanya.
Chris segera turun dari ranjang, dia pergi ke kamar mandi sambil membawa satu set pakaiannya. Beberapa menit kemudian dia ke luar dan tak lama Ares kembali dengan membawa map di tangannya. "Ini informasi mengenai gadis yang telah menolong tuan muda. "
Chris mengambil mapnya, lalu memeriksanya dengan teliti kemudian dia tersenyum penuh arti. "Kamu hubungi gadis itu secepatnya Ares, buat janji temu dengannya. " perintah Chris.
"Iya Tuan Muda!
" Kita pulang sekarang. " Chris berjalan ke luar di susul Ares yang mengekor di belakangnya. Mereka bergegas keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil. Ares tancap gas, melajukan mobilnya dengan kencang.
__ADS_1
***
Sementara Zivana telah sampai di apartemen mewahnya, di sana sang kakak dan iparnya telah menunggunya. Diapun langsung duduk di atas sofa, memandang kearah kakak dan iparnya secara bergantian.
"Kamu darimana saja sih Zi, kakak khawatir sama kamu. " cecar Lila.
"Saat di jalan ada kecelakaan kak, korbannya aku bawa ke rumah sakit. " balas Zivana dengan jujur.
"Tapi kamu enggak papa 'kan dek! Zivana menggeleng, Lila bernafas lega melihat keadaan adiknya baik baik saja.
"Oh ya keponakan tampanku ke mana kak. " Zivana nampak celingak celinguk mencari keberadaan Gilang. Lila tersenyum hangat, menatap kearah adiknya sambil berkata, "Gilang menginap di rumahnya Rezvan dan Bianca, kamu sih pulangnya telat. " ledek Lila sang kakak. Zivana hanya mencibir mendengar ledekan kakaknya, Dirga hanya bisa tertawa kecil melihat perdebatan istri dan adiknya.
"Oh ya Zi, kamu enggak tinggal di rumah kakak saja. " tawar Lila.
"Enggak ah kak, aku sadar diri jika aku jomblo, sengsara entar lihat keuwuan kalian. " celetuk Zivana asal. Lila langsung tertawa mendengar pengakuan dari adiknya.
"Makanya cari pasangan sana, jangan fokus sama buku bukumu itu gadis culun. " sahut Dirga dengan setengah meledek adik iparnya.
Zivana memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang kakak ipar. Lila hanya menggeleng melihat kelakuan adiknya, tak pernah mendengarkan nasihatnya jika mengenai pasangan. "Lebih enak sendiri kak, kemana mana enggak ada yang larang, enggak ada yang cemburu padanya. " jawab Zivana dengan enteng.
"Baginya cinta hanyalah omong kosong, untuk saat ini dia masih ingin sendiri, enggak boleh diganggu gugat. " batin Zivana.
Lila menghela nafas panjang, melihat kerasnya dan kuatnya keteguhan hati adiknya yang masih ingin sendiri. Dia sangat berharap Zivana bisa menemukan kebahagiaannya, setelah selama ini adiknya itu melindungi dirinya. Zivana sangat paham dengan apa yang di rasakan kakaknya, dia tahu kakaknya itu sangat menyayanginya dan juga ingin terbaik unuknya.
"Kakak jangan khawatir, kelak kalau sudah ada pria yang tepat untukku, aku pasti juga akan menikah kak!
Lila tersenyum tipis lalu mengangguk, mengiyakan apa yang di katakan oleh adiknya barusan. " Ya sudah aku ke kamar dulu ya kak, lanjutkan kemesraan kalian!
Zivana bangkit, dia berlalu pergi sambil menyeret kopernya. Lila menatap kepergian adiknya dengan senyuman di bibirnya. "Dasar bocah itu masih saja keras kepala, dia sangat berhati hati dan menutup diri dari laki laki!
" Sudahlah sayang, jangan memaksa Zivana. Dia sudah besar bukan anak anak lagi. Dia tahu mana yang baik untuk dirinya sendiri, sebagai kakaknya kita harus mendukungnya asalkan itu hal positif. " jelas Dirga panjang lebar.
Lila tersenyum bangga mendengar penuturan suaminya, "Tumben mas bisa bijak banget biasanya enggak bisa di ajak serius. " ledek Lila.
"Meragukan suami nih, gimana kalau kita buktikan di ranjang saja sayang. " Dirga mengedipkan matanya nakal kearah sang istri. Lila berdecak sebal melihat kelakuan suaminya, dia berhambur kepelukan Dirga.
__ADS_1
bersambung
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN