Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 42 - Honeymoon 2


__ADS_3

Kalau yang sweet gini othor merasa iri 😳😳😌😂


Di Honolulu, Hawaii


Pasangan Mentari dan Rafandra sangat nyaman dan terlihat santai menikmati honeymoon mereka saat ini. Saat ini mereka berada di Ala Moana Center.


Ala Moana Center, pada umumnya dikenal Ala Moana yang merupakan pusat perbelanjaan terbuka besar di lingkungan Ala Moana Honolulu, Hawaii. Dimiliki oleh Brookfield Retail Grup, Ala Moana merupakan pusat perbelanjaan terbesar ke sembilan di Amerika serikat dan pusat perbelanjaan terbuka terbesar di dunia.


Selesai berbelanja, Rafa mengajak istrinya pergi ke ala Moana Resort untuk makan siang mereka. Merekapun makan siang di beachouse Moana. Ditemani pemandangan laut yang menyegarkan mata mereka.


"Mas, sampai kapan kita akan honeymoon. " Tari menatap lekat suaminya tersebut. Rafa mengulum senyumnya, mengenggam tangan wanitanya.


"Dua bulan sayang sekalian liburan dan itu artinya perut kamu akan mulai terlihat. Mentari mengangguk, menunduk kebawah mengusap perutnya dengan lembut.


Mereka berduapun kembali melanjutkan makan. Setelah usai, Rafa mengajaknya kembali ke hotel tempat dimana mereka menginap.


💕💕


Satu jam akhirnya kembali ke hotel halekulani. Keduanya segera ke apartemen mereka di lantai 5, Sampai di sana Mentari segera berendam dengan air mawar disusul suaminya.


Tari menyandarkan tubuhnya di dada bidang Rafa. Rafa merengkuhnya dari belakang dan sesekali tangan nakalnya berulah. "Yank kita olahraga bentar yuk. " ajaknya tanpa ragu.


Tari sebenarnya lelah. Namun akhirnya menyanggupinya, diapun tidak ingin mengecewakan suaminya makanya langsung mengiyakan ajakan Rafa. Rafapun mulai menyatukan tubuh mereka dan keduanya kembali memesrai menuntaskan gairah dalam diri mereka siang itu dalam kamar mandi.


satu jam berlalu


Mentari dan Rafa ke luar dengan pakaian handuk masing masing. Keduanya bergegas berganti pakaian, Tari memutuskan berbaring di atas ranjang. Rafa segera menghampirinya, memperhatikan istrinya yang sudah tertidur lelap.


"Kamu pasti lelah ya sayang! Ada rasa sesal dalam dirinya, meminta hak saat istrinya kelelahan namun Mentari tetap mau melayani dirinya di kamar mandi tadi. Rafa mendaratkan ciuman di kening, menunduk ke bawah mencium dan mengelus perut istrinya yang mulai menonjol.


"Maafin Daddy sayang, kamu baik baik dalam perut mommy ya. " gumamnya pelan.

__ADS_1


Rafa kembali duduk dengan tegap. Dia kini mengambil ponselnya, menghubungi Arjuna menggunakan nomor baru. "Halo Juna, bagaimana kabar kamu dan orang tua kita. " serunya.


"Kami baik Raf, kemarin Sandra mencarimu dan Mentari. Sepertinya dia curiga dan menyadari kalau dirinya ditipu olehmu dan istrimu. " Rafa mengangguk, menyetujui ucapan adiknya itu.


"Ya sudah kamu terus awasi Sandra selama kami liburan. " perintahnya.


"Siap Raf! Rafa memutus sambungannya, kembali menatapl lekat wanitanya dengan intens. Memandang wajah istrinya selalu membuat hatinya tenang. Rafapun ikut berbaring di sebelahnya. Tak lama ikut terlelap menyusul istrinya ke alam mimpi siang itu.


Beberapa jam kemudian


Mentari mengeliatkan tubuhnya, membuka matanya pelan. Hal pertama yang menjadi fokusnya ialah wajah tampan suaminya yang ada disebelahnya. Perlahan wajah tampan dengan hidung mancung dan rahang kokoh itupun membuka matanya. Senyuman langsung tersungging disudut bibirnya, mendapati wanitanya menatapnya tanpa kedip.


"Sore sayang! bagaimana tidurmu nyenyak. "


"Iya Mas dan tubuhku kembali bugar. Rafapun bangkit, menyandarkan tubuhnya di dipan ranjang. Mentari segera bersandar di sana, tempat yang selalu disukainya yang terasa sangat nyaman.


Tangan besar Rafa mengelus perut Mentari yang menonjol. Mentari nampak menikmati dan menyukai apa yang dilakukan suaminya di atas perutnya. "Mas, apa enggak papa kamu tinggal lama perusahaan. Aku tidak mau hanya gara gara aku perusahaan Mas rugi besar. " ujar Mentari, terselip ada nada kekhawatiran dalam kalimatnya.


Rafa menggeleng. Dia mengenggam tangan Tari, mengecupnya lembut sambil berkata. "Masih ada Daddy James dan Liam sayang, lagian perusahaanku tidak akan bangkrut semudah itu. " ujarnya penuh percaya diri.


"Ih Lebay deh Mas Rafa! Mentari tertawa mendengar ucapan suaminya. Rafa memoleh, mengulum senyumnya mendengar tawa renyah keluar dari bibir istrinya.


"Kamu tunggu di sini Mas buatin susu bumil untukmu. " Mentari sedikit menyingkir lalu mengangguk membiarkan suaminya pergi. Senyuman tak pernah pudar dari bibirnya, tak pernah dia bayangkan mendapat suami super romantis seperti Rafandra dalam hidupnya.


Tak lama kemudian Rafa kembali. Dia datang membawa segelas susu, kemudian duduk di sebelahnya.


Gluk gluk gluk Mentari meneguk susunya hingga tak bersisa. Rafandra nampak tersenyum puas melihatnya, menaruh gelas kosong itu ke atas meja. "Oh ya sayang, tadi Juna hubungi mas katanya Sandra mencari kita berdua kemarin. "


"Oh ya pasti Sandra sudah tahu kalau kita sudah baikan. Mentari menanggapinya dengan santai, namun sekarang dia tengah menyiapkan rencana untuk Sandra kedepannya.


"Sayang lebih baik kamu diam saja biar Sandra yang aku urus. " Mentari terdiam, melihat kekhawatiran jelas dikedua manik kelam suaminya.

__ADS_1


Mentari tersenyum tipis, mengarahkan tangan suaminya ke atas perutnya lalu berkata. "Aku sangat kuat karena adanya calon anak kita dan kamu Mas. Bukankah kamu juga turut melindungi dan menjaga kami berdua. " ucapnya dengan tatapan seriusnya.


"Hah tapi sayang Sandra, gadis yang sangat nekat. Aku takut dia menyakiti kamu dan calon anak kita. "


Mentaripun terdiam membisu. Apa yang telah dikatakan suaminya itu memang benar adanya. Dia tidak boleh gegabah, mengingat dirinya juga tengah hamil saat ini. Sebaiknya ambil jalan tengah dalam menghadapi Sandra, si wanita kegatelan itu. Selain itu Mentari juga tidak ingin calon anak dalam kandungannya kenapa kenapa.


"Oh ya sayang, aku akan minta bantuan pada Damar. Kita lakukan rencana B untuk menjebak Sandra dan memberi pelajaran berharga untuknya. " seru Rafandra. Mentari menimbang nimbang saran dari suaminya itu, lalu mengangguk kecil.


"Baiklah lupakan saja Sandra, sebaiknya kita bahas hal hal menyenangkan. Keduanyapun turun dari ranjang, berjalan menuju balkon. Keduanya duduk di sebuah sofa yang ada di balkon, menikmati pemandangan laut dari atas balkon hotel mereka.



"Seandainya aku tidak dalam keadaan hamil mungkin saja bisa diving di laut, melihat keindahan di dalam air laut. " Rafandra mengusap punggung istrinya karena tidak bisa mewujudkan keinginan istrinya itu.


Mentari menghembuskan nafas pelan. Mengusap perutnya yang mulai menonjol dengan raut suka cita. "Meskipun begitu aku tetap bahagia, bisa diberi kesempatan sama Tuhan untuk menjadi seorang calon Mommy. " ucapnya dengan senyuman manis.


"Terimakasih sayang. Hatimu sangat luas seperti samudra, aku beruntung memiliki istri seperti kamu Sweety. " Mentari mengulum senyumnya. Melabuhkan ciuman lembut di kening Rafa lalu berakhir di bibirnya.


Mentari menjauhkan wajahnya, senyuman lebar menghiasi bibir Rafa lalu tersenyum jahil. "Lagi dong sayang, masih kurang. " tunjuknya pada bibir seksinya.


"Dasar modus kamu Mas. "


"Enggak papa dong modus sama istri sendiri, bukan istri orang. Mentari mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan suaminya tersebut.


"I Love you Istriku. " ucapnya.


"Love you too suamiku. " balas Mentari dengan senyuman manis di bibir.


TBC


__ADS_1


jangan lupa mampir kisahnya si duda tampan Zayn dan tokoh cewehnya beda lho wkwk tapi se server kayak Mentari wkwk


jangan lupa like, vote dan komen serta rate luar biasa.


__ADS_2