
Puasa woy enggak boleh yang hot hot banget
hehe nanti dapat surat cinta dari pihak NT ☺☺🤸🤸
Happy Reading!!
Gelapnya malam namun langit cerah bertabur bintang menjadi saksi bisu kemesraan sepasang pengantin baru yang dilanda asmara.
Davin mendekap tubuh istrinya dari belakang sambil menikmati bintang bintang di langit yang sangat indah dengan cahayanya yang terang.
"Mas Davin lihat deh kayaknya bintang bintang yang paling terang itu orang tua Mas dan ayah aku.Mereka bertiga pasti bahagia melihat kita sangat mesra dan saling mengasihi satu sama lain. " ucap Reina sambil tersenyum.
"Iya sayang kamu benar! Aku sangat bahagia memiliki Mama, kamu dan calon anak anak kita kelak. " bisiknya sambil mencium leher sang istri lembut.
Reina membalikkan badannya dan tersenyum pada sang suami.
"Mas Davin kayak Vampire suka gigit leher. " cibir Reina.
"Kita masuk yuk dan lanjut buat Davin
juniornya. " ajak Davin sambil mengedipkan sebelah matanya.
Davin langsung membopong tubuh sang istri lalu masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon.Keduanya kini telah polos dan Davin mulai menjamah setiap lekuk tubuh istrinya dengan lembut.
Reina meremas rambut suaminya merasakan sensasi geli kala merasakan sentuhan sang suami.
Lalu merekapun bersatu dan malam itu mereka kembali memadu kasih dalam malam gelap yang dingin.
"Umh ya Mas.. " jeritnya.
Hari menjelang pagi Davin baru menyudahinya dan langsung jatuh tertidur menyusul istrinya ke alam mimpi.
💕💕
Cahaya Matahari menyinari menembus kamar pasangan suami istri tersebut pertanda hari mulai terang.
Davin terbangun dan kini membalik tubuh istrinya dari membelakanginya setelah itu memasukkan belalainya dari belakang dan memajumundurkan pinggulnya dengan cepat.
"Em Mas. " desah Reina sambil meremas seprei.
Davin langsung menyentuh dua buah persik padat istrinya dengan lembut dan keras membuat gairahnya kian berkobar.
Setelah melewatkan olahraga tiga ronde mereka pagi ini kini Davin dan Reina membersihkan tubuh mereka di kamar mandi. Hanya mandi tanpa melakukan hal yang lainnya.
Davin segera menyuruh pelayan membersihkan kamar mereka setelah itu dia mengajak istrinya ke luar dan sarapan pagi di meja makan.
Ting tong ting tong
__ADS_1
"Bentar Mas biar aku buka. " ucap Reina hendak bangkit.
"Halo selamat pagi pengantin baru. " sapa Felix.
Reina kembali duduk di tempatnya melihat kedatangan Felix.Tanpa meminta izin Felix langsung menarik kursi lalu duduk.Davin hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan sahabatnya tersebut.
"Pagi pagi bertamu cuma ingin numpang sarapan Felix ck makanya cepat nikah sana biar ada yang urus. " dengus Davin.
"Kenapa kamu protes sih Vin istrimu saja tidak terganggu kok iya kan Reina. " cecarnya pada Reina.
"Iya Felix sudah hiraukan saja suamiku sebaiknya kita sarapan. " ujar Reina dengan santai.
Davin berdecih lalu fokus pada makanannya begitu juga dengan Reina dan Felix.
Lima belas menit berlalu
Felix telah selesai makan dan menatap sahabatnya sambil cengengesan.Davin langsung berdecak dan memasang wajah datarnya.
"Pulang sana aku dan istriku mau buat Davin junior. " usir Davin secara terang terangan.
"Idih lagian semalam sampai tadi bukannya udah. " ledek Felix.
"Mas sudahlah jangan debat sama Felix biarkan saja dia di sini lebih baik kalian main catur sana. " imbuh Reina.
Felix tersenyum miring kearah Davin yang kini menatap tajam dirinya.Kedua pria tersebut beranjak dari meja makan lalu berlalu ke ruang tamu.
Reina membereskan meja makan lalu membawa piringnya ke dapur.
"Eh Nyonya biarkan saya saja yang mencucinya. " ucap pelayan.
"Ya sudah kalau begitu nanti bikinin dua cangkir kopi sedikit gula dan satu gelas jus kemudian bawa ke ruang tamu ya Bi. " pinta Reina.
"Iya Nyonya. "
Reina ke luar dari dapur dan memilih ke ruang tamu bergabung bersama suaminya dan Felix.
Di ruang tamu
Reina langsung mengambil jus yang di bawakan pelayan.Dia memperhatikan suaminya yang mengobrol bersama Felix di teras samping.
Tak lama kemudian Davin bergegas menuju ke kamarnya lalu sepuluh menit kemudian rapi dengan pakaian kerjanya setelah itu langsung menghampiri istrinya di ruang tamu.
"Honey, aku berangkat kerja ya soalnya ada meeting mendadak hari ini. " ucap Davin.
"Ya sudah kamu hati hati Mas. " tegurnya.
__ADS_1
Davin mengangguk lalu mencium kening dan bibir istrinya lalu ke luar dari apartemen.Reina memperhatikan mobil suaminya yang melaju meninggalkan apartemen.
Reina melirik jam rangannta setelah itu bangkit dan mengambil tasnya di dalam kamar.Setelah itu bergegas ke luar dari apartemen suaminya.
Sementara di Mansion Rafa
Mentari tengah dipusingkan oleh tingkah laku suaminya.Rafa terus mengekorinya kemanapun sesekali menggesekkan krucil di bokong Mentari seperti saat ini.
Rafa mendudukkan istrinya di meja dapur dan langsung merapatkan tubuh mereka. Mentari asyik meminum tehnya mengabaikan sesuatu yang mengganjal dibwah sana.
"Si Krucil kayaknya kangen kamu Yank makanya dia bangun karena belum masuk sarang hari ini. " keluh Rafa dengan wajah memelasnya.
Mentari tersenyum melihat raut frustrasi dari suaminya itu.Diapun segera meletakkan cangkirnya lalu mengelus wajah sang suami.
"Hari ini dan besok hukuman kamu Mas jadi sabar aja ya. " tegur Mentari.
Rafa langsung membopong istrinya lalu membawanya ke sofa dan duduk di sana sambil mencium leher istrinya.Mentari merasakan geli pada lehernya dan tubuhnya menggelinjang kala tangan suaminya masuk ke dalam kemejanya lalu meremas dua dua persik yang tak terbalut apa apa.
"Mas em lebih baik kamu ke kantor saja Mas supaya pikiranmu tak tertuju pada krucil terus. " tawar Mentari.
Rafa menghentikan aksinya dan menatap istri seksinya dengan lekat lalu menggeleng pelan.
"Aku sudah suruh Liam untuk menghandle kantor Yank.Makanya hari ini di rumah menghabiskan waktu dengan istri seksiku ini karena aku tak mau jauh darimu. " seru Rafandra sambil membuka kancing atas kemeja istrinya hingga dua buah persiknya terlihat.
"Jangan hentikan aku Yank. "
Rafa langsung melahap dua buah persik istrinya secara bergantian dengan lahapnya. Mentari membiarkan suaminya melakukan apapun yang dia suka.
"Haish bayi gedeku yang menggemaskan. " gumam Mentari sambil mengusap rambut suaminya.
"Kalau kita punya anak kelak milikmu ini akan jadi milik anak anak kita kelak sayang. " goda Mentari pada suaminya.
Rafa melepaskan isapannya pada dada sang istri lalu menatap Mentari dengan wajah merengut.
"Anak kita beri asi formula saja sayang jangan asimu. " celetuk Rafa santai.
Plak Mentari geram dan memukul kepala suaminya hingga membuat Rafa meringis kesakitan.
"Sakit Yank. "
"Ngawur kamu Mas asi bagi bayi itu penting tahu dasar suami gila. " dengus Mentari dengan mata melototnya.
"Iya iya maafkan aku! sesal Rafa sambil mengusap kepalanya.
Rafa mengancingkan kembali kemeja istrinya setelah itu memeluknya dari samping.Mentari mendusel di dada bidang sang suami dengan manjanya.
__ADS_1
TBC