Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 38 - Gangguan Mantan


__ADS_3

...Happy Reading!!...


Sepulang dari kantor, Rafa mengajak istrinya pergi ke mall. Keduanya terlibat pembicaraan yang serius mengenai rencana mereka terhadap Sandra.


Drt drt drt suara ponsel Mentari menghentikan obrolan pasangan suami istri itu.


"Halo siapa ini! Mentari mengerutkan kening melihat nomor asing menghubunginya.


Seseorang diujung sana berdehem dan berkata. "Tari apa kamu lupa denganku? "seru Arfandy.


Mentari terpaku. Tak menyangka Arfa, mantan kekasihnya menghubungi dirinya. Dia melirik suaminya sekilas,berfikir darimana Arfan mendapatkan nomornya. "Untuk apa kamu menghubungiku. "ketusnya.


"Em Tari bisakah kita bertemu. Mentari mengigit bibir bawahnya, bingung harus menjawab apa. Dia tidak ingin melukai perasaan suaminya yang pencemburu akut itu.


"Fan maaf aku enggak bisa. Mentari memutus sambungannya, tidak memberi kesempatan pada Arfan untuk menyela ucapan dirinya. Rafa merasa penasaran dengan siapa yang menghubungi istrinya itu.


Mentari menyimpan ponselnya. Raut cerianya berubah masam mendengar suara Arfandy. Rafa memilih diam hingga akhirnya sampai di depan Mall. "Yank tadi siapa yang menelpon kamu? "


Mentari menoleh, menghembuskan nafas berat dan berkata. "Arfan, entah darimana dia mendapatkan nomorku. " rahang Rafandra langsung mengeras setelah tahu siapa yang menghubungi istrinya. Mentari sudah menduga bagaimana reaksi dari suaminya.


Rafa menghembuskan nafas berat, melirik istrinya dan tersenyum. "Sebaiknya kita masik ke dalam Mall daripada membahas hal yang tak


penting. " ujarnya mencoba tenang.


Mentari mengangguk. Turun dari mobil bersamaan dengan Rafa. Rafa segera merangkul istrinya, bersama sama masuk ke dalam Mall. Mereka berdua pergi ke tempat pakaian wanita di sana Rafa membiarkan Tari memilih pakaian sesukanya.


Raca memilih memainkan ponselnya, puk tiba tiba ada yang menepuk bahunya hingga membuatnya menoleh. Dia nampak tersenyum melihat Felix dan keduanya berpelukan sekilas. "Ngapain kamu ke sini Felix? Alis Rafa nampak terangkat sedikit, penasaran dengan siapa Felix ke Mall.

__ADS_1


"Aku mengajak Violetta ke sini. " cicitnya pelan. Seringai terbit di bibir Rafandra, senyumnya nampak mengejek kearah Felix seolah mengatakan jilat ludah sendiri. Felix berdecak tak membantah, nyatanya dia memang menjilat ludahnya sendiri.


Sementara dari kejauhan Mentari nampak akrab dengan Violetta. Keduanya meski baru mengenal nyatanya langsung akrab apalagi para pria mereka bersahabat. "Tari, Felix itu bukan kekasih aku. Lagian mana mau dia sama cewek cupu kayak aku. " gumamnya pelan.


"Sebenarnya kamu cantik Vio tapi kecantikan kamu tertutupi penampilanmu. Biar aku yang pilihkan gaun untukmu. Violetta nampak mengangguk, memperhatikan Mentari yang tengah memilih gaun untuknya.


Satu jam kemudian


Kedua gadis cantik selesai memilik gaun, mereka menghampiri para pria lalu pergi ke kasir. Felix langsung membayar belanjaan kedua gadis tersebut. Mentari mengajak Vio ke luar dari mall membiarkan Rafa dan Felix membawa paperbag mereka.


Seperti dua majikan dengan dua pembokatnya 😂😂


Rafa dan Felix hanya pasrah. Felix memilih mengiyakan daripada singa betina milik Rafandra mengamuk. Mood bumil sangat merepotkan dan bisa berubah ubah, makanya mereka memilih mengiyakan perintah sang ratu Mentari. 😳😌


Setelah melajukan mobilnya beberapa menit mereka akhirnya tiba di restauran dengan menu makanan khas jepang. Rafa segera memanggil pelayan dan pesan makanan.


Tak lama pedasan mereka datang.Ada Sushi, Onigiri, Yakiniku, dorayaki dan Ramen. Mentari dengan lahap memakan Sushi, Onigiri dan Ramen. Felix yang melihat nafsu makan bumil di depannya, menelan ludahnya kasar sedangkan Rafa menampilkan raut biasa.


Selesai makan siang. Mentari mengarahkan tatapannya pada suaminya dan Felix secara bergantian. "Setelah ini aku dan Vio akan pergi ke salon kalian mau ikut apa tidak.


"Sayang biar aku antar saja. "Mentari mengangguk. Felix melirik kearah Vio yang kini juga menatapnya datar. Rafa segera mengeluarkan selembar kertas, lalu mereka ke luar dari restauran. Mobil Felix dan Mobil Rafa melesat jauh meninggalkan Restauran tempat mereka makan.


🍁🍁


Dari kejauhan lebih tepatnya dalam mobil, Arfan memperhatikan mereka. Dia berulang kali menghembuskan nafas berat. Arfan tahu lokasi Mentari, melalui gps yang diaktifkan dengan melacak nomor Mentari. "Sebaiknya aku ikuti mereka. " Arfan menyalakan mobilnya dan melaju kencang mengikuti mobil Rafandra.


Setibanya di Salon, Arfan ke luar dari mobilnya. Berjalan pelan mendekat kearah Mentari yang mengobrol dengan Vio serta lainnya. "Ehem. " Mentari menoleh, terkejut melihat kehadiran Arfan yang berada di depannya.

__ADS_1


"Siang Tari. " sapanya basa basi. Rafa menggeram marah.Dia berjalan maju dan menatap datar kearah Arfandy. Bugh tanpa ragu didaratkannya tinjuan diwajah mantan kekasih istrinya itu.


"Berani beraninya kamu mengikuti kami breng****k. " maki Rafandra. Felix mendekati sahabatnya, mencoba menenangkan Rafa yang tersulut emosi.


Arfan mengusap darah disudut bibirnya. Dia berdecak kesal dan menatap tak suka suami dari Mentari itu. "Apa kamu gila hah. " serunya tak terima.


"Cih. Kamu yang gila mengikuti kami. Aku tahu kamu ingin mendekati istriku 'kan. Jika itu benar maka siap siaplah nyawamu yang melayang. " Geram Rafandra dengan sinis.


"Mas cukup! Mentari mengenggam tangan suaminya, mencoba meredakan amarah Rafa yang tengah meletup letup saat ini. Arfan tersenyum sinis melihat raut emosi di wajah Rafa.


"Lihatlah Tar, pria ini temperamen. Dia tidak cocok bersanding denganmu. " oloknya. Mentari mencoba menahan emosinya.


Mentari menatap datar Arfan sambil berkata. "Menurutmu kamu yang pantas. Heh cih menjijikan. Pria yang dulu memiliki kekasih namun bercinta dengan sahabat kekasihnya itukah yang kamu banggakan Fan. " Mentari menatap remeh pria dari masa lalunya tersebut.


Arfan membeku. Apa yang dikatakan Mentari benar adanya. Tak dipungkiri rasa bersalah itu selalu menghantuinya namun semuanya sudah terlambat. Arfan menatap sendu mantan kekasihnya, dulu gadis dihadapannya memandangnya penuh cinta sekarang hanya kebencian dan rasa jijik padanya.


"Kamu hanya masa lalu. Aku tidak mau mendengar kamu menjelekkan suamiku, jangan lupa berkacalah bagaimana dirimu selama ini. Jika tidak punya kaca, pakai kaca di toliletmu. " Mentari mengajak suaminya dan Vio pergi dari sana.


Kedua mobil itu melesat meninggalkan Arfan yang diam mematung. Arfan menghembuskan nafas kasar dan berlalu dari sana dengan sejuta penyesalan dalam hatinya.


🍁🍁🍁🍁


Mentari menoleh ke samping.Rafa nampak fokus menyetir tanpa mengatakan apapun padanya, entah kenapa dia merasa Arfan memang sengaja mengikutinya. "Maaf Yank membuat kamu takut. "


"Enggak papa Darling. Sepertinya ada seseorang yang memberi nomorku pada Arfan tapi siapa. Rafa mengenggam sebelah tangan istrinya sambil menyetir.


"Jangan dipikirkan sayang. Aku tidak akan membiarkan pria itu menganggu kita. Mentari mengangguk, memilih menyandarkan kepalanya di kursi. Rafa kembali fokus menyetir, membiarkan istrinya beristirahat.

__ADS_1


"Cih selalu saja mendapat gangguan dari Mantan. " gumam Rafandra resah.


TBC


__ADS_2