
...Happy Reading!!...
Kedua mertua Mentari datang berkunjung, Mentari menampilkan senyum manisnya dihadapan kedua mertuanya. Dia tidak ingin kedua mertuanya itu tahu bahwa dirinya dan Rafa tengah bertengkar.
"Lho Jun kamu kok disini nak. Mommy Claudia mengerutkan kening melihat putera bungsunya ada di mansion Rafa.
"Iya Mom tadi aku habis dari apartemen Sandra terus ke sini. Arjuna nampak santai menjawab pertanyaan mommynya. Tatapannya beralih pada Rafandra yang bergabung bersama mereka.
"Oh ya Alex kemarin chat aku, dia pergi ke bali bersama Monica. Mentari terdiam, lirikannya tertuju kearah suaminya yang nampak salah tingkah ditatapnya. Arjuna menyadari sikap Memtari terhadap Rafandra membuatnya heran .
"Apa mereka tengah bertengkar. Arjuna memperhatikan kakak dan iparnya secara bergantian.
"Ehem. " Mentari tak berkata apapun.
Diapun menatap kedua mertuanya tanpa memperdulikan kehadiran Rafa, suaminya. Rafa merasa kecewa dan sedih melihat sikap istrinya yang masih dingin terhadapnya.
Mommy Clau yang melihat situasi canggung membuatnya bingung. "Rafa apa kamu sedang bertengkar dengan istrimu. " cecar Mommy Claudia. Rafa terlihat gelagapan mendengar pertanyaan mommynya, dia langsung melirik kearah Mentari yang kini juga meliriknya.
"Sebaiknya aku tidak cerita sama Mommy. Karena akulah penyebabnya disini maka sebaiknya aku yang akan memyelesaikannya. Aku akan berjuang lagi mendapatkan maaf dari Tari meskipun itu sulit. " pikirnya.
"Enggak kok Mom kami baik baik saja. "Mommy Claudia menghembuskan nafas lega mendengarnya. Mentari hanya mengangguk meyakinkan mertuanya tersebut. Mommy Claudia sebenarnya tidak percaya, namun dia memilih diam dan tak ingin ikut campur dengan rumah tangga anaknya.
"Ya sudah Mommy dan Daddy pulang dulu. Mentari tersenum manis sambil memgangguk. Kedua paruh baya berlalu pergi dari sana, Setelah itu beralih melirik kearah Arjuna, "Jun bisakah kamu mengawasi dia. " pinta Mentari.
__ADS_1
Arjuna langsung mengangguk setuju membuat Rafa menautkan alisnya bingung. Dia memilih diam meski rasa penasarannya kian meninggi, "Ya sudah aku pulang. " Arjuna bangkit dan berlalu pergi dari sana menyisakan Rafa dan Mentari berdua.
Rafa bangkit dan langsung menekuk kakinya dihadapan Tari. Tari merasa bersalah melihat suaminya berlutut dihadapannya sambil berkata. "Maafin Mas sayang,mungkin luka yang mas torehkan dihati kamu tidak bisa dihapus begitu saja. Tapi bisakah Mas diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya dengan memberimu kebahagiaan. "
Mata Tari berkaca kaca mendengar penuturan suaminya. Sudah dua hari dirinya bersikap dingin pada Rafa, ada rasa sakit melihat wajah suaminya yang selalu menampilkan kekecewaan olehnya.
Dirinya juga tersiksa bersikap dingin pada suaminya namun dia lakukan agar suaminya menyadari kesalahannya itu dan tak mengulangnya lagi.
Hiks hiks hiks tangis Mentari langsung pecah. Rafa merutuki kebodohannya lagi yang membuat istrinya menangis. Dia langsung berusaha menenangkan istrinya itu, Mentari memghapus air matanya menatap lekat pria yang menjadi pemilik hatinya tersebut.
Apakah dirinya begitu jahat! Menghukum suaminya dengan bersikap dingin dan tak peduli padanya???
"Oh Tuhan ampuni aku. " jerit Mentari dalam hati. Mentari memegang kedua sisi bahu suaminya dan mendaratkan kecupan di kening Rafa. "Bangunlah Mas, kamu enggak pantas berlutut dihadapanku karena kamu suamiku, pria yang seharusnya aku hormati dan aku jaga wibawanya. "
Rafapun bangkit dan duduk disebelah istrinya, Tanpa ragu membawa Tari dalam rengkuhan dada bidangnya. Dia merasa terharu melihat kemuliaan hati istrinya yang mau memaafkan dirinya. Sebagai seorang suami, Rafa sangat menyesal menghina harga diri istrinya, wanita yang harusnya dicintai dan bahagiakan bukannya dicaci maki.
Rafa menyudahi ciuman mereka. Senyum merekah tak pudar dibibirnya, Mentari mengusap rahang kokoh suaminya dengan lembut sambil mengecupnya sekilas. "Ayo Mas minta maaf dan cium calon anak kita. "serunya.
Rafa menundukkan kepalanya ke bawah, menciumi perut rata istrinya dan mengusapkan tangannya di sana. Mentari tersenyum tipis mengusap kepala Rafandra.
"Maafin Daddy sayang. Daddy membuat mommy kamu marah dan kecewa, Daddy janji tidak akan mengulanginya lagi. "
"Dimaafkan Daddy. Rafa duduk dengan tegak, sambil merengkuh tubuh istrinya. Hatinya sangat lega mendapatkan maaf dari wanitanya, Mentari memgelus lembut tangan kekar suaminya yang ada di perutnya.
__ADS_1
Dengan mengnggam tangan Mentari, Rafa sambil berkata. "Oh ya aku sudah dapat kabar siapa pelaku yang mengirim foto itu sayang dan Sandralah orangnya. " geram Rafa.
"Ya aku tahu Mas. Mentari menoleh ke samping, menatap lekat wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu. "Untuk itu percayalah padaku Mas dan jangan ragukan aku lagi serta ketulusan cintaku padamu. "
Rafa merasa sangat bersalah telah mencaci maki Mentari. Dia raih dagu istrinya, memberikan kecupan diseluruh wajah Mentari setelah itu menyatukan kening mereka. "Sekali lagi maafkan aku. "
Mentari mengangguk. Diapun memposisikan duduk dipangkuan suaminya. Rafa merengkuh pinggangnya posesif, terlihat sangat senang melihat sikap dingin istrinya telah luluh berganti dengan sikap manjanya. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus membuat Rafa tak hentinya senyum terukir dibibirnya.
"Tidurlah yang nyenyak sayang dsn mimpi indah. Rafa mengusap punggung istrinya lembut. Dia tatap lekat Mentari yang tertidur dalam pelukannya. Berulang kali menghembuskan nafas berat dan merasa kasihan dengan istrinya itu, "Selama ini jika kamu tahu Sandra pelakunya kenapa kamu tidak mengatakannya padaku sayang. Sebagai suamimu aku telah gagal menjagamu dan kamu memilih menyimpannya sendiri.
Hup Rafa bangkit. Membopong tubuh wanitanya menuju ke lantai dua kamar mereka. Dengan kakinya dia dorong pintunya, lalu masuk ke dalam dan merebahkan di atas ranjang. Rafa terus memperhatikan wajah damai istrinya saat tertidur membuat amarahnya langsung pudar.
"Sikapmu sangat dewasa sayang melebihi aku. Aku merasa malu atas kebaikan hatimu yang memaafkan kesalahanku. Rafa mencium kening istrinya lembut, beralih pada perut ratanya dan melakukan hal yang sama disana.
"Selamat beristirahat Ratuku, Aku mencintaimu sayang dan calon anak kita. Rafapun berbalik dan ke luar membiarkan istrinya tidur dan tak lupa menutup pintunya pelan.
Di ruang tamu
Rafa nampaknya tengah menghubungi adiknya Arjuna.Di dalam telepon Arjuna mengatakan semuanya mengenai Sandra dan Mentari. Setelah selesai Rafa memutus sambungannya sambil mengepalkan tangannya. "Jadi selama ini Sandra ada niat terselubung menjadi tunangan Arjuna. " pikirnya.
"Jadi sebenarnya wanita itu menginginkanku cih. " dengusnya.
Rafa menghembuskan nafas kasar mendapati rencana istrinya bersama Arjuna. Dia merasa bangga karena istrinya bukan wanita yang lemah namun justru wanita tangguh dan tegar.
__ADS_1
"Rasa sakitmu akan kubalaskan pada Sandra yang telah membuatku gelap mata hingga menyakitimu istriku. Kini aura Rafa nampak dingin terlihat dari sorot matanya, dia benar benar telah tertipu dengan sikap manis dan sopan Sandra pada keluarganya, keluarga Romanov.
TBC