
Tebak tebakan Jingga anak siapa hayo 🤣🤣🤣
Lila hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah teman masa kecilnya itu. Ya sekarang Lila berada di kediaman keluarga Romanov, keluarga Dirga. Dirga terlihat berdebat dengan sang Daddy tercinta, Daddy Rafandra.
"Daddy tahu akal bulusmu Dirga, jangan kau kira Daddy tidak tahu kalau kau mau berbuat mesum pada Lila hah. " tebak Daddy Rafa dengan senyum miringnya.
"Hehe enggak kok Daddy, enggak salah maksudku!
"Dirga. " pekik Mommy Tari sambil melotot.
Dirga tersenyum miring kearah mommynya itu, mommy Tari hanya bisa mengelus dada menghadapi putera sulungnya. Sedangkan Elyzia cekikikan melihat sang kakak di omelin mommy mereka, dia menoleh kearah Lila.
"Ayo kak, Ely antar kak Lila ke kamar. " ujar Elyzia.
"Huum ayo, jangan pedulikan si buaya
buntung! Merekapun bangkit, berlalu pergi dari ruang tamu. Dirga menatap kepergian Lila dengan raut kesalnya, kembali melirik sang daddy dengan tatapan jengkelnya. Daddy Rafa hanya terkekeh, sangat senang melihat Dirga kesal.
Dirga mengalihkan perhatiannya pada Edzard, adiknya. "Kenapa kamu diam saja Ed, kamu lagi sariawan, sakit gigi atau patah hati karena JINGGA. " ucap Dirga dengan nada jahil.
"Berisik! Edzard hanya memasang wajah datarnya kearah Dirga, dia tak terpengaruh dengan ucapan kakaknya itu. Dirgapun berdecak karena gagal membuat sang adik kesal.
dasar kakak laknat memang!
"Dirga, berhenti menjahili adikmu nak. " sembur Mommy dengan nada galaknya.
Dirga langsung mencibir kearah sang adik, Sedangkan Daddy hanya tertawa sedaritadi menyaksikan perdebatan istri dan anak anaknya. Mommy memijat kepalanya yang terasa pusing, dia tak habis pikir dapat darimana sikap menyebalkannya Dirga itu.
"Mom, Mommy setuju aku sama my cici apa sama Sabrina sabi. " cecar Dirga.
"Kalau kamu mau sama si Sabrina, mommy gantung kamu dipohon tauge. " ucap Mommy dengan raut kesal.
Dirga tertawa mendengar ucapan mommnya kemudian berkata. "Lagian aku hanya ingin Lila Mom Lila astaga. "
"Oke kalau itu Mommy setuju, Mommy ada ide untuk meluluhkan hati si ice princess. " seringai miring terlihat di bibir mommy, hal itu membuat Dirga dan Daddy merasa penasaran dengan idenya mommy itu.
Daddy harap bukan ide gila yang diberikan Mommy pada Dirga batin Daddy. (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Sedangkan Edzard hanya diam, tak tertarik dengan obrolan kakak dan mommynya itu. Dia memilih asyik bermain game daripada ikut mendengarkan hal hal konyol dari keluarganya.
__ADS_1
dasar kulkas berjalan wkwk
Skip Malam harinya
Mereka semua berkumpul di meja makan, Lila kini duduk di sebelah Dirga, makan malam bersama disertai lelucon dari sang casanova Dirga. Lila hanya memutar bola matanya malas, melihat bagaimana Dirga menggodanya. Mommy mengulum senyumnya, menatap lekat kearah Lila, "Tante akan sangat senang jika kamu bisa menikah dengan Dirga nak. " ucap Mommy Tari.
Uhuk uhuk Lila tersedak makanannya, dia segera meneguk segelas air setelah itu menaruhnya kembali. Dia menatap lekat wanita paruh baya dihadapannya itu dengan senyuman canggung. "Tapi Tante, Lila tidak tertarik untuk menikah, Lila hanya ingin membahagiakan papah, bunda serta adik adik Lila. "
Mommy Tari menghela nafas berat, dia sungguh kasihan pada Lila akibat masa kecilnya dia menjadi trauma terhadap laki laki. "Tapi tak semua pria sama saja nak, kamu enggak bisa memukul rata semua pria. " ujar Mommy Tari.
Dirga melirik Lila melalui ekor matanya, ada rasa kecewa dalam dirinya mendengar pernyataan teman masa kecilnya itu. Namun dia mengerti, Lila tak ingin menjalin hubungan dengannya ataupun pria lain karena ada alasan. Tidak, dia tak akan menyerah begitu saja dan akan terus berusaha meluluhkan hati si ice princess.
"Aku tak akan menyerah sampai kamu bisa menerimaku apapun caranya!
Drt drt drt
Dirga merogoh ponselnya, dia berdecak melihat
Sabrina menghubungi dirinya. " Ck untuk apa si kunti itu menghubungiku. " gerutunya.
"Halo. "
Dirga memutus sambungannya, mendengar pengakuan Sabrina barusan membuatnya meradang. Lila yang melihat ekspresi dari dirgapun hanya bisa tersenyum sinis. Sedangkan mommy dan daddy merasa penasaran dengan apa yang terjadi hingga putera sulung mereka itu terdiam. "Siapa yang menghubungi kamu nak? "
"Sabrina mom!
"Memangnya ada apa dengan kekasihmu itu Ga? " cecar Mommy dengan ketus.
"Dia akan bunuh diri jika besok aku tidak mau menemuinya. " Dirgapun melanjutkan makannya begitu juga dengan yang lain.
Mommy Tari semakin tidak menyukai Sabrina, dia melirik sinis kearah putera sulungnya. "Dirga Dirga, sebenarnya kamu nemu titisan setan alas itu di mana sih, bisa bisanya kamu berpacaran dengannya. "
"Mom sudahlah, makan dulu baru bicara, " tegas Daddy.
Merekapun makan malam dengan tenang, sesekali Dirga mencuri pandang kearah Lila. Hingga selesai makan malam, mommy menatap lekat kearah putera sulungnya. "Lalu apa yang akan kamu lakukan nak!
"Ya besok aku harus menemuinya Mom, sudah jangan bahas si kunti deh Mommy. " ujar Dirga dengan malas.
Srak Lilapun bangkit, menatap keluarga Dirga dengan senyuman tipisnya. "Tante, Om semuanya aku pamit ke kamar mau istirahat. "
__ADS_1
"Iya sayang istirahatlah nak. " balas Mommy Tati dengan senyuman hangatnya.
"Kak aku ikut. " sahut Elysia.
Lila mengajak Elysia pergi dari sana, keduanya menaiki tangga menuju ke kamar mereka. Kini tinggalah mommy, daddy dan dua putera mereka. "Kita bicarakan ini di ruang tamu. " seru Mommy.
Mommy memanggil pelayan, setelah itu menyusul suami dan puteranya ke ruang tamu. Edzardpun membuang nafas pelan, dia sudah memikirkan matang matang rencananya. Setelah itu melirik kearah orang tuanya secara bergantian. "Mom, Dad aku ingin pergi ke Ausie ikut kakek dan nenek. "
"Kenapa kamu ingin ke sana Ed, apa kamu ingin bertemu saudaramu yang lain di sana. " celetuk Dirga.
"Bawel kau! sembur Edzard.
Dirga tertawa melihat raut kesal di wajah adiknya, Mommy hanya bisa bersabar menghadapi putera sulungnya itu. Sementara Daddy memilih menatap kearah putera keduanya Edzard. " Apa kamu tidak betah karena ada kakakmu yang bawel ini nak. " cecar Daddy.
"Enggak Dad!
Dirga hanya bisa mendengus keras, adiknya itu sangat suka bertele tele tanpa langsung to the poin ck menyebalkan pikirnya. Diapun memilih mengambil ponselnya dan mengirim chat pada Cicinya.
from BUBU to CiCI
" Ci, jangan lupa mimpiin pangeranmu ini ya sayang!
setelah selesai Dirga menyimpan ponselnya dalam saku. Dia memilih diam mendengarkan alasan adiknya itu ingin pergi ke Australia. Setelah selesai, akhirnya mom dan daddy menyetujui keinginan Edzard meskipun sangat berat sebenarnya. "Baiklah Daddy akan siapkan tiketnya untuk keberangkatan, lagian berangkat lusa 'kan boy!
" Iya Daddy. " balas Edzard singkat.
Daddy manggut manggut mendengarnya, dia melirik jam tangannya kemudian bangkit diikuti Mommy dan kedua puteranya. "Ya sudah sebaiknya kita istirahat, sekarang juga mengingat hari sudah larut malam. "
"Iya Dad, tapi ingat Dad jangan ajak Mommy olahraga malam ingat usia daddy sudah tua. " Dirga langsung kabur setelah mengatakan hal itu.
"Dirga. " pekik Mommy.
Daddy menggeleng, merangkul bahu Mommy lalu masuk ke dalam kamar. Sedangkan Edzard menaiki anak tangga menuju ke kamarnya tak peduli teriakan sang Mommy.
tbc
VOTE DAN GIFT YA BIAR OTHOR SEMANGAT
JANGAN LUPAKAN DI FAVORITKAN NOVEL INI AGAR TAHU JADWAL UPNYA
__ADS_1