
Aku sedikit percepat alurnya ya hehe
Yuk bisa yuk setelah baca like, vote dan komen yang positif 🖤🖤🖤
Happy Reading!!
Hari yang ditunggu tunggu telah tiba di mana saat ini Rafa dan Davin tengah menunggu mempelai wanita masing masing.Tak lama kemudian dua mempelai wanita hadir dan menghampiri Rafa dan Davin di dampingi orang tua Rafa.
Daddy James memyerahkan tangan Mentari dan Reina pada pasangannya masing masing. Sementara dari kejauhan Daddy Bram menelan kekecewaan karena tidak bisa mengantarkan puteri bungsunya pada calon suaminya.
Rafa terpesona dengan Tari yang sangat cantik di matanya. begitu juga dengan Davin pada Reina.
"Saudara Rafa Maxwell Romanov dan Davindra Alexi Pratama bersediakah kalian menerima saudari Mentari Shaqueena Lashira dan Reina Queenza Arabella sebagai istri istri kalian. "
"Ya Kami bersedia! jawab mempelai dengan kompak.
"Saudari Mentari Shaqueena Lashira dan Reina Queenza Arabella bersediakah kalian menerima kedua mempelai pria sebagai suami suami kalian. "
"Ya kami berdua bersedia. " balas mempelai perempuan bebarengan.
"Kalau begitu saya resmikan pernikahan kalian dan silakan pasangakan cincinnya. "
Dua pasangan suami istri tersebut langsung memasukkan cincinnya ke jari pasangan masing masing.Prok prok prok suara tepuk tangan para undangan membuat suasana semakin riuh kala para pria mencium istri masing masing.
Rafa tersenyum bahagia dan langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat dan dibalas Mentari setelah itu melepaskan diri mereka.
Kedua orang tua Mentari ikut meneteskan air mata terharu melihat puteri bungsu mereka telah menikah.
"Mom, Dad sebaiknya kita menghampiri Mentari dan memberikan selamat pada mereka. " tawar Melodi pada orang tuanya.
"Iya Kamu benar nak! balas Mommy sambil menghapus air matanya.
Keluarga hutama langsung mendatangi pengantin baru begitu juga dengan keluarga Romanov.Senyum di bibir Tari menghilang seketika melihat kedatangan keluarganya.Dia mengeratkan pelukannya di pinggang sang suami.
"Tari sayang selamat ya nak akhirnya kamu resmi menjadi seorang istri. " ucap Mommy Felisia dengan mata berkaca kaca menatap puteri bungsunya yang dia rindukan.
"Terimakasih. " jawabnya singkat tanpa mau memandang sang mommy.
"Tari sopanlah dia itu mommy kita. " geram Melodi melihat sikap tidak sopan adiknya.
Tari berdecih melihat gadis yang dibencinya namun tak lama dia tersenyum meremehkan.
"Apa dia dulu peduli padaku enggak 'kan! hanya kamu anak kesayangannya yang dibangga banggakan.Untuk apa kalian hadir di acara pernikahan anak tak berguna sepertiku dan kamu gadis munafik menyingkirlah dari sini. " usir Tari pada kakaknya.
__ADS_1
"Dasar gadis tak tahu diuntung. " maki Melodi pada adiknya.
Mentari berkaca kaca mendengar makian Melodi dan Mommy Clau segera menghampiri menantunya lalu membawanya ke dalam pelukannya setelah itu melirik Melodi dengan sinis.
"Jaga bicaramu Melodi. " bentak Mommy Clau.
Mentari menghapus air matanya dan melepaskan pelukan mertuanya.Dia kembali menatap Keluarganya dengan tatapan datarnya.
"Kalau aku gadis tak tahu diuntung lebih baik silahkan tinggalkan pestaku ini karena kalian tidak diundang ke mari. " ujar Mentari.
"Sayang sebaiknya kita temui tamu yang lain. " ajak Rafa yang tak tahan istrinya di hina.
Mentari merangkul pinggangnya lalu mengangguk dan berlalu pergi dari sana. Mommy Felisia menangis tersedu sedu melihat tatapan puterinya barusan yang penuh kebencian pada mereka.
"Jika kalian masih berbuat rusuh lebih baik pergi dari sini aku tidak mau puteriku Mentari tidak nyaman. " ujar Mommy Clau dengan tegas.
"Maafkan kami Nyonya yang berbuat kericuhan dalam pesta nyonya dan tuan. " sesal Daddy Bram dengan raut sendunya.
Daddy Bram mengajak puteri sulung dan istrinya pergi meninggalkan pesta.Melihat kepergian kedua besannya membuat mommy Claudia bernafas lega.
"Sebenarnya Mommy merasa jahat karena berkata kejam pada besan kita hanya saja mommy tidak mau menantu kita terus terusan tertekan akan teringat kejadian masa lalu. " ungkap Mommy serba salah.
"Mommy sudah benar kok tapi sebaiknya kita nasihati Mentari agar segera berbaikan dengan orang tuanya. " tegur Daddy James dengan bijak.
"Iya Daddy benar!
"Tari sayang. " panggil Rafa dengan lembut.
Mentari menoleh dan langsung berlari menghampiri suaminya dan berhambur dalam pelukan Rafa.Tangis Mentari langsung pecah mengingat sikap kejamnya pada orang tuanya.
"Bie hiks hiks aku jahat sama mommy dan daddy. " gumamnya lirih.
"Sst sayang tenanglah. " bujuk Rafa dengan nada lembutnya.
Mentari melepaskan pelukannya dan Rafa dengan sigap menghapus air mata sang istri dan mencium keningnya sekilas.
"Kita ke kamar istirahat soalnya nanti 'kan resepsi kita. " ujar Rafa.
"Huum. " Rafa mengajak istrinya kembali ke dalam dan menuju ke kamar mereka di atas.
Skip Malam hari
Mentari tampak cantik dan anggun dengan gaun resepsinya.Rafa menatap istrinya tanpa berkedip namun dia segera menghampirinya.
__ADS_1
"Sayang kamu cantik banget membuatku sudah tak tahan melahapmu dan membuatmu menjerit dibawahku. " bisik Rafa.
Mentari tersipu malu mendengar bisikan suaminya.Diapun segera menggandeng lengan Rafa lalu ke luar dari kamar dan menuruni tangga berbarengan dengan Davin dan Reina.
"Kalian pasangan yang sangat serasi. " puji Reina dengan senyum tipisnya.
"Kamu dan Davin juga sangat serasi Rei. " balas Mentari tersenyum bahagia.
Mereka berempat kini bersama dengan para sahabat sambil menikmati pesta.Rafa tak henti hentinya menatap lekat kearah istrinya yang tengah berbincang bersama dengan Reina dan sahabatnya yang lain.
"Tawamu adalah canduku sayang. " batin Rafa dalam hati.
"Ehem Raf jangan tatap istrimu seperti itu lagian dia tak akan ke mana mana. " sahut Alex sambil meneguk minumannya.
"Kenapa kamu iri. " balas Rafa sambil meledek kearah Alex.
"Cih songong nih bocah. " sahut Felix dengan nada kesalnya.
Rafa hanya mengangkat bahunya acuh mendengar cibiran Felix.Sementara Davin hanya bisa tergelak melihat tingkah kekanakan sahabat sahabatnya.
"Oh ya Raf kamu butuh obat kuat enggak buat nanti malam. " tawar Alex.
"Sialan kamu Alex memangnya si krucil impoten apa pakai obat kuat. " umpat Rafa pada Alex.
Alex tergelak melihat raut kesal pengantin baru tersebut.Merasa kesal Rafa langsung menghampiri istrinya dan mengajaknya berdansa.Mentari menerima ajakan suaminya dan ditemani lagu romantis keduanyapun berdansa.
"Sudah siap sayang nanti kita bertempur sampai pagi. " bisik Rafa dengan senyum nakalnya.
"Oh ya memangnya si kucil tahan berapa ronde. " tantang Mentari dengan senyum menggodanya.
"Awas ya nanti kamu aku habisi sampai meminta mohon padaku. " balas Rafa.
"Aku sudah enggak sabar Darling. " jawabnya sambil menggigit telinga sang suami.
Rafa menggeram melihat tingkah istrinya yang menggoda dirinya.Sementara Mentari tersenyum dan sesekali mengecup bibir Rafa dengan lembut dan sensual setelah itu menjauhkan wajahnya.
Dari kejauhan Felix dan Alex hanya bisa mendengus keras melihat pasangan pengantin baru tersebut.
"Dasar pasangan gila dan tak tahu malu. " geram Felix dengan wajah jengkelnya.
"Sabar Felix jangan marah terus cepat tua
lho. " sembur Alex dengan wajah datarnya.
"Cih dasar kulkas berjalan. " sinisnya.
__ADS_1
TBC