Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson - RAHASIA BESAR


__ADS_3

"Emh emh. "


Pasangan suami istri itu kini tengah menikmati malam pertama mereka, tubuh keduanya basah, penuh keringat. Lila meremas rambut sang suami kala guncangan itu datang dan akhirnya terjadi. Pakaian mereka berceceran di atas lantai serta ranjang terlihat kusut akibat gerakan mereka yang panas dan Liar.


Dua jam kemudian Dirga mengakhirinya, dia membanting tubuhnya ke samping dan langsung terlelap menyusul istrinya ke alam mimpi.


💥🔥


Cahaya matahari menyilaukan mata, membuat sepasang suami istri terjaga dan kembali melanjutkan kegiatan panas mereka seperti semalam. Selesai dengan tiga ronde nya, mereka segera pergi ke mandi.


Skip Selesai mandi dan berganti pakaian, mereka segera turun setelah mengganti sprei. Lila nampak mendengus kesal, melihat raut bahagia di wajah suaminya yang berhasil mendapatkan jatahnya. Sampai di meja makan, mommy Tari menatap keduanya sambil senyum senyum. "Kamu baik baik 'kan sayang? tanyanya pada sang menantu. "


"Baik kok Mommy, lagian tadi malam ada serigala lapar. " ujar Lila sambil melirik tajam kearah sang suami.


Dirga tertawa kecil tanpa dosa dihadapan Lila, istrinya. Mommy hanya menggeleng, diapun melanjutkan makannya. Selesai sarapan mommy dan daddy langsung bangkit, dua paruh baya itu tersenyum kearah putera dan menantunya.


"Mommy dan Daddy pulang dulu, cepat buatkan kami cucu yang banyak ya sayang. " pinta Mommy Tari.


"Pasti Mommy! Orang tua Dirga langsung pergi, Setelah kepergian kedua mertuanya, Lila langsung mencubit paha sang suami dengan raut jengkelnya.


"Memangnya bikin baby gampang apa kayak buat adonan dasar suami mesum. " sembur Lila.


Tawa Dirga langsung pecah seketika, dia sangat senang menjahili istri kesayangannya itu. Lila memilih membereskan meja makan lalu membawanya ke dapur, setelah itu kembali ke ruang tamu. Dirga bangkit dan menyusul sang istri yang tengah merajuk.


🌷🌷


Di lain sisi Sabrina berhasil kabur dari kejaran anak buah Kenzo. Dia berkali kali mengumpat karena gagal menghentikan pernikahan Dirga dan Lila, sekarang dia berada di apartemen mewahnya. Sabrina menghempaskan dirinya di atas sofa, pupus sudah harapannya menikah dengan Dirga.


Padahal dia sudah mengorbankan keluarga kecilnya agar bisa bersama dengan Dirga namun berakhir sia sia seperti saat ini. Selain itu dia juga sudah mengubah identitasnya agar tidak ketahuan seseorang yang menjadi mantannya sekarang.


"Tidak, masa lalunya tak boleh bocor. Jangan sampai orang lain tahu kalau dirinya pernah menikah dan melahirkan. " batin Sabrina.

__ADS_1


Sabrina membuang nafasnya kasar, dia mengambil ponselnya dari dalam tas. Dia menatap lekat keluarga kecilnya, keluarga yang dia tinggalkan demi mencari kesenangan lain.


Sabrina langsung menghapus foto itu, lalu menaruh ponselnya di meja.


Ya sebenarnya nama Sabrina adalah Pevita Sabrina Roselind dan di ubah menjadi Sabrina Roxenna Evelyn. Setelah bercerai dari mantan suaminya, dia langsung mengubah identitasnya lalu pergi dari Jakarta hingga dua tahun lamanya.


Sabrina mengepalkan tangannya, dia tak boleh tinggal diam membiarkan Lila bahagia bersama Dirga. Dia bangkit dan pergi ke kini barnya, lalu kembali membawa dua botol wine, Sabrina langsung menuangkan wine ke dalam gelas lalu meneguknya dan berulang kali melakukan hal itu.


Drt drt drt


Sabrina menghentikan minumnya, diapun mengambil ponselnya yang bergetar.


"Halo. "


(..........)


"Apa, bagaimanan bisa? " teriaknya, Sabrina langsung mematikannya. Dia sangat terkejut dengan kenyataan mengenai keberadaan mantan suaminya sekarang ini.


"Sepertinya aku harus mengawasinya, tapi dia tak akan curiga karena aku sudah mengoperasi wajahku saat di Perancis dulu. " gumamnya sambil tersenyum miring.


Satu jam kemudian


Sabrina kembali ke ruang tamu, mendapati laporan mengenai Rezvan, mantan suaminya. Dia pun tersenyum sinis, memiliki ide untuk menghancurkan keluarga Lila, wanita yang merebut Dirga darinya.


"Hn jadi Rio sudah berumur tiga tahun. " gumam Sabrina tersenyum licik.


Dia menyambar tas dan kunci mobilnya lalu ke luar dari apartemen. Sabrina tancap gas, melajukan mobilnya menuju ke alamat tempat di mana Rezvan berada.


Skip Di Cafe Love


Sabrina mengenakan kaca matanya, lalu turun dari mobil dan berjalan dengan anggun memasuki Cafe. Dia tersenyum miring dengan sengaja duduk di tempat yang ada sebelah tempatnya Rezvan dan Bianca. Rezvan terdiam sejenak, dia menolek ke samping, merasa tidak asing dengan sosok di sebelahnya itu.

__ADS_1


"Jangan jangan dia Vita, tapi mana mungkin dia. " batin Rezvan.


Bianca menaikkan sebelah alisnya, dia menatap aneh kearah Rezvan lalu berkata. "Ada apa Mas Rezvan, apa yang kamu pikirkan? " cecar Bianca dengan nada lembut.


"Enggak papa Bianca, ayo lanjutkan makannya! Rezvan tersenyum di hadapan Bianca, Bianca mengangguk dan kembali fokus makan.


Sabrina membuka kaca matanya, bertepatan dengan Bianca menoleh dan terkejut melihat si nenek lampir. "Bagaimana bisa dia kabur begitu saja sialan. " Sabrina menyeringai miring Bianca, hal itu membuat Bianca semakin geram. Sabrina kembali memakai kaca matanya, lalu bangkit dan ke luar dari Cafe.


Selesai makan Bianca langsung bangkit dan pergi begitu saja, Rezvan merasa aneh dan segera membayar makanan mereka setelah itu menyusul Bianca. Dia bergegas menghampiri Bianca yang tengah mencengkeram tangan Sabrina.


"Bi, lepaskan tangannya!


" Dia Sabrina, wanita yang kemarin berusaha menggagalkan pernikahan kakakku. " balas Bianca dengan sedikit menaikkan nada suaranya.


Sabrina menepis kasar tangan Bianca, lalu menatapnya sinis penuh kebencian. "Lihat saja aku tidak akan pernah membiarkan kakakmu bahagia. " Dia membuka kaca matanya, menatap Rezvan sekilas kemudian melajukan mobilnya menjauh. Rezvan sangat yakin jika Sabrina adalah mantan istrinya terdengar dari suaranya yang sama, tapi wajah mereka sangat berbeda.


"Sebaiknya aku harus segera cari tahu. "


Rezvan dan Bianca masuk ke mobil, melesat dengan kecepatan sedang. Bianca masih kesal karena gagal membawa paksa Sabrina, dia tak akan membiarkan rencana Sabrina berhasil. Sesekali Rezvan melirik kearah Bianca, dia tahu saat ini Bianca tengah kesal sekarang makanya dia membiarkannya.


"Perempuan rubah itu pengen sekali aku jambak rambutnya hingga rontok. " dumel Bianca dengan raut kesal.


Rezvan tertawa kecil mendengar ucapan Bianca, namun tawanya terhenti mengingat rasa penasaran mengenai wanita bernama Sabrina. Jika memang Sabrina adalah Vita, mantan istrinya apa yang harus dilakukannya. bagaimana kalau Bianca tahu, dia pasti akan syok dan menjauhi aku dan juga Ryo. Kehadiran Bianca membuat aku dan Ryo cukup bahagia.


"Maaf jika aku egois Bianca, tapi aku dan Ryo sangat menyayangimu dan membutuhkanmu. " batin Rezvan dengan raut dilema.


Setelah berhenti mengomel, Bianca menoleh kearah Rezvan, Dia terlihat penasaran dengan apa yang di pikirkan pria tampan dia sampingnya.


"Mas Rezvan kenapa kok sepertinya bingung? "


"Eh aku enggak papa kok Bianca!

__ADS_1


Bianca hanya manggut manggut, setelah itu tak bertanya lagi apalagi curiga padanya.


bersambung


__ADS_2