
Sabar sabar naskahku terhapus dan kini harus ngulang 😳😳😌😌😦😦
🍁🍁
Di mansion Rafandra
Mentari mengernyitkan kening. Melihat Vio yang menjaga jarak dari Felix, diapun bertanya tanya apakah ada sesuatu diantara mereka berdua???
"Tari maaf soal gaun tadi aku tidak bisa menerima. Aku tidak ingin mengubah penampilanku sekarang ini hanya karena demi mencari perhatian seorang pria. Vio yang mengatakan hal itu dengan tenang, namun tidak dengan Mentari serta Felix.
Vio menghembuskan nafas kasar, mengingat setiap kalimat yang diucapkan ibunya Felix masih membekas di hatinya. Tidak, dia tidak ingin kembali mendengar cacian dan makian dari wanita paruh baya itu. Mentari menatap lekat gadis dihadapannya dengan pandangan menyelidik. "Apa alasanmu menolaknya Vio. " cecarnya.
"Tidak ada alasan apapun Tari. Hanya saja aku tidak ingin mengubah penampilanku, aku sudah nyaman dengan apa adanya diriku. Tak butuh menjadi cantik dan seksi hanya untuk menarik perhatian pria. " tegasnya.
"Ya sudah minumlah Vio agar kamu tenang. Vio mengangguk, mengangkat cangkirnya menyesap jusnya dengan pelan.
Sementara Felix terus menerus memperhatikan Vio. Dia tak sedikitpun mengalihkan pandangan dirinya dari gadis tersebut. Rafa segera menyenggilnya, membuat Felix menoleh dan berkata. "Ada apa Rafa! "tanyanya.
"Kenapa kamu menatap Vio seperti itu. Apa kamu menyukainya Felix. " Bisik Rafa ditelinga Felix. Felix mengedikkan bahunya pertanda tidak tahu. Rafa berdecak, kesal dengan sikap Felix yang tak peka dengan perasaannya sendiri.
Vio melirik jam tangannya, pukul 04.00 sore. Dia kembali menatap ketiganya secara bergantian. "Aku pamit pulang ya. " ujarnya.
Mentari mengangguk. Vio bangkit dan berlalu pergi dari sana tanpa menyapa Felix. Setelah kepergian Vio, Mentari melipat tangannya di dada dan menatap tajam Felix. "Jika kamu suka Vio, ungkapkan perasaanmu padanya bodoh. "
"Setelah aku menghinanya. Mana mungkin Vio akan merimaku Tari ditambah cacian dari ibuku. Felix nampak frustrasi, membuat Mentari dan Rafa merasa iba padanya.
__ADS_1
Mentari menatap tajam Felix yang bodoh sambil berkata. "Berjuanglah Felix, yakinkan ibumu jika Vio gadis yang baik serta dapatkan cinta Vio. " seru Mentari memberi usul.
Felix bangkit dan menatap sekilas keduanya dengan senyumnya lalu pergi dari sana. Mentari menyenderkan kepalanya di bahu lebar suaminya. Kepalanya terasa pusing mengingat hidupnya rumit, bayang bayang mantan yang menganggu rumah tangganya dengan Rafa membuatnya tak aman. Di tambah Sandra yang berusaha merebut suaminya dari tangannya.
"Sayang kamu bertahan ya demi keutuhan rumah tangga kita. Aku tahu kamu memikirkan rencana untuk Sandra, agar dia segera tersingkir tali pikirkan dirimu juga. " Rafa mengelus kepala istrinya dengan lembut. Mentari masuk ke dalam rengkuhan dada bidang Rafa. Menyamankan dirinya di sana menghilangkan segala keresahan dalam hatinya.
"Oh Tuhan bantu aku. Beri aku ketegaran, agar bisa melewati semua ujianmu. " jeritnya dalam hati.
🍁🍁🍁
Sementara di apartemennya, Sandra menatap lekat sebotol obat dalam genggamannya. Tak sabar menjalankan aksinya untuk membuat hubungan Rafandra dan Mentari semakin menjauh. "Sebentar lagi hubungan kalian yang renggang akan semakin renggang dan berakhir perceraian. " gumamnya dengan senyuman licik.
Sandra menaruh botol obat itu di meja. Dia tuang sebotol wine dalam gelas, setelah itu meneguknya hingga berulang ulang. Diapun terkekeh mengingat saingannya merebut Rafandra lumayan kuat. Yang pertama Monica sudah tersingkir dan saat ini si belut liar, Mentari.
"Cih takkan aku biarkan kalian bersatu Tari. Hanya aku yang pantas bersanding dengan Rafandra Maxwell Romanov. " geramnya penuh keyakinan. Raut wajahnya nampak mengeras mengingat bagaimana Mentari memberi perhatian pada Rafandra.
🍁🍁🍁
"Siap sayang. Rafa mengambil ponselnya, menghubungi asisten Liam.
"Halo Liam siapkan dua tiket honeymoon ke Hawaii besok dan tutup akses agar Sandra serta Melodi tidak tahu keberadaan kami. " ujar Rafa selama honeymoon.
"Baik Tuan. " Rafa memutus sambungannya, Dia mengulum senyumnya melihat taut bahagia diwajah wanitanya.
Mentari tersenyum manis dihadapan suaminya sambil berkata. "Aku akan berkemas sekarang juga. " Rafa mengangguk, Mentari bangkit dan naik ke kamar mereka di lantai atas. Kini tinggal Rafa seorang diri di ruang tamu, memghubungi detektif untuk mengawasi Sandra.
__ADS_1
"Laporkan setiap kegiatan Sandra dan Melodi kepadaku. " Rafa menutup teleponnya, Dia akan melakukan apapun demi kebahagiaan Mentari.
30 menit berlalu, Mentari telah selesai berkemas. Sekarang dia lapar dan berada di dapur. Setelah itu kembali ke ruang tamu membawa minuman dan camilan di tangannya. Rafa hanya bisa tersenyum melihat istrinya yang tengah makan hamburger serta camilan lainnya. "Yank ayo ikut makan juga. "
Rafa mengangguk, membuka mulutnya membiarkan istrinya menyuapi setelah itu langsung mengunyah makannya pelan.Mentari kembali memakannya dengan senyum menggembang di bibir seksinya.
Teruslah tersenyum sayang. Senyumanmu adalah obat dikala aku letih dalam bekerja. Kebahagiaanmu merupakan prioritas utamaku serta dirimu dan calon anak kita adalah tanggung jawabku. Hanya satu kesalahan terbesar dalam hidupku yaitu mencaci dan memakimu dengan kata kata hinaku. Setiap luka yang tergores dalam hati dan jiwamu selalu menjadi bumerang bagiku.
Tiap tetes air matamu menjadi luka tak kasat mata yang menembus jantungku. Akan kubayar kesalahanku dengan kesetiaanku padamu seumur hidup.Itulah janjiku, janji seorang Rafandra Maxwell Romanov pada Mentari Shaqueena Maxwell Romanov.
"Darling ada apa? Mentari berhenti mengunyah. Dia menatap lekat wajah tampan suaminya dengan raut wajah bingung. Rafa tersenyum lalu menggeleng kecil. Dia raih tangan istrinya, diarahkan ke depan bibirnya setelah itu mengecupnya sekilas.
"I love you my sunshine and my queen from my heart. Kedua pipi Mentari menyembulkan rona merah, tersentuh dengan kalimat yang diucapkan Rafa barusan mampu menembus jiwanya yang kini semakin bergejolak.
"Love you more My Hubby! Senyuman manis Mentari membuat jiwa Rafandra semakin bergetar. Dicintai oleh Mentari merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan padanya.
Dia merasa sangat beruntung memiliki istri yang memiliki hati seluas samudra, kebaikan, ketulusan serta pesonanya yang kuat mampu memikat pria lain. Namun semua itu takkan dibiarkan olehnya. Bagi Rafa, Mentari adalah Takdirnya, malaikat tak bersayap yang disiapkan Tuhan untuk melengkapi hidupnya.
"Terimakasih sayang kamu mengubah hidupku menjadi lebih baik. Aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti kamu. Mentari tersenyum mendengar ucapan Rafa yang sangat tulus padanya.
"Aku juga beruntung memiliki kamu. Pria tampan, kaya dan seksi. " guraunya. Rafa berdecak, namun tak hayal ikut tertawa bersamaan dengan istrinya.
"Dasar perusak suasana. " Mentari terkekeh pelan, entah kenapa dia saat ini tidak ingin mellow. Tak hentinya Rafa memberikan kecupan dikening istrinya. Mentari kini sedang memejamkan matanya sebentar, meresapi setiap kasih sayang suaminya melalui ciuman dikening. Dia sangat tahu betapa besar cintanya Rafa pada dirinya begitu juga dirinya.
Cinta mereka yang kuat membuat mereka bertahan sampai saat ini. Mentari harap cinta mereka abadi sampai keduanya menjadi kakek dan nenek.
__ADS_1
TBC