
Sorry author ada di audio room lupa lanjut nulis lagi wkwk saking keasyikan.
Happy Reading!!
Siang itu di depan apartemen Violetta.
Ting tong ting tong
Felix berjalan mondar mandir menunggu Violetta yang tak kunjung segera membuka pintu apartemennya.
15 menit berlalu
Cklek Viopun akhirnya memutar handle lalu membuka pintunya dan terlihat Felix berdiri di depan pintu apartemennya.Violetta berdecak malas melihat pria yang sangat dibencinya tersebut.
"Ada apa lagi? " ketus Violetta dengan nada sinisnya.
"Em begini Vio aku mau kamu berpura pura menjadi kekasihku. " gumam Felix dengan pelan.
"Cih tidak mau lagian tidak ada untungnya untukku. " dengus Vio.
"Ayolah didepan mantan tunanganku yang akan kembali ke Jakarta besok agar dia berhenti mengejarku. " desak Felix sambil memohon.
"Aku tidak peduli! Viopun berbalik dan hendak masuk ke dalam.
Felix menggeram kesal dan langsung menarik Vio lalu memanggul tubuh gadis tersebut di pundak setelah itu memasukkannya dalam mobil.Mobil melesat meninggalkan apartemen milik Violetta.
"Hei bodoh apa kamu gila hah menculik anak orang. " teriak Violetta.
"Hentikan suara cemprengmu itu bisa bisa aku tuli. " balas Felix dengan tatapan datarnya.
Bibir Vio langsung mencebik mendengar bentakan Felix.Setelah itu keheningan menerpa mereka berdua dalam mobil hingga akhirnya sampai di penthouse Felix.
"Ayo turun! ajak Felix lalu ke luar dari mobilnya.
Dengan malas malasan Vio turun dari mobil Felix dan brak membanting pintunya kasar.Felix mendelik kesal melihat tingkah Vio barusan yamg hampir merusak pintu mobilnya.
...
visual anime Violetta...
"kenapa kamu malah membawaku ke mari hah sudah aku bilang aku enggak mau. " geram Vio sambil membenahi kaca matanya.
"Sebaiknya masuk ke dalam dulu. " ujar Felix sambil menarik Vio lalu membawanya ke dalam penthouse.
di dalam mansion, Vio menepis kasar tangan Felix lalu menatapnya tajam.Dia sangat kesal dengan Felix yang seenaknya memaksa dirinya.
"Cari gadis lain saja aku tak tertarik tawaran kamu. " tolak Vio.
__ADS_1
"Ck ayolah sekali saja bantu aku dan jika kamu mau,kamu boleh minta apa saja padaku. " desak Felix.
Violetta hanya menggeleng dan berjalan melewati Felix dengan acuh.Felix merasa kesal langsung menariknya dan menyatukan bibir mereka berdua.Vio membulatkan matanya merasakan benda lembut menyentuh dan ******* bibirnya saat ini.
Felix mengakhiri ciumannya dan langsung menghapus air liur di bibir Violetta.Diapun tersentak dan hendak melayangkan tamparannya pada Felix namun Felix mencekal tangannya.
"Terima tawaranku atau aku akan memasukkan bibit unggulku dalam rahimmu. " ancam Felix sambil menyeringai.
Vio langsung melotot mendengar ancaman Felix padanya dan terpaksa diapun kini menganggukkan kepalanya pelan.Felix tersenyum puas lalu mengandeng tangan Vio setelah itu mengajaknya duduk di sofa.
"Pakai ngancam segala cih masukin kecebongmu ke got sana atau kolam ikan. " celetuk Vio dengan asal.
"Bagaimana kalau kita coba masukin bibitku dalam hutanmu. " goda Felix sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Stop hentikan! Vio menundukkan kepalanya karena pipinya yang menyembulkan rona merah akibat obrolan absurd mereka.
Felix tersenyum geli melihat tingkah malu malu Vio dan diapun segera mengeluarkan salah satu Black Cardnya lalu memberikannya pada Vio.
"Nih pakailah kalau perlu habiskan uangnya dan kamu enggak usah khawatir karena kekayaanku 7 turunan tak habis habis. " ucap Felix dengan nada sombongnya.
Vio mengambil Blackcardnya dari tangan Felix setelah itu mencibir kearah Felix.
"Dasar sombong! Memang kamu kaya sih tapi sayang masih JOMBLO ALIAS PERJAKA TUA. " ejek Vio dengan penuh penekanan.
"Memangnya kamu sudah punya pacar heh. " balas Felix dengan senyum meremehkan.
Kruyuk suara perut Violetta membuatnya langsung menatap Felix.
"Kenapa kamu lapar ya? " tanya Felix.
"Ya cepat buatkan aku makanan atau aku akan membatalkan rencana kita. " pinta Vio dengan nada bossynya.
Felixpun bangkit dan berlalu pergi menuju ke dapur sambil menggerutu.Vio tertawa puas melihat raut kesal di wajah Felix barusan.Dia langsung memasukkan black card ke dalam saku.
15 menit kemudian
Felix kembali dan menaruh sepiring nasi goreng, spagetti dan segelas jus orange ada di meja.Vio langsung meneteskan air liurnya melihat makanan lezat didepannya kemudian langsung memakan nasi gorengnya dengan lahap.
"Astaga kamu kayak enggak pernah makan saja. " cibir Felix.
Setelah menghabiskan makanannya Vio langsung meneguk jus orangenya setelah itu melirik Felix.
"Masakanmu ternyata enak juga. " puji Violetta dengan tulus.
"Ehem. " Felix acuh dengan pujian Vio tapi kini fokusnya pada bibir mungil Vio yang baru diciumnya tadi membuatnya candu
"Ah sial apa yang aku pikirkan! Felix menggelengkan pikiran kotor dalam otaknya.
__ADS_1
Vio yang melihat tingkah aneh Felix hanya bisa mengernyitkan dahinya heran dan bingung.
"Oh ya sebutkan nomor hapemu. " cecar Felix.
"081 xxx xxx. " jawab Vio singkat.
Felix segera menyimpan kontak Vio dalam ponselnya setelah selesai menyimpan ponselnya dalam saku.Dia melirik arlojinya menunjukkan angka 02.00 siang kemudian menatap kearah Vio.
"Ayo kita ke mall membeli pakaian untuk
kamu. " ujar Felix.
"Hn Ya. " jawabnya dengan malas.
Felix dan Vio pergi meninggalkan ruang tamu dan ke luar dari penthouse.Keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil melesat menjauh dengan kecepatan penuh.
Drt drt drt
Vio tersenyum lebar melihat sahabatnya menghubungi dirinya.
"Halo Bay ada apa? " tanya Vio.
"Aku datang ke apartemenmu kok kamu nggak ada Vio. " cecar Bayu.
"Oh em aku sekarang tinggal bersama Om aku Bay untuk sementara. " balas Vio sambil berbohong.
"Ya sudah deh aku besok saja temui kamu. "
Tut Bayu memutus sambungan teleponnya terlebih dahulu.Vio memasukkan ponselnya dalam saku celananya.Felix diam diam berdecak kesal mendengar percakapan Vio dan Bayu.Viopun enggan mengobrol dengan Felix dan memilih menatap jalanan sedangkan Felix sibuk menyetir.
Sementara itu di Mansion Rafa
Mentari mengobrol bersama kedua mertuanya dan membiarkan Rafa menempel pada dirinya.. mommy Clau yang melihat kelakuan puteranya hanya bisa menggeleng tak percaya.
"Dasar pria tua manja. " cibir Mommy.
"Daddy sebaiknya bawa Mommy ke kamar dan buatkan aku adik biar Mommy enggak ngomel terus. " celetuk Rafa.
"Dasar bocah nakal! Oh ya kapan kalian beri mommy dan daddy seorang cucu. " cetus Mommy Clau.
"Lagi usaha Mom siang malam kami main kuda kudaan agar cepat jadi. " balas Rafa sambil mengecup bibir istrinya.
Kedua pipi Mentari langsung merona dengan sikap suaminya yang tak tahu malu.Daddy James hanya bisa terkekeh dengan sikap puteranya yang sama seperti dirinya dulu saat masih muda.
"Sikapmu ini sama seperti sikap daddy saat muda dulu Son. " sahut Daddy sambil terkekeh.
"Wah pantes mommy tergila gila sama Daddy. " seru Rafa.
"Tentu saja Daddymu dulu bastard casanova dan terkenal bermain dengan para wanita murahannya dulu. " ketus Mommy sambil melirik tajam Daddy.
__ADS_1
Daddy James menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat tatapan sinis istrinya.
TBC