
...🍁 Happy Reading!! 🍁...
Sore harinya di mansion Rafa, 06.00 sore.
Mentari ke luar dari ruang tamu. Dia memegang sebuah botol sambil tersenyum licik,Rafa menghampiri istrinya dengan raut wajah bingung. "Yank obat apa yang kamu pegang
itu. " ucapnya penasaran.
"Besok pagi kamu juga akan tahu Mas. Ini salah satu hadiah dariku pada gadis muka dua itu. Pokoknya kamu harus berpura pura didepan Sandra. " Rafa terlihat resah dan ragu ragu dengan rencana istrinya itu.
"Lalu kalau Sandra memberiku perangsang bagaimana Yank. " Mentari langsung menggeplak dada suaminya. Dia sedikit kesal dengan suami seksinya yang terkadang lemot otaknya.
Mentari membuang nafas berat, kembali menatap prianya itu. "Pura pura enggak tahu, dan kamu pura pura saja meminumnya. Awas aja sampai kamu tergoda sama dia, aku potong habis si krucil entar. " Rafandra menelan ludahnya susah payah mendengar ancaman sadis dari istrinya.
"Entar kalau dipotong kita enggak bisa berkebun sayang. Mentari mendengus keras melihat wajah suaminya yang memelas.Diapun berlalu menyimpan botol obat tersebut ke tempat aman. Rafa mengekorinya dari belakang hingga ke ruang tamu.Mentari menyandarkan kepalanya di bahu lebar sang suami.
"Huh aku kangen Reina. Rafandra mengusap kepala istrinya dengan lembut. Dia memahami perasaan istrinya yang ditinggal sahabatnya honeymoon.
"Ya sudah aku ke dapur dulu. " Rafa langsung mengangguk membiarkan istrinya pergi ke dapur.
Di dapur Mentari dibantu pelayan menyiapkan makan malam. Setelah selesai mereka menatanya di atas meja.
Ting tong ting tong
Rafa bangkit dan berjalan kedepan, meraih handle pintu lalu menariknya ke dalam. Dia hanya diam melihat Sandra yang masuk ke dalam tanpa menunggunya, setelah itu Rafa menutup pintunya. Sandra nampak senyum senyum sendiri berjalan beriringan dengan Rafandra di meja makan.
Mentari sudah menunggu kedatangan Sandra. Dia nampak memasang wajah sendunya dihadapan Sandra. Sandrapun dengan sengaja mengambilkan lauk untuk Rafandra dihadapan Mentari. "Ayo kita Makan Mas Rafa, Sandra. " ujar Mentari pura pura masih sedih.
Rafa sebenarnya malas harus berdekatan dengan Sandra. Lebih baik dia bermanja ria dengan istrinya atau berkebun di dalam kamar mereka. 😌🤔😂
__ADS_1
Menyebalkan!!
Mereka bertiga makan malam bersama. Mentari mencuri pandang kearah suaminya yang tengah disuapi Sandra. Dia sebenarnya cemburu dan marah, namun memilih diam serta menahannya. "Belut genit sialan. " umpatnya.
Mentari segera mengusap perut ratanya menyadari dirinya mengumpat. Huh dia mencoba menetralkan emosinya yang hampir tersulut melihat kelakuan Sandra. "Oh ya Tari bolehkah malam ini aku menginap di sini. " pinta Sandra dengan wajah polosnya.
Ehem
"Boleh. Kamu bisa tidur di ruang tamu, enggak papa 'kan Sandra. Mentari mencoba memancing Sandra agar rencananya berjalan lancar.
Sandra tersenyum lebar mendengar ucapan Mentari sambil berkata. "Iya enggak papa Tari. " Seringai licik menghiasi bibir Mentari tanpa disadari Sandra. Yes batin Mentari bersorak kegirangan karena rencananya akan berhasil sebentar lagi.
"Ayo Sandra cicipi makanan yang lain seperti udang asam manis pedas dan seblak serta capcay. " seru Mentari dengan sengaja dengan seringai tipisnya.
Menghadapi valakor jangan pake otot tapi pakai otak 😂😂🤔😳 Hal ini yang tengah dilakukan Mentari menghadapi gadis muka dua seperti Sandra.
Sandra menelan ludahnya kasar mendengar tawaran Mentari. Dia sebenarnya tidak suka dengan udang dan makanan pedas, dikarenakan memiliki Alergi. Sedangkan Mentari mencuri pandang kearah suaminya sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.
Rafa mengulum senyumnya, menahan nafas melihat tingkah lucu istrinya setelah itu kembali memasang wajah datarnya. Mentari kini pura pura tidak tahu dengan apa yang ingin dikatakan Sandra padanya.
"Ayolah Sandra coba cicipi masakan buatanku. Aku sduah susah payah mencari resepnya di google lho. " Sandra kian bergeming dan menatap horor makanan didepannya,berkali kali menelan ludahnya kasar.
"Maaf Tari aku alergi udang dan makanan pedas. " cicitnya. Mentari membekap mulutnya menampilkan reaksi terkejutnya dihadapan Sandra dan Rafa. Rafa hanya bisa menggeleng, melihat bagaimana cerdiknya istrinya bermain peran layaknya aktris profesional.
"Maafkan aku Sandra!
Sandra mengangguk. Wajahnya berubah pucat melihat udang dan makanan pedas. Diapun berusaha menetralkan nafasnya yang memburu dan berkata. "Aku ke kamar tamu dulu ya mau istirahat. Sandra bangkit dan berlalu pergi dari sana dengan langkah terburu buru.
Tawa Mentari langung pecah bagaimana dirinya melihat wajah pucat Sandra. Rafa bangkit dan membopong istrinya ke ruang tamu. Dia membawanya keatas pangkuannya hingga Mentari memekik. "Hubby bagaimana kalau Sandra kembali dan melihat kita bermesraan. " serunya.
__ADS_1
"Percayalah! Sandra sekarang mengunci pintu kamarnya dari dalam dan beristirahat. Rafandra langsung memagut bibir seksi istrinya dengan lahap dan dibalas tak kalah hotnya oleh Mentari.
Lima menit kemudian ciuman mereka berhenti. Mentari meraup oksigen sebanyaknya, lalu dipandanginya wajah tampan suaminya yang semakin membuatnya terjerat akan pesona seorang Rafandra, billionaire tampan, kaya dan HOT.
"Kita tidur yuk dah malam Darling. Rafa mengangguk. dia tidak berniat menurunkan istrinya. Rafa membopong Mentari menuju ke kamar mereka di lantai atas.
Di dalam kamar
Mentari langsung mengambil laptopnya, dan langsung terlihat apa yang dilakukan Sandra saat ini. Rafa mengerutkan keningnya heran melihat kelakuan istrinya, "Yank sejak kapan kamu menaruh cctv di kamar tamu. " serunya dengan raut penuh tanda tanya.
"Sore tadi Darling. setelah itu aku hubungkan dengan laptopku ini. Keduanyapun kini tertawa melihat Sandra yang tengah menggaruk garuk badannya. Mentari tertawa puas melihat reaksi bubuk gatal di tubuh Sandra yang bereaksi. Bubuk tersebut berbentuk botol kemasan yang dia sebar di atas ranjang kamar yang ditempati Sandra saat ini.
"Efeknya sampai kapan Yank. " Rafa merasa penasaran berapa lama efek obat gatal itu bekerja.
"Sampai besok. " seringai lebar menghias disudut bibir Mentari.Rafa merasa gemas, mengecup sudut bibir seksi istrinya.
Hoam Mentari mulai menguap, Rafa segera menaruh laptopnya di meja setelah itu mereka berbaring di atas ranjang. Mentari mendusel di dada bidang suaminya yang sangat nyaman baginya.
"Good Night istri nakalku. " bisik Rafa dengan lembut.
"Night too Suami seksiku. " gumamnya terkekeh pelan.
Keduanya memejamkan kedua matanya, tak lama kemudian mereka terlelap. Sementara di kamarnya, Sandra masih saja menggaruk kulit tubuhnya yang terasa gatal.
"Cih sialan sebenarnya ada apa denganku. Sandra merasa kesal tak henti hentinya menggaruk kulitnya hingga memerah. Diapun memutuskan pergi ke kamar mandi malam malam.
Tak lama kemudian setelah berpakaian, Sandra masih merasakan gatal. Diapun semakin jengkel dengan dirinya, lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang. Sandra berusaha memejamkan matanya sambil menahan rasa gatal pada tubuhnya namun berakhir sia sia.
"Huh pokoknya jangan sampai besok pagi tubuhku gatal gatal lagi, aku tidak mau Rafandra menjauhiku karena gatal gatal ini. " gumamnya percaya diri.
__ADS_1
TBC
GIFT DAN VOTE DIKENCENGIN PLEASE