Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 44 - Kucing Nakal


__ADS_3

Jomblo di larang baca entar ileran lho 😂😂😁🤤


Ini tentang Alex dan Monica dulu ya hehe


Hari berikutnya


Pagi itu selesai mandi, Monica pergi ke dapur membiarkan Alex yang masih terlelap di atas kasur. Meski tubuhnya terasa pegal setelah aktifitas panasnya dengan Alex dari kemarin hingga pagi tadi, namun tak menyurutkan niatnya membuat sarapan.


Beberapa menit berlalu, kini telah tersedia nasi dan chicken katsu sambal matah, sayur sop. Tiba tiba grep sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang. Monica segera membalik tubuhnya, menatap Alex yang hanya memakai celana panjangnya dengan dada bidangnya yang polos. "Mas Alex kok enggak pakai baju sih. " ucapnya heran.


"Buat apa pakai baju, kalau pada akhirnya akan dilepas lagi. " goda Alex dengan senyuman miringnya.


Monica mendengus keras. Menarik kursi lalu duduk begitu juga halnya dengan Alex. Menurutnya Monica sangat menarik di matanya daripada makanan makanan dihadapan dirinya. Monica mengunyah makanannya dengan lahap, sesekali melirik kearah Alex yang tengah menatapnya. "Mas Alex enggak makan!


"Sudah makan kamu jadinya kenyang. Lagi lagi Monica memutar bola matanya malas, memilih mengabaikan ucapan Alex. Alex tersenyum geli melihat reaksi dari wanitanya.


Monicapun menoleh dan langsung menyuapinya. Alex membuka mulutnya, mengunyahnya pelan sambil menatap wajah cantik wanitanya. Lima belas menit berlalu, mereka berdua telah selesai sarapan. "Olahraga lagi yuk sayang di kamar. " ajak Alex to the poin.


"Nikahin dulu kek Mas, masa iya maunya ngajak *** *** terus. " dumel Monica dengan raut kesal. Alex tersenyum tipis mendengar ucapan dari calon istrinya tersebut. Diapun bangkit, tiba tiba mengangkat tubuh Monica lalu membawanya ke ruang tamu.


Alex menaruh Monica diatas pangkuannya. Dia tatap intens wanita yang telah mencuri hatinya saat ini. Monica nampak salah tingkah, dia selalu berdebar kala tatapan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain. "Baiklah pernikahan kita akan diadakan lima hari lagi, sebelum itu besok kita temui orang tuaku. "


"Em Mas, apa orang tuamu akan setuju melihat kita menikah. " Alex mengusap pipi Monica dengan lembut, kemudian tersenyum. Dia mengerti dengan kekhawatiran yang kini tengah dirasakan wanitanya.


"Percayalah padaku mereka pasti setuju. Jika tidak, aku tetap akan memilihmu sebagai pendamping hidupku sayang. " Monica mengangguk, ada rasa lega dalam dirinya mendengar penuturan Alex barusan.

__ADS_1


Drt drt Alex merogoh ponselnya dalam saku, melakukan video call dengan Rafandra.


"Halo bro ada apa!


"Lex bisakah kamu besok jemput aku dan istriku di bandara. " Alex langsung menoleh kearah Monica setelah itu kembali menatap layar ponselnya.


"Oke dan aku akan ajak Monica, Monica ingin minta maaf sama kalian berdua. " Monica nampak merasa malu dengan sikapnya dulu yang memeluk Rafandra.


"Boleh Lex, sampaikan salamku pada Monica. " sahut Mentari dengan tulus. Alex mengangguk, menyudahi video callnya. Kedua mata Monica nampak berbinar, tak menyangka Mentari sangat baik dan ramah padanya.


"Nah besok kita jemput mantan kekasihmu Rafa dengan Istrinya. " ledek Alex.


Monica berdecak kesal. Dia segera turun dari pangkuan Alex dan mengerucutkan bibirnya. Entah kenapa dia tidak menyukai ucapan Alex meski Alex hanya menggodanya. Baginya Rafandra hanya masa lalu, masing masing sudah memiliki kehidupan sendiri sendiri. Alex menghembuskan nafas kasar, melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Monica. "Sepertinya sekarang Monica marah padanya. " pikir Alex.


Grep Alex mencekal pergelangan tangan Monica. Monicapun menoleh dan memasang wajah datarnya kearah Alex. "Sayang maafin Mas ya, tadi itu Mas cuma menggoda kamu. "


"Mas jangan cari gara gara deh. Bukankah kamu selalu cemburu jika membahas Rafandra hah. " ujar Monica dengan mode kesalnya.


Skakmat Alex tak berkutik. Apa yang diucapkan Monica tepat sasaran. Dia segera menariknya, membawa wanitanya kedalam rengkuhan dada bidangnya. Monica saat ini masih merasa kesal namun dia diam saat tubuhnya dipeluk Alex. Monica menghembuskan nafas pelan, memeluk punggung kekar Alex yang polos dengan erat.


"Aku hanya mencintai Mas Alex. " bisiknya di dada bidang Alex.


"Iya sayang Aku juga cinta kamu. Maafin Mas yang telah membuat kamu kesal. " Monicapun mengangguk, merapatkan pelukan di dada prianya yang sangat nyaman dan hangat.


Alex melepaskan pelukannya, sedikit menjauhkan tubuhnya. Dia pandangi wanitanya dengan tatapan penuh cinta. "Oh ya kemarin Arjuna menghubungi aku, dia ingin meminta bantuan kita untuk menyingkirkan Sandra agar tidak menganggu rumah tangga Rafa dan Mentari. "

__ADS_1


"Ya sudah kita bantu saja mereka lagian Rafa sahabat kamu Mas. " Alex mengangguk, lalu kembali membopong tubuh Monica lalu membawanya ke teras samping.


Keduanya kini tengah berenang. Pandangan Alex tak henti hentinya tertuju pada lekuk tubuh wanitanya yang semakin seksi ketika menggunakan bikini hitam.


Entah kenapa tidak ada rasa puas dirinya dalam meraup manis dan nikmatnya tubuh Monica yang menjadi candunya saat ini. Ingin selalu mengulangi kegiatan itu berkali kali di atas ranjang. Kini gairahnya tengah bangkit, Alex segera mendekati Monica dan langsung mengungkungnya dengan tubuh besarnya.


Monica menaikkan sebelah alisnya melihat tatapan penuh damba dari prianya. Dia mengerti arti tatapan itu, membuat Monica berdebar kencang. "Aku ingin kamu sayang. " bisiknya di depan wajah Monica.


"Bisakah Mas menahannya sampai kita menikah nanti. " pinta Monica dengan tatapan seriusnya.


Alex menggeleng. Wajahnya nampak memerah, menahan gairah dan kini dia tengah tersiksa. Monicapun merasa kasihan dan akhirnya mengangguk. Wajah Alex berubah cerah, merekapun memadu kasih di tepi kolam renang tanpa ada siapapun di sana.


Dua jam berlalu Alex dan Monica selesai menuntaskan gairah mereka. Keduanya kini telah duduk tak jauh dari kolam renang dan nampak Alex tersenyum puas karena keinginannya terpenuhi. Monica hanya mengulum senyumnya, melihat tingkah mesum calon suaminya itu. "Sayang mau konsep pernikahan seperti apa? " tanya Alex penasaran.


"Besok saja Mas setelah menjemput Rafa dan Tari, kita pergi ke rumah orang tuamu Mas untuk meminta restu sekaligus membahas pernikahan. " tawar Monica.


"Baiklah Mas setuju sayang! Monica tersenyum manis, lalu terbesit ide jahil untuk menjahili Alex. Dia usap dada bidang Alex yang dipenuhi bulu bulu menambah kesan maskulinnya.


Setelah itu mendaratkan kecupan di sana, Sedangkan Alex menggeram merasakan sentuhan lembut di dadanya yang membangkitkan jiwa lelakinya kembali.


Monica terkekeh, bangkit dan berlari pergi meninggalkan Alex. "Selamat menghabiskan sabun di kamar mandi Mas. " teriaknya dari kejauhan. Alex melongo, mendapati dirinya dikerjai wanitanya. Diapun langsung menyusul kepergian Monica yang sudah masuk ke dalam.


"Lihat saja kucing nakal, aku akan segera menangkapmu. " gumam Alex penuh tekad.


TBC

__ADS_1


__ADS_2