
Mansion Rafa. 07.00 malam.
Senja berganti malam, Mentari menepiskan senyumnya kala melihat suaminya kini tengah mengakrabkan dirinya dengan orang tuanya yang merupakan mertua Rafa.Teringat besok pagi keberangkatan suaminya ke bandara membuatnya bersedih.
Berat..ya dia merasa berat berpisah jauh dari suami yang dicintai apalagi saat ini keadaannya tengah mengandung. Melodi melirik kearah adiknya kemudian duduk disebelahnya, sambil berkata. "Kata Mommy, Rafa mau ke Singapura ya Tar. Kamu harus hati hati dengan suamimu yang akan pergi ke singapura. Mungkin saja dia bukan untuk pekerjaan ke sananya namun demi wanita lain. " gumam Melodi sambil tersenyum tipis.
Melodi menjauhkan wajahnya.Dia tersenyum miring memperhatikan raut wajah adiknya yang terlihat gelisah. Mentari membuang nafas berat setelah itu memandang saudarinya tersebut. "Maaf ya kakakku sayang. Aku bukan wanita polos dan bodoh yang mau diprovokasi sama wanita lajang sepertimu yang tak laku. Huh kamu 'kan enggak kenal Mas Rafa jadi jangan menjelekkannya dihadapanku. " ujar Mentari tersenyum tipis.
Melodi tertegun melihat raut tenang di wajah Mentari. Mentari menyelipkan rambutnya ke belakang setelah itu tersenyum manis kearah Melodi.Namun dalam hatinya ingin sekali mencabik wajah polos kakaknya itu. "Lebih baik urursi diri kakak sendiri okey daripada mengurusi suami orang entar dikatai pelakor lho kak. " sindir Mentari.
Melodi terdiam dan tak membalas ucapan Mentari.Mentari bangkit, berjalan mendekati suami dan orang tuanya di ruang tamu disusul Melodi. "Kak Melodi kalau mau pulang silakan saja, lagian Mom dan Dad menginap disini. "
"Kamu mengusirku Tar. " seru Melodi tidak terima. Mentari terkekeh mendengar ucapan kakaknya yang tak sadar diri. "Oh ayolah kak aku tuan rumah disini dan kakak cuma tamu. " tandasnya.
"Tenang Yank jangan emosi. " bisik Rafa merangkul istrinya dari samping.
"Benar kata adikmu nak, mommy dan daddy akan menginap.Sebaiknya kamu pulang saja dulu. " sahut Mommy dengan nada bicara lembutnya.
Melodi bangkit dan pergi dari sana dengan raut kesalnya. Setelah kepergian Melodi, Mentari merasa lega.
Mentari PoV
Aku hanya ingin melindungi rumah tangga aku dan Rafa dari para pelakor. Biarlah aku dikata sombong dan egois asalkan rumah tanggaku aman.Ucapan Melodi tadi masih terngiang ngiang dikepalanya namun segera dia tepis hal itu.
"Sayang maafkan sikap kakakmu tadi ya. " Mommy Felisia merasa bersalah dengan puteri bungsunya itu. Dia tidak ingin mengecewakan Mentari lagi atas kesalahannya dulu.
"Oh ya Mom apa hubungan Melodi dan
__ADS_1
Reyhan. Mommy Felisia mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Mentari, puteri bungsunya.
"Teman dekat nak.Setahu Mommy sih begitu, soalnya Melodi tidak pernah mengatakan apapun soal Reyhan. Mentari manggut manggut mendengar penjelasan dari mommynya.
"Kita makan malam dulu setelah itu istirahat. " ujar Mommy Felisia. Mentari setuju dengan ucapan mommynya. Mereka semua beranjak dari ruang tamu dan pergi ke meja makan.
Skip Di kamar Rafa dan Tari
Setelah mengganti pakaiannya degan piyama, Tari segera berbaring di atas ranjang. Rafa ikut berbaring diseblahnya dan menatap intens sang istri. " Yank kamu enggak papa besok aku tinggal ke singapura. " cecarnya.
"Yakin kok.Aku percaya sama kamu kalau kamu di sana kerja bukan karena hal lain. Mentari menampilkan senyum manisnya dihadapan sang suami.Rafa membalas senyumnya dan merasakan kelegaan dihatinya.
"Tidur yuk Yank. Rafa langsung memejamkan kedua matanya sambil merengkuh tubuh Mentari. Mentari tak bergeming,memperhatikan suaminya yang sudah terlelap lebih dulu.Dia usap rahang suaminya dengan lembut setelah itu menjauhkan wajahnya.
"Meski cuma empat hari,Apa aku sanggup berjauhan dan menahan rindu darimu. Mentari mengusap air matanya yang menetes tanpa disadarinya.
Setelah itu Dia mendusel didada bidang Rafa.Tempat yang sangat nyaman untuk disandari olehnya.Tak lama kemudian Mentari sudah terlelap dalam mimpi menyusul suaminya.
Esok hari yang cerah, namun tak secerah hati Mentari yang kini dirundung kesedihan.Dia membantu suaminya berkemas. Lalu ke luar dari kamar dan menemui orang tua mereka dilantai bawah.
"Mommy, Daddy semuanya aku berangkat
dulu. " pamit Rafa pada mertua dan orang tuanya.
"Iya nak kamu hati hati disana dan jaga kesehatan. " Rafandra mengangguk, berpaling kearah istrinya yang kini menatapnya penuh air mata.
Hiks hiks hiks Tangis Mentari langsung pecah kala dirinya jatuh dalam dekapan suaminya. Rafandra ikut menangis melihat istrinya menangisi kepergian dirinya, Dia semakin berat meninggalkan wanitanya yang tengah hamil.
__ADS_1
"Aku akan segera kembali sayang. Bertahanlah dan jadilah tegar serta kuat, meski raga kita berjauhan namun hati kita selalu berdekatan. Rafa melepaskan pelukannya dan menghapus air mata dipipi Mentari.
Dia angkat dagu Mentari lalu dikecupinya berulang ulang.Tari menikmati kecupan suaminya yang akan dia rindukan empat hari kedepan. Rafa mengakhiri ciumannya, meraih kedua tangan sang istri dan menciumnya lembut. Terdengar isakan kecil dari bibir Tari melihat tindakan suaminya.
Hiks hiks hiks para orang tuapun ikut menangis melihat kesedihan mendalam diwajah Tari dan Rafa. Keduanya sama sama tersiksa karena terpaksa menahan rindu selama empat hari.
Rafa langsung menekuk kakinya dan wajahnya sejajar dengan perut rata Mentari.Dia kini mengusapnya lembut, menciumnya penuh kasih sayang sambil berbisik. "Daddy pergi kerja sayang, kamu sehat sehat dan kuat diperut mommy kamu. "
Setelah puas Rafa kembali berdiri, pasangan suami istri muda itu lagi lagi berpelukan dan terpaksa melepaskan diri. "Mas berangkat dulu ya sayang kamu baik baik di rumah. " pamit Rafa.
"Hati hati Mas Rafa dan jaga kesehatan
di sana. " Rafa mengangguk lalu memyeret kopernya sampai di luar mansion disusul Mentari dan orang tuanya.
"Mom, Dad aku ingin mengantar suamiku ke bandara. " pinta Mentari penuh harap. Dia memandang orang tuanya dengan tatapan memohon.
Mommy Felisia menghela nafas berat lalu menggeleng, membuat Mentari kecewa. Rafa mendekati istrinya dan mencium keningnya sekilas. "Kamu dirumah saja sayang, sudah ada Daddy James dan Daddy Bram yang mengantarku. " tegas Rafa.
"Aku berangka! Mentari mengangguk menyaksikan suaminya masuk ke dalam mobil begitu juga dengan kedua Daddynya. Mobil melesat meninggalkan Mansion dan menghilang dibalik pagar.
Mommy Claudia segera merangkul menantunya lalu mengajaknya ke taman disusul Mommy Felisia.Di sana kedua wanita paruh baya itu menghibur Mentari agar melupakan kesedihannya ditinggal Rafa ke singapura.
"Nak sabarlah hanya empat hari kalian berpisah. Kamu harus kuat dan tegar, ingat kamu sedang hamil muda sayang jangan sampai stres lalu menganggu kandungan kamu. " ujar Mommy Felisia.
Mommy Claudia menyelipkan anak rambut Tari kebelakang.Dia usap punggung bergetar menantunya dengan lembut, sambil berkata pada menantunya, "Benar kata mommy Feli sayang. "
"Iya Mommy. Mentari menghapus sisa sisa air matanya lalu tersenyum manis kearah dua mommy yang berarti dalam hidupnya.
__ADS_1
"Nah gitu dong sayang jangan sedih lagi! sambung mommy Clau dengan senyuman hangatnya.
TBC