Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Season 2 Part 1 - Direktur Utama


__ADS_3

Season 2 dengan judul Mr Casanova's Cold Woman, merupakan sequel istri nakal sang Billionaire. Othor putuskan kisahnya aku gabung di sini sesuai permintaan reader.


Delilah Sena Maheswari Rahadian, gadis cantik berusia 23 tahun. Dalam hidupnya, hanya keluargalah yang menjadi prioritasnya yaitu Bunda, Papah dan kedua adiknya. Selama ini juga dia tak pernah menjalin hubungan dengan seorang pria, ada alasan kenapa dia bersikap seperti itu.


Sikap Ayah kandungnya di masalalu menjadi penyebabnya. Hal itu membuat pandangannya terhadap para pria di matanya sangatlah buruk, kecuali Papah Felix dan adiknya Kenzo.


❣️❣️


Pagi itu di kediaman Rahadian tengah berlangsung sarapan bersama, dua orang pria paruh baya dan ketiga anaknya. Bunda menatap ketiga anaknya secara bergantian kemudian tersenyum tipis, "Lila bukankah hari ini hari pertamamu masuk ke kantor. " ucap Bunda pada Puteri sulungnya.


"Iya Bunda. " balas Lila dengan singkat.


Merekapun sarapan dengan tenang, tanpa ada suara hanya dentingan sendok yang beradu. Selesai sarapan Lila membersihkan bibirnya menggunakan tisu, kembali menatap kearah orang tuanya secara bergantian.


"Bunda, Papah aku berangkat dulu. " pamit Lila.


"Iya sayang kamu hati hati. "


Lila mengangguk, menoleh kearah Zivana dan Kenzo kemudian tersenyum tipis. "Kakak berangkat dulu ya Zi, Ken. "


"Hati hati kak. "


Lilapun berlalu dari sana, Zivana menatap kepergian kakak perempuannya itu dengan tatapan sendu. Kenzo menghela nafas, menepuk pelan bahu kakak keduanya itu kemudian berkata. "Sudahlah jangan khawatir sama kak Lila, dia sudah dewasa kamu jangan khawatirkan dia Ziva. " seru Kenzo.


"Ih Kenzo panggil aku kakak. " protes Zivana pada adik bungsunya.


"Ogah wlek. " Kenzo bangkit, menghampiri sang bunda dan mengecul pipi wanita paruh baya itu sekilas setelah itu berlalu pergi. Zivana berdecak sebal melihat kelakuan adiknya yang super duper cuek dan menyebalkan.


"Huh dasar kulkas berjalan!


Bunda dan Papah tertawa mendengar gerutuan dari Zivana. Zivana menghampiri orang tuanya, memberikan ciuman di pipi mereka. "Bun, Pah Puteri cantik kalian ini pergi ke rumah Aunty Tari ya. "


"Cie Puteri cantik papah mau apelin Edzard ya. " goda Papah Felix.


"Dih males, Edzard sama Kenzo satu spesies pah kayak beruang kutub, dinginnya mengalahkan kutub Selatan brrrr. " cerocos Zivana.

__ADS_1


"Dah Pah, Bun! Zivana pun pergi dari hadapan orang tuanya. Bunda hanya menggeleng, melihat kelakuan puteri keduanya itu. Entah kenapa sikap Zivana mengingatkannya pada sikap Mentari, sahabatnya itu pikirnya.


Di Kantor Rahadian Corp


Para karyawan menyapa kedatangan Lila, Lila hanya menyapa mereka dengan senyuman singkat setelah itu berlalu di susul Viana asistennya.


Skip di ruangan Lila


Lila langsung duduk di kursi direktur, Viana langsung memberikan beberapa berkas laporan pada atasan sekaligus sahabatnya itu. Viana kini memperhatikan Lila dengan intens kemudian mendesah pelan. "Lila semua orang di sini sudah tahu tentang status kamu dan mengenai masa lalu orang tuamu, setidaknya para karyawan tidak ada yang julid terhadap kamu. "


"Jika adapun aku juga tak peduli Vi!


"Padahal aku sudah bujuk papah, tapi papah bersikeras menyuruh aku menjadi direktur utama di kantor 'kan sebel. " dengus Lila.


Viana terkekeh mendengar keluhan sahabatnya itu kemudian tersenyum. "Meski begitu kamu tetap sayang sama papahmu itu 'kan. "


"Tentu saja iya, karena ketulusan Papah Felix lah aku bisa merasakan kasih sayang seorang papah meski aku akui papah Felix terkadang konyol dan menyebalkan. " ungkapnya sambil tersenyum.


Viana manggut manggut, menarik kursi kemudian duduk. Lila melanjutkan pekerjaan dalam memeriksa laporan yang masuk ke dalam.


from Dirga kutu kupret


Hai Lilaku sayang, laph you honey! Sayang, pangeranmu ini sangat merindukanmu.


Lilapun dengan cepat membalasnya dengan raut kesal.


to Dirga kutu kupret


STOP PANGGIL AKU SAYANG, ITU SANGAT MENJIJIKKAN DASAR BUAYA BUNTUNG.


"Cih Pangeran, pangeran dari hongkong ck. "


Lila menyimpan ponselnya dalam tas, selama beberapa bulan ini Dirga selalu mengirimi pesan yang selalu membuatnya naik darah. Viana menahan tawa melihat atasannya yang tengah menggerutu tak jelas dan dia tahu siapa penyebabnya.


"Awas nona boss, entar kamu bucin lagi sama si playboy cap buaya itu. " ledek Viana.

__ADS_1


Lilapun menatap tajam ke arah Viana, Viana langsung nyengir dan berlalu ke luar dari ruangan atasannya itu. Sementara Lila membuang nafas kasar, dia selalu kesal dan marah jika Dirga selalu menggodanya dengan jurus abal abalnya itu.


Dia memilih tak ambil pusing melanjutkan pekerjaannya tadi. Beberapa saat kemudian, Lila meregangkan otot ototnya, lalu melirik jam tangannya sekilas menunjukkan waktu 09. 00 pagi.


Lilapun bangkit dan beranjak dari kursinya merapihkan pakaiannya sebentar. Setelah itu ke luar dari ruangan kerjanya, dia melenggang pergi dengan anggun tanpa mengindahkan tatapan para kaum pria di kantornya yang tengah menatapnya kagum.


"Miss Lila tunggu!


Merasa namanya di panggilnya diapun berhenti, berbalik kearah belakang. Diapun melipat tangannya di dada melihat seorang wanita menghampiri dirinya, kini tengah berdiri di hadapannya sekarang. "Ada apa kamu memanggilku nona Sabrina? "


"Tolong jauhi kekasihku Dirga. " ujar Sabrina dengan lantang.


Lila tertawa mendengar ucapan Sabrina, hah dia menghela nafas sejenak kemudian kembali melirik Sabrina. "Antara aku dan playboy cap kadal itu tidak ada hubungan apapun, jadi jangan mengatakan hal hal konyol seperti itu. " tegas Lila.


"Dia selalu menghubungi kamu 'kan Nona. " cecar Sabrina.


"Tanyakan saja pada kekasihmu itu, untuk apa dia selalu menganggu waktuku. " balas Lila dengan tenang. Sabrina mengepalkan kedua tangannya, gadis di hadapannya sangat sulit untuk diprovokasi.


"Sekali lagi kamu mengusikku, akan kupastikan kamu kehilangan pekerjaanmu sebagai model! Lila berbalik dan melangkah jauh meninggalkan Sabrina yang terpaku di tempatnya.


Sabrina mengumpat berkali kali, dia mengambil ponselnya kemudian menghubungi Dirga. " Kita harus bertemu Dirga, sekarang juga di Restauran. " pekik Sabrina.


Sambungan terputus, Sabrina menyimpan ponselnya dalam tas. Dia ke luar dari kantor Rahadian corp dan masuk ke mobil. Mobil mewah itu melesat dengan kecepatan penuh.


❣️❣️❣️


Lila menyandarkan dirinya di dalam lift, kehadiran Sabrina membuat moodnya buruk. Ini semua karena si buaya buntung itu, dirinya mendapat kesialan di hari pertamanya menjadi direktur utama.


"Sialan. " maki Lila.


Tring Lift terbuka dia langsung ke luar dan bergegas menuju ke ruangannya. Viana yang melihatnyapun mengerutkan dahinya heran, namun dia memilih tak ikut campur dengan urusan atasan sekaligus sahabatnya itu.


Brak Lila membuka pintunya kasar, kemudian menghempaskan dirinya di sofa. Dia nampak memijit pelipisnya yang terasa pusing, sepertinya dia harus memberi pelajaran pada si buaya buntung itu.


"Awas kau Bubu sialan. " geramnya kesal.

__ADS_1


tbc


__ADS_2