Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 49 - Pesta Resepsi


__ADS_3

Manisnya kayak gula jawa 💕😌😳


Malam harinya mereka tengah menikmati acara pesta resepsi pernikahan Alex dan Monica. Pasangan pengantin baru itu benar benar menjadi raja dan ratu sehari serta menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Keduanya kini tengah berdansa, menyesuaikan gerakan mereka dengan musik yang disediakan menambah kesan romantis bagi Alex dan Monica.


"Apakah kamu bahagia Nyonya Alexander. " ucap Alex pada sang istri.


Monica tampak mengulas senyumnya mendengar pertanyaan dari pria yang baru dinikahinya. "Tentu saja aku bahagia Tuan Alexander. " seru Monica dengan senyuman lebarnya.


Satu jam kemudian mereka selesai berdansa. Alex merangkul istrinya menemui para sahabat mereka. Pasangan Rafta, Felix datang bersama dengan Violetta dan pasangan DevNa. Monica memperhatikan perut buncit Tari dan Reina, ingin sekali dia juga hamil sama seperti kedua sahabatnya itu. "Huft aku juga ingin hamil sama seperti kamu Tari, Reina. " ungkap Monica mengeluarkan apa yang ada dipikirannya.


"Suruh saja suami kulkasmu itu untuk sering sering bercocok tanam Monic. " celetuk Tari.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Mentari. Alex mendelik kearah istri dari sahabatnya tersebut. Rafandra langsung merengkuh istrinya, memberi kecupan dipipi Mentari. Sedangkan Monica merasa malu mendengarnya, dia rapatkan pelukan ditubuh Alex.


"Haish apa kalian tidak kasihan padaku dan Violetta. " geram Felix dengan wajah masamnya.


"Kenapa kalian tidak menikah saja Felix. " cetus Reina dengan asal asalan.


Felix melirik sinis kearah istri dari Davin tersebut.Reina tergelak melihat tatapan Felix padanya, dia mengusap perut buncitnya dengan lembut. Canda dan tawa mewarnai perbincangan para pasangan suami istri tersebut.


"Bagaimana kalau kita merayakannya dengan minum wine. " usul Felix.


Alex langsung menggeplak kepala sahabatnya itu. Dia tidak ingin dimalam pertamanya, Monica menyuruhnya tidur di luar. Hal yang sama dirasakan Rafandra dan Davin yang kini merasa kesal pada Felix.


Rafa melirik jam tangannya, menunjukkan angka 9.00 malam. Dia segera berpamitan pada Alex dan Monica begitu juga dengan pasangan DavNa. Setelah kepergian kedua pasang suami istri itu Alex melirik kearah Felix dengan tatapan tajamnya.


"Iya iya kami juga akan pulang, selamat bercocok tanam. " Felix mengajak Vio pergi dari sana. Monica mencubit pinggang suaminya itu, menatap sekelilingnya ternyata para tamu sudah pulang. Alex hanya terkekeh, memasang wajah tak berdosanya dihadapan sang istri

__ADS_1


"Sebaiknya kita beristirahat. " Alex merangkul istrinya, membawanya menuju ke kamar mereka berdua.


Cklek Monica meraih handle pintu kemudian mendorongnya pelan setelah itu masuk kedalam disusul Alex. Monica terkejut kala melihat kamarnya sangat indah dengan taburan bunga di lantai serta di atas kasur yang membentuk love. Selain cahaya remang remang menambah kesan romantis di malam pernikahan mereka berdua.


"Mas apa ini enggak berlebihan, lagian nanti kita tidak malam pertama lho karena kita sudah melakukannya sebelum nikah. " Alexpun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, apa yang diucapkan istrinya memang benar.


"Tapi 'kan sayang!


"Aku lelah Mas, bantu aku turunin resleting gaunku. " Monica menyela ucapan suaminya yang sudah diketahui apa kelanjutannya. Alexpun pasrah membantu menurunkan resleting istrinya. Setelah selesai Monica mengambil piyama tidur lalu membawanya ke kamar mandi.


Raut wajah Alex berubah kecut, sambil melepaskan tuxedo dan kemejanya hingga menampilkan dada bidangnya.


30 menit berlalu Monica ke luar dan bergantian dengan Alex. Dia langsung merebahkan dirinya di atas ranjang sambil menunggu sang suami. Tak lama kemudian setelah mandi dan berganti pakaian, Alex langsung merebahkan dirinya di sebelah istrinya. Monica menoleh ke samping, tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang kini merajuk.


"Aku benar benar capek Mas Alex, lagian setiap hari kamu selalu meminta hakmu bukan. " rayu Monica dengan nada lembut.


Monica mengangguk, mendusel manja di dada bidang Alex dan Alexpun merengkuhnya. Tak lama kemudian merekapun telah terlelap ke dalam alam mimpi.


💕💕


Esok hari yang cerah suara burung berkicau serta cahaya mentari yang bersinar hingga menyilaukan kamar pasangan pengantin baru tersebut. Monica terbangun terlebih dahulu, kemudian meregangkan ototnya sebentar. Dia menoleh, mengulas senyumnya kala pria yang resmi menjadi suaminya masih terlelap.


Cup membubuhkan kecupan di keningnya dengan lembut dan bergumam. " Selamat pagi suami tampanku. " bisiknya.


"Pagi juga istriku. " Kedua manik kelam Alex terbuka lebar, senyum tersungging di bibirnya kala melihat istrinya yang salah tingkah dibuatnya.


Ehem Monica mencoba menetralkan dirinya yang salah tingkah dihadapan sang suami. Diapun ingin segera turun dari kasur namun sebelum itu Monica mencium bibir suaminya sekilas setelah berlari ke kamar mandi. Alex tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang malu malu kucing.

__ADS_1


Istriku sangat menggemaskan!


Beberapa menit kemudian Monica telah selesai dengan aktivitasnya dan berganti pakaian.Alex turun dari kasur dan pergi ke kamar mandi. Lalu menyiapkan pakaian santai untuk suaminya, hingga tanpa sadar Alex berdiri di belakangnya.


Grep Monica terkejut dan segera membalik tubuhnya menghadap suaminya. "Mas cepetan ganti baju ih nanti masuk angin lho. " omel Monica. Alex mencuri kecupan setelah itu memakai kaos dan celananya kemudian mengandeng istrinya lalu turun ke bawah.


Di Meja makan


Pelayan segera menyingkir, membiarkan tuan dan nyonya mereka sarapan. Monica dengan telaten mengambilkan nasi dan lauknya pada sang suami setelah itu berganti dirinya. Kini keduanya sarapan dengan tenang namun sesekali disambung obrolan kecil diantara mereka.


Selesai sarapan Monica menatap lekat suaminya sambil tersenyum. "Mansion terasa sepi ya Mas, ingin sekali aku bisa cepat cepat hamil sama seperti Mentari dan Reina. " ungkap Monica.


"Sabar sayang kita pasti akan segera memilikinya dan yang penting setiap malam kita harus rajin rajin usaha. " Alex menaik turunkan alisnya menggoda sang istri. Wajah Monica bersemu merah mendengar apa yang dikatakan Alex.


"Ya sudah mas ke ruang tamu saja dulu, aku mau membereskan meja makan. "


"No sayang biar pelayan yang melakukannya. " Alex mengajak istrinya pergi dari sana menuju ke ruang tamu. Sementara pelayan langsung mengerjakan tugasnya saat ini.


Monica mengulum senyumnya, melihat betapa posesifnya suaminya itu. Belum apa apa sudah diposesifin apalagi saat hamil nanti pikirnya.


Terlepas sikap posesifnya, Monica sangat menyukai segala perhatian suami yang sangat dicintainya itu dan asalkan selalu bersama Alex selamanya. Alex menepiskan senyumnya, melihat senyuman dibibir istrinya membuat perasaannya kian menghangat.


"Oh Tuhan kabulkan keinginan istriku. " batin Alex.


Alex memeluk tubuh istrinya dalam rengkuhan dada bidangnya. Keduanya bercanda tawa bersama, sesekali mengucapkan kata cinta satu sama lain.


TbC

__ADS_1


__ADS_2