Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 87 - SIDE STORY ZIVANA Part 3 - KUCING LIAR


__ADS_3

...H A P P Y R E A D I N G...



Tepat pukul 07.00 malam, Christian menyuruh sopir menjemput Zivana. Zivana mengenakan gaun yang diberikan Chris padanya, sekarang dia berada di sebuah pesta di sebuah hotel. Christian menghampirinya, mengulurkan tangannya pada Zivana dan di sambut gadis itu. Tuan muda langsung memeluknya, wajah mereka sangat dekat jaraknya. Pria tampan itu tampan tersenyum, sontak hal itu membuat Zivana ikut menampilkan senyuman tipisnya.


"Em tuan muda, sebenarnya kita ada di pesta siapa? "


"Pesta pertunangan sahabatku, lalu bagaimana jawabanmu atas pertanyaanku tadi siang!


Zivana tak bisa berkata kata, suaranya tercekat di tenggorokan. Christian menatap calon permaisurinya itu dengan lekat, menanti jawaban dari gadis yang dipilihnya.


"Aku anggap sikap diammu itu sebagai jawaban setuju. "


"Mana bisa begitu Yang Mulia. " protes Zivana dengan berani. Christian terkekeh, melihat tingkah Zivana yang menggemaskan, tak di sangka gadis di hadapannya sangat menarik.


"Baiklah aku setuju Yang Mulia, menikah dengan anda. Kita buat perjanjian, jika diantara kita tidak cocok maka aku boleh mengajukan cerai pada Yang Mulia! Christian mengangguk, mengiyakan keinginan dari Zivana.


" Aku akan setuju, asal kamu melahirkan satu pewaris untukku. " sahut Chris dengan entengnya. Zivana nampak sangat terkejut, di tambah aksi sang tuan muda.



Tuan Muda menciumnya! OMG


.


Christian memagut bibir calon istrinya dengan lembut, hal itu membuat Zivana terbuai dan membalas ciumannya. Christian semakin memperdalam ciumannya, tangannya juga memeluk pinggul gadisnya dengan erat.


Setelah hampir kehabisan nafas, Chris menyudahi ciumannya. Zivana tengah meraup oksigen sebanyak banyaknya. Prok prok suara tepuk tangan membuat mereka menoleh, sepasang kekasih menghampiri mereka berdua. "Tuan muda tak tahu malu, mencium gadis di tempat umum. " sindir Aiden, sahabat Chris.


"Tutup mulutmu Aiden, kalau kau iri kamu bisa mencium dan membawa Aira ke ranjang


kamu. " ujar Chris. Aiden berdecak kesal, sedangkan Aira tunangannya, nampak merona mendengar ucapan Chris.


Aiden dan Aira beralih menatap kearah Zivana, Aira dengan senyuman manisnya memperkenalkan dirinya. "Hai aku Aira dan ini Aiden tunanganku, kalau kamu? "

__ADS_1


"Aku Zivana Luisa Quinn. " Zivana nampak tersenyum canggung di hadapan, gadis bangsawan di hadapannya itu. Aira tersenyum tulus, dia menepuk pundak Zivana dengan lembut.


"Rilekslah Zi, lagian kita ini teman sekarang. " ujar Aira dengan lembut.


"Ya sudah kami kembali ke sana dulu ya. " Aira menggandeng lengan tunangannya, kedua pergi. Zivana mendesah lega, tangan kekar Chris masih melingkar di pinggang ramping Zivana. Zivana kembali memandang wajah tampan sang pewaris tahta, "Yang Mulia, aku tak pantas menjadi pendampingmu. "


"Tapi aku merasa kamu pantas. "


"Sebaiknya tuan muda cari wanita lain saja karena aku tak mau. " Zivana langsung mengambil langkah seribu, kabur dari hadapan tuan muda Chris. Chris merasa geram, dia berjalan cepat menyusul kearah Zivana.


"Dasar kucing liar, setelah mendapatkan ciumanku dia langsung kabur. " dengusnya pelan.


Grep Chris berhasil memeluk pinggang Zivana, dia berhasil menangkap kucing liarnya. Zivana terlihat sebal, menoleh kearah Chris yang kini tersenyum miring kearahnya. "Ah tuan muda menyebalkan lepaskan aku!


" Ck tidak akan, kamu sudah mendapatkan ciumanku, bisa bisanya kamu kabur. " ujar Chris dengan sorot tajamnya.


"Tapi tuan muda yang mencium aku, kenapa Yang Mulia tidak terima. " cibir nya setengah menyindir. Chris pun mengeratkan pelukannya, fokusnya kini beralih pada bibir pink milik Zivana yang membuatnya candu. Chris langsung memagutnya sekilas setelah itu mereka kembali menikmati pestanya.


Dua jam berlalu



"Kamu mengusir aku permaisuri, setelah kamu mendapatkan ciuman dariku sebanyak dua


kali. " goda Christian. Zivana memutar bola matanya malas, dia sangat kesal dengan sikap tuan mudanya yang perhitungan. Chris nampak terkekeh melihat reaksi yang di tunjukkan oleh gadisnya.


"Baiklah aku akan pulang, istirahatlah dan besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat! Christian mencium kening dan bibir Zivana sekilas, Zivana mendelik melihat kelakuan sang tuan muda.


Zivana pun berjalan masuk ke dalam apartemen miliknya. Chris segera melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke istana. Selama perjalanan pulang, tak henti hentinya bibirnya melengkung membentuk senyuman.


Skip di Kerajaan Dimitri


Setelah memarkirkan mobilnya, Chris langsung masuk ke dalam istana. Dia langsung pergi ke kamarnya di lantai atas. Chris masuk ke dalam, tak lupa mengunci pintunya. Bayangan dirinya mencium Zivana, terus menari nari di kepalanya. Dia segera melepaskan jas dan kemejanya, lalu menghempaskan dirinya di atas kasur king sizenya.


***

__ADS_1


Esok harinya Zivana kini tengah melarikan diri, dia enggak bertemu sang tuan muda. Dia hanya tidak ingin terjerat pesona tuan muda Chris yang hanya akan membuatnya sakit hati. Namun naas para pengawal mengejarnya hingga tertangkap lah dia, tak lama sebuah mobil mewah berhenti dan tak lama turun lagi Tuan muda Chris. Chris segera menyuruh para pengawalnya pergi, dia tersenyum kearah Zivana yang terlihat sangat kesal.


"Aku dengar laporan pengawalku, kamu berniat kabur permaisuri? "


"Ya aku ingin bebas, tak berniat berhubungan dengan Anda tuan. Satu lagi, aku bukan permaisuri dan kita hanya orang asing. " ucap Zivana dengan jujur. Chris tak marah, malahan dia tersenyum manis kearah Zivana.


"Benar benar kucing liarku yang menarik, dia sangat unik dan berbeda!


" Kamu calon istriku, permaisuri dari istana Dimitri serta calon ibu dari penerusku kelak. " Zivana menggeleng, tak menyukai apa yang dikatakan Chris padanya. Chris pun berjalan kearahnya namun Zivana memundurkan langkahnya. Zivana mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sahabat lamanya.


"Rafael tolongin aku sekarang juga, please datanglah ke apartemenku. " Zivana menutup sambungannya, dia mencoba menghindari Chris namun Chris memeluk tubuhnya.


Kedua mata Chris nampak menajam mendengar Zivana menyebut nama pria lain. Zivana menelan salivanya kasar, sangat gugup melihat Chris yang menatapnya bak predator.


"Siapa itu Rafael, kenapa kamu sangat akrab dengannya permaisuri? "


Tin tin tin


Melihat Kedatangan Rafael, Zivana segera mendorong tubuh Chris. Dia langsung berlari kearah sahabatnya dan bersembunyi di belakang tubuh Rafael. Chris menggeram kesal, namun dia berusaha tenang melihat Zivana yang memeluk tubuh Rafael.


"Zi kamu enggak papa 'kan apa kamu di sakiti pria itu? " tanya Rafael dengan nada lembutnya.


"Dia terus memaksaku untuk menjadi permaisurinya Rafael, tapi aku enggak mau. " balas Zivana. Rafael melirik kearah Chris dengan sorot mata membunuh, di balas Chris. Chris berjalan ke depan hingga mereka saling berhadapan satu sama lain.


"Well, ternyata kucing liarku sangat agresif, menggoda pria hingga jatuh ke pelukannya. " ujar Chris sambil menyeringai.


Tangan Rafael terkepal erat, dia hendak maju namun Zivana menahannya. Gadis itu menggeleng, seolah mengatakan jangan memukul pria itu. "Biarkan saja dia menghinaku Rafa, sebaiknya kita pergi dari sini, aku mohon!


Rafael menghela nafas kasar, mengusap kepala Zivana dengan lembut lalu membawanya ke mobil. Di dalam mobil tatapan Zivana dan Chris bertemu namun Zivana memilih memalingkan wajahnya. Rafael segera melajukan mobilnya kencang, meninggalkan Chris.


Chris sangat tidak suka melihat betapa manjanya Zivana pada Rafael. Padahal dirinya berniat memancing amarah gadis itu, namun Zivana membiarkan dirinya menghinanya.


" Pengawal, cepat kejar dan ikuti mobil tadi!


"Baik Yang Mulia! Chris masuk ke mobilnya, tancap gas dan melakukannya kencang meninggalkan apartemen Zivana.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2