
Beberapa bulan kemudian
Selama ini Mentari menyuruh orang untuk mengawasi Melodi, dari hasil laporan orang suruhannya hidup Melodi serba sederhana serta melaporkan jika Reyhan diam diam membantu Melodi.
"Reyhan, bukankah pria itu sahabat Melodi. Ada tujuan apa dia membantu kakakku. " gumamnya penasaran.
Mentari mengambil ponselnya kemudian menekan nomor Reyhan.
"Hallo Rey ini aku Mentari, bisakah kita bertemu sekarang!
(......... )
"Oke. "
Mentari menyimpan ponselnya dalam tas. Dia menggendong baby Dirga, bangkit dan ke luar dari mansion. Diapun masuk ke mobil dan sopir melajukan mobilnya meninggalkan Mansion.
30 menit kemudian mobil terparkir di depan Restauran xx. Mentari segera turun dari mobil sambil menggendong Dirga masuk ke dalam restauran. Dia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan, tatapannya tertuju pada seorang pria yang memakai kemeja warna biru. Tari segera menghampiri Reyhan sampai di sana, menarik kursi kemudian duduk.
"Hai Tari, halo juga keponakanku yang gembul. " sapa Reyhan pada Dirga.
"Halo juga uncle Lehan! suara cadel Dirga membuat Reyhan mengulas senyumnya. Dirga, putera Tari dan Rafa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kini usianya memasuki dua tahun.
"Katakan Reyhan kenapa kamu selama ini diam diam membantu Melodi! Reyhan terdiam sejenak. Dia menghembuskan nafas pelan, kemudian menatap calon adik iparnya itu.
"Melodi hamil Tar!
Mentari melotot dan sangat syok dengan pernyataan Reyhan barusan. Reyhanpun menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya dan Melodi. Mentari hanya bisa membuang nafas berat setelah mendengar penjelasan Reyhan.
"Apa kamu tahu Melodi sudah banyak berubah Tari, Dia bukan lagi Melodi yang sombong, menyebalkan, selalu iri dengan orang lain. " jelas Reyhan.
"Ya aku tahu Rey, selama ini aku selalu menyuruh orang untuk mengawasi Melodi. Sebaiknya kamu temui Daddyku dan katakan padanya, lalu minta restulah pada orang tua kami. "
Reyhan mengangguk, membenarkan apa yang diucapkan calon adik iparnya itu. Drt drt, Mentari mengambil ponselnya dan ternyata suaminya 'lah yang menghubungi dirinya.
"Halo Mas Rafa ada apa!
"Sayang kalian ada di mana sekarang! Rafa tidak menjawab tapi malah memberi pertanyaan pada istrinya.
__ADS_1
"Di Restauran sama Reyhan. " balasnya. Tut panggilan seketika terputus, Mentari bisa menebak pasti suaminya itu tengah kalang kabut.
15 menit kemudian seorang pria tampan dan gagah perkasa menghampiri mereka berdua. Setelah mengatur nafasnya, Rafa memberi tatapan tajamnya kearah Reyhan kemudian dia duduk di sebelah istrinya.
"Jangan cemburu Mas, lagian aku dan Reyhan hanya membahas Melodi. " tegur Mentari.
"Da.. ddy. " Dirga merentangkan tangannya, Rafa langsung mengambil puteranya, menaruhnya ke atas pangkuannya. Dirga nampak sangat senang berada dipelukan sang Daddy tercinta.
Reyhan mengulas senyumnya melihat keluarha kecil Rafandra. Dia berharap dirinya dan Melodi bisa seperti itu. "Ya sudah aku pergi dulu, mau menemui Melodi. " pamit Reyhan.
Reyhan bangkit dan berlalu meninggalkan pasangan suami istri itu. Mentari menoleh, tersenyum mendengar celotehan putera gembulnya itu. "Ommy ayo puyang, iga ingin aen sama oma ama opa. " ucap Dirga dengan nada cadelnya.
"Iya sayang ayo. " Keluarga kecil itu ke luar dari Restauran. Rafa melajukan mobilnya, setelah menyuruh sopirnya pulang. Selama perjalanan pulang, Mentari tak henti hentinya menciumi Dirga.
"Ommy geyi lepas. " rengeknya.
Mentari tertawa begitu juga dengan Rafa melihat tingkah menggemaskan putera mereka itu. Dirga cemberut melihat kedua orang tuanya menertawakan dirinya. "Ommy, Daddy napa tawain aku, iga ukan pemain opeya. " protesnya.
Tawa Mentari seketika pecah mendengar celotehan puteranya.
"Hentikan Ommy iga angis nih. " ancam Dirga dengan bibir maju kedepan.
Mentari melongo, dia tak percaya puteranya bisa mengatakan hal itu. Sementara Rafa terkekeh dan menatap bangga pada puteranya itu.
Nak Daddy bangga denganmu
"Siapa yang ajarin Dirga seperti itu sayang? " cecar Mentari pada puteranya.
"Daddy ommy. " jawab Dirga dengan polos.
Rafandra menelan salivanya kasar, jawaban polos puteranya akan menjadi boomerang untuknya.
Matilah kamu Rafa!
Rafa menoleh kearah istrinya. Mentari kini menatapnya tajam seakan mengulitinya hidup hidup. Sementara Rafandra bergidik ngeri dan tak lama memudian mereka kembali ke mansion. Setelah suaminya memarkirkan mobilnya, Mentari turun dan bergegas masuk ke dalam meninggalkan Rafa. Rafa terlihat panik dan menyusul istrinya.
"Ommy tulunkan aku. " Mentari menurunkan Dirga, Dirga berlari menghampiri Oma dan Opanya di ruang tamu.
__ADS_1
"Oma, Opa. " teriaknya.
Daddy James langsung menggendong cucunya itu kemudian menciumnya. Sementara Mentari melipat tangannya di dada, menatap lekat suaminya. "Mas Rafa ih, kenapa kamu ajarin Dirga jadi calon playboy hah. " omel Mentari.
"Enggak papa sayang lagian 'kan Dirga masih kecil. " rayu Rafa merangkul pinggang istrinya dengan erat.
Mentari hanya pasrah, kala suaminya kini mengajaknya ke ruang tamu. Keduanya tersenyum melihat Dirga yang tengah bermain bersama Oma dan Opanya.
"Oma, kata Daddy iga boleh cium bibil wanita antik. " ucap Dirga pada omanya.
Mommy Claudia melirik tajam kearah Rafa, dia tak habis pikir dengan kelakuan anaknya yang mengajari cucunya yang tidak tidak. Rafa hanya terkekeh mendengar ucapan polos puteranya.
"Dirga sayang dengar Oma, jangan dengarin apa kata Daddymu oke, dirga gak boleh cium sembarang wanita. " bujuk Mommy Clau.
"Ote Oma. " jawabnya.
Mommy Clau tersenyum, mengusap kepala cucunya dengan lembut. Daddy James ikut mengacak rambut cucu sulungnya itu. Dari kejauhan seorang anak perempuan memperhatikan mereka. Ya dia adalah Lila, puteri dari Renita.
Mentari hendak bangkit, tanpa sengaja dia menoleh dan melihat keberadaan Lila. Diapun bergegas menghampiri Lila kemudian jongkok. "Lila kenapa kok diam nak. " sapa Mentari.
"Bibi, Lila ingin main sama Dirga Bi. "
"Iya sayang ayo Bibi antar. " jawab Mentari sambil tersenyum, Renita hendak menyela majikannya namun Mentari memberi kode agar membiarkan Lila. Renita mengangguk, memperhatikan dari jauh puterinya bermain dengan putera majikannya.
Melihat kedatangan mommynya bersama Lila, Dirga segera turun dari pangkuan sang Opa. Dia bergegas menghampiri Lila, cup Dirga mengecup pipi Lila dihadapan keluarganya. Semuanya terperangah dengan tingkah lucu Dirga itu. "Dirga kenapa kamu cium Lila. " cecar Lila bingung.
"Iga suka aja ama Lila. " balas Dirga dengan entengnya.
Lila tersipu mendengar ucapan polos Dirga. Sementara orang tua mereka tertawa dengan apa yang dikatakan Dirga. Mentari menyikut perut suaminya dengan raut kesal. Dari kejauhan Renita ikut tertawa dengan apa yang dikatakan Dirga.
"Gara gara kamu Mas. " bisik Tari di telinga sang suami.
"Hehe biarkan saja sayang, lagian putera kita kelak akan menjadi incaran wanita. " jawabnya santai.
Mentari mendengus mendengar ucapan santai sang suami.
Like Father like Son ck
__ADS_1
TBC