
Happy Reading!!
Dua hari kemudian
Seorang wanita kini mengetuk pintu Mansion sebuah Mansion sambil memegang kopernya. Cklek Alex mendorong pintunya dari dalam dan terkejut melihat kedatangan wanita yang dikenalnya.
"Monica. " panggil Alex dengan raut tak terbacanya.
"Iya ini aku Alex bolehkah aku masuk ke
dalam. " pinta Monica.
Alex menyingkir membiarkan Monica masuk setelah itu menutup pintunya lagi dan bergegas ke ruang tamu.Kini tatapan mereka berdua saling beradu satu sama lain.
"Ada apa kamu pagi pagi datang ke penthouseku sambil membawa koper? " cecarnya tanpa basa basi.
"Em bisakah kamu memberikanku alamat rumah Rafandra Lex. " pinta Monica dengan sorot memohon.
"Tidak akan kubiarkan kamu ke sana Mon! Apa kamu mau merecoki hidup sahabatku dengan alasan penyakitmu belum sembuh. " ujar Alex dengan tatapan penuh selidik.
"Aku mohon Lex aku sangat merindukannya. " desak Monica.
"Sekali tidak ya tidak Monica. " geram Alex menahan emosinya.
Monica membuang nafas kasar mendengar penolakan Alex.Diapun bangkit dan berbalik meninggalkan Alex sambil menyeret kopernya keluar dari mansion.Alex menatap kepergian Monica dengan raut datarnya.
Alex merogoh ponselnya lalu mengirim pesan pada Rafandra memgenai Monica.
"Mantan terindahmu sudah balik Raf jangan sampai kamu goyah. " peringat Alex dalam pesannya.
Setelah selesai Alex menyimpan kembali ponselnya dalam saku.Lalu dia menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memikirkan cara agar Monica tidak menganggu Rafa.
"Besok hari pernikahan Rafa dan Tari, aku harus mencegah Monica menemui Rafa. " pikir Alex.
Alex melirik arlojinya menunjukkan angka 07.00 pagi.Diapun bangkit dan meraih kunci mobilnya lalu ke luar mansion.Dia masuk ke dalam mobil dan mobil melesat dengan cepat.
Skip di Mansion Rafa
Rafa kini tengah uring uringan di mansionnya karena dia tidak diperbolehkan bertemu dengan Mentari.Davin dan Felix yang melihat kelakuan sahabat mereka hanya bisa menghembuskan nafas berat.
"Come on Raf lagian cuma sehari kamu enggak bisa bertemu Mentari dan besok dia sudah resmi menjadi nyonya muda Rafandra,
istrimu. " tegur Davin.
__ADS_1
"Bagiku sehari sama saja setahun Vin. " keluh Rafa dengan raut melasnya.
"Hilih lebay. " cibir Felix memutar bola matanya jengah.
"Jomblo mana ngerti kamu Lix. " desisnya.
Felix tertohok mendengar sindiran dari Rafandra mengenai statusnya. Davin tertawa terpingkal pingkal melihat Felix yang terdiam tak berkutik.Felix melirik kearah Davin yang menertawakannya membuatnya semakin kesal. Plak dia langsung menggeplak kepala Davin dengan keras sontak Davin meringis kesakitan.
drt drt drt suara ponsel berdering mengalihkan perhatian mereka.
"Raf ponselmu bunyi tuh. " cecar Felix.
Rafa menyambar ponselnya dengan malas malasan setelah itu membuka pesan dari Alex dan langsung melotot setelah itu menaruhnya kembali di atas meja.
"Kata Alex, Monica sudah kembali dan saat ini dia mencariku. " ungkap Rafa.
"Abaikan saja wanita muka dua itu Raf lagian pikirkan besok hari bahagiamu. " tegur Felix dengan raut seriusnya.
"Ya kalian benar! Huh aku akan memikirkan malam pertama kami besok malam dan aku akan membuat si gadis nakal tidak bisa berjalan seminggu. " gumam Rafa dengan senyum mesumnya sambil melipat tangannya di dada.
"Ck otak mesum. " dengus Felix.
Felix mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor sang pujaan hati dan melakukan panggilan video.
"Tidak baik baik saja honey! Aku kangen kamu ingin mencium dan bercumbu denganmu. " jawabnya dengan jujur.
"Oh ya aku tunggu saat MP kita honey ting! Mentari terkekeh sambil mengedipkan sebelah matanya.
Rafa tersenyum lebar melihat ucapan menggoda dari calon istrinya membuat hasratnya kian melambung tinggi.Si krucil sepertinya sudah tidak sabar masuk ke dalam hutan rimbanya hal itu membuat Rafa terpaksa harus menahan siksa sampai besok malam. 🤔🤔😏
"Sabar ya Cil sabar. " ucap Rafa dengan pelan.
"Dasar pasangan absurd. " decak Felix yang kembali berkomentar.
"Sayang aku tersiksa karena si krucil bangun mendengar suara kamu. " ucap Rafa pada Mentari.
Mentari sembat bingung mendengar ucapan sang kekasih namun tak lama kemudian diapun tersenyum mengerti.
"Pakai sabun saja dulu Darling. " bujuk Mentari.
"Ya sudah aku tutup dulu. " Rafa mengakhiri videocall mereka.
Rafa bangkit dan langsung berlari menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.Felix dan Davin tertawa bahagia melihat sahabat mereka tersiksa.
__ADS_1
Di kamar Rafa
Terdengar desahan dan erangan menyebut nama mentari dari dalam kamar mandi.Hingga dua jam kemudian Rafa baru ke luar dengan handuk melingkar di pinggangnya sambil menggosok rambutnya yang basah.
"Menyebalkan harus mandi air dingin sambil berfantasi liar tentang Mentari. " gerutu Rafa.
Rafa membuka lemarinya lalu mengambil kaos dan celananya setelah itu langsung memakainya.Kemudian memutuskan duduk di ranjang sambil menatap foto dalam bingaki yang ada di laci meja.
"Aku tetap memilihmu Tari meskipun monica hadir dalam kehidupan kita. " gumam Rafa sambil menatap penuh cinta foto gadis tercintanya.
Rafa menaruh bingkai fofonya di atas laci setelah itu beranjak dari kamar dan menuruni.Dia ke dapur menyuruh pelayan membuatkan tiga minuman setelah itu Rafa kembali ke ruang tamu.
"Oh ya Felix bagaimana dengan gadis culun ifu apa kamu dimaafkan olehnya. " cecar Rafa penasaran.
"Dia sudah memaafkanku setelah itu pergi berlalu meninggalkanku. " jawab Felix dengan muka dongkolnya.
"Wah baru pertama kali aku melihat seorang gadis yang mengabaikanmu. " ucap Rafa sambil meledek Felix.
Tak lama kemudian bibi Anna datang dan menaruh minumannya di meja setelah itu menyingkir dari sana.Felix tanpa ragu menyesap kopinya dengan pelan begitu juga dengan Devan.
"Si manusia kulkas ke mana? " ujar Rafa dengan asal asalan.
"Entahlah mungkin dia tengah mengejar pawangnya kali. " celetuk Felix.
Sementara Davin sedari tadi hanya diam karena termenung memikirkan Reina.Ya dia juga saat ini tengah dipingit dan menikah dengan Reina besok bebarengan dengan pernikahan Rafa dan Mentari.Melihat raut muram di wajah Davin, Rafa segera menyenggolnya.
"Kenapa kamu melamun kutil Anoa. " ucap Rafa mengerutkan dahinya heran.
"Nanti malam ranjangku pasti terasa dingin karena aku gak bisa membuat baby dengan Reina. " jawab Davin dengan Vulgar.
"Dasar kutil Anoa mesum. " sembur Felix dengan nada sinisnya.
"Iri bilang jomblo. " ledek Davin dengam senyum miringnya.
Felix berdecak kesal dan memilih memainkan ponselnya.Sedangkan Rafa dan Davin bertos ria berhasil membuat Felix kesal setengah mati.Rafa membuang nafas pelan merasa beruntung memiliki sahabat sahabat yang selalu mendukungnya meskipun otak mereka gesrek.
"Oh ya Raf kamu mau hadiah apa dari aku dan Alex. " tawar Felix sambil melirik Rafa.
"Enggak susah Felix asalkan kamu dan Alex hadir dalam pernikahan aku dan pernikahan Davin saja sudah membuatku senang. " ucap Rafa dengan tulus.
"Hn ya sudah!
TBC
__ADS_1