Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Season 2 Part 6 - Hampir Saja


__ADS_3

Lilapun bangkit, pergi meninggalkan Dirga sendiri di ruang tamu. Bundapun datang menghampirinya, lalu duduk di sofa sambil tersenyum. "Bibi, sepertinya Lila sangat tidak menyukai kehadiranku. " keduanya pada ibu kandung Lila itu.


"Maafin Lila nak, mungkin Lila masih butuh waktu untuk bisa menerima laki laki dalam hidupnya terlebih lagi kamu sudah memiliki


kekasih 'kan. " ujar Bunda pada Dirga.


Dirgapun mengangguk kecil di hadapan Bunda, Bundapun menepiskan senyumnya memandang teman masa kecil puterinya itu. Sedangkan Dirga merasa malu karena calon mertuanya sudah mengetahui dirinya memiliki kekasih. "Sebaiknya kamu putuskan pilih salah satu kekasihmu atau Lila, jangan sampai kamu menyakiti keduanya nak. " ujar Bunda.


"Ya sudah aku pamit pulang Bibi. "


"Iya hati hati nak Dirga. " Dirgapun bangkit dan melenggang pergi dari sana. Bundapun langsung menghembuskan nafas pelan, meraih majalahnya kemudian membacanya. Tak lama kemudian Papah duduk di sebelah Bunda, sesekali Papah menjahili Bunda. "Papah, ih tangannya jangan jahil dong. " omel Bunda.


Papah Felix tertawa kecil mendengar omelan Bunda, dia merengkuh tubuh sang istri dari samping. "Tadi Bunda bicara sama siapa? "


"Calon mantu kamu Pah, Dirga. " goda Bunda dengan jahil.


"Ck males punya calon mantu playboy. " balas Papah dengan raut kesalnya.


Bunda tertawa mendengar Papah yang menggerutu kesal. Dia menaruh majalahnya, langsung memeluk pria paruh baya yang masih gagah itu. "Jangan ngomel terus Pah entar cepat tua lho. " ledek Bunda.


Papah berdecak kesal, dia membalas pelukan Bunda dengan erat. Kenzo pulang, dia hanya diam melihat orang tuanya tengah berpelukan kayak teletubbies.


Ehem


Papah dan Bunda langsung menoleh, Kenzo datang lalu duduk di sofa. Bundapun melepaskan pelukannya di tubuh Papah, menatap putera bungsunya dengan senyuman hangat.


"Kamu dari mana saja Kenzo? " tanya Bunda sambil tersenyum.


"Dari rumah Edzard, Bunda. Edzard besok akan berangkat ke Australia. " jawab Kenzo.


Bundapun bangkit, dia melenggang pergi ke dapur. Tak lama kemudian kembali dengan membawa minuman, di taruhnya di atas meja setelah itu kembali duduk. Lilapun menuruni anak tangga, berjalan santai melewati pernah tuanya yang ada di ruang tamu. "Bunda, Papah aku ke luar sebentar ya, mau cari udara segar. "


"Iya sayang. "

__ADS_1


Lila melenggang pergi, dia ke luar dari mansion dan tertegun melihat Dirga berdiri di depannya. Dirga langsung menarik tangannya, membawanya ke gazebo samping Mansion. "Hey Kamu dengar tidak sih, jangan sering sering ke sini Dirga kamu sudah punya


Sabrina. " omel Lila.


Dirga langsung memagut bibir Lila dengan lembut agar berhenti berbicara. Lila melotot, dia berusaha mendorong tubuh Dirga namun semuanya percuma. Lilapun terbuai dengan ciuman lembut Dirga, dia hanya pasrah menikmatinya.


Setelah ciuman terlepas, Lila langsung menatap tajam kearah temannya itu. Plak suara tamparan menggema di luar Mansion, Dirga hanya diam kala pipinya di tampar. "Aku bukan wanita murahan, yang bisa kamu cium seenaknya. " geram Lila.


"Selama ini aku tidak menyukai Sabrina, La. Hanya kamu, hanya kamu yang aku cintai sejak kita kecil apa kamu tak merasakannya Lila. " ujar Dirga dengan serius.


Lila diam, ada perasaan hangat dalam dirinya mendengar ungkapan cinta dari Dirga. Selama ini dia membentengi dirinya, agar tak terjerat pesona Keano Dirgantara namun nyatanya dirinya kalah, dia sudah terjerat akan sosok Dirga. Hingga benih benih itu muncul dengan sendirinya, namun dia cukup pintar menyembunyikannya dengan sikap arogan dan kasarnya.


"Jadi selama ini kamu manfaatin Sabrina untuk mencari perhatianku begitu, kamu jahat ya Ga. " ujar Lila dengan nada kecewa.


Dirga menggeleng cepat, dia mendekat kearah Lila namun Lila memilih mundur. Grep Dia langsung memeluk Lila dengan erat, mencium aroma lemon yang sangat Dirga sukai. Setelah melepaskan pelukannya, tiba tiba Dirga langsung membopong Lila. Dia langsung membawanya ke dalam mobil dan melesat meninggalkan Mansion keluarga rahadian.


"Dirga kamu mau bawa aku ke mana. " teriak Lila dengan panik.


Dirga mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada calon mertuanya.


Om, saya membawa Lila Om, saya janji akan bertanggung jawab padanya. ingatlah janji saya Om dan jika saya ingkar, Om bisa bunuh saya.


Setelah selesai Dirga menyimpan ponselnya dalam saku, dia abaikan teriakan dari gadisnya itu. Lilapun merasa semakin kesal, dirinya tak di dengar oleh pria di sebelahnya ini.


45 menit


Mereka akhirnya sampai di sebuah penthouse, Dirga langsung turun dari mobil begitu juga dengan Lila. Dia nampak menaikkan alisnya, melihat penthouse asing di hadapannya. "Kita ada di mana Dirga, kenapa kamu bawa aku ke sini. "


"Ayo kita masuk. "


Mereka berduapun masuk ke dalam penthouse, Dirga mendorong Lila hingga dia terhimpit di tembok. lagi lagi Dirga menciumnya dan kali ini ciumannya sangat panas dan bergairah, Lila tak mampu mengimbanginya.


Setelah dirasa kehabisan nafas, Dirga menyudahinya. Srek Dirga langsung merobek gaun yang dipakai oleh Lila, Lila terkejut dan langsung menutupi tubuhnya. Dia sangat takut, hingga bening menetes membasahi kedua pipinya. Dirga membuang nafas berat, setelah itu kembali menatap Lila dengan lekat.

__ADS_1


"Maafkan aku Lila, naiklah ke atas ganti pakaianmu di kamar setelah itu aku antar kamu pulang. " Dirga berbalik memunggunginya, Lila tertegun melihat teman kecilnya itu sangat berbeda dari biasanya. Grep sepasang tangan memeluknya dari belakang, tubuh Dirga terlihat tegang. Diapun menoleh ke belakang, menatap lekat gadis yang dicintainya itu. "Kalau kamu cinta sama aku, kamu tidak akan merusak ku sebelum kita menikah Ga. "


"Maaf!


Lila menurunkan tangannya, lalu memeluk pinggang Dirga sambil tersenyum. "Aku juga sayang dan cinta sama kamu Bubu, jadi urusi hubunganmu dengan Sabrina setelah itu kamu bisa menikahiku. " jelasnya.


Dirga tersenyum lebar mendengarnya, akhirnya setelah penantian dan usahanya, ungkapan cinta itu keluar dari bibir gadisnya. Dia langsung memberikan kecupan kecupan di bibir Lila, lalu pandangannya turun ke bawah.


Glek Dirga menelan salivanya kasar melihat penampilan Lila yang terlihat seksi saat gaunnya robek, menampilkan pakaian dalam bagian atasnya. Lila segera menutupinya dengan kedua tangannya, "Aku ganti pakaian dulu sayang. "


Lila berjalan melewati Dirga, dia segera menaiki anak tangga menuju ke kamar. Dirga hanya menggeleng, berusaha menghilangkan pikiran kotornya. Dia segera menghempaskan dirinya di atas sofa, sambil merutuki kebodohannya yang hampir merusak Lila.


"Jika Mommy tahu, pasti Mommy akan menendangku ke planet mars. " celetuknya asal.


Lilapun kembali, sudah berganti pakaian dan kini langsung duduk di dekat Dirga. Dia masih kesal dengan Dirga yang telah berani merobek gaunnya, Dirga menoleh kearah gadisnya dengan ragu ragu. "Entar aku ganti dress kamu, tapi beserta toko tokonya. " ujarnya.


"Punya otak itu pikirannya jangan ke sana terus kenapa sih Ga, lagian kita belum nikah ngerti enggak sih. " omel Lila dengan raut jengkelnya.


Dirga hanya nyengir tanpa dosa dihadapan sang kekasih. Lila hanya bisa mendengus keras, menghadapi Dirga perlu kesabaran yang banyak.


Drt drt


Dirga mengambil ponselnya, wajahnya langsung pucat kala sang calon mertua menghubungi dirinya.


Mampus aku!


"Halo Pah, eh Halo Paman. " sapanya dengan pelan.


"Bocah setan, apa yang kau lakukan pada putriku Lila. " teriak Papah Felix diujung telepon.


"Maaf Paman, kami tidak melakukan apapun suer deh. " balas Dirga


"Ck cepat kalian pulang sekarang. "

__ADS_1


Sambungan telepon terputus, Dia langsung menoleh kearah Lila. Lila hanya diam dan cuek, merekapun bangkit dan ke luar dari penthouse. Dirga langsung tancap gas, melaju cepat menuju ke rumah Lila sebelum mertuanya mengamuk.


bersambung


__ADS_2