
...πHappy Readingπ...
Pagi harinya dikediaman Rafa, pukul 06.00 pagi.
Mentari telah bersiap dan kini tengah mengetuk pintu kamar Sandra. Tok tok tok
"Sandra. " panggil Mentari. Mentari ingin tahu bagaimana keadaan Sandra sekarang.
Beberapa menit berlalu pintu terbuka dan Sandra terlihat masih menggaruk tubuhnya. Mentari pura pura terkejut dan terlihat berempati terhadap Sandra. "Kamu kenapa Sandra.
"Enggak papa kok. " elaknya.
"Ya sudah ayo sarapan. " Mentari menampilkan senyum palsunya dihadapan Sandra.
Sandra mengangguk. Merekapun turun ke bawah dan pergi ke meja makan. Rafa telah menunggu kedatangan istrinya tersebut dan kini menampilkan wajah datarnya. Sandra menghembuskan nafas kasar dan mencoba tersenyum dihadapan Rafandra.
"Em sebaiknya aku langsung pulang. Rafa aku pulang dulu ya. Rafa mengangguk kecil membiarkan Sandra berlalu pergi dari hadapannya. Mentari tersenyum bahagia melihat bagaimana tersiksanya Sandra dengan rasa gatal di tubuhnya.
Hahahahaha tawa Mentari menggema dalam ruangan. Dia nampak menikmati awal penderitaan yang di rasakan Sandra. Jahat memang, tapi Mentari tak peduli dirinya dikatakan jahat dan tega. Dia tidak akan tenang sebelum wanita penganggu layaknya hama dalam rumah tangganya itu tersingkir.
pergi jauh jauh hus hus π
Tap tap tap suara langkah kaki mendekat.
"Permisi Nona, Tuan. " sapa Asisten Liam.
Mentari mengangkat kepalanya dan tersenyum sambil berkata. "Ayo ikut sarapan Asisten
Liam. " tawar Mentari pada asisten kepercayaan suaminya tersebut.
"Eh. " Asisten Liam melirik kearah bossnya yang menatap tajam kearahnya. Mentari yang mengertipun segera menyenggol lengan suaminya.
"Asistem Liam abaikan saja suamiku.Ayo sarapan! Asisten Liam mengangguk, menarik kursi kemudian duduk.
__ADS_1
"Nona lebih baik panggil saya Liam saja. " Liam mencoba mengakrabkan dirinya dengan istri bossnya tersebut.
Mereka bertiga menyantap makanan masing masing. Terlihat ada beberapa jenis makanan yang disiapkan oleh pelayan untuk kedua majikannya tersebut. Crispy Ayam Steak, bisti daging, Kepiting Saus mentega, serta buko salad drink, menjadi menu sarapan mereka pagi ini.
*Entah kenapa membaca nama makanan dan minuman jadi pengen astaga puasa ππ
Mentari nampak sangat lahap memakan kepitingnya. Rafa mengulum senyumnya melihat istrinya yang sangat lahap makannya. Setelah selesai sarapan Mentari menyesap buko salad drink. Sementara para pria memilih menyesap kopi masing masing.
Rafa mengusap bibirnya dengan tisu. Dia menatap istrinya sambil tersenyum. "Yank aku berangkat ke kantor dulu ya, pekerjaanku menumpuk hari ini. "
"Iya Mas kamu hati hati. Liam jangan biarkan para lalat menggoda suamiku. Mentari menatap tegas kearah asisten suaminya.
"Baik Nona.Saya akan menjaga Tuan Rafa. Mentari mengangguk. Rafa segera mencium kening dan bibir istrinya tanpa peduli ada orang lain diantara mereka. Liam mendengus, membalikkan tubuhnya.
Rafa menyudahi ciumannya. Beranjak dan berlalu pergi diikuti Liam dari belakang. Mentari menatap kepergian suaminya dengan riang gembira. Mengingat moodnya saat ini sangat bagus.
"Bibi. " Tak lama kemudian pelayan datang menghampirinya. Sang pelayan memberikan hormat pada nyonya mudanya tersebut.
"Tolong bereskan ya Bi. "
πππ
Sementara di perusahaan Romanov Grup
Kedatangan Rafa dan asistennya, seperti biasa disambut para karyawan. Rafandra hanya menampilkan wajah datarnya dihadapan semua orang. Lalu berjalan melewati mereka membungkukkan tubuhnya.
Segera saja tekan tombolnya hingga Lift terbuka. Tring keduanya masuk ke dalam ruangan Rafandra di lantai 5. Segera saja menarik kursinya kemudian duduk, mulai memeriksa satu persatu berkas yang menumpuk di mejanya.
Huh membosankan
Kini fokusnya tertuju pada berkas dalam genggamannya. Dia sebenarnya malas mengurusi berkas, memilih bermesraan dengan istrinya di rumah.
Drt drt Rafa menoleh, merogoh ponselnya. Segera membaca pesan dari istrinya dan tak lama senyum mengembang di bibirnya.
__ADS_1
From Istri Nakal to Suami seksiku
Semangat kerja Suami seksiku. Aku nanti akan datang membawakan makan siang untukmu. I LOVE YOU HUBBY.
From suami seksi to Istri nakal
Aku tunggu kedatanganmu istri nakalku.
Love you too my wife
Rafa senyum senyum sendiri segera menaruh ponselnya, kembali menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Liam ikut membantu bossnya dan terlihat iri dengan pembicaraan sang boss dengan istrinya itu. "Liam sebaiknya kamu carilah pendamping agar kamu ada yang memperhatikanmu. " ujar Rafa tanpa menoleh kearahnya.
Asisten Liam berdehem. Diapun membuang nafas berat, mendengar pernyataan dari bossnya tersebut. "Entahlah Tuan, aku belum menemukan gadis yang cocok untukku. " ujarnya dengan nada datar.
Rafa melirik sebentar kearah Liam, lalu kembali fokus pada berkasnya. Menit, detik hingga hampir dua jam lamanya mereka akhirnya memyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Rafa melirik arlojinya, 09.00 pagi. Dia mencoba menghubungi istrinya namun tidak diangkat Mentari. Dia mencoba berfikir positif mungkin istrinya dalam perjalanan.
"Liam sekarang kamu ke depan dan jemput istriku, lalu bawalah dia ke mari. " perintahnya dengan tegas.
"Baik Tuan saya permisi. Liam membungkuk, berlalu ke luar dari ruangan bossnya.
Rafa melonggarkan dasinya yang mencekik lehernya. Dia sandarkan tubuhnya di kursi, tidak sabar menunggu kedatangan istri tercintanya. 35 menit kemudian pintu terbuka, Mentari masuk ke dalam dan mendekati suaminya dengan senyuman manisnya. Sementara Liam memilih kembali keruangan, membiarkan sang boss bermesraan dengan nyonya bossnya.
Rafa pergi ke sofa, menarik istrinya hingga duduk dipangkuannya. Dia ciumi kedua mata, pipi dan berakhir bibir Mentari tanpa terlewatkan satupun. Mentari tersenyum geli dengan tingkah manja suaminya.
"Aku bawakan makan siang untukmu Darling. Kepiting asam manis dan bistik daging serta nasi. Rafa mengangguk, Mentari segera menyuapi suaminya bergantian dengan dirinya.
15 menit berlalu mereka selesai makan siang berdua. Rafa membisikkan sesuatu ditelinga istrinya, Mentari berdecak namun mengangguk. Rafa sangat senang, tanpa ragu membopong tubuh sang istri lalu membawanya ke kamar yang ada letaknya tak jauh dari meja kerjanya.
Mereka berduapun masuk ke dalam sana. Siang yang panas itu, mereka habiskan dengan berbagi gairah di atas ranjang. Rafa nampak mengagahi istrinya dengan pelan mengingat istrinya tengah hamil. suara desahan dan erangan terus bersahutan hingga satu jam kemudian baru berhenti. Mentari menutupi tubuhnya dengan selimut, membiarkan suaminya menciumi perut ratanya.
"Maafkan Daddy yang menjengukmu sayang. Tapi Daddy sangat merindukan mommy kamu dan ingin selalu menempel dengannya. " Rafa beralih menatap istrinya dan mencium keningnya sekilas.
"Istirahatlah sayang kamu pasti lelah. Mentari mengangguk, tak lama kemudian matanya terpejam. Rafa berbaring disebelahnya, menatap lekat wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
__ADS_1
Rafa membuka selimutnya sebentar, tersenyum bangga melihat tanda di seluruh tubuh istrinya kemudian menutupnya kembali. Dia genggam tangan Mentari berulang kali mengecupnya lembut. Setelah itu ikut memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Mentari.
TbC