Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 35 - Alex - Monica


__ADS_3

Yang kangen monica cung aku selipkan kisahnya dengan Alex biar gak tegang menghadapi konflik Mentari vs Sandra 😂😂


🍁 Happy Reading 🍁


Sementara di Bali, pukul 01.00 siang.


Pantai Kuta



Monica memutar bola matanya jengah. Memperhatikan Alex yang tengah dikerumuni para gadis gadis di tepi pantai. Sambil menyesap es kelapa mudanya, dia mencuri pandang kearah Alex. Selama dua bulan ini lambat laun rasa cintanya pada Rafandra sudah mulai memudar.


Monica bangkit melepaskan kimononya, bergerak ke pantai dan memilih duduk di tepi pantai dengan posisi menggoda membiarkan air menyergah tubuh seksinya yang terbalut bikini.


Dari kejauhan Alex memalingkan wajahnya kearah Monica, Rahangnya mengeras melihat apa yang dilakukan Monica. Ditambah tatapan para pria bule yang ada disana terlihat sangat kelaparan akan tubuh Monica.


"Shit. " Alex bergerak cepat mendekati Monica. Hup tanpa ragu membopongnya, membuat Monica memekik kaget. Dia langsung mengalungkan tangannya ke leher Alex,Alex membawanya menjauh kembali duduk di bawah pohon kelapa.


Alex menurunkan Monica. Mengambil kimononya dan memberikannya pada gadis itu dengan raut tajamnya. "Cepat pakai!


"Apa sih Lex tiba tiba bopong aku. Alex semakin menajamkan tatapannya membuat Monica menelan ludahnya kasar. Dia nampak heran dengan raut wajah Alex yang terlihat tak biasa itu.


Alex menghembuskan nafas kasar sambil berkata. "Lihat para pria itu menatap tubuhmu lapar dan aku tidak suka melihatnya Monic. " geram Alex penuh penekanan.


Monica berdecak kesal, menuruti perintah Alex sambil menggerutu. Alex menghembuskan nafas lega melihat Monica menuruti keinginannya. Setelah itu Monica memilih duduk menjauh dari jangkaun Alex karena gadis itu masih kesal dengan pria tersebut.

__ADS_1


Alex memijit kepalanya. Dia merasa bingung dengan dirinya sendiri, seakan tidak rela melihat Monica memamerkan tubuhnya dihadapan pria lain meski itu tidak sengaja. Tanpa ragu Dia meraih tangan Monica lalu menariknya hingga Monica langsung jatuh diatas pangkuan Alex.


"Belum puas kau membuatku kesal. Kamu membuat moodku jadi jelek dengan sikap anehmu itu. " Monica terus cerocos tanpa henti mengeluarkan unek uneknya dihadapan Alex.


Alex hanya menatap datar kearah Monica. Setelah Monica berhenti bicara, dia angkat dagu Monica hingga tatapan mereka bertemu, Udah puas kamu ngocehnya Monic. " ujarnya santai.


Monica memberengut. Dia semakin kesal dengan sikap menyebalkan Alex padanya, Alex nampak tersenyum puas berhasil membuat gadis dalam rengkuhannya merasa kesal. Plak Monica memukul Dada bidang Alex agar dia berhenti tertawa.


"Biarkan aku turun. Alex hanya diam dan pura pura tak mendengar. Monica merasa kesal memilih menyandarkan kepalanya di dada Alex. Alex mengulum senyumnya, mengencangkan pelukan dipinggang Monica. Keduanya kini telah menutup rapat bibir mereka, menikmati hembusan angin yang menembus kulit keduanya.


Tatapan Monica nampak lurus ke depan. Entah kenapa keputusannya pergi ke Bali sangatlah tepat dan saat ini hidupnya kembali berwarna tanpa melihat masa lalu. Waktu terus berjalan Monica tidak ingin terjebak dan stuck pada masa lalunya bersama Rafandra kala itu.


"Bagaimana perasaanmu sekarang!


Tiba tiba ide jahil muncul dikepala Monica, dia menyeringai miring tanpa disadari Alex. "Kenapa, sepertinya kamu penasaran sekali ya Tuan Alexander Abraham Miller tentang masalah pribadiku. " Monica kini menolehkan kepalanya, wajahnya sejajar dengan wajah Alex.


Senyum tak pernah pudar di bibirnya, sesekali menyelipkan anak rambutnya yang tertiup angin. Hal itu tak luput dari kedua manik kelam Alex yang sejak tadi memperhatikannya yang kini mengekorinya dari belakang.


💕💕


Biarlah antara aku dan Rafa menjadi kenangan masa lalu. Aku turut senang melihat pria yang dulu kucintai kini menemukan kebahagiaannya. Percayalah jika Rafa masih bersamanya mungkin belum tentu Rafa akan bahagia seperti sekarang ini saat bersama Mentari.


Tuhan sudah menggariskan takdir masing masing baik aku ataupun Rafa. Aku percaya takdir tuhan sangat indah dan aku akan menikmati alur cerita yang telah ditentukan-Nya. Menjalani hidup dengan baik diberi satu kali kesempatan setelah melewati hari hari yang berat.


"Lex selama ini aku menyesal. Selalu mengeluh terhadap takdir Tuhan mengenai hubunganku dan Rafa. Tapi semua itu masa lalu, sekarang aku telah melepaskan Rafa demi Mentari. Aku bahagia melihat pria yang menjadi kenangan terindahku menemukan kebahagiaannya. "Alex menutup rapat bibirnya, mendengarkan setiap kalimat yang meluncur dari bibir Monica.

__ADS_1


Senyuman tersungging di bibir Alex. Dia mendekati Monica, menaruh tangannya diatas kepala lalu mengusap lembut rambut gadis itu. Monica menoleh tertegun.Tatapan mereka bertemu saling mengunci satu sama lain.


Deg deg deg jantung Monica berdebar kencang. Dia segera menurunkan tangan Alex, setelah itu tersenyum tulus padanya. "Berkat kamu, aku bisa bangkit dan menjadi monica yang baru tanpa ada bayang bayang masa lalu.Terimakasih tuan Alex. " godanya.


Senyuman Alex langsung pudar. Tatapannya berubah datar sontak membuat Monica menahan senyumnya. Alex menarik tangannya, berbalik dan pergi meninggalkan Monica.


Monica terkekeh pelan mengekori Alex dari belakang. "Mas Alex ngambek ya. " teriak Monica dengan usil. Monica sengaja menanggil Alex dengan sebutan 'Mas' karena ingin tahu reaksi Alex.


Dari kejauhan Alex menghentikan langkahnya, entah kenapa perasaannya menghangat mendengar panggilan Mas dari Monica untuknya. Diapun berbalik menatap Monica yang berlari kecil hingga berdiri dihadapannya.


"Alex jalannya jangan cepat cepat. Monica mengerucutkan bibirnya dihadapan Alex menampilkan raut kesalnya. Alex nampak kecewa dengan panggilan Monica yang menyebut nama lagi tanpa ada kata Mas.


Melihat reaksi yang diperlihatkan Alex, Monica mengulum senyumnya. Dengan inisiatifnya, dia mengenggam tangan Alex hingga jari mereka saling bertautan. Ada desiran aneh dalam dirinya saat tangannya mengenggam tangan Monica. "Yuk kita jalan lagi Mas. " ajaknya dengan wajah cerianya.


"Ya Sweety. " Rona merah menjalar dikedua pipi Monica mendengar panggilan Alex padanya. Alex terkekeh dan mengeratkan genggaman tangan mereka.


Mereka kembali menyelusuri tepi pantai sambil bergandengan tangan. Alex tak henti hentinya tersenyum melihat betapa cerianya Monica saat itu. Wajah datar dan dingin bagai kutub utara telah berganti menjadi pria yang murah senyum. Entah kenapa kebersamaannya dengan Monica seolah ada benang merah tak kasat mata yang mendekatkannya dengan gadis tersebut. Biarlah Takdir cintanya akan berlabuh pada siapa entah Monica atau gadis lain namun Alex yakin Monicalah jodohnya.


Gadis yang pertama kali memberikan desiran aneh di dadanya saat mereka saling menatap satu sama lain.


💕💕


03.00 sore.


Alex dan Monica masuk ke mobil. Mobil melesat meninggalkan pantai, tujuan mereka saat ini adalah kembali ke hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu panggil aku Mas. " Monica langsung melirik kearahnya sambil mengangguk kecil. Alex tersenyum senang, kembali fokus menyetir mobilnya.


TBC


__ADS_2