Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 52 - Membongkar Semuanya


__ADS_3

JANGAN LUPA KOMEN, LIKE, GIFT DAN VOTE DIBANYAKIN YA BIAR OTHOR SEMANGAT


3 hari kemudian


Rafa dan Tari sepakat memperkerjakan babysitter untuk menjaga baby Dirga. Kini bayi kecil itu anteng dalam kereta dorongnya yang tengah dijaga Renita babysitternya meski begitu Tari tetap mengawasinya. Sementara Mentari sibuk menyiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun suaminya itu nanti malam.


bibi Annapun menghampiri nyonya mudanya itu dan berkata. "Nyonya makanan, kue serta minuman telah siap begitu juga dengan dekorasinya. "


"Ya Bi. " Mentari menemui putera kecilnya di ruang tamu. Dia nampak tersenyum manis melihat baby Dirga yang tidak rewel. Cup cup Tari melabuhkan kecupan diwajah puteranya itu. Baby Dirga seakan akan mengajak sang mommy berbicara, sontak membuat Tari merasa gemas.


"Anak Mommy pintar banget, enggak rewel dan juga nangis ya dari tadi. "


"Iya Nyonya muda, tadi baby Dirga sangat anteng. " Renita mengulas senyumnya, terlihat dia sangat gemas dan menyayangi putera majikannya itu.


Mentari melirik jam tangannya, pukul 09.00 pagi. Tak lama kemudian keluarga kecil Reina datang berkunjung, Mentari langsung bangkit dan memeluk Reina sekilas kemudian menciumi pipi tembem baby Divya dengan lembut. "Reina, ayo silakan duduk. " sambutnya.


Renita menyingkir dari sana. Mentari dan Reina saling melepas rindu mengingat keduanya disibukkan dengan status baru mereka sama sama menjadi Mommy baru. Keduanyapun berbicara banyak hal mengenai anak anak mereka. "Apa kamu tahu Reina, baby Dirga selalu nangis kalau aku bermesraan sama Daddynya sontak si bayi besarku seketika ngambek karena aku dimonopoli putera kecil kami. " Mentari mengatakannya sambil tertawa mengingat sikap suaminya beberapa hari lalu.


Reina dan Davin ikut tertawa mendengarnya. Diam diam Davin memiliki rencana untuk menggoda habis habisan Rafa. Reina melirik baby Dirga dan baby Divya secara bergantian.


"Puteramu sejak dini sudah posesif, apalagi saat dewasa kelak. " timpal Reina menjawab ucapan Mentari.


Hah Dirga sayang, saat dewasa kamu pasti posesif seperti daddymu nak. Mommy harap kelak kamu mendapatkan pasangan yang bukan kayak cabe cabean pikirnya.


"Lalu bagaimana dengan Divya, Reina. " ucap Mentari merasa penasaran.


"Divy lebih dekat sama Papinya, meskipun begitu aku sangat menyayanginya Tari. " ungkap Reina tersenyum tipis.


Mentari manggut manggut, tak lama pelayan menyajikan minuman dan makanan di atas meja setelah itu pergi.


Drt drt drt


Tari mengambil ponselnya, terlihat nomor kakaknya menghubungi dirinya. Tanpa ragu dia langsung mengangkatnya meskipun sebenarnya malas. "Halo ada apa? " suara nada datar Tari menyapanya tanpa basa basi.


"Sebentar lagi kamu akan tahu kelakuan suami kamu adikku sayang. " ledek Melodi.

__ADS_1


Tut sambungan terputus. Tak lama ponselnya kembali bergetar, dia langsung membukanya. Tari melotot melihat foto suaminya bersama seorang perempuan berada di restauran. Namun dia berusaha tenang, kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas. Reina terlihat cemas melihat perubahan raut wajah sahabatnya.


"Reina, Davin aku minta tolong jaga Dirga dulu ya, aku harus pergi sebentar. " Terlihat Mentari tengah buru buru dan menahan rasa amarah dalam dirinya.


"Em baiklah kamu hati hati Tari. "


Mentari mengangguk sebelum pergi, dia cium pipi puteranya itu. Setelah itu bergegas memgambil kunci mobil kemudian ke luar. Reina menghembuskan nafas pelan, melihat kepergian Mentari yang tergesa gesa. Davin mencoba menenangkan istrinya itu agar tidak terlalu cemas.


Sementara Tari melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke restauran di mana suaminya berada. 30 menit berlalu, setelah memarkirkan mobilnya Tari segera turun dan masuk ke dalam Restauran.


"Aku percaya Mas Rafa enggak mungkin mengkhianatiku. "


Mentari mengendarkan pangangannya ke penjuru ruangan. Pandangannya nampak menyipit kala melihat seorang wanita dan pria berada di sudut ruangan Restauran. Terlihat sangat jelas jika sang wanita berusaha mencari perhatian Rafandra, sontak hal itu membuatnya kesal.


Tap tap tap suara sepatu beradu diatas lantai memdekat kearah Rafandra. Aura dingin terpancar diwajahnya, kala tatapan Mentari beradu pandang dengan wanita yang ada dihadapan suaminya. Dia mengambil minuman pelanggan kemudian menyiramkannya pada wanita itu.


Byur dan brak Mentari menaruh gelasnya dengan kasar Hingga menjadi retak.


Wanita itu sangat syok dengan apa yang menimpanya. Sementara Rafandra hanya diam membiarkan istrinya memberi pelajaran pada wanita yang ada dihadapannya. Liam yang ada didekatnya berkali kali menelan ludah kasar, melihat istri dari bossnya itu.


"Apa kamu cari mati hah, mencoba merayu suamiku sialan. " desisnya.


"Maafkan aku Nyonya tapi aku hanya disuruh orang untuk merayu dan mendekati tuan Rafandra. " ucapnya ketakutan.


Mentari semakin murka mendengarnya dan semakin menjambaknya dengan keras. "Katakan siapa dia. "


"Nyonya Melodi. " Mentari melepaskan jambakannya, wanita itu langsung pergi terbirit birit karena ketakutan. Lagi dan lagi kakaknya itu tak hentinya mengusik keluarga kecilnya. Rafandra langsung bangkit membawa istrinya ke luar dari Restauran.


Mentari menepis tangan suaminya, lalu masuk ke dalam mobilnya. Dia langsung melajukannya kencang, Rafandra dan Liam segera menyusul kepergian Mentari.


Di Kantor Hutama corp


Mentari turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam kantor. Dia langsung mencari Melodi kemudian menyeretnya ke luar. Melodi langsung menatap tajam kearah adiknya saat ini.


"Kenapa kamu menyeretku Tari. " ujar Melodi tak terima.

__ADS_1


Plak Mentari melayangkan tamparan diwajah Melodi. Rafa dan Liam tentu saja sangat kaget terutama Melodi. Setelah menamparnya, dia kembali menyeretmya kemudian Tari mendorong tubuh Melodi ke dalam mobilnya. Rafandra menahan tangan istrinya yang tengah diselimuti kemarahan.


"Sayang tenanglah. " bujuk Rafandra.


"Cukup Mas, sikap Melodi sudah keterlauan selama ini. " Mentari masuk ke mobil dan melajukannya kencang. Rafandra mengusap wajahnya kasar dan segera mereka menyusul Mentari.


Skip Di kediaman Hutama


Mentari menyeret paksa Melodi, lalu membawanya ke dalam disusul Rafandra dan Liam. Dihadapan keluarganya dan kedua mertuanya, Mentari menghembuskan nafas pelan sebelum mengatakan semuanya.


"Dari wajah polosnya, tidak mencerminkan sikap yang sebenarnya. Dia hanya berusaha menutupi kebusukannya selama ini. " ucap Mentari sambil menahan emosinya yang hampir meledak lagi.


"Maksud kamu apa nak! cecar Mommy Felisia dengan raut bingung.


"Dulu Sandra dan Melodi bekerja sama berusaha melenyapkanku, membuat rumah tanggaku hancur dan tadi dia menyuruh wanita lain untuk merayu Mas Rafa. " ungkap Mentari.


"Itu tidak benar Mommy, Daddy. " elak Melodi dengan wajah piasnya.


Mentari semakin mengamuk berusaha menghajar kakaknya itu namun Rafandra dengan sigap menahannya. Dia memanggul tubuh istrinya lalu membawanya ke lantai atas kamar mereka.


"Mas kenapa kamu hentikan aku Mas! ocehan Mentari tidak digubris oleh Rafandra.


Di Kamar Mereka


Rafandra menurunkan istrinya. Amarah istrinya kini tengah meledak meledak namun dia berusaha menenangkannya tapi berulang kali ditepis Mentari. "Aku bilang tenang sayang, biarkan orang tua kamu yang menghukumnya. " bentak Rafa yang tersulut emosinya.


Cairan bening kini menggenang di kedua bola mata Mentari kemudian menetes tanpa disadarinya. Dia menangis bukan karena dibentak suaminya, tapi karena sikap Melodi yang sudah sangat menyakiti hatinya. Rafandra merasa bersalah telah membentak istrinya, dia langsung memeluknya dengan erat.


Hiks hiks hiks


"Apa salahku Mas, kenapa Melodi selalu mengusik keluarga kita. " gumamnya lirih sambil sesegukan.


"Bukan salah kamu Sayang, Melodi sangat iri padamu hingga dia melakukan segala cara untuk menghancurkan kita. " bisiknya.


Rafandra merasa ikut hancur melihat istrinya saat ini sedang rapuh. Memang sangat berat jika musuh kita adalah saudari kita sendiri, namun kembali lagi Tuhan telah menggariskan semuanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2