
VOTE VOTE VOTE VOTE
Hari ini hari yang di tunggu tunggu, di mana Lila dan Dirga mengucap janji suci pernikahan. Para tamu sudah berdatangan, memenuhi aula pesta. Sang mempelai pria, Dirga tampak tak sabaran menunggu mempelai wanitanya.
Tak lama Lila datang, diapit oleh Papah dan Ayah menuju ke tempat mempelai laki laki. Kedua paruh baya itu menyerahkan puteri mereka pada Dirga, setelah itu kembali ke tempatnya. Dirga mengenggam tangan wanitanya, senyuman tak pernah lepas di bibirnya memandang calon istrinya itu.
"Saudara Keano Dirgantara Romanov, bersediakah kau menerima Delilah Sena Maheswari sebagai istrimu? "
"Ya saya bersedia. "
"Saudari Delilah Sena Maheswari, bersediakah kamu menerima saudara Keano Dirgantara Romanov sebagai suamimu!
" Ya saya bersedia. "
"Mulai saat ini kalian resmi menjadi suami
istri. " Tepuk tangan para tamu memeriahkan pesta, Bunda maju ke depan, menyerahkan cincinnya. Dirga langsung menyematkan cincin ke jari manis istrinya begitu juga sebaliknya.
Dirga merangkuk pinggul Lila, lalu memagut bibir wanita yang kini resmi menjadi istrinya. Lilapun membalasnya, mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Tepuk tangan para menonton meramaikan suasana pernikahan, para orang tua ikut terharu melihat putera puteri mereka yang resmi menikah.
Dirga mengakhiri ciumannya, dia tersenyum lebar menatap sang istri. "Persiapkan dirimu sayang, nanti malam kita akan bertempur sampai esok hari. " bisiknya.
Blush kedua pipi Lila langsung merona mendengar bisikan sang suami. Dia memeluk erat tubuh kekar Dirga di hadapan para tamu. Dirga tersenyum geli, membalas pelukan istri tercintanya. Mereka berdua menyambut para tamu yang memberi selamat pada keduanya.🔥
✨✨
Sedangkan di luar Bianca bersama Zivana kini tengah menghadang kedatangan Sabrina. Dia tersenyum sinis, menatap wanita di hadapannya. "Cih buat apa kamu datang kemari, enggak ada yang ngundang kamu kali. " ujar Bianca dengan senyum sinis.
"Minggir, aku mau masuk dan menampar wajah wanita murahan itu. " geram Sabrina.
__ADS_1
Zivana yang kesal, langsung melayangkan tamparan nya kearah Sabrina. Dia tidak terima jika kakaknya di sebut wanita murahan oleh Sabrina. Sabrina menatap tajam kearah Bianca dan Zivana secara bergantian, diapun hendak menerobos masuk namun Bianca mencekal tangannya kuat. Zivana membisikkan sesuatu ke telinga Bianca, lalu mengangguk kecil.
"Ya sudah kamu urus ya Zi, entar aku kasih tahu Kenzo biar bantuin kamu. "
"Oke. " Zivana mengangguk, lalu Biancapun melepaskan cengkeramannya, dia kembali ke dalam meninggalkan Zivana bersama Sabrina. Bianca langsung pergi menemui adiknya Kenzo, lalu membisikkan rencananya.
"Oke aku akan bantu kak, tapi asalkan kakak kasih uang lebih. " Bianca mendengus kesal lalu mengangguk. Kenzo langsung pergi begitu saja, Rezvan datang menghampirinya sambil menggendong Rio. Pria duda itu mengernyitkan dahi melihat raut wajah Bianca yang terlihat kesal. "Ada apa Bi, kenapa kamu kesal? "
"Enggak papa mas, hanya ada masalah kecil tadi di luar tapi sudah dibereskan Ziva dan Kenzo. " Bianca tersenyum di hadapan pria duda itu.
Rezvan mengangguk, mereka kembali menatap kearah pengantin baru. Sore harinya di sebuah Ballroom Hotel Bintang Lima, tempat di adakannya acara resepsi sekaligus Dirga menyambut para tamu koleganya dan juga sang Daddy.
Dekorasi pesta terlihat sangat mewah, dipenuhi warna putih dan biru. Pasangan pengantin
barupun terlihat tampan dan cantik dengan pakaian mereka yang serasi. Kini Para tamu tengah menikmati hidangan yang tersedia, Daddy Rafandra dan Dirga kini mengobrol bersama koleganya mereka.
Lila tergelak mendengar ucapan adiknya, diapun segera berbisik di telinga Bianca. Bianca tersipu mendengarnya, namun dia memasang wajah kesalnya di hadapan sang kakak. "Aku sama mas Rezvan cuma temen kak, lagian kak Lila jangan sok tahu deh. " cibir Bianca.
"Ya siapa tahu pria duda itu suka beneran sama kamu adikku sayang. " ucap Lila sambil tertawa kecil.
"Mommy, " Bianca menoleh, Rio berlari menghampirinya di susul Rezvan. Biancapun langsung menggendong Rio, lalu memberikan kecupan di pipi Rio.
"Rio sayang kenalkan ini bibi Lila. " ucap Bianca dengan lembut.
"Halo bibi Lila. "
"Halo juga tampan. " Lila tersenyum, mencium pipi si bocah tampan itu dengan lembut. Rio tersenyum malu malu di hadapan Lila, Bianca tergelak melihat kelakuan si kecil Rio. Rezvan menggeleng tak percaya melihat kelakuan putera kesayangannya itu.
"Mommy tulunkan Lio. " Biancapun menurut, dia menurunkan Rio dari gendongannya. Orang tua Bianca datang mendekat, Rio langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Nenek, Kakek gendong Lio. " Lila langsung melirik kearah adiknya dengan senyuman menggoda. Bianca nampak salah tingkah, dia memperhatikan Ayah dan Ibunya yang mengajak Rio ke sudut ruangan.
"Ehem cie dapet restu nih. " goda Lila.
Bianca langsung menarik Rezvan, lalu mereka pergi mengambil minuman berdua. Lila tertawa kencang melihat sikap malu dari adiknya. "Dasar Bianca, buat apa malu lagian Rezvan bukan suami orang kali ckckck haha, " gumamnya tersenyum tipis.
Di sisi lain Bianca meneguk minumannya sambil duduk di sofa di ujung ruangan. Dia sangat malu karena sang kakak menggodanya di hadapan Rezvan. Rezvan duduk di sebelahnya sambil memperhatikan Bianca. Bianca menoleh ke samping, menatap Rezvan dengan senyuman kakaknya. "Maafkan ucapan kak Lila tadi ya mas, dia cuma bercanda kok!
Bodoh kamu Bi, buat apa kamu jelasin ke Rezvan.
"Beneran juga enggak papa kok Bi! balas Rezvan sambil tersenyum tipis.
" Mas Rezvan bercanda mungkin, lebih baik kita nikmatin pestanya. " sahutnya mengalihkan pembicaraan. Berada di dekat Rezvan, jantungnya berpacu dua kali lebih cepat lebih dari biasanya.
Rezvan terlihat kecewa mendengarnya, dia kembali memasang wajah datarnya dengan cepat tanpa di sadari Bianca. Sedangkan Lila dan Dirga kini tengah berdansa di tengah ruangan, keduanya sangat mesra ditambah musik yang diputar menambah suasana kian romantis.
Lila memejamkan mata, kala benda kenyal menyentuh bibirnya dengan lembut, lalu pandangan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain. Dirga sangat bahagia karena akhirnya bisa menikahi wanita pujaannya itu. "I Love you my wife. " bisiknya di depan wajah sang istri.
"Me too Hubby! Senyuman manis Lila membuat seorang casanova seperti Dirga, tergila gila padanya. Lila kembali menyatukan bibir mereka, merenggut manisnya rasa dan menyampaikan kebahagiaan mereka melalui ciuman lembut nan panas ini.
Selesai berciuman, mereka kembali berdansa sesuai musik yang di putar. Raut bahagia terlihat jelas di wajah Lila dan Dirga, mereka bagaikan raja dan ratu dalam sehari. Hari bersejarah ini tak akan pernah bisa mereka lupakan.
Bianca tersenyum lebar, melihat kakak sulungnya itu bahagia bersama Dirga. Diapun kini jadi baper dan ingin menikah juga tapi belum punya pasangan wkwkwk. Bianca langsung menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. Dia menoleh dan tertegun melihat Rezvan yang kini tengah menatap kearah dirinya.
"Kenapa Mas Rezvan menatapku seperti itu
ya, apa jangan jangan dia menyukaiku ck mana ada, jangan terlalu kepedean Bi. " batinnya dengan jantung berdebar kencang.
bersambung
__ADS_1