
Pagi harinya Sandra kini berada di mansion milik Rafandra. Tok tok tok, dia mengetuk pingunya dengan tidak sabaran.
Cklek terbukalah pintu tersebut, Sandra mengerutkan dahi melihat pelayan yang malah membukanya. "Dimana Mentari dan Rafandra. " cecar Dandra dengan nada tak sabaran.
"Saya tidak tahu Nona. Kemarin tuan Rafa mengajak pergi nyonya muda. " Sandra terkejut mendengarnya. Diapun berdecak kesal, berusaha menghubungi Rafandra namun nomornya tak aktif.
Sandra menyimpan ponselnya dalam tas. Api kemarahan dalam dadanya seketika bergejolak. Dia merasa penasaran,ke mana Rafa membawa Mentari pergi. Tap tap tap suara langkah kaki mendekatinya, Sandra menoleh dan menatap sinis Arjuna. "Rupanya mak lampir masih saja berusaha merebut suami orang ya. " sindir Juna dengan nada sinisnya.
"Katakan di mana Rafandra dan Mentari sekarang. " cecarnya.
Arjuna tersenyum sinis. Dia pandangi Sandra dari atas sampai bawah, lalu tersenyum remeh. "Enggak punya hak aku mengatakan dimana kakak dan iparku pergi. " ujarnya santai.
Sandra merasa kesal dengan Arjuna. Dia berjalan melewati mantan tunangannya itu dengan sengaja menyenggolnya. Arjuna berbalik menatap kepergian Sandra dengan senyum miringnya. "Takkan kubiarkan Sandra menganggu rumah tangga Rafa dan Tari. " gumamnya pelan.
Arjunapun mengedikkan bahu berlalu pergi dari mansion Rafandra. Dia meraih ponselnya, menghubungi nomor Bianca. "Halo Bi, besok aku jemput ya kita temui orang tuaku. "
"Hah buat apa Jun. "
"Besok kamu juga akan tahu. " Arjuna menutup teleponnya. Dia masuk ke dalam mobil, mobilnyapun melesat kencang.
Setibanya dikediaman Romanov, Arjuna turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam mansion megah tersebut. Dia segera menemui kedua orang tuanya di ruang tamu.
"Juna ada apa!
Arjuna mengatakan semuanya pada kedua orang tuanya mengenai Sandra. Pasangan paruh baya itu nampak sangat terkejut mendapati kenyataan yang tak pernah mereka duga. "Juna kamu enggak kasih tahu Sandra 'kan keberadaan Rafa dan Tari. " ucap Mimmy Claudia dengan panik.
Juna menggeleng. Mommy Clau seketika langsung lega mendengarnya, sebagai seorang ibu dia tidak ingin ada orang ketiga dalam rumah tangga putera dan menantunya. "Mommy tidak akan biarkan hal itu terjadi cukup sekali rumah tangga mommy dan daddy dulu dihantam pelakor tak tahu malu. " geram Mommy Clau dengan emosi menggebu.
Daddy James nampak menelan ludahnya kasar melihat ekspresi dari mommy. Teringat masa lalu, membuatnya kembali merutuki kebodohan dirinya dulu.
Mommy Claudia melirik suaminya dan tersenyum sinis. "Apa kamu tahu Juna dulu ada pria bodoh yang begitu mempercayai pelakor dan mengabaikan istrinya yang tengah hamil. " ucap Mommy pada putera keduanya Arjuna.
Arjuna menaikkan sebelah alisnya bingung. Dia tidak mengerti apa maksud dari mommynya tersebut. Daddy James kini salah tingkah mendapati sindiran pedas mommy padanya.
"Mommy maafin Daddy!
Arjunapun mengerti, tatapannya tertuju kearah sang Daddy dengan senyum mengejek. Daddy James merutuki putera keduanya itu yang malah mengejek dirinya. "Huh mommy sungguh bodoh. Kenapa dulu Mommy tidak tinggalkan saja pria bodoh itu dan cari pria lain yang lebih segalanya. " ujarnya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Arjuna Felix Romanov. " geram Daddy. Tawa Arjuna langsung pecah, melihat reaksi kesal di wajah sang Daddy. Mommy Claudia ikut tertawa puas rasanya mengerjai Daddy James, si pria tua yang super mesum.
Daddy James melipat kedua tangannya di dada. Seringai menghiasi sudut bibirnya, tatapannya tertuju pada mommy. "Mommy kamu sudah cinta mati sama Daddy dan adik kecil yang membuatnya ketagihan Juna. "
Arjuna mendengus keras. Dia tak habis pikir dengan pikiran daddynya yang mesum ditambah rona merah diwajah mommynya. Huh Dia sungguh iri, ingin segera menikah dengan Bianca lalu membuat kesebelasan tim eh. 😳😳😂
Juna menggeleng. Dia menghapus pemikiran konyolnya, namun juga berharap hal itu akan menjadi kenyataan jika Bianca mau menikah dengannya. Perhatiannya kembali tertuju pada Daddynya yang tengah merayu Mommy Caludia.
"Ehem Mom, Dad besok aku akan mengajak Bianca kemari. "
Mommy Claudia menoleh menatap Juna dengan pandangan lekatnya. "Siapa Bianca apakah dia kekasihmu atau jangan jangan istrimu. " celetuk Mommy asal.
"Bukan Mom. Dia sahabat Mentari dari Sma, gadis kedua yang membuatku kagum dan terpesona akan sikap Bianca yang tegas. " Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain mendengar penuturan Arjuna.
"Ya sudah ajak Bianca kemari. Arjunapun langsung mengangguk.Binar bahagia sangat jelas dikedua matanya, membuat Mommy dan Daddy ikut senang melihatnya.
💔💔💔
Di Apartemen
Tring akhirnya sampai di lantai 7. Sandra menggesek kartu aksesnya kemudian masuk ke dalam. Dia menjatuhkan dirinya di atas sofa sambil mencurigai Rafandra dan Mentari.
"Jangan jangan Rafa dan Tari sudah baikan. " tebaknya.
Sandra menggeram. Ternyata usaha yang dilakukan membuat keduanya bertengkar ternyata gagal total. Dia harus mencari cara lain untuk memisahkan Rafa dan Mentari. "Takkan aku biarkan kalian bersenang senang diatas penderitaanku. " gumamnya.
"Ah sialan. "
Sandra mengambil ponselnya, berusaha menghubungi nomor Rafandra berganti dengan Mentari namun ternyata keduanya tak aktif. Dia semakin marah karena ditipu oleh wanita sialan itu. Dia tidak akan kalah dari Mentari, apapun yang terjadi Rafa harus menjadi miliknya.
"Semuanya enggak berguna. " teriaknya.
Rasa cintanya pada Rafa berubah menjadi sebuah obsesi. Sejak dulu dia selalu berusaha mencari perhatian Rafandra namun selalu berakhir sia sia dan kecewa. Kali ini dia tidak akan kalah sama seperti saat Rafa bersama Monica. Dia akan melakukan apapun agar bisa bersama pria pujaannya meski harus melenyapkan Mentari sekalipun akan dia lakukan.
Sandra menghembuskan nafas berat. Diapun beranjak dan berlalu pergi ke kamarnya. Sandra masuk ke dalam, menaruh tasnya di meja kemudian ke kamar mandi. Selesai berendam dan berganti pakaian, Sandra pergi ke balkon menenangkan dirinya di sana. "Sepertinya aku harus menyusun matang rencana B. "
🍁🍁
__ADS_1
Arjuna mengunyah potongan apel dengan lahap sambil chatan dengan Bianca. Mommy yang melihatnyapun hanya bisa menggeleng kecil.
to Gadis galak from Mr Pemaksa
miss u gadis galak 😘
to Mr Pemaksa from gadis galak
Aku enggak suka digombalin.
Arjuna tergelak membaca balasan pesan dari Bianca dengan kilat membalasnya :
"Ya sudah abang kasih rumah ya buat tempat tinggal kita nanti setelah menikah.
Tring
Dih abang..aku kira abang bakso.
Siapa juga yang mau menikah denganmu Juna 😂😏
Arjuna berdecak kesal namun tetap membalas pesan Bianca dengan raut jengkelnya.
Hemm awas saja abang akan culik kamu lalu kita kawin lari
15 menit berlalu drt drt
Arjuna kembali membaca pesan dari Bianca.
Juna ih aku geli kamu sebut dirimu abang dan apaan itu kawin lari. Lagian normal dikit napa sih Juna, lagian ya nembak cewek gak ada romantis romantisnya. 😏😌
Deg jantung Arjuna berdebar kencang.Hatinya kian berbunga bunga dengan membaca pesan terakhir Bianca yang membuatnya mabuk kepayang cielah.
"Aku janji akan mendapatkanmu Bianca. Menjadikanmu istri dan ibu dari anak anak
kita. " tekadnya kuat.
TBC
__ADS_1