
Bocil jangan baca ya! 🔞
Langit berganti warna menjadi gelap, Tari kini tengah merapikan mainan putera puterinya di ruang tengah. Setelah selesai dia pergi ke dapur, menyiapkan makan malam dibantu oleh para pelayan. "Nyonya, biar kami saja yang menyelesaikan lebih baik Nyonya Tari bersantai saja di ruang tamu. "
"Baiklah kalau begitu. " Mentari ke luar dari dapur, berjalan menuju ke ruang tamu menemui anak anaknya.
"Lho Edzard, Ely kakak kalian Dirga ke mana. " ucap Mentari penasaran.
"Kak Dirga ada di kamar mommy. " jawab si kecil Elysia.
Mentari manggut manggut, dia duduk di sebelah si kembar. Tak lama kemudian Dirgapun menghampiri mereka, lalu duduk dan menatap kearah sang mommy. "Mommy, sekarang Daddy ke mana kok enggak ke luar? "
"Daddy kamu ada di ruang kerjanya, dia sedang sibuk sayang memangnya ada apa? "
"Rahasia. " jawab Dirga sambil nyengir.
Mentari mendengus kesal, entah kenapa putera sulungnya itu sangat menyebalkan sama seperti daddynya, Rafandra. Dirga tertawa melihat raut kesal di wajah wanita yang telah melahirkan dirinya itu. "kak Dirga nakal Mom, Mommy jewer saja dia. " ucap Edzard polos.
"Dasar kompor kamu Ed. " cibir Dirga pada adik keduanya itu.
"Biarin wlek. " balas Edzard sambil menjulurkan lidahnya kearah sang kakak.
"Sudah sudah jangan berantem, Mommy pusing liat kalian debat terus! Mentari menggeleng tak percaya, dua puteranya itu tak pernah akur berbeda dengan sikecil Ely yang fokus bermain mengabaikan kedua kakaknya.
Rafandrapun ke luar dari ruangan kerjanya, menghampiri keluarganya di ruang tamu. " Mommy, Anak anak ayo kita makan sekarang. "
Dirga, Edzard dan Ely langsung berlarian menuju ke meja makan. Rafandra merangkul istrinya, sesekali mencium pipinya sekilas. "Mansion kita jadi ramai semenjak ketiga anak kita tumbuh besar ya Dad. " ujar Mentari.
"Iya Mommy! Sampai di meja makan, keduanya langsung menarik kursi kemudian duduk. Dirga dengan telaten melayani kedua adiknya, menggantikan sang mommy. Mentari sangat terharu dengan apa yang dilakukan Dirga, selain nakal dia juga sangat peduli dan sayang pada keluarganya.
Selepas makan malam, Dirga dan kedua adiknya menatap kearah orang tua mereka secara bergantian. " Mom, Daddy Kami bertiga istirahat dulu ya. " ucap Dirga pada kedua orang tua mereka.
__ADS_1
"Iya sayang, ingat kamu jangan main ponsel dan langsung tidur saja oke. " tegur Mommy.
"Siap Nyonya bos! Ayo Ed, Ely lets go masuk ke kamar. " Dirga menggendong Elysia, tangan satunya menggandeng Edzard dan berlalu meninggalkan meja makan, kemudian naik ke atas.
"Nah sekarang giliran Mommy tidurin adik kecil Daddy! Mentari menoleh dan melotot kearah suaminya, dia berusaha kabur namun Rafandra dengan cepat menggendongnya menuju ke lantai atas.
Mentari menghela nafas pelan, mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Sampai di depan kamar, Rafandra menendang pintu lalu masuk ke dalam tak lupa menguncinya. Dia tak mau para kecebongnya itu menganggu kegiatannya dengan sang istri wkwkw.
Dasar Daddy laknat memang!
Rafandra merebahkan wanitanya di atas kasur kemudian melepaskan pakaian sang istri hingga polos. Dia masih sangat kagum dengan apa yang dilihatnya, meski sudah memiliki tiga anak nyatanya tubuh istrinya masih sangat ideal dan seksi dimatanya. Setelah itu dirinya melepaskan pakaiannya kemudian naik ke atas ranjang menindih tubuh sang istri.
Rafandra mulai menciumi seluruh lekuk tubuh istrinya tanpa terlewat, dia meninggalkan jejaknya. Tak lama kemudian mulai menyatukan tubuh mereka, melakukan gerakannya dengan lembut dan berganti cepat, gerakan ini outnya.
"Umh ah umh. " desah Mentari sambil meremas rambut suaminya.
Mentari akui meski umur suaminya sudah sangat matang, namun tak dipungkiri staminanya masih kuat dan perkasa dalam urusan ranjang.
"Lebih cepat Daddy!
Rafandra menambah gerakan pinggulnya, membuat Mentari semakin mendesah keras menyebutkan namanya hal itu membuatnya semakin bersemangat.
Hingga akhirnya Mentari mendapatkan puncaknya, namun Rafandra belum sama sekali. Dia masih terus bergerak seirama dengan cepat dan berbagai gaya mereka lakukan.
Beberapa jam kemudian kegiatan itu terhenti setelah menghabiskan 4 ronde. Rafandra menyingkir dari atas tubuh sang istri, menarik selimut menutupi tubuh mereka. Tangan nakalnya masuk ke dalam selimut, menyapu halus dua persik istrinya. Sedangkan Mentari mengatur nafasnya yang masih tersengal sengal.
Rafandra membawa tubuh polos istrinya ke dalam rengkuhannya. Beberapa kali dia daratkan kecupan di puncak kepala sang istri tercinta. "Diumur segini kamu semakin seksi dan hot sayang, tentu saja aku sangat puas memiliki kamu. "
"Karena aku sering perawatan Daddy, ini semua juga demi kamu sayang. " ujar Mentari sambil membalik tubuhnya, menatap lekat wajah sang suami.
Keduanya kembali saling berpagutan, selimut Tari melorot hingga persiknya terlihat. Setelah ciuman mereka terlepas, Rafandra segera menurunkan tubuhnya kemudian melahap sesuatu yang lembut dan sintal. Mentari mengulum senyumnya, mengelus kepala suaminya yang kini tengah asyik dengan kegiatannya.
__ADS_1
"Sudah malam lho bayi gedhe, gak capek apa ya. " ledek Mentari pada sang suami.
Rafandra mengakhiri kegiatannya dengan senyum terukir di bibirnya. "Ya sudah kita mandi dulu sayang tapi sebelum itu kita lakukan sekali lagi. " Rafandra seketika menyibak selimut, mengendong sang istri lalu membawanya ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian mereka langsung berbaring setelah selesai berpakaian dan mengganti sprei dan selimut. Mentari langsung menelusupkan wajahnya di dada sang suami dan Rafa membalas mendekap nya erat kemudian mereka sama sama memejamkan mata.
❣️❣️
Pagi harinya sinar mentari menyilaukan, pertanda hari mulai terang. Mentari terbangun, kemudian membangunkan sang suami. "Daddy ayo bangun, hari sudah pagi ini. " ujar Mentari.
"Daddy masih ngantuk Mom! Daddy berbalik memungungi sang istri. Mentari menggeleng, diapun bangkit dan turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berganti pakaian. Mentari memberikan sedikit bedak pada wajahnya kemudian mengundurkan rambutnya.
Tok tok tok
" Mom, Daddy. " panggil Edzard dan Ely secara bergantian.
Mentari segera membuka pintu, terlihat kedua a anaknya sudah sangat harum tercium dari baunya. "Pagi Mommy. " jawab si kembar secara bersamaan.
"Pagi juga sayang, kalian tunggu di meja makan ya Mommy mau bangunin daddy kalian dulu. "
"Iya Mommy. " Edzard menggandeng Ely kemudian menuruni anak tangga. Mentari masuk kembali ke dalam kamar dan membangunkan sang suami.
"Daddy, ayo bangun! Anak anak sudah nungguin kita lho. "
Rafandra membuka matanya kemudian bangun. Dia mengecup bibir sang istri sekilas kemudian duduk. "Ya sudah Daddy mandi dulu, Mommy turun saja dulu nanti nyusul. "
"Iya Daddy, jangan lama lama ya. " Sebelum itu dia telah menyiapkan pakaian kerja suaminya, Lalu Mentari bergegas ke luar dari kamar, menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan.
TBC
__ADS_1